Connect with us

FASHION

Mickey Mouse Warnai Busana Muslim di JFW 2019

Published

on

Koleksi Jenahara dalam Disney's Mickey Mouse: The True Original di Jakarta Fashion Week 2019, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Mickey Mouse yang lebih sering menghiasi pernak-pernik dan busana anak-anak kini turut mewarnai busana muslim keluaran SUQMA, bagian kolaborasi untuk merayakan ulang tahun ke-90 tokoh tikus terkenal dari Disney.

“Menantang banget, Mickey itu karakternya kuat dan ikonik, sedangkan modest wear itu pemakainya ingin cantik dan elegan,” perancang Jenahara mengungkapkan tantangan dalam kolaborasi ini.

BACA JUGA : Didiet Maulana Kawinkan Tenun dengan Mickey Mouse

Ada dua seri khusus yang dikeluarkan dalam kolaborasi ini, yaitu seri Mickey dalam Orchidea Collection dan seri Minnie dalam Violette Hour Collection.

Sebanyak 10 tampilan dipamerkan di peragaan busana Disney’s Mickey Mouse: The True Original di Jakarta Fashion Week 2019, Senin (22/10/2018) malam.

Koleksi blus, bawahan dan terusan longgar dengan bahan katun yang menyerap keringat itu tetap mengusung warna khas SUQMA, warna-warna alam seperti biru dan hijau. Unsur feminin diperlihatkan lewat aplikasi bordir dan detil-detil menarik.

Jenahara membuat motif-motif khas yang diadaptasi dari Mickey yang dipadukan dengan tema Indonesia. Misalnya, ia membuat motif berbentuk taman bunga, tapi bila dilihat lebih teliti ada Mickey Mouse yang tersembunyi di sana.

Selain SUQMA, koleksi yang terinspirasi Mickey Mouse juga dihadirkan oleh Matahari, Pop U, IKAT Indonesia dan UBS Gold.

Tahun 2018 menandakan 90 tahun sejak penampilan perdana Mickey Mouse di film animasi pendek “Steamboat Willie” pada 18 November 1928. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FASHION

Kemenperin Tingkatkan Kapasitas IKM Fesyen Muslim Ikuti Industri 4.0

Published

on

Pelaku IKM fesyen muslim harus memiliki strategi yang tepat baik dalam aspek bisnis, desain, dan branding, sehingga para pelaku IKM fesyen muslim dapat mengembangkan usahanya.

Indonesiaraya.id, Bandung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini sedang merumuskan konsep implementasi Industri 4.0 untuk industri fesyen muslim agar Industri Kecil Menengah (IKM) di sektor tersebut dapat merasakan manfaatnya.

“Revolusi industri 4.0 merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, namun menjadi peluang baru, sehingga Indonesia perlu mempersiapkan diri,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian E Ratna Utarianingrum, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3/2019).

Ditemui seusai membuka pelatihan pengembangan kapasitas bagi IKM Fesyen Muslim di Kota Bandung, Ratna mengatakan dunia industri dan manufaktur tengah bersiap menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang mengintegrasikan dunia daring dengan lini produksi di industri.

Dia mengatakan Industri 4.0 mengacu pada peningkatan otomatisasi, komunikasi antar-mesin dan antar-manusia dan mesin, artificial intelligence, serta pengembangan teknologi berkelanjutan.

Kemenperin, kata dia, terus berupaya mempersiapkan para pelaku IKM fesyen muslim di Indonesia untuk bisa menghadapi persaingan pasar global dan era Industri 4.0, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan capacity building bagi IKM fesyen Muslim di Kota Kembang, Bandung.

Berbeda dengan pelatihan yang biasa diberikan bagi para pelaku IKM pemula yang berfokus pada teknik dasar produksi, kegiatan capacity building yang diikuti oleh 25 pelaku IKM fesyen muslim tersebut menitikberatkan pada pengembangan soft skill para pelaku IKM fesyen muslim dalam mengelola bisnis mereka.

Materi yang disampaikan meliputi perkiraan tren, pengembangan produk, strategi bisnis dan merek, dan bisnis fesyen.

“Peluang pasar fesyen muslim yang sangat besar mendorong para desainer-desainer dari negara yang bukan mayoritas penduduk muslim untuk turut menjajal meluncurkan lini produk fesyen muslim. Hal ini tentunya harus diperhatikan oleh para pelaku industri fesyen muslim di Indonesia,” kata Ratna.

Ia menambahkan pelaku IKM fesyen muslim harus memiliki strategi yang tepat baik dalam aspek bisnis, desain, dan branding, sehingga para pelaku IKM fesyen muslim dapat mengembangkan usahanya serta mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Peserta pelatihan yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cimahi, dan Kota Tasikmalaya. sebagian peserta juga merupakan alumni dari Islamic Fashion Institut Indonesia (IFI), peserta Kegiatan Inkubator Bisnis Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, serta desainer peserta kegiatan Modest Fashion Project (MOFP).

Para peserta adalah para pelaku usaha IKM fesyen muslim yang sudah memiliki merk atau brand, para peserta pelatihan tersebut sebelumnya telah diseleksi berdasarkan kualitas produk dan merek yang dibangun, sehingga diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengembangkan bisnis mereka lebih mandiri dan berdaya saing. Demikian, seperti dikutip Antara. (asd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FASHION

Itang Yunasz dan Dian Pelangi Berpartisipasi di New York Fashion Week

Published

on

Dian Pelangi dan Itang Yunasz merupakan dua desainer Indonesia yang memiliki fokus pada koleksi siap pakai modest wear.

Indonenesiaraya.co.id, Jakarta – Wardah untuk ketiga kalinya berpartisipasi dalam New York Fashion Week (NYFW) 2019 The Shows “Indonesian Diversity” pada 7 Februari 2019, berkolaborasi dengan perancang Itang Yunasz dan Dian Pelangi.

“Wardah Fashion Journey merupakan program kolaborasi Wardah bersama pelaku industri mode. Kami menilai bahwa industri kecantikan tidak akan bisa lepas dari mode, begitu pula sebaliknya,” kata Elsa Maharani selaku Manager Public Relations Wardah, dalam keterangan pers, Kamis (21/2/2019).

Mereka berada di New York pada tanggal 3-10 Februari 2019.

Rangkaian agenda Wardah untuk NYFW 2019 ini dimulai dari audisi pemilihan model, lokakarya riasan untuk 20 make up artist asal Amerika yang terlibat di backstage beserta dengan pengenalan rangkaian produk Wardah yang digunakan dalam tampilan make-up NYFW 2019, pembuatan video campaign Wardah Fashion Journey di New York, hingga kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), New York.

Dian Pelangi dan Itang Yunasz merupakan dua desainer Indonesia yang memiliki fokus pada koleksi siap pakai modest wear.

Pada 2018, mereka mendapat apresiasi secara internasional dari Metropolitan Museum of Art di New York dan berkesempatan untuk melakukan pameran di de Young Museum untuk “Contemporary Muslim Fashions”.

Itang Yunasz menampilkan koleksinya yang berjudul Tribal Diversity, melalui koleksi ini Itang memperkenalkan keindahan pola-pola kain tenun ikat Sumba dan menunjukan kemajuan tren busana muslim di Indonesia.

Selain itu, Dian Pelangi menampilkan koleksi yang diberi nama #Socialove, merepresentasikan tren halal lifestyle melalui busana muslim dan hijab yang modern, anggun, dinamis, dan bersifat universal.

“Saya ingin keindahan kain tenun ikat tradisional Indonesia dikenali secara internasional melalui koleksi saya. Selain itu saya ingin semakin banyak orang mengetahui bahwa Indonesia merupakan pusat tren busana muslim yang harus menjadi referensi bagi gaya busana muslim dunia,” tutur Itang.

Sementara Dian mengatakan koleksinya diharap bisa mengupah anggapan tentang busana hijab, bukan lagi gaya konservatif, tapi dinamis.

“Koleksi ini merepresentasikan gaya hidup halal masa kini yang modern, dinamis dan penuh semangat. Akulturasi mode ini juga bersifat universal dan bisa digunakan siapa saja, tidak terbatas bagi orang yang berhijab,” ujar Dian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FASHION

Kemegahan Kerajaan Sriwijaya di Ajang London Fashion Week

Published

on

London Fashion Week diharapkan mampu mengembangkan jaringan mereka hingga produk dapat mencapai pasar internasional yang lebih luas.

Indonesiaraya.co.id, London – Kemegahan koleksi kejayaan Kerajaan Sriwijaya karya disainer Nila Baharuddin yang berjudul Jewel of Sriwijaya Kingdom, berhasil memikat para pengamat mode di Inggris dalam ajang Fashion Scout London Fashion Week Autumn/Winter 2019 yang digelar di Freemasons` Hall London pada akhir pekan.

Pensosbud KBRI London, Okky Diane Palma di London, Senin (18/2/2019) mengatakan sebanyak empat disainer yang tergabung dalam Indonesian Fashion Showcase tampil dalam ajang Fashion Scout London Fashion Week Autumn/Winter 2019 itu.

Kehadiran para disainer di panggung London Fashion Week diharapkan mampu mengembangkan jaringan mereka hingga produk dapat mencapai pasar internasional yang lebih luas, ujarnya.

Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Dr. Rizal Sukma, mengatakan Indonesia memiliki banyak desainer yang inovatif dimana mereka mampu menggunakan kain tradisional dan mengkolaborasikannya ke dalam desain kontemporer yang sesuai dengan selera pasar internasional.

Dubes Rizal Sukma mengakui bakat kreatif para desainer Indonesia tersebut menambah nilai bagi produk Indonesia sehingga pergerakan ekonomi dari hulu ke hilir semakin meningkat.

Dalam ajang Fashion Scout London Fashion Week Autumn/Winter 2019 itu, keempat desainer Indonesia selain Nila Baharuddin, juga tampil desainer Maharani Setyawan dengan brand Prasojobyrani, Michelle Tjokrosaputro (bateeq), Putri Katianda dan Kara Nugroho (PVRA) yang menampilkan karya di ajang internasional.

Nila Baharuddin, dengan Jewel of Sriwijaya Kingdom menampilkan gaun couture bernuansa warna merah muda, coklat, dan biru dengan aksen Jacobean ruff dan lengan kembung. Koleksi ini merupakan perpaduan sempurna antara nilai-nilai kerajaan dan kemuliaan.

Selain itu terpancar kemegahan Kerajaan Sriwijaya jaman dahulu kala dari berbagai aksesoris dan perhiasan khas Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara desainer Putri Katianda dan Kara Nugroho dari brand alas kaki PVRA menampilkan desain yang bertema puteri dari nusantara.

Para model berjalan di panggung mengenakan sandal dan sepatu berhias permata yang dikerjakan para pengrajin Indonesia. Perhatian penonton selama koleksi didukung dengan dikenakannya sunting sebagai hiasan kepala layaknya dewi cantik dari tanah Sumatera.

Desainer Michelle Tjokrosaputro dari bateeq menampilkan koleksi terbaru berjudul `Arung’.

Koleksi anyar ini menawarkan produk serba guna yang dapat dipakai di berbagai kesempatan, berkualitas tinggi, inovatif dan didorong oleh perhatian terhadap detail.

Kemeja sutra bermotif bunga melaju di catwalk bersama jumper, rok dan gaun selutut. Dalam karyanya ia menampilkan serangkaian gradasi warna biru dan cokelat tua.

Maharani Setyawan dari Prasojobyrani tidak hanya menampilkan koleksi desainnya dengan bahan kain lurik di panggung internasional yang futuristik, tetapi juga tas dan aksesoris yang serasi.

Koleksi ini diproduksi dengan menggunakan benang dengan kualitas tertinggi dengan warna kuning mustard dan cokelat. Koleksi yang tercipta tidak hanya berkualitas tinggi melainkan juga beragam dengan adanya syal, blazer, dan sebagainya.

Indonesian Fashion Showcase Fashion Scout London Fashion Week Autumn/Winter 2019 diselenggarakan Jera Creative Agency dan Fashion Scout London dengan didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia di London. Turut mensponsori kegiatan adalah Mayor of London, Toni&Guy, Propress, L.K.Bennett, dan Martha Tilaar Indonesia.

Tahun 2019 menandai perayaan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Inggris Raya. KBRI London bekerja sama dengan Pemerintah setempat, sektor bisnis, akademisi, masyarakat dan diaspora Indonesia akan mengadakan berbagai kegiatan sepanjang tahun.

Acara peringatan ini akan berlangsung di London dan beberapa kota besar lainnya di Inggris Raya. Demikian, seperti dikutip Antara. (zey)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending