Connect with us

DESTINASI

Mendaki Gunung Argopuro (7) Amazing, Melintasi Padang Edelweis yang Sangat Cantik

Published

on

Bunga Edelweis yang berwarna putih kekuningan, terlihat sejak mulai Alun-Alun Kecil hingga Puncak Argopuro.

Indonesiaraya.co.id, Bondowoso – Sebelum kami menuju Lonceng kami melewati Cisentor lalu Rawa Embik dengan terus mendaki dan menuruni bukit, melintasi padang rumput dan padang edelweiss.

Mulai dari sinilah kami bertujuh mulai menebak-nebak dimanakah puncaknya, karena biasanya di hari ke-2 mendaki gunung puncaknya sudah terlihat dan ini masih terus jalan menyusuri bukit-bukit.

Sayang, gelap pun datang ditengah perjalalan kami dari Rawa Embik menuju Lonceng, cuaca yang tidak mendukung.

Semua anggota tim Tujuh Sekawan semakin bersemangat untuk mendaki puncak.

Lagi pula suhu udara yang sangat dingin membuat kita harus segera mencari lahan untuk membangun tenda. Kali ini setelah bangun tenda kami memutuskan langsung istirahat.

16 juni 2019 pukul 08.00, setelah bangun dari tidur dari malam yang hebat, eperti biasa Alifka sang tukang masak langsung mengolah makanan.

Pagi hari ini kami hanya makan mie instan tiga bungkus melihat logistik yang mulai menipis dan menghemat waktu agar bisa langsung melanjutkan perjalanan.

Perjalanan dari tempat terakhir kami berkemah sampai Linceng menempuh waktu sekitar 20 menit, trek nya masih sama tetap menyusuri padang rumput, melitasi hutan dan mendaki bukit lagi. (Bersambung). (Timothy Alden Wicaksono).

BACA SELANJUTNYA : Mendaki Gunung Argopura (6) Nyeus, Air Sungai Cikasur yang Sangat Menyegarkan


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DESTINASI

Merancang Perjalanan “Low Budget” Kini Lebih Mudah

Published

on

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam merancang perjalanan berbiaya murah adalah pemilihan moda transportasi dan tempat menginap.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Saat ini melakukan perjalanan wisata tak lagi terdengar “mewah” karena bukan hanya kalangan berdompet tebal saja yang bisa melakukan hal itu.

Hari ini, siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan dana yang lebih sedikit. Tren itu disebut “budget travel”.

Budget travel merupakan bentuk wisata dengan biaya murah yang mencakup akomodasi dan transportasi. Istilah itu cukup populer di kalangan milenial.

Bagi milenial, pergi wisata ke berbagai tempat dengan spot menarik atau instagenic telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Biasanya, wisatawan milenial menggemari wisata petualangan, eksplorasi, dan perjalanan darat (road trips).

Memang, generasi milenial mungkin belum seluruhnya kuat secara finansial, tetapi memiliki banyak waktu.

Melalui media sosial, mereka dapat dengan mudah membuat perencanaan perjalanan berbiaya murah. Apalagi, saat ini banyak “travel blogger” atau “travel vlogger” yang memberikan tips di akun sosial media mereka tentang bagaimana melakukan perjalanan dengan biaya murah.

Tren “budget travel”, akhirnya membentuk tren ekonomi digital di mana petualangan dan kenang-kenangan di suatu tempat mengalahkan barang-barang bermerek.

Pentingnya perencanaan

Travel Blogger, Famega Syavira Putri, mengatakan, perencanaan perjalanan menjadi hal yang penting dalam wisata low budget. Selain itu, perlu juga dilakukan riset rute perjalanan dan persiapan dokumen, terutama jika ingin melakukan wisata ke luar negeri.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam merancang perjalanan berbiaya murah adalah pemilihan moda transportasi dan tempat menginap.

Perjalanan darat dinilainya bisa menjadi pilihan karena relatif lebih murah ketimbang melalui udara. Tak hanya itu, Fame, panggilan akrabnya, mengatakan, perjalanan darat merupakan salah satu cara untuk mengurangi jejak karbon, setidaknya tidak lebih banyak dibandingkan menempuh perjalan dengan pesawat.

“Bus dan kereta menghasilkan lebih sedikit jejak karbon,” katanya.

Untuk penginapan yang “low budget”, biasanya Fame memilih menginap di motel atau homestay. Saat ini, sudah banyak warga di lokasi wisata yang membuka rumah mereka menjadi penginapan bagi wisatawan.

Namun, meskipun memilih penginapan yang murah, ia mengingatkan supaya tidak melupakan faktor kenyamanan dan keamanan dalam menginap.

Didukung teknologi

Di era kemajuan teknologi saat ini, hampir semua aktivitas dilakukan melalui platform digital. Perencanaan perjalanan wisata low budget semakin mudah dengan kemunculan berbagai perusahaan agen perjalanan berbasis digital. Dengan berselancar di gawai pintar, milenial dapat membuat rencana perjalanan dengan memesan tiket perjalanan, kamar dan tiket masuk lokasi wisata.

Salah satu perusahaan rintisan berbasis digital itu adalah Airy.

Perusahaan tersebut menyediakan layanan pencarian kamar bagi wisatawan yang akan berwisata di Indonesia. Mereka menyediakan kamar dengan harga bersaing yang dapat dipilih wisatawan sesuai dengan keuangan mereka.

Airy gencar melakukan kerja sama dengan hotel-hotel berbiaya murah (hotel budget) di sejumlah daerah untuk segi pemasarannya.

“Banyak orang dengan ‘budget’ minimum ingin melakukan perjalan wisata. Artinya, mereka ‘traveling’ tidak mencari hotel mewah, kita membantu pemasaran homestay atau hotel budget di daerah,” kata Vise President Commercial Airy, Viko Gara.

Melalui kerja sama pemasaran itu, ia mengklaim telah mendorong tingkat keterisian (okupansi) kamar membaik. Alhasil, peningkatan okupansi itu menggeliatkan kemunculan usaha informal berskala mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kehadiran UMKM mungkin belum signifikan kontribusinya bagi pemerintah, tetapi dapat menggerakan ekonomi,” katanya.

Chief Operating Officer Airy Danny Handoko mengatakan, Airy mendukung jasa perhotelan biaya terjangkau dengan “Property Management System” sehingga memudahkan konsumen memesan kamar hotel serta memajukan ekonomi digital Tanah Air.

“Terbukti, Airy berhasil mendorong tingkat okupansi para mitra pemilik properti kategori Airy Flagship hingga 60-70 persen per bulan, bahkan mengurangi biaya operasional sebesar 30-35 persen,” ujarnya.

Dijelaskan, setiap kamar hotel mitranya menyediakan setidaknya tujuh fasilitas utama yakni pendingin ruangan (AC), televisi, tempat tidur yang bersih, air minum, makanan ringan, perlengkapan dasar mandi, dan air panas.

Kebutuhan berwisata

Wisata saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Perkembangan pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun terus tumbuh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara sejak 2002 hingga 2018 terus mengalami peningkatan. Pada 2002, tercatat perjalanan wisata sebanyak 200,59 juta kali, naik menjadi 303,4 juta kali pada 2018.

Total pengeluaran wisatawan nusantara juga mengalami peningkatan signifikan, yaitu dari Rp68,82 triliun menjadi Rp291,02 triliun pada 2018. Kenaikan signifikan terjadi sejak 2013, dengan total pengeluaran sebesar Rp177,84 triliun menjadi Rp213,97 ttiliun pada 2014.

Masih dari catatan hasil Survei Wisatawan Nusantara 2018 yang diterbitkan BPS, penduduk yang paling banyak melakukan perjalanan berasal dari wilayah Jawa. Daerah tujuan wisatawan nusantara paling banyak ke Jawa Timur, yaitu 17,96 persen, diikuti ke wilayah Jawa Barat (17,37 persen), dan Jawa Tengah (14,92 persen).

Wisatawan yang berkunjung ke wilayah di Indonesia selama 2018 sebagian besar dilakukan oleh wisatawan muda. Wisatawan usia 15 tahun proporsinya mencapai 24,2 persen dan cenderung meningkat bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Wisatawan kelompok usia 25 tahun hingga 34 tahun mencapai 15,3 persen, sementara kelompok usia 35 tahun hingga 44 tahun mencapai 18,8 persen.

Sementara itu, penggunaan transportasi darat mendominasi perjalanan wisatawan nusantara, yaitu lebih dari 80 persen. Sementra, komposisi akomodasi didominasi oleh menginap di rumah teman atau keluarga, yaitu mencapai 41,3 persen. Demikian, seperti dikutip Antara. (zmr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Mendaki Gunung Argopuro (11) : Terima Kasih, Menginap di Warung Pak Usman

Published

on

Terima kasih Gunung Argopuro, tim Tujuh Sekawan sedah menikmati hampir semua kecantikannya, kini saatnya ke Jakarta.

Indonesiaraya.co.id, Bondowoso – Waktu yang ditempuh dari Taman Hidup menuju basecamp Beremi sekitar 4 jam.

Jalur pulang kali ini terbilang enak karena terus landai menurun hingga sampai gerbang jalur pendakian Bremi.

Belum sampai basecamp kami disambut oleh Pak Samaji dan tiga orang temannya di jalur pendakian, ternyata dia sudah sampai dibasecam Bremi untuk mengantarkan mobil kami yang kami tinggal di basecamp Baderan waktu berangkat kemarin.

Berfoto sambil menunggu anggota tim Tujuh Sekawan turun dari atas.

Sesampainya di basecamp Bremi kami bertujuh langsung menghampiri warung Pak Usman, warung yang biasa ditempati para pendaki untuk menginap, makan, minum, dan yang paling penting untuk ngecharge handphone.

Karena sudah malam dan badan sangat lelah jika langsung melanjutkan perjalana pulang menuju Jakarta, akhirnya kami bermalam dulu disini dan melanjutkan perjalanan yang jauh menuju ke Jakarta esok hari.

18 juni 2018 pukul 11.00 akhirnya kami bangun dari tidur yang panjang diakibatkan lelah sehabis mendaki gunung terpanjang di pulau Jawa, dilanjutkan mandi karena badan sudah bau keringat setelah 4 hari tidak mandi.

Senangnya kami semua setelah mandi, badan kembali segar walau pegal-pegal belum hilang.

Setelah semua siap, kami bermpamitan dan berterima kasih kepada Pak Usman telah diberi tempat menginap, dan menyediakan semua kebutuhan yang kami perlukan setelah turun gunung.

Akhirnya kami meninggalkan basecamp Bremi dan melanjutkan perjalanan pulang menuju kota tercinta Jakarta.

DemIkianlah kisah perjalanan tujuh sekawan yang sukses menaklukan gunung terpanjang di pulau Jawa. (Selesai). (Timothy Alden Wicaksono)

BACA SELANJUTNYA : Mendaki Gunung Argopuro (10) Damai, Turun Gunung Melintasi Danau di Taman Hidup


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Mendaki Gunung Argopuro (10) Damai, Turun Gunung Melintasi Danau di Taman Hidup

Published

on

Danau Taman Hidup di kawasan Gunung Argopuro yang fantastis ini menyimpan kisah mistis.

Indonesiaraya.co.id, Bondowoso – 17 juni 2019 pukul 06.00 kami bangun lebih pagi dari sebelumnya agar perjalalan hari ini bisa sampai tujuan sebelum bertemu gelap.

Sama seperti hari-hari sebelumnya Alifka si tukang masak langsung bergegas mengolah beraneka jenis makanan seperti ikan tongkol, kornet, telur, cabai, sementara saya dan Gilang membuat jahe hangat beserta teh manis panas.

Pukul 07.30 setelah menyantap makanan, cuci muka,dan berganti pakaian kami beserta para pendaki yang berada Lonceng langsung bergegas melanjutkan perjalanan pulang menuju basecamp Bremi.

Konon, danau Taman Hidup adalah tempat Dewi Rengganis Putri dari kerajaan Majapahit, penunggu Gunung Argopuro.

Sebelum menuju basecamp Beremi ada satu tempat indah yang kami lewati yaitu Taman Hidup. Dari lonceng menuju taman hidup kami menumpuh waktu sekitar 8 jam

Jalur pendakian terus berjalan turun menelusuri bukit yang curam dan berbelok-belok. Selain itu kami juga melewati hutan yang rapat dan panjang hingga sampai di Taman Hidup.

Setelah perjalanan yang lama, akhirnya kami sampai juga di Taman Hidup. Di sana terdapat danau yang indah dan amat luas, di tempat ini juga cocok untuk camp sebelum menuju basecamp Bremi.

Disana kami beristirahat sejenak sembari mengisi air untuk perjalanan pulang karena disini sumber airnya melimpah.

Sekitar 20 menit kami bersantai sambil menikmati keasrian Taman Hidup, kami langsung melanjutkan perjalanan lagi. (Bersambung). (Timothy Alden Wicaksono).

BACA JUGA : Mendaki Gunung Argopuro (9) : Bersyukur, Akhirnya Menikmati Puncak Gunung Argopuro


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending