Connect with us

INTERNASIONAL

Luhut Pastikan ada Realisasi Investasi UEA Sebelum Akhir 2019

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan akan ada realisasi investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia sebelum akhir 2019.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/9/2019) Luhut mengatakan bahwa Putra Mahkota Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan akan langsung berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tindak lanjut kesepakatan yang telah dibuat.

“Saya sudah melakukan komunikasi langsung dengan Putra Mahkota Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang berjanji akan bertelepon dengan Presiden Joko Widodo Senin ini untuk membicarakan tindak lanjut dari kesepakatan-kesepakatan yang sudah kami lakukan dengan para mitra dialog,” katanya.



Luhut mengatakan Putra Mahkota Abu Dhabi memintanya untuk mempercepat realisasi butir-butir kesepakatan tersebut, sehingga akhir tahun ini sudah ada yang bisa segera dijalankan.

Putra Mahkota Abu Dhabi juga mengatakan akan secara resmi mengundang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke negaranya Januari 2020 untuk menghadiri upacara pembukaan Abu Dhabi Sustanability Week di Abu Dhabi.

Luhut juga mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mendapat laporan dari Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, serta Plt Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahruzad yang ikut dalam kunjungan Luhut ke UEA pekan lalu. Menurut Luhut, Menkeu setuju untuk datang ke UEA untuk pembicaraan lebih lanjut.

Kesepakatan yang dicapai pada kunjungan Menko Luhut ke Abu Dhabi antara lain, sebagai berikut:
1. Membentuk Indonesian Sovereign Wealth Fund,
2. Mengimplementasikan investasi Abu Dhabi sekitar 1 miliar dolar AS di proyek properti, real estat termasuk pengembangan destinasi wisata dan ke proyek-proyek swasta,
3. UEA menyetujui untuk berinvestasi di bidang pertanian di Kalimantan Tengah dengan luas tanah 100.000 hektare yang akan ditanami buah-buahan tropis termasuk buah naga.
4. Membangun toleransi beragama dengan membangun masjid dan memberikan beasiswa untuk guru-guru dan murid di bidang agama dan toleransi. Demikian, seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

INTERNASIONAL

Virus Corona Merebak, Arab Saudi Stop Umrah Sementara

Published

on

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan otoritas kesehatan di Arab Saudi terus mengikuti perkembangan corona virus (COVID-19).

Indonesiaraya.co.id, Riyadh – Arab Saudi menunda visa kunjungan umrah ke Mekah karena virus corona merebak di dunia. Ibadah umrah biasanya menarik puluhan ribu muslim seluruh dunia ke Saudi tiap bulannya.

Dilansir AFP, Rabu (27/2/2020), pengumuman penundaan visa kunjungan umrah ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri lewat keterangan resmi.

“Pemerintah menunda sementara kunjungan umrah ke Masjid Nabawi di wilayah Kerajaan,” demikian kata Kementerian Luar Negeri.



Saudi juga mengatakan pihaknya juga menunda visa-visa untuk kunjungan turis dari negara-negara yang terjangkit corona.

Di pusat wabah, Wuhan China, jumlah kasus baru dilaporkan telah menurun. Namun demikian, ada peningkatan kasus corona di wilayah Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Iran telah mengumumkan kawasan wabah corona, usai 15 warganya terjangkit virus itu. Kuwait dan Bahrain, dua Negara Teluk, juga mengumumkan kasus tambahan COVID-19 pada pekan ini. (dtk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

WNI di Singapura yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Published

on

WNI tersebut merupakan kasus ke-21 positif virus corona di Singapura dari klaster Yong Thai Hang. Dia dirawat dirumah sakit sejak 4 Februari.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Perlindungan WNI Kementerian Judha Nugraha mengumumkan bahwa seorang WNI di Singapura yang menderita infeksi virus corona di Singapura dinyatakan telah sembuh dan diijinkan keluar dari rumah sakit.

“Untuk di Singapura, kami sudah dapat info bahwa yang bersangkutan sudah sehat dan sudah keluar dari rumah sakit,” kata Judha, Rabu (19/2/2020).

Judha juga menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan tentang rencana WNI tersebut selanjutnya, apakah akan pulang ke Indonesia. Sebab, WNI tersebut tidak bersedia memberikan data-datanya kepada KBRI Singapura. Judha juga memahami hal itu masuk ranah privasi WNI tersebut.



“Yang bersangkutan memang tidak bersedia untuk memberikan datanya kepada KBRI, tentunya kami memahami dan menghargai itu. Itu menjadi privasi dari yang bersangkutan,” kata Judha.

WNI tersebut merupakan kasus ke-21 positif virus corona di Singapura dari klaster Yong Thai Hang. Dia dirawat dirumah sakit sejak 4 Februari.

Hingga hari Selasa (18/2/2020), seluruh penderita virus corona tercacat 81 kasus dimana 29 orang dinyatakan sembuh. Adapun 48 pasian dalam kondidi stabil sedangkan empat orang masih dalam perawatan ICU.

Dari 29 orang yang dinyatakan sembuh adalah WNI di Singapura yang kini dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.

KBRI Singapura hingga kini terus memantau perkembangan kondisi yang bersangkutan. (jer)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Corona Tekankan Pertumbuhan Ekonomi China Jadi 3,5%

Published

on

Aktivitas manufaktur di China belum sepenuhnya normal meskipun sudah mulai beroperasi kembali beberapa pekan ini.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2020 dapat turun ke level 3,5%. Itu mungkin terjadi jika penyebaran virus corona baru yang mematikan tidak segera ditangani, sehingga menghambat pemulihan produksi manufaktur ke tingkat normal.

Demikian menurut analis Morgan Stanley dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (19/2/2020).

Sebagaimana diketahui, akibat wabah virus mirip SARS ini, pemerintah China telah mengkarantina sebagian besar kotanya demi mencegah penyebaran lebih lanjut virus. Namun, dampak buruk malah muncul di sektor manufaktur negara.



Akibat penutupan kota-kota itu, aktivitas manufaktur di negeri Tirai Bambu belum sepenuhnya normal meskipun sudah mulai beroperasi kembali beberapa pekan ini. Berdasarkan pengecekan oleh analis Morgan Stanley, produksi baru mencapai 30% hingga 50% dari level normal pada pekan lalu.

Analis memperkirakan, produksi manufaktur di China akan mencapai 60% hingga 80% dari tingkat biasanya pada akhir bulan ini, dan akan kembali normal pada pertengahan hingga akhir Maret.

“Berdasarkan bukti bahwa kegiatan produksi saat ini kembali pada kecepatan yang sangat bertahap, kami berpikir bahwa situasi saat ini akan lebih sesuai dengan skenario ‘normalisasi bertahap’,” tulis para analis dalam laporan tersebut, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Namun tetap, semua itu tergantung pada perkembangan wabah virus corona ke depannya, tambahnya.

“Mengingat ketidakpastian seputar penyebaran virus, kami mengamati risiko transisi ke skenario ‘gangguan yang berkepanjangan’,” tambah mereka.

Analis juga memperkirakan akan ada dampak wabah itu pada pertumbuhan global. Namun, para analis mengatakan dampaknya pada pertumbuhan global hanya untuk jangka pendek.

“Kami memproyeksikan bahwa, setelah efek gangguan memudar, ekonomi global akan menerima lonjakan (bouncing) ketika perusahaan bergerak untuk melanjutkan produksi dan bahwa itu akan menerima dorongan karena tingkat persediaan kembali ke tingkat normal setelah terhenti selama ada gangguan,” tulis mereka dalam laporan tersebut.

Sebagaimana diketahui, wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di dunia, telah menghancurkan ekonomi China. Negara itu tidak hanya harus mengalami gangguan produksi, tapi juga harus mengeluarkan banyak dana untuk menanggulangi wabah yang berpusat di kota Wuhan provinsi Hubei itu.

Terlebih lagi, sektor wisata negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut juga ikut terdampak oleh cepatnya penyebaran virus. Per hari ini, virus corona telah menyebar ke 27 negara dan menjangkiti hampir 75.000 orang di seluruh dunia.

Untuk meminimalisir dampak wabah pada ekonomi, Morgan Stanley mengatakan pemerintah China bisa memangkas suku bunga lebih lanjut dan memberikan pembebasan pajak untuk sektor-sektor yang terkena dampak.

Sementara untuk negara-negara Asia lainnya yang juga terdampak, lembaga tersebut mengatakan mereka juga bisa menggunakan langkah-langkah kebijakan tersebut.

“Itu akan membantu ekonomi mereka pulih setelah wabah virus reda,” kata para analis. (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending