Connect with us

SULAWESI SELATAN

Miliki Sabu, Pria Asal Desa Puncak Indah Kecamatan Malili Ditangkap Polisi

Published

on

Satuan Narkoba Polres Luwu Timur kembali menangkap seorang terduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. (Foto: Shutterstock.com)

Indonesiaraya.co.id, Luwu Timur – Satuan Narkoba Polres Luwu Timur kembali menangkap seorang terduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.Pelaku yang diketahui Nandar Pawannei (45) warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur

Kasat Narkoba Res Luwu Timur, AKP. Joddy Titalepta mengatakan, barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa

Informasi dari Kasat Narkoba Polres Luwu Timur, AKP Jody Titalepta, pelaku ditangkap pada kamis tgl 05 november 2020 sekitar pukul 14.50 Wita di jln. Poros sorako malili desa puncak indah kecamatan malili kab luwu timur.



Dalam penangkapan itu aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa :
1 ( satu ) batang pireks yg masih berisi endapan sabu.
– 1 ( satu ) set alat hisap sabu.
– 1 ( satu ) tas pinggang warna hitam merek volcom.
– 1 ( satu ) bungkus bekas rokok surya 16.

Dijelaskannya, Berdasarkan informasi masyarakat, pelaku sering mengkomsumsi Sabu, sehingga Tim Opsnal Satnarkoba yang dipimpin oleh Dantim Opsnal Bripka Rais langsung melakukan penggeledahan dan penangkapan usai ditemukannya barang bukti berupa 1 batang pireks yang masih berisi endapan Sabu,” Ungkap Joddy, Jumat (06/10/2020).

“Kini pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti untuk dilakukan pengembangan kasus. ” Tutur Jody. (*/asn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SULAWESI SELATAN

Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Lepaskan Tembakan Gas Air Mata

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kabupaten Enrekang. (Foto : M. Syafar)

Indonesiaraya.co.id, Enrekang – Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kabupaten Enrekang,” Ricuh, Kamis 08/10/2020.

Awalnya massa berkumpul dijalan Jenderal Sudirman dilanjutkan ke Cokroaminoto, poros Makassar-Toraja dan menutup bahu jalan, hingga kendaraan diarahkan ke jalan alternatif. Sambil bakar ban mereka berorasi menolak, mengecam DPR-RI dan Pemerintah atas, Omnibuslaw UU Cipta Kerja dan aksi demonstrasi berjalan aman.

Kemudian mereka berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kabupaten Enrekang sejauh 2 kilometer setibahnya, aksi demo bakar ban dijalan poros Makassar-Toraja depan Gedung DPRD Kabupaten Enrekang, beberapa perwakilan demonstrasi menyuarakan aspirasinya, sempat adu mulut dengan aparat ketika aksi demo menahan mobil kampas, namun sebelumnya mereka sudah minta izin dengan Pak sopir hanya 5 menit untuk berorasi diatas mobil.



Selanjutnya aksi demo mengarah ke teras Kantor DPRD sambil berorasi dengan tuntutan, Pemerintah dan DPR-RI untuk mencabut UU Cipta Kerja karena dinilai sangat merugikan ‘masyarakat Indonesia, yang tidak partisipatif dan eksklusif, “kata juru bicara aliansi.

Saat aksi demo meminta, ingin masuk ke ruang yang terhormat (DPRD), untuk jejak pendapat atas tuntutannya, namun ditolak oleh aparat karena massa terlalu banyak, adu mulut pun tak terhindarkan ketika aksi demo ingin meronsok masuk semua, hingga aparat melepaskan tembakan gas air mata, namun sempat terjadi insiden beberapa kaca jendela Kantor DPRD pecah. Para aksi demo dan aparat berhamburan kocar kacir berlarian mencari tempat yang aman akibat perihnya gas air mata.

Dan sesaat kejadian aksi demo pun di persilahkan untuk masuk semua, ke ruang rapat yang terhormat (DPRD). Dengan penjagaan ketat oleh aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP dengan aman dan tertib.

Dalam jejak pendapat dengan aksi demo beberapa anggota DPRD yang sempat hadir, untuk menemui aksi demo, wakil ketua satu, Ekrar Erang Batu, Ismail Djafar, Rahmat Tangke dan Dedy Abrar.

Salah satu Legislator dari fraksi Demokrat “Rahmat. MP.d, yang juga Partainya menolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja, sangat mengapresiasi atas adik adik Mahasiswa dan pemuda Massenrempulu memperjuangkan masyarakat Indonesia.

Kata Rahmat, “nah itulah tujuan kita bersama memperjuang masyarakat Indonesia dan tentu dengan beberapa tuntutan aspirasinya kita akan teruskan ke Badan Delegasi DPR-RI. “jelas Rahmat bersama anggota DPRD yang sempat hadir.

Masih “Rahmat, kita tunggu surat aspirasinya untuk ditandatangani bersama dan diteruskan ke Badan Delegasi DPR-RI.

Adapun tuntutan aksi demo yakni :

  1. Menolak UU Cipta Kerja, sebab UU Cipta Kerja tidak pro terhadap rakyat kecil.
  2. Menuntut agar Presiden tidak menandatangani RUU Cipta Kerja menjadi Undang Undang.
  3. Memaksimalkan pencegahan dan penanganan covid 19. Demikian laporan Suriady Mantaring (*)

Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SULAWESI SELATAN

PUPR Selesaikan Pembangunan Jembatan Gantung di Kota Palopo

Published

on

Jembatan gantung sepanjang 140 m yang menghubungkan jalur Palopo-Toraja Utara. (Foto : Instagram @kemenpupr)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan jembatan gantung yang menghubungkan jalur Palopo-Toraja Utara di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Pembangunan jembatan tersebut sebagai upaya memulihkan konektivitas akibat bencana tanah longsor pada Juli 2020 akibat curah hujan yang sangat tinggi di hulu sungai dan mengakibatkan akses jalan nasional Palopo-Toraja Utara putus.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian PUPR Muh. Insal U. Maha mengatakan, jembatan gantung tersebut memiliki panjang bentang 84 meter dengan panjang jalan pendekat arah Palopo 140 meter dan arah Rantepao 57 meter, dengan lebar 4,2 meter yang mampu menahan beban hingga 1,5 ton.



“Sudah selesai dan sudah bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Jembatan gantung ini diperuntukan untuk masyarakat yang mau ke Toraja maupun sebaliknya,” ungkap Muh. Insal melalui siaran pers pada Minggu (27/9/2020).

Insal mengatakan, jembatan gantung ini merupakan jalur transportasi sementara yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara roda dua. “Memang jembatan ini bersifat sementara. Nantinya akan dibangun jembatan permanen yang dapat dilalui mobil dan kendaraan lainnya,” jelasnya.

Pemanfaatan jembatan gantung ini ditandai dengan peresmian yang dilakukan Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso (RMB). Ia meminta agar masyarakat menjaga jembatan ini sebab jembatan punya kapasitas maksimal.

Wakil Walikota menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengambil peran sehingga jembatan penghubung itu sudah dapat difungsikan untuk kelancaran transportasi.

“Kita semua meminta agar masyarakat agar kerja sama dalam menjaga jembatan tersebut. Diharapkan lurah dan camat serta dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat membuat aturan untuk mengatur penggunaan jembatan tersebut,” jelasnya.

Sejak longsor terjadi di wilayah Battang Barat, akses jalan Palopo-Toraja Utara terputus. Warga sangat kesulitan jika hendak menuju ke Toraja Utara dari Palopo, begitupun sebaliknya.

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Ditjen Bina Marga Thomas Setiabudi Aden mengatakan jembatan ini merupakan wujud komitmen Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga untuk tetap menjaga konektivitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama disaat Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kedepannya masyarakat masyarakat pengguna diharapkan turut menjaga dan memelihara jembatan ini dengan tidak melakukan vandalisme dan melaluinya dengan beban yang berlebih,” katanya. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SULAWESI SELATAN

Mentan SYL Serahkan Bantuan Pertanian Senilai 35,7 M di Wajo

Published

on

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Instagram @syasinlimpo)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau kondisi petani dan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Wajo. Dalam kunjungannya, Ia sekaligus menyerahkan bantuan untuk sektor pertanian senilai 35,7 miliyar dan 5 truk bantuan kemanusiaan senilai 250 juta.

“Sesuai perkiraan dalam 1 bulan kedepan sawah yang tergenang air akan surut. Ini waktunya kita persiapkan bibit dan mekanisasi yang memadai, untuk menggantikan lahan sekitar 9 ribu ha yang gagal panen. bahkan berharap target bisa naik mencapai 14 ribu ha untuk memperkuat ketahanan pangan,” ujar Mentan saat diwawancarai pada acara penyerahan bantuan kemanusian di Kabupaten Wajo,Sulawesi Selatan pada hari Selasa (28/7/2020).

Bantuan untuk sektor pertanian yang serahkan diantaranya alat mesin pertanian ( Alsintan), Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) senilai 500 juta, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 1,8 miliyar, serta Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan memperoleh tanggungan/klaim sebesar 9 juta rupiah.



Selain itu, Mentan juga serahkan 5 truk bantuan kemanusian yang terdiri dari bahan pangan pokok dan sandang dan papan.

“Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah lumbung pangan, sehingga jika ada gangguan di sini maka bisa mengganggu produktivitas kita,” kata Syahrul.

Mentan juga meminta pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Wajo membangun sektor pertanian yang lebih kuat, sehingga bisa menjadi daerah contoh untuk daerah lain.

“Jika diperlukan ambil KUR. Mudah mudahan Wajo bisa menjadi contoh. Tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi untuk nasional,” tuturnya.

Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berdampak pada bencana banjir di Kabupaten Wajo yang terdiri lahan persawahan lebih dari 8000 ha lahan pertanian gagal panen atau puso.

“Kita mengalami bencana banjir dan utamanya areal pertanian kita kurang lebih 8000 hektar yang ada di wilayah kabupaten Wajo mengalami genangan air,”ucap Amran.

Lebih lanjut Bupati Amran menegaskan seusai banjir surut, maka petani di wilayahnya akan segera kembali menanami lahan sawah yang berkendala. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 14 ribu ha sudah dipersiapkan, untuk menambah target luas tanam.

“Begitu air surut untuk menambah target luas tanam sejak April -September 2020 kurang lebih 123 ribu hektar. InsyahAllah kami optimis memenuhinya,” terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa Kabupaten Wajo sebagai salah satu kabupaten penyangga besar/lumbung pangan di Sulawesi Selatan, sekaligus penghasil jagung. Petani Wajo butuh bantuan berupa benih padi, jagung dan pupuk, baik itu pupuk anorganik dan organik.

Selain itu, Amran juga menyatakan bahwa saat ini Kabupaten Wajo sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, juga sedang mencanangkan untuk menjadi daerah lumbung daging. Kedepan ini bisa menjadi salah satu program andalan dari integrated farming.

“Kami pemerintah Kabupaten Wajo akan mengawal betul amanah target. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk membantu Bapak Menteri Pertanian dalam mewujudkan garda ketahanan pangan,” tukasnya.

Dalam kunjungan ini turut hadir anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Wakil Gubernur Sulsel, serta para pejabat eselon I Kementan. (tan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017