Connect with us

KULINER

Mencicipi Butterbeer di Kafe Ala Harry Potter

Published

on

Saat diseruput, rasa manis-gurih dan soda dalam segelas Butterbeer dingin mendominasi lidah. Jangan lupa siapkan tisu untuk menyeka krim kocok yang menempel di bibir.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Butterbeer, minuman para penyihir di dunia buatan novelist J.K. Rowling itu kini ada di dalam buku menu sebuah kafe bernuansa Harry Potter yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara.

Disajikan dalam sebuah mug gelas kaca berukuran cukup besar tampilan Butterbeer memikat mata, terlebih bagi mereka yang memang doyan “mengkonsumsi” novel maupun film Harry Potter.

Dalam segelas Butterbeer terdapat krim kocok yang cukup tebal lebih tebal dari berbagai mibuman berbahan kopi yang biasa dijumpai di bagian atas, kemudian minuman warna kuning dengan bulir-bulir soda nampak pada bagian bawah.

Saat diseruput, rasa manis-gurih dan soda dalam segelas Butterbeer dingin mendominasi lidah. Jangan lupa siapkan tisu untuk menyeka krim kocok yang menempel di bibir.

Tak cukup satu tegukan, tegukan kedua dan ketiga akan meyakinkan Butterbeer ini memiliki cita rasa unik manis dan gurih yang seimbang sekaligus membawa berimajinasi seakan berada di kedai Three Broomsticks di Diagon Alley.

Butterbeer adalah menu andalan di kafe yang telah beroperasi sejak Juli 2018 itu

“Yang favorit Butterbeer, itu tidak ada alkoholnya. Itu rasanya mentega. Kata orang rasanya mirip dengan Butterbeer yang ada di Universal Studio,” ujar Manager Take A Bite, Hendy Wijaya, kepada Antara.

Tak hanya Butterbeer, kafe Take A Bite juga menyajikan menu-menu dengan nama unik khas sekolah sihir Hogwarts, diantaranya Polyjuice Potion, Mad-eye Potion, Amortentia dan Cacarto Elixr.

Selain minuman, ada pula makanan bertema Hogwarts, seperti Buckbeak Burger, The Great Lake’s Salmon, Hagrid’s Chicken Leg dan The Leaky Cauldron’s Fish and Chips.

Untuk harga, minuman khas Harry Potter disuguhkan dengan harga mulai Rp25.000 hingga Rp35.000, sementara makanan disajikan dengan harga mulai dari Rp60.000 hingga Rp118.000.

Nuansa Harry Potter

Suasana dunia sihir Harry Potter telah terasa, bahkan sebelum masuk. Take A Bite berada di dalam sebuah bangunan dengan eksterior mirip batu berwarna abu mirip kastil yang nampaknya didesain menyerupai Hogwarts.

Saat membuka pintu kafe Anda akan dibawa menuju dunia sihir Harry Potter. Namun, Anda harus menaiki kereta Hogwarts Express terlebih dahulu dengan melewati peron 9 3/4.

Sebab, terdapat troli milik Harry Potter lengkap dengan koper dan boneka burung hantu mirip Hedwig di dalam sangkar, di salah satu sudut kafe. Spot ini seringkali dijadikan spot foto untuk diunggah di media sosial.

Tidak hanya peron 9 3/4, masih banyak spot foto lainnya di tempat ini. Tempat kasir misalnya, disulap menyerupai bagian depan toko-toko yang ada di Eropa zaman dulu, yang membawa penggemar Harry Potter serasa berbelanja di Diagon Alley.

Ada pula kursi kursi-kursi rotan yang ditata layaknya di kastil Hogwarts. Selain itu, ornamen khas Harry Potter, seperti surat kabar Daily Prophet dengan foto dan tulisan “Sirius Black Sighted” juga dapat menambah feed di Instagram.

“Kafe ini memang terinspirasi dari Harry Potter, dan memang sengaja dibuat karena banyak yang suka dengan Harry Potter. Untuk dekorasi, kami semuanya buat sendiri,” ujar Hendy.

“Saat ini belum ada rencanya untuk membuka cabang, tapi tidak menutup kemungkinan nantinya,” tambah dia, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KULINER

Namazu Kabayaki, Menu Baru Berbahan Lele dari Ichiban Sushi

Published

on

Namazu yang berarti ikan lele, diolah menggunakan teknik memasak kabayaki, yakni ikan dibelah menjadi dua lalu dibersihkan tulang-tulang dan isi perutnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Anda penyuka hidangan berbahan dasar ikan lele, mungkin bisa mencoba menu baru rumah makan Jepang Ichiban Sushi, Namazu Kabayaki.

Namazu yang berarti ikan lele, diolah menggunakan teknik memasak kabayaki, yakni ikan dibelah menjadi dua lalu dibersihkan tulang-tulang dan isi perutnya.

Selanjutnya ikan ditusuk menggunakan tusukan bambu atau besi, kemudian dipangggang dan dibumbui beberapa kali.

“(Daging di) fillet. Proses masak awalnya celup saus dibakar masuk saus bakar 3-4 kali supaya meresap bumbunya. Setiap kali proses panggang selama tiga menit,” ujar Executive Chef Ichiban Sushi, Herdian, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Dalam kesempatan itu GM Operations Ichiban Sushi Winardy Untoro mengatakan, di Jepang biasanya masyarakat menggunakan ikan sidat atau unagi, namun karena karena populasi yang berkurang, pengggunaanya dilarang.

“Pilihan jatuh pada lele sebagai alternatif (di Ichiban Sushi) untuk menggantikan unagi. Ikan lele punya tekstur dan rasa mirip unagi. Lele juga dekat dengan cita rasa masyarakat Indonesia,” kata dia.

Selain itu, ketimbang unagi, budidaya lele lebih mudah dan harganya relatif terjangkau. Lele juga diklaim rendah kalori, sumber vitamin B12 dan asam lemak omega 3 dan 6.

Isra (25), salah satu konsumen mengungkapkan, hidangan ini memiliki rasa dominan manis, teksturnya kering, namun lembut.

“Kering, agak tipis tetapi lembut. Ada rasa jahe dengan dominan rasa manis. Berbeda dengan unagi yang lebih kenyal,” tutur dia.

Satu porsi Namazu Kabayaki dibanderol Rp27 ribu (sebelum pajak) dan saat ini sudah bisa dinikmati di 103 outlet Ichiban Sushi. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Tips Membuat Kopi Tubruk Ala Kafe

Published

on

Kopi tubruk merupakan salah satu kebanggaan kita. Penyajian kopi tubruk yang tanpa embel-embel bahan lain.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyajian kopi tubruk sebagaimana terdapat di kedai-kedai kopi setidaknya memiliki empat langkah agar mendapatkan aroma dan cita rasa nikmat.

“Pembuatan kopi tubruk dapat memakai jenis biji kopi apapun, tinggal sesuaikan dengan selera,” kata Kepala Komunikasi Javaroma Bottega del Caffe Aria Santoso di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Aria memaparkan empat langkah pembuatan kopi tubruk sebagai minuman kopi yang paling lazim dihidangkan di rumah. Pertama, kesegaran biji kopi.

“Pilihlah biji kopi yang masih segar untuk disangrai. Selepas proses sangrai sebaiknya ditunggu minimal sekitar 10 hari sampai dua minggu,” katanya.

Kedua, tingkat kehancuran biji kopi pun harus diperhatikan. Arya menyarankan biji kopi sebaiknya digiling secara medium untuk pembuatan kopi tubruk.

“Giling (biji) kopi medium, jangan terlalu halus supaya tidak berlebihan rasa pahitnya,” katanya.

Ketiga, hindari menggunakan air yang terlalu mendidih. Setelah mendidih, air perlu di-diamkan sesaat sekitar 30-45 detik untuk mencapai suhu yang ideal.

Rasio air terhadap kopi juga harus diperhatikan sebagai langkah keempat. Jika kopi 20 gram, air yang dipakai sekitar 300 mililiter. Tapi, Aria mengatakan rasio perbandingan itu tidak selalu pakem.

“Banyak juga yang menggunakan intuisi untuk menakarnya hanya dengan sendok makan. (Cara) itu juga tidak ada salahnya selagi membuat nyaman,” ujarnya.

Kemudian, tuangkan air ke kopi dan biarkan sekitar empat menit lalu kopi tubruk siap dihidangkan.

“Kopi tubruk merupakan salah satu kebanggaan kita. Penyajian kopi tubruk yang tanpa embel-embel bahan lain. Kopi apa adanya,” ucap Aria.

Kopi tubruk, lanjut dia, juga merupakan salah satu cara standar yang dipakai oleh para penggemar specialty coffee untuk menilai kualitas kopi. Demikian, seperti dikutip Antara. (zub)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Resep Membuat Es Kopi Susu Ala Kafe di Rumah

Published

on

Es kopi pertama kali dibuat di Prancis dan disebut sebagai mazagran. Mazagran tersebut dibuat dari kopi dingin dan air soda.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Apakah es kopi susu yang kini menjamur di mana-mana jadi bagian yang tak terlepaskan dari keseharian Anda ?

Coba praktikkan sendiri resepnya di rumah bila ingin menghemat uang atau sekadar malas menjejakkan kaki ke luar rumah.

Berikut ini adalah resep membuat es kopi susu gula aren ala kafe dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah.

Bahan :

Kopi espresso 50 – 55 ml
Krimer 10-15 ml
Gula aren 15-25 ml
Susu segar 120 ml
Es batu secukupnya

Komposisinya bisa disesuaikan dengan selera. Jika Anda suka yang lebih pahit, perbanyak espresso, sebaliknya perbanyak komposisi gula dan susu bila ingin rasanya tidak terlalu pahit.

Tiara Malinda dari kedai Kovi Kopi, Jakarta, mengatakan ada beberapa bahan alternatif bila sulit mencari bahan harusnya tersedia.

Tak masalah bila tidak punya mesin penggiling biji kopi. Espresso bisa didapatkan dari kopi kemasan yang harganya lebih terjangkau.

Jika tidak punya susu segar murni, susu UHT (Ultra High Temperature) rendah lemak yang harganya relatif lebih murah bisa jadi pilihan.

Gula aren yang memberi sensasi kelapa segar juga bisa diganti dengan kental manis bila Anda tidak memilikinya di rumah. Sementara itu, krimer juga bisa diganti dengan santan kental yang akan memberikan citarasa serupa dengan es kopi susu ala kafe. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending