Connect with us

SEKTOR RIIL

Menkes : Industri Farmasi Meningkat dalam Kurun Tiga Tahun

Published

on

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengungkapkan perkembangan industri farmasi di Indonesia meningkat dalam kurun waktu tiga tahun menyusul diterbitkannya instruksi presiden yang mendorong percepatan industri farmasi.

“Kita bersyukur bahwa investasi industri farmasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu tahun setelah Inpres diterbitkan,” kata Menkes Nila saat menghadiri peletakan batu pertama pabrik farmasi produsen bahan baku obat kanker dan hepatitis PT Brightgene Biomedical Indonesia, di Karawang Barat, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019).

Sesuai dengan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Kemenkes telah menerbitkan Permenkes No. 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Permenkes tersebut merupakan acuan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri khususnya industri bahan baku obat untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat.



Dalam kurun waktu yang sama, terdapat beberapa industri farmasi asing, seperti Belanda, Jerman, Korea Selatan, Cina dan India yang bermitra dengan industri farmasi nasional memproduksi bahan baku maupun produk obat.

Melalui kemitraan (joint-venture) diharapkan dapat terjadi transfer teknologi dan mengurangi ketergantungan impor. Hal ini membuktikan bahwa industri farmasi di Indonesia terus berkembang dan menjadi bidang usaha yang menarik.

Saat ini di Indonesia sudah ada 10 industri bahan baku farmasi, baik bahan baku kimia, biosimilar dan natural, dan ditargetkan pada tahun 2021 akan berkontribusi terhadap penurunan impor bahan baku kurang lebih sebesar 15 persen.

“Saya berharap agar PT BrightGene Biomedical Indonesia dapat terus berinovasi untuk menghasilkan bahan baku obat lain yang dapat digunakan untuk produk kesehatan dengan tetap memperhatikan pemenuhan standar mutu dan juga berkiprah di pasar global,” kata Menkes.

Komisaris dari PT BrightGene, Johannes Setijono, mengatakan pihaknya bangga menjadi perintis upaya ini.

“Kami sangat bangga sebagai salah satu perintis di Indonesia dalam memproduksi bahan baku aktif obat dengan tujuan mengurangi impor bahan baku maupun obat jadi yang bahan bakunya belum tersedia,” kata Johannes.

Menurut dia, transfer teknologi yang dilakukan bertujuan meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan di bidang industri farmasi yang bisa berimplikasi pada peningkatan kualitas SDM dalam memperkuat kemandirian industri farmasi dalam negeri serta menurunkan pemakaian devisa impor bahan baku aktif obat dan obat jadi.

Kedepannya PT BrightGene Biomedical Indonesia akan menjadi pengembang dan produsen bahan baku aktif obat yang memiliki kualitas dan standar teknologi tinggi, memenuhi standar kualitas farmasi internasional sehingga siap untuk ekspor ke pasar-pasar negara ASEAN. Demikian, seperti dikutip Antara . (adi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SEKTOR RIIL

Februari 2020, Mahkota Group (MGRO) Operasikan Pabrik Refinery di Dumai

Published

on

Direktur Mahkota Group, Usli Sarsi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perusahaan perkebunan, PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) akan memulai operasional pabrik refinery pada Februari tahun ini, seiring dengan selesainya tahap pengujian (commisioning) pabrik yang berlokasi di Dumai, Riau.

“Kami telah menyelesaikan tahap commisioning pabrik refinery dan menjadwalkan refinery berproduksi mulai pertengahan Februari 2020,” kata Presiden Direktur Mahkota Group, Usli Sarsi, di dalam keterbukaan informasi BEI Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Pabrik refiney memproduksi produk turunan CPO seperti Olein atau minyak goreng, Stearin bahan baku margarin atau Oleochemical.



Saat ini perseroan dalam tahap penyiapan bahan baku produksi. Sumber bahan baku akan berasal dari hasil CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perseroan di Provinsi Riau.

“Perseroan sedang menyiapkan bahan baku sebanyak 15.000 ton CPO untuk memulai produksi,”paparnya.

Pabrik refinery memiliki kapasitas produksi sebesar 1.500 ton per hari. Pada tahap awal, perseroan menargetkan jumlah produksi dari pabrik refinery sebesar 200.000 ton pada tahun ini.

Sejalan dengan pabrik refinery yang mulai berproduksi, perseroan optimistis kinerja bakal kian positif. Pada 2020, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp6,90 triliun dan laba sebesar Rp229 miliar.

Adapun, sepanjang Januari-September 2019, kinerja perseroan masih tertekan. Ini terlihat dari pendapatan yang turun 6,93% menjadi Rp1,37 triliun, sedangkan laba bersih periode berjalan turun 41,47% menjadi Rp29,69 miliar.  (emi)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Genjot Pasar Granit, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) Berencana Lakukan Akuisisi

Published

on

Essenza, salah satu merek dagang IKAI.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menyatakan, berencana akan melakukan akuisisi strategi melalui anak perusahaannya untuk mewujudkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Winda Yohana Corporate Secretary IKAI dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/1/2020) mejelaskan, tujuan rencana akuisisi strategi tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan menjadi 8 juta per meter persegi per tahun.

“Dengan sinergi ini, perseroan mengantisipasi untuk menghimpun sekitar 30 persen pasar domestik untuk produk granitnya,” tutur Winda



Hingga akhir September 2019, perseroan terus meningkatkan produksi keramik melalui anak perusahaannya, yakni PT INKA. Perusahaan berencana untuk meningkatkan kegiatan pemasaran produk Essenza guna memperkuat pangsa pasar.

“Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 4,5 juta per meter persegi, dan didukung oleh program insentif pemerintah yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan perubahan. Ke depannya, perusahaan bertujuan untuk memperluas bisnis keramiknya,” paparnya.

Pada periode Januari-September 2019, perseroan mencatat rugi sekitar Rp61,20 miliar. Padahal periode serupa tahun sebelumnya berhasil menorehkan laba sebesar Rp85,19 miliar.

“Manajemen IKAI tetap percaya diri untuk mempertahankan sikap positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Perusahaan akan terus meningkatkan kinerja fundamentalnya, yang akan tercemin dalam penilaian perusahaan ke depan,” jelasnya. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Kabaharkam Cek Lokasi Penanaman Mangrove Serentak yang akan Dipimpin Kapolri

Published

on

Kabaharkam Polri Komjen Pol, Agus Andrianto.

Indonesiaraya.co.id, Tangerang – Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengecek lokasi penanaman mangrove serentak yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, Jumat 24 Januari 2020.

Turut serta mendampingi Kabaharkam Polri Kakorpolairud Baharkam dan Kasubdit Patroli, rombongan take off dari rooftop helipad menuju Tanjung Kait Tangerang sekitar pukul 08.00 WIB.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan bahwa penanaman mangrove ini sebagai upaya kita untuk menjaga lingkungan dari bencana yang bisa mengancam kapan saja.



Baca Juga  Membenahi Gurandil, Mencari Solusi Banjir, Longsor di Lebak dan Bogor

Lebih lanjut Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan nantinya kita akan menanam bibit pohon mangrove bersama dengan masyarakat sekitar, karena memang wilayah tersebut masih butuh sentuhan agar tidak terjadi rob dan abrasi. Pohon mangrove yang kita tanam ini, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat sekitar untuk cinta lingkungan,” tutur jenderal lulusan akpol 1989 ini.

Baca Juga  Bahas Kesejahteraan Masyarakat Kabaharkam Polri Kumpulkan Direktur Jajaran Kewilayahan

Disamping penanaman mangrove juga akan dilakukan penebaran benih ikan nila merah dan pemberdayaan kelompok nelayan dengan memberdayakan tanah perusahaan yang belum dimanfaatkan untuk budidaya ikan bandeng.

Penanaman mangrove serentak rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2020 dan akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz bersama masyarakat, stakeholder dan penggiat lingkungan hidup. (new)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending