Connect with us

SPORT

Mourinho Umbar Pujian Meski Hanya Raih Hasil Imbang

Published

on

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, mengumbar pujian kepada para pemainnya kendati hanya meraih hasil imbang 2-2 melawan Arsenal dalam laga pekan ke-15 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Kamis pagi (6/12/2018).

“Tentu bukan hasil yang kami inginkan, tapi apa mau dikata,” kata Mourinho menyikapi hasil imbang pemainnya selepas pertandingan sebagaimana dilansir laman resmi United.

“Semangat yang fantastis, komitmen fantastis, intensitas luar biasa, pergerakan dinamis, kesenangan untuk memberikan kekuatan penuh,” ucapnya.

Namun demikian, Mourinho mengakui bahwa para pemainnya kelelahan selepas peluit tanda laga usai dan tak sedikit diantaranya harus memainkan pertandingan dalam situasi yang sulit.

“Banyak pemain yang kesulitan. Ada beberapa penampilan yang baik, tapi mereka kesulitan,” katanya.

“Diogo Dalot, start pertama. Marcos Rojo, menit pertama. Matteo Darmian, start ketiga. Eric Bailly tak bermain dalam beberapa bulan. Chris Smalling, pemain yang luar biasa di tengah kesulitan yang dihadapinya,” ujarnya menambahkan.

Kendati demikian, Mourinho menilai bahwa para pemainnya memperlihatkan permainan yang luar biasa.

“Ya banyak tantangan dan kesulitan, namun para pemain meninggalkan jiwa mereka, mempertaruhkan semua yang mereka miliki di lapangan,” pungkasnya.

Hasil imbang membuat Manchester United kini mengoleksi 23 poin dan melorot ke urutan kedelapan klasemen, digusur Bournemouth (23) yang sehari sebelumnya meraih kemenangan. Demikian, seperti dikutip Antara. (G006). (gil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SPORT

Phil Foden Perpanjang Kontrak Sampai 2024 dengan Manchester City

Published

on

Philip Walter Foden, adalah pemain sepak bola sebagai gelandang untuk klub Liga Premier Manchester City.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pemain tengah Phil Foden menanda tangani perpanjangan kontrak berdurasi lima setengah tahun yang akan membuatnya bertahan sampai musim panas 2024 bersama Manchester City.

Seperti yang dikutip dari theguardian.com, Selasa (11/12/2018), pemain berusia 18 tahun tersebut telah menjadi tim inti sang juara pilihan pelatih Pep Guardiola dan penampilan terakhirnya adalah pada Sabtu lalu ketika City takluk 0-2 kepada tuan rumah Chelsea.

Secara keseluruhan, Foden telah tampil sebanyak 13 kali sepanjang musim ini dan Guardiola tampaknya puas serta sering memuji permainan Foden.

Txiki Begiristain, direktur olahraga Manchester City berujar: “Kami senang telah mengikat Phil untuk lima setengah tahun ke depan. Ia adalah pemain sangat berbakat, lahir serta besar di Kota Manchester, tempat ia ingin bermain sepak bola. Dibawah Pep dan bersama pemain di sekitarnya, ia mempunyai peluang sangat besar untuk berkembang.”

Perpanjangan kontrak Foden akan memupus kekhawatiran bahwa ia akan meninggalkan City demi untuk mendapatkan tempat sebagai pemain utama di klub lain, seperti yang dilakukan Jadon Sancho.

Sancho adalah pemain seusia Foden di Manchester City dan pada Agustus tahun lalu bergabung dengan Borussia Dortmund. Demikian, seperti dikutip Antara. (man)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Tes Pramusim, Yamaha Petik Hasil Positif di Valencia

Published

on

Maverick Vinales (Yamaha Factory Racing) turun di hari pertama tes pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Selasa (20/11/2018).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim Yamaha Factory Racing menuai hasil positif ketika menjalani hari pertama tes pramusim MotoGP 2019 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Selasa (20/11/2018) dengan kedua pebalapnya berada di peringkat tiga teratas.

Maverick Vinales keluar sebagai pebalap tercepat di hari pertama tes pramusim dengan mencetak waktu 1 menit 31,416 detik, sedangkan Valentino Rossi berada di peringkat tiga tercepat.

“Fokus utamanya adalah di mesin,” ungkap Vinales kepada MotoGP.com Selasa malam.

Baca juga: Tes pra-musim awali MotoGP 2019

Vinales mengawali tes pramusim dengan menunggangi motor lamanya.

“Kemudian kami mengganti mesinnya dan kami merasakan kami tiba-tiba membaik di titik yang kami butuhkan. Saya sangat senang dan arah yang kami ikuti bersama Yamaha sudah berada di jalur yang tepat. Kami merasa lebih baik di tikungan, itu lah di mana kami harus memperbaiki diri dan kami sekarang mencoba mencari tahu bagaimana kami bisa meningkatkan akselerasi,” kata Vinales.

Vinales mengatakan perbedaan dari mesin 2018 dengan mesin 2019 adalah di engine breaking.

“Mesin baru ini jauh lebih baik. Tanpa mengerem terlalu banyak, saya bisa menghentikan motor lebih baik, jadi ini sangat membantu saya untuk menikung cepat tanpa menyiksa ban terlalu banyak,” kata Vinales, yang kali ini menggunakan nomor motor 12 itu.

Namun demikian, pekerjaan rumah bagi Yamaha masih banyak antara lain di akselerasi karena komponen elektronik bisa sering berganti ketika di trek.

“Jadi besok (Rabu) akan sangat penting untuk melakukan banyak lap dan mencoba memperbaiki akselerasi, yang mana kami harus berjuang lebih di sana,” kata Vinales.

Sementara itu, Rossi juga memberi hasil positif di hari pertama, walaupun tak bisa melanjutkan tes karena hujan.

“Pada akhirnya ini adalah hari yang positif tapi kami tidak memiliki waktu yang banyak,” kata pebalap asal Italia itu.

Rossi turun untuk membandingkan mesin lama dan mesin baru Yamaha yang akan digunakan tahun depan.

“Dan mesin itu cukup bagus, karena dia tidak terlalu memberi tekanan yang banyak kepada ban, jadi itu hasil kerja yang bagus,” kata The Doctor.

“Kami selalu bermasalah dengan degradasi ban, jadi kami mencoba membuat mesin yang lebih halus agar tidak terlalu memberi tekanan ke ban. Secara umum, seperti itu,” kata Rossi.

Juara dunia sembilan kali itu sepakat dengan rekan satu timnya bahwa mesin baru mereka membantu pengereman, tapi masih butuh peningkatan di akselerasi.

“Cukup membantu karena motor menjadi lebih mudah dikendarai dan kalian bisa lebih konstan. Soal akselerasi kurang lebih sama. Kami mencoba karakter yang lebih lembut untuk tidak terlalu banyak memutar ban dan itu cukup membantu,” kata Rossi.

Tapi itu belum cukup bagi Rossi.

Setelah membandingkan mesin lama dan mesin baru, pada hari kedua tes di Valencia, Yamaha akan menguji mesin spesifikasi kedua.

“Bagi saya, kedua tes ini bukan saja krusial tapi penting. Kami memiliki waktu hingga Februari untuk memilih mesin, tapi di tes ini, kami bisa memberikan indikasi untuk bekerja lebih di satu arah, jadi ini lah target kami untuk Valencia dan Jerez,” kata Rossi.

Hari kedua tes pramusim di Valencia akan digelar pada Rabu. Demikian, seperti dikutip Antara. (eko)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SPORT

Lorenzo Sampaikan Pesan Perpisahan untuk Ducati

Published

on

Jorge Lorenzo Guerrero, merupakan seorang pembalap MotoGP asal Spanyol.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Jorge Lorenzo menyampaikan pesan perpisahan kepada Ducati usai balapan terakhir MotoGP musim 2018 yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (18/11/2018).

“Ada kisah-kisah yang menyenangkan, ada yang menyedihkan, dan ada pula yang tidak keduanya, seperti kisah saya bersama Ducati,” ungkap Lorenzo di dalam video yang diunggah laman resmi MotoGP.com, Senin pagi.

Lorenzo meninggalkan Yamaha untuk membalap selama dua musim (2017-2018) bersama tim pabrikan Ducati.

Juara dunia MotoGP tiga kali itu tidak terlalu baik mengawali tahun pertamanya dengan Ducati.

Lorenzo sadar, menerima tantangan menjadi juara dunia bersama Ducati tidak lah mudah.

“Saya sangat sadar dengan kesulitannya, tapi saya kaget ketika mencoba motor mereka untuk pertama kalinya, itu jauh di luar dari apa yang saya perkirakan. Sedikit demi sedikit, saya menyadari bahwa semua kemampuan, yang membawa saya menjadi seorang juara dunia, tak berguna lagi untuk saya,” kata Lorenzo.

“Saya harus bekerja setiap waktu untuk mempelajari semuanya dan setiap orang,” kata dia.

Debut bersama Ducati di GP Qatar tidak seperti yang dibayangkan, di Sirkuit Austin juga. Belum lagi Lorenzo jatuh di Argentina.

Sejak itu kritik datang yang mengatakan bahwa pebalap asal Spanyol itu tidak bisa beradaptasi dengan motor barunya.

Di tahun pertamanya bersama Ducati, Lorenzo hanya tiga kali naik podium, dua kali podium ketiga di Jerez dan Aragon, serta runner-up di Sepang.

Momen kritis tiba di balapan GP Prancis di Sirkuit Le Mans. Di tahun keduanya bersama Ducati kala itu Lorenzo yang memimpin lomba di Le Mans kehilangan posisinya di depan dan hanya mampu finis keenam.

“Situasinya kritis dan karir saya terancam,” kata Lorenzo.

Saat itu pula, Lorenzo mendapati kritikan pedas dari Boss Ducati Claudio Domenicali yang mengatakan bahwa Ducati telah menghabiskan banyak uang untuk menarik Lorenzo Yamaha, tapi pebalap Spanyol itu tidak bisa menggunakan potensi terbaik dari motor Ducati.

Lorenzo pun sempat berpikir untuk pensiun di usianya yang ke-31 kala itu.

“Tapi pemikiran untuk meninggalkan olahraga ini membuat saya semakin sedih. Ini bukan lah saatnya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa menang lagi,” kata Lorenzo.

Balapan seri keenam di Mugello, Italia menjadi titik balik Lorenzo. Dengan suku cadang baru untuk mesin, fairing baru, Lorenzo merebut podium pertama di Mugello.

“Saya berhasil. Tak pernah selama hidup ini saya berteriak demikian kencangnya di dalam helm,” kata Lorenzo. “Tak ada kemenangan yang lebih indah daripada menang di Italia bersama Ducati.”

Di balapan selanjutnya di Catalunya, Lorenzo kembali naik podium pertama bersama Ducati. Kemudian podium kedua di Brno, Ceko.

Lorenzo melanjutkan tradisi kemenangan Ducati di Austria dengan mengalahkan Marquez.

“Di balapan, seperti halnya kehidupan nyata, keputusan adalah segalanya. Suatu keputusan bagus atau buruk bisa merubah semuanya,” kata Lorenzo.

Cedera yang dia alami ketika turun di Aragon membuat Lorenzo absen beberapa balapan menjelang akhir musim.

“Di sana lah cedera mulai mendera, yang menghalangi saya dari perpisahan yang saya pernah bayangkan. Tidak adil rasanya jika hanya membiarkan beberapa balapan yang kurang beruntung menodai dua tahun yang magis yang akan selalu mendapat tempat yang spesial di hati saya,” ungkap Lorenzo.

Bersama Ducati, Lorenzo menutup musim MotoGP 2018 di peringkat sembilan klasemen pebalap dengan 134 poin.

“Terima kasih atas kecemerlangan dan kerja keras dari semua teknisi dan mekanik di pabrik. Kami berhasil membuat GP18 motor terbaik di grid. Dan ini adalah suatu warisan di mana saya menjadi bagian di dalamnya, dan akan saya kenang dengan bangga,” kata Lorenzo.

“Untuk terakhir kalinya, Forza Ducati! Ciao belli ciao!” tutup Lorenzo.

Selepas dari Ducati, Lorenzo akan membalap untuk tim Repsol Honda selama dua musim ke depan bersama Marc Marquez. Demikian, seperti dikutip Antara. (aes)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending