Connect with us

HEALTH

Matcha Bisa Bantu Atasi Cemas, Kata Studi

Published

on

Bubuk matcha memiliki kadar ECGC tiga kali lebih banyak dari teh hijau seduh biasa, senyawa ECGC banyak terdapat pada daunnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Matcha, yang berasal daun Camellia sinensis dan dikenal masyarakat Jepang sejak lama memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya membantu orang merasa rileks.

Dalam sebuah studi yang dipimpin Dr Yuki Kurauchi dari Kumamoto University, peneliti menguji efek matcha pada tikus yang cemas. Menurut mereka, tikus yang cemas akan lebih banyak menghabiskan waktu berada di daerah aman.

Hasilnya, tikus yang mengonsumsi bubuk atau ekstrak matcha berkurang kecemasannya. Analisis farmakologis perilaku mengungkapkan, hal ini terjadi karena ekstrak matcha mengaktifkan reseptor dopamin D1 dan serotonin 5-HT1A.

“Meskipun penelitian epidemiologis lebih lanjut diperlukan, hasil penelitian kami menunjukkan Matcha, yang telah digunakan sebagai obat selama bertahun-tahun, mungkin cukup bermanfaat bagi tubuh manusia,” kata Kurauchi.

Dia berharap penelitian ini bisa bermanfaat untuk kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Demikian, seperti dikutip Antara . (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HEALTH

Minum Air Putih Berlebihan Dapat Memicu Hiponatremia

Published

on

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau hidrasi tinggi adalah melalui warna air seni dan seberapa sering Anda buang air kecil.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Meskipun mengkonsumsi air putih sangat dianjurkan untuk kesehatan, konsumsi air putih lebih banyak daripada jumlah yang dapat dikeluarkan oleh tubuh dapat memicu kondisi yang disebut hiponatremia.

“Hiponatremia adalah kondisi gangguan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal,” ujar ahli nutrisi Kristin Koskinen sebagaimana dikutip dari Health, Rabu (16/10/2019).

Natrium (sodium) adalah elektrolit penting dalam tubuh yang menjaga tubuh dengan mendistribusikan air ke seluruh tubuh, dan sisanya dibuang melalui ekskresi dalam bentuk air seni atau keringat.

Kadar natrium (sodium) yang rendah dalam darah dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit kepala, sulit berpikir jernih (brain fog), dan mual.

“Ginjal juga memiliki batasan berapa banyak air yang dapat mereka proses untuk dikeluarkan pada satu waktu, maksimum 800 hingga 1.000 mililiter per jam,” kata Koskinen.

“Meskipun keracunan air adalah hal yang jarang terjadi, itulah yang akan Anda alami bila mengkonsumsi air putih melebihi jumlah yang dapat diterima dan dikeluarkan tubuh,” kata Koskinen.

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau hidrasi tinggi adalah melalui warna air seni dan seberapa sering Anda buang air kecil. Pada umumnya, air seni berwarna kuning pucat hingga menyerupai kucing kecoklatan menyerupai warna air teh.

Jika air seni Anda berwarna lebih jernih daripada biasanya, itu pertanda Anda minum terlalu banyak air dalam rentang waktu yang terlalu pendek.

“Rata-rata, orang buang air kecil 6-8 kali sehari, atau 10 kali untuk seseorang yang secara rutin mengkonsumsi kafein atau alkohol,” kata Koskinen.

Namun jika Anda harus buang air kecil beberapa kali dalam satu jam dengan warna air seni yang jernih, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah asupan cairan. Demikian, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Banyak Orang Indonesia Tak Pernah Cek Darah Padahal Penting

Published

on

Melakukan tes darah secara teratur krusial untuk menjaga kesehatan. Darah bertindak sebagai pembawa nutrisi dan oksigen ke jaringan organ dan sel.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata tidak pernah melakukan cek darah, padahal hal itu sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh atau deteksi dini suatu penyakit.

Sekitar 70 persen dari 9.612 responden di Indonesia (sebagian besar wanita) mengaku tidak pernah melakukan tes darah sama sekali, demikian menurut hasil penelitian HonestDocs, platform informasi kesehatan, yang disampaikan, Rabu (16/10/2019).

Alasan orang Indonesia tidak melakukan tes darah beragam, kebanyakan mengaku tidak mempunyai (51%,) untuk pergi ke klinik, laboratorium, atau rumah sakit.

Sebagian responden lainnya (24%) mengaku takut, merasa belum memerlukan tes (15%), dan 7 persen lainnya beralasan karena keterbatasan biaya.

Padahal, melakukan tes darah secara teratur krusial untuk menjaga kesehatan. Darah bertindak sebagai pembawa nutrisi dan oksigen ke jaringan organ dan sel.

Oleh karena itu, ketika terjadi gangguan fungsi pada organ tertentu, tes darah dapat menunjukkan abnormalitas dan petunjuk sejak dini. Jika demikian tim medis bisa melakukan tindakan pencegahan maupun pengobatan sebelum gangguan membesar.

Menyikapi fakta bahwa orang Indonesia tidak pernah tes darah, HonestDocs meluncurkan layanan medical check-up atau tes darah yang dapat dilakukan dengan nyaman di rumah atau di kantor pasien dengan tarif mulai Rp250.000.

Layanan ini merupakan hasil kerja sama HonestDocs dengan sejumlah institusi kesehatan terpercaya di Indonesia seperti Path Lab Klinik, yang sudah memiliki lebih dari 100 cabang di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Hongkong, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.

Pasien hanya perlu memilih jenis tes darah yang diinginkan, mulai dari tes hematologi/cek darah rutin, lipid profile (kolesterol), gula darah, fungsi ginjal, fungsi liver, hepatitis, tiroid, kardiovaskular, hingga urinalisis.

Setelah itu, perawat profesional berlisensi akan datang ke alamat rumah pasien untuk melakukan pengambilan sampel darah, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pasien. Sampel darah kemudian akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Proses tes darah ini hanya memakan waktu 5-10 menit, sehingga sangat cocok bagi pasien yang tidak ingin membuang banyak waktu untuk tes darah.

“Hasil dari tes darah sangat berguna bagi dokter untuk melihat apakah organ-organ tubuh berfungsi dengan normal. Kami yakin, ada banyak sekali masyarakat Indonesia yang peduli pada kesehatan, namun mereka punya keterbatasan waktu atau merasa tidak nyaman melakukan tes di rumah sakit,” kata tim dokter HonestDocs.

Berdasarkan laporan The Essentials of Diagnostik, hasil diagnosa tes seperti dari tes darah menjadi penentu dari 70 persen keputusan medis yang diambil oleh para dokter.

Pendeteksian penyakit sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat penyakit diabetes, jantung, maupun gagal ginjal.

Dari hasil riset HonestDocs, ditemukan pula bahwa rata-rata responden yang pernah melakukan tes darah, mayoritas mengambil tes gula darah (26%), kolesterol (25%), dan asam urat (18%).

Diabetes, yang dipengaruhi oleh gula darah terlalu tinggi, merupakan penyakit nomor enam yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Sementara itu, kadar kolesterol dan asam urat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung–penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

Didirikan pada 2017, kini platform HonestDocs telah melayani lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulan. Demikian, seperti dikutip Antara. (sur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Ini Hal yang Sering Dilupakan Ibu Hamil saat akan Melahirkan

Published

on

Ibu hamil yang akan melahirkan harus meyiapkan persediaan makanan yang cukup bagi pasangan yang akan menemani saat proses kelahiran.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kebanyakan ibu hamil yang akan melahirkan sering lupa melakukan hal-hal yang ternyata penting untuk kelancaran proses kelahiran sang bayi.

“Kalau sudah di akhir trimester tiga itu sering melupakan nutrisi, makan sudah mulai tidak diatur,” kata dr. N. B. Donny A. M., Sp.OG dalam acara kampanye “anti mom shaming” di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Padahal tenaga saat melahirkan, menurut dia, sama banyaknya dengan yang dikeluarkan ketika melakukan lari maraton.

Dia pun menyarankan agar ibu hamil banyak mengonsumsi makanan mengandung nutrisi.

Selain itu, Donny mengatakan hal lain yang sering dilupakan adalah cara mengejan yang baik.

“Sering lupa walaupun udah ikut senam hamil diajarkan cara ngejan, pas udah timbul rasa mulesnya lupa semua karena enggak cuma asal ngejan aja. Kalau salah bisa bikin pecah pembuluh darah,” ujarnya.

Dia menyarankan agar ibu hamil yang akan melahirkan juga meyiapkan persediaan makanan yang cukup bagi pasangan yang akan menemani saat proses kelahiran.

“Jangan lupa siapkan makanan untuk pasangan biar enggak ada alasan pasangan kabur ketika ibu sedang kontraksi,” imbuhnya, seperti dikutip Antara. (yog)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending