Connect with us

EKONOMI

Menteri KKP Optimis Budidaya Udang Jadi Kekuatan Ekonomi

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Instagram.com/@edhy.prabowo

Indonesiaraya.co.id, Bekasi – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo optimistis tambak udang vaname bisa menjadi pengungkit ekonomi nasional. Satu kolam tambak yang semula menghasilkan 1,7 ton kini bisa meningkat hingga 4 ton.

Keyakinan ini  diungkapkan saat menyaksikan panen parsial tambak rakyat yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mekar Sejahtera di kawasan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Menteri Edhy mengungkapkan, hasil di Muara Gembong menunjukkan bentuk nyata dari sinergitas antarlembaga pemerintah. Terlebih tambak tersebut berada di atas tanah perhutanan sosial yang dikelola masyarakat setelah mendapat restu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).



“Sama-sama kita menyaksikan tambak udang bisa produktif. Ini fakta buka sekedar cerita,” kata Menteri Edhy di Muara Gembong, Selasa, 17 November 2020.

Sinergi dari Kementerian Koperasi dan UMKM mengisi sisi hilir produksi para pembudidaya.

“KLHK bantuan lahan. KKP bantuan teknis kegiatan. Ini sinergi yang semakin ditekankan. Ini bukan sekedar jargon tapi bukti hari ini, ada 80 orang yang bekerja (di tambak udang),” sambungnya.

Ke depan, Menteri Edhy memastikan KKP akan terus melakukan pembinaan kepada para pembudidaya. Terlebih berdasarkan data dari KLHK, terdapat sekitar 10 hektare lahan yang membentang di pesisir Bekasi, Karawang dan Subang yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan tambak rakyat. Pembangunan tersebut pun mengusung konsep _silvofishery_ atau perpaduan kegiatan konservasi dengan pemanfaatan ekonomi melalui budidaya berkelanjutan.

“KKP akan terus membina apapun yang mereka butuhkan. 10 ribu lebih lahan kita harapkan bisa kita manfaatkan untuk budidaya intensif. Kita minta setengah kita tanam mangrove,” urainya.

Di tempat yang sama, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki memastikan dukungannya terhadap perberdayaan ekonomi pembudidaya. Bahkan, dia mendorong kelompok pembudidaya untuk membentuk koperasi agar usaha mereka semakin berkembang.

“Kami akan lebih fokus membantu pengembangan usahanya. Termasuk konsolidasi pembiayaan,” terang Teten.

Budidaya perikanan, kata Teten, adalah salah satu kekuatan ekonomi nasional. “Kedepan kekuatan ekonomi kita di budidaya. Konsumsi ikan 52 persen dari budidaya,” jelasnya.

Sementara Ketua Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, Muhamad Ihsan mengaku bangga dengan dukungan pemerintah yang ditunjukkan dengan hadirnya dua menteri saat panen parsial. Dia berharap, adanya tambak rakyat bisa menjadi secercah harapan bagi masyarakat Muara Gembong, terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja.

“Kami konsen untuk membudidaya udang vaname secara intensif, mengubah cara bertambak kami dari tradisional yang seringkali nihil. Rencananya ini akan kami kembangkan hingga 100-150 hektare,” kata Ihsan.

Sebagai informasi, Pokdakan Mina Mekar Sejahtera beranggotakan 80 orang yang semuanya warga Muara Gembong. Mereka mengoperasikan tambak udang vaname di atas lahan seluas 10 hektare yang terdiri dari areal produksi 4,3 hekare dengan jumlah tambak mencapai 43 kolam. Adapun sisanya, 5,7 hektare digunakan untuk IPAL tandon, dan silvofishery.

Pokdakan menargetkan total produksi sebesar 170 ton udang vaname per siklus dengan ukuran 40 cm. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

EKONOMI

Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Agama, Kemenag Alokasi Rp5,7 T

Published

on

Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi. /Instagram/@fachrulrazi__official.

INDONESIA RAYA – Kementerian Agama telah mengalokasikan anggaran besar dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terkait dengan pendidikan agama dan keagamaan. 

Total alokasi anggaran yang diamanahkan ke Kementerian Agama mencapai Rp5,7 triliun.

“Bicara tentang program Pemulihan Ekonomi Nasional di bidang pendidikan agama dan keagamaan, kami mendapat dana secara keseluruhan sangat besar, yaitu Rp5.793.467.955.000,” terang Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.



“Ini amanah yang sangat besar dan kami manfaatkan dengan sangat baik,” sambungnya.

Menurut Menag, anggaran sebesar itu dialokasikan untuk Subsidi Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh pada Madrasah, Subsidi Kuota Internet untuk Mahasiswa, Bantuan Operasional untuk Pendidikan Keagamaan Islam dan Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, Bantuan Daring untuk Pondok Pesantren dan Bantuan untuk Guru RA/Madrasah dan Guru Pendidikan Agama Islam

“Termasuk juga untuk anggaran dukungan Bantuan Operasional Pendidikan untuk menambah unit cost BOS per siswa sebesar Rp100 ribu dan optimalisasi belanja barang,” tutur Menag.

Anggaran PEN untuk bantuan internet siswa, mahasiswa, dan guru dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Kementerian Agama, telah dialokasikan pada DIPA Unit Eselon I. Ditjen Pendidikan Islam misalnya, ada anggaran sekitar Rp1,156 triliun. 

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BISNIS

Pulihkan Ekonomi, Kemenperin Dorong IKM Pangan Ikut Food Camp

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih. (Foto : Instagram @gatiwibawaningsih)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  terus berupaya menciptakan wirausaha rintisan (startup) untuk mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional karena imbas pandemi Covid-19.

Langkah strategis yang dilakukan antara lain adalah menumbuhkan industri kecil menengah (IKM) sektor pangan yang produktif, kreatif dan inovatif melalui kegiatan Food Camp sebagai rangkaian agenda Indonesia Food Innovation (IFI).

“Food Camp IFI merupakan rangkaian program akselerasi bisnis bagi sektor IKM pangan terpilih yang mempunyai inovasi produk dan/atau proses dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.



Dirjen IKMA menjelaskan, IKM pangan menjadi salah satu sektor usaha yang semakin tumbuh dan dinilai kian prospektif, seiring dengan banyaknya pelaku yang menjalankan bisnis tersebut, khususnya generasi muda.

“Untuk membantu pengembangan startup di sektor pangan ini agar lebih berdaya saing, mereka perlu mendapat pendampingan oleh para pakar di bidang teknologi maupun bisnis,” tuturnya.

Guna mencapai sasaran tersebut, Kemenperin menggelar kegiatan Food Camp IFI yang merupakan workshop penajaman ide bisnis IKM pangan untuk dituangkan ke dalam rencana bisnis dan rencana aksi peserta.

“Food Camp IFI yang dilaksanakan pada 19 Oktober – 25 November 2020 ini merupakan tahapan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapabilitas, baik dari aspek teknis maupun bisnis, menuju IKM pangan modern. Para IKM ini akan dibina secara intensif dengan para pakar dan praktisi bidang pangan yang siap memandu serta membawa para pelaku IKM binaan tersebut untuk naik kelas,” papar Gati.

Peserta Food Camp IFI yang terpilih telah mengalami proses kurasi panjang. Tercatat, jumlah pendaftar pada website IFI mencapai 2.048 orang, sedangkan yang melengkapi dokumen administrasi sebanyak 780 orang. “Lalu, terdapat 142 pendaftar lolos kurasi administrasi dan setelah dilakukan kurasi inovasi, terpilih 84 pendaftar,” imbuhnya.

Pada tahap berikutnya dilakukan kurasi bisnis yang menghasilkan 40 pelaku IKM terpilih untuk menjadi peserta Food Camp IFI. “Para peserta ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Lombok dan sebagian besar berasal dari Pulau Jawa,” sebut Gati.

Sebanyak 40 IKM yang terpilih sebagai peserta Food Camp IFI terbagi menjadi dua kelompok kategori produk, yaitu Kategori Produk Antara (Intermediate Product) sebanyak 10 peserta, dan Kategori Produk Pangan Akhir (End Product) yang terdiri dari 30 peserta.

Peserta Kategori Intermediate Product adalah IKM pangan yang menghasilkan produk antara sebagai bagian rantai suplai industri pangan. Sedangkan, peserta Kategori end product merupakan IKM pangan yang menghasilkan produk olahan pangan untuk kebutuhan konsumen akhir.

“Agar para peserta bisa menjadi IKM pangan yang mandiri, kreatif dan inovatif, dua tema utama pembelajaran akan dibagikan kepada peserta Food Camp IFI, yaitu tema Food Business Creation dan Food Business Process Improvement,” ungkap Gati.

Pada tema Food Business Creation, peserta akan diberi materi mengenai industri dan ekosistem bisnis pangan, teknologi dan inovasi pangan, serta strategi bisnis pangan. Sedangkan, pada tema Food Business Process Improvement, peserta akan diberikan gambaran mengenai manajemen keuangan, pemasaran, branding, operasi, serta materi mengenai peraturan keamanan pangan.

“Ke depannya, kegiatan Food Camp IFI ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi sebuah pendampingan berkesinambungan sehingga dapat membangun jejaring dalam meningkatkan akses permodalan dan finansial serta mempertemukan potensial buyers,” pungkasnya. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

EKONOMI

Menaker Umumkan Kabar Baik, Subsidi Gaji Termin II Cair Lagi

Published

on

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Foto : Instagram @idafauziyahnu)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan kembali menyalurkan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah termin kedua untuk para penerima yang masuk dalam tahap (batch) III.

Pada batch III ini, Kemnaker menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 3.149.031 pekerja/buruh dengan anggaran mencapai Rp3,77 triliun.

Dengan disalurkannya tahap III, secara keseluruhan pada termin kedua ini Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 8.042.847 pekerja/buruh.



Sebelumnya, pada tahap I, Kemnaker menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 2.180.382 pekerja/buruh, dan pada tahap II disalurkan kepada 2.713.434 pekerja/buruh. Jumlah anggaran yang untuk ketiga tahap pada termin kedua ini mencapai Rp9,65 triliiun. 

“Hari ini, termin kedua subsidi gaji/upah untuk tahap III kembali disalurkan. Sesuai dengan komitmen yang telah kami sampaikan sebelumnya, proses penyaluran subsidi gaji/upah kami percepat karena datanya mengacu pada para penerima di termin I yang lalu yang sudah clear and clean. Percepatan penyaluran ini sebagai ikhtiar pemerintah untuk membantu daya beli pekerja/buruh yang terdampak pandemi Covid-19” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Senin (16/11/2020).

Jika dilihat dari realisasi sementara penyaluran subsidi gaji/upah termin kedua, tahap I telah tersalurkan kepada 844.083 pekerja/buruh atau 38,71 persen. Sedangkan tahap II telah tersalurkan kepada 685.427 pekerja/buruh atau 25,26 persen. Jumlah anggaran yang sementara tersalurkan dari tahap I dan II sebesar Rp1,8 triliun.

Laporan sementara dari Bank Penyalur per 15 November kemarin, realisasi penyaluran untuk termin kedua secara total tahap 1 dan tahap 2, sudah mencapai 1,5 juta orang.

“Sisanya masih dalam proses penyaluran dan terus kami monitor perkembangan penyalurannya. Saya mohon agar para pekerja/buruh bersabar karena jumlah dana yang harus ditransfer Bank Penyalur ke masing-masing rekening penerima cukup besar, baik yang rekeningnya Bank Himbara maupun yang rekeningnya Bank Swasta”, kata Menteri Ida menambahkan.

Menaker Ida menjelaskan, termin kedua merupakan penyaluran subsidi gaji/upah periode November-Desember 2020. Sebelumnya, pada termin pertama, Kemnaker telah menyalurkan subsidi gaji/upah kepada 12.252.668 pekerja/buruh atau sebesar 98,78 persen dari target penyaluran sebanyak 12.403.896 penerima. 

Sejumlah calon penerima belum dapat menerima bantuan subsidi gaji/upah karena adanya beberapa kendala seperti duplikasi rekening; rekening sudah tutup; rekening pasif; rekening tidak valid; atau rekening yang telah dibekukan.

“Selain itu, terdapat rekening yang tidak sesuai NIK dan rekening yang tidak terdaftar di kliring. Jumlahnya rekening bermasalah ini mencapai 151 ribu rekening,” jelas Menaker Ida.

Menaker berharap masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi gaji/upah namun masih terkendala, untuk segera berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar datanya dapat diperbaiki. 

“Karena sumber datanya dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker,” papar Menaker.

Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah adalah salah satu program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Subsidi ini diberikan kepada pekerja yang memenuhi syarat yaitu WNI; pekerja penerima upah; tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020; upah di bawah Rp5 juta; dan memiliki rekening aktif. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017