Connect with us

FINANSIAL

Menkeu Sebut Perbaikan Kualitas Institusi Kunci Lepas dari “Middle Income Trap”

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesiaraya.co.id, Nusa Dua – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perbaikan kualitas institusi dan birokrasi menjadi salah satu kunci untuk lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).

“Ini menjadi tantangan yang paling sulit, karena perbaikan kualitas institusi tidak ada tolak ukurnya,” kata Sri Mulyani dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

Sri Mulyani menjelaskan kebanyakan negara-negara yang lepas dari middle income trap dan menjadi negara maju mempunyai institusi dan birokrasi yang efisien, bebas korupsi, mempunyai kompetensi dan bersih.

Negara-negara yang sudah mempunyai institusi publik dan swasta yang bagus tersebut antara lain Singapura, Jepang, Korea Selatan, Israel dan Hong Kong.

Untuk itu, ia mengingatkan reformasi birokrasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas institusi dan birokrasi semakin baik dan profesional.

“Tapi, PR-nya belum selesai, karena reformasi birokrasi harus diikuti oleh kementerian lembaga, pemerintah daerah maupun institusi yudisial serta lembaga penegakan hukum,” kata Sri Mulyani.

Selain perbaikan intitusi, ia mengatakan kunci lainnya adalah mempunyai kebijakan yang baik untuk mendorong daya saing dalam era globalisasi.

“Tidak ada negara tertutup yang lolos dari middle income trap, negara harus selalu terbuka dan kompetitif dengan menciptakan kebijakan dan disiplin untuk mendorong daya saing,” ujarnya.

Hal ini, menurut Sri Mulyani, juga perlu didorong oleh pembenahan sumber daya manusia agar tercipta kompetensi yang memadai dalam mendukung kinerja pembangunan.

“Kalau fokus ke SDM, maka perlu pembenahan di pendidikan, kesehatan, safety net dan skill. Ini bukan hanya masalah anggaran, tapi juga program yang sesuai kebutuhan agar masyarakat sehat dan produktif,” katanya.

Terakhir, pembenahan yang perlu dilakukan agar Indonesia bisa menjadi negara maju adalah pembangunan infrastruktur yang bisa mendukung konektivitas dan produktivitas.

“Negara yang lolos mempunyai produktivitas yang panjang dan bertahan lama. Infrastruktur ini bisa meningkatkan competitiveness, apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia. Demikian, seperti dikutip Antara. (sat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

FINANSIAL

Lebaran 2019, Kebutuhan Uang Tunai Seluruh Indonesia Rp217,1 Triliun

Published

on

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai sebesar 13,5 persen menjadi Rp217,1 triliun selama Ramadhan dan libur Lebaran 2019, dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp191,3 triliun.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi di Jakarta, Jumat (10/5/2019), mengatakan pertumbuhan kebutuhan uang tunai yang sebesar 13,5 persen secara tahunan di 2019 menunjukkan peningkatan dibanding rata-rata pertumbuhan dalam 2013-2018 yang sebesar 13,3 persen.

“Di pekan pertama Ramadhan ini realisasi penarikan kebutuhan uang tunai capai Rp22,2 triliun atau mencapai 10,2 persen dari total kebutuhan Rp217,2 triliun,” ujar Rosmaya.

Di pekan pertama Ramadhan ini, realisasi penarikan uang tunai terbanyak terjadi di Pulau Jawa dengan wilayah non-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan besaran Rp8,5 triliun.

Secara total untuk Ramadhan dan Lebaran 2019, uang tunai yang disiapkan sebanyak Rp217,1 triliun paling besar didominasi kebutuhan di Jabodetabek sebesar Rp51,5 triliun, kemudian Jawa Timur sebesar Rp29,9 triliun, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp31,1 triliun, dan Jawa Barat serta Banten sebesar Rp23 triliun. Sedangkan sisanya tersebar di luar Pulau Jawa.

Rosmaya menjelaskan peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadhan dan Lebaran 2019 ini karena beberapa faktor. Pertama, periode libur Lebaran yang cukup panjang yakni 10 hari dari 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Kedua, kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan juga pencairan untuk Tunjangan Hari Raya PNS dan pegawai swasta.

Adapun total kebutuhan uang tunai Rp217,2 triliun ini lebih besar hingga empat kali lipat dari kebutuhan uang tunai di hari normal.

“Kenapa meningkat dibanding waktu normal, salah satunya karena kenaikan gaji,” ujar Rosmaya. Seperti dikutip Antara . (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Penjelasan BCA Terkait Gangguan Layanan Transfer

Published

on

Bank Central Asia Tbk menjanjikan semua layanan transfer di seluruh kantor cabang, dan jaringan digital, sudah normal.

Indonesiaraya.co.id, Bandung – PT. Bank Central Asia Tbk menjanjikan semua layanan transfer di seluruh kantor cabang, dan jaringan digital, sudah normal pada Jumat siang, setelah ada proses pemeliharaan (maintenance) sistem yang sempat membuat layanan terkendala.

“Jumat siang kami upayakan sudah normal. Memang tadi pemeliharaan di sistem sebentar saat pagi, tapi sekarang sudah berjalan normal sekarang,” kata Sekretaris Perusahaan PT. BCA Tbk Jan Hendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Jan menyebut proses pemeliharaan tersebut lebih bersifat rutin, namun memang berdampak ke layanan transaksi. Dia membantah kendala transfer pada Jumat tadi karena terdapat gangguan di satelit yang mengakomodir layanan digital BCA.

“Itu hanya biasa, tidak nasional, dan tidak seluruh layanan. Beberapa layanan seperti ‘BCA Mobile’, atau ‘KlikBCA’, atau ATM nya lancar,” ujar dia.

Jan menjanjikan tidak akan lagi ada kendala transfer atau layanan lainnya di kantor cabang, dan jaringan digital BCA, seperti yang sempat diributkan beberapa pengguna media sosial Jumat ini.

Hari ini, keluhan mengenai gagalnya transfer melalui layanan digital BCA disuarakan para warga net di media sosial. Selain di kanal digital, seperti KlikBCA, sejumlah nasabah juga mengeluhkan terkendalanya transfer dana melalui kantor cabang.

Akun media sosial resmi BCA di Twitter @HaloBCA sempat memberikan penjelasan bahwa pada Jumat siang memang terdapat kendala transaksi karena ada perbaikan dalam sistem. Demikian, seperti dikutip Antara . (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI : Permintaan Uang Tunai di Riau Selama Pemilu Melonjak

Published

on

Peningkatan jumlah uang keluar (outflow) dilakukan perbankan mulai H-2 pemungutan suara pada 17 April dan sehari setelahnya. Jumlahnya mencapai sekitar Rp200 miliar.

Indonesiaraya.co.id, Pekanbaru – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau mencatat ada lonjakan permintaan uang tunai yang tidak biasa, yang terjadi menjelang hari pemungutan suara Pemilu serentak 2019, dan sehari setelahnya di daerah tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Syahrul Baharisyah, di Kota Pekanbaru, Kamis (25/4/2019) mengatakan peningkatan jumlah uang keluar (outflow) dilakukan perbankan mulai H-2 pemungutan suara pada 17 April dan sehari setelahnya. Jumlahnya mencapai sekitar Rp200 miliar.

“Pemungutan suara kan hari Rabu, jadi mulai Senin, Selasa dan Kamis, ‘outflow’ itu mencapai Rp200 miliar,” katanya.

Syahrul mengaku tidak bisa memastikan apakah permintaan uang tunai itu berkaitan langsung untuk Pemilu. Namun, ia mengatakan lonjakan “outflow” itu tidak wajar karena pada hari normal hanya berkisar Rp5 miliar hingga Rp20 miliar.

Hingga seminggu setelahnya, lanjut Syahrul, hanya sedikit uang tunai yang kembali masuk ke bank. Itu berarti uang kartal tersebut masih banyak beredar di tengah masyarakat.

“Itu pokoknya di atas normal, dan itu meningkat. Kalau normalnya antara Rp5 miliar sampai Rp10 miliar, paling banyak Rp20 miliar,” ujarnya.

Penggunaan uang tunai dalam jumlah besar jelang hari pemungutan suara di Provinsi Riau sempat membuat heboh publik, setelah Bawaslu bersama Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Pekanbaru, menangkap tangan seorang calon legislatif perempuan dari Partai Gerindra Provinsi Riau berinisial DAN pada 16 April lalu. Dalam penangkapan caleg dan tiga orang tim suksesnya itu, disita uang tunai yang awalnya diduga untuk melakukan politik uang yang mencapai Rp506,4 juta.

Caleg dari Partai Gerindra itu untuk daerah pemilihan Riau II. Caleg tersebut ditangkap bersama tiga orang lainnya yang berinisial SA, FEI, dan FA.

Namun, Bawaslu Kota Pekanbaru akhirnya melepaskan caleg Gerindra tersebut. “Mereka pulang karena Bawaslu tidak punya kewenangan melakukan penahanan, belum kita putuskan perkaranya,” kata Indra Khalid Nasution.

Ia mengatakan caleg perempuan berinisial DAN dan tiga orang timses tersebut dipersilakan pulang pada Rabu (17/4) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Menurut dia, proses penyelidikan kasus dugaan politik uang terhadap keempatnya masih akan berlanjut.

“Masih ada waktu 14 hari untuk kita melakukan penyelidikan. Kami tetap akan memeriksa saksi-saksi selanjutnya berserta bukti-bukti tambahan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Riau, Taufik Arrakhman, membantah calon legislatif dan kader partainya yang ditangkap oleh Tim Sentra Gakkumdu Pekanbaru, terlibat politik uang.

Ia menyatakan uang yang disita adalah dana untuk saksi-saksi di tempat pemungutan suara (TPS) yang mengawasi Pemilhan Presiden (Pilpres).

“Berdasarkan informasi yang didapatkan DPD Partai Gerindra, mereka adalah kader-kader yang ditugaskan mengelola saksi-saksi Pilpres,” kata Taufik. Seperti dikutip Antara . (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending