Connect with us

FINANSIAL

Naik 53,76 Persen, Waskita Karya Catat Laba Bersih Rp4,49 Triliun

Published

on

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat laba besih pada kuartal III 2018 sebesar Rp4,49 triliun atau meningkat 53,76 persen.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat laba besih pada kuartal III 2018 sebesar Rp4,49 triliun atau meningkat 53,76 persen dibandingkan periode sama 2017 sebesar Rp2,92 triliun.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/11/2018), Waskita menyatakan pihaknya tengah fokus menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur dengan total nilai kontrak Rp101,76 triliun.

Proyek tersebut berupa jalan tol baik Trans Jawa maupun Trans Sumatera.

Pendapatan usaha perseroan pada kuartal III 2018 tercatat Rp36,23 triliun atau tumbuh 26,98 persen dibandingkan periode sama 2017 yang Rp28,53 triliun.

Pada September 2018, Waskita menerima pembayaran tahap ke-4 proyek LRT Sumatera Selatan senilai Rp3,9 triliun.

Selanjutnya, diharapkan hingga akhir 2018, perseroan akan menerima pembayaran dari sejumlah proyek dengan skema turnkey yang rampung senilai Rp15 triliun sampai Rp20 triliun.

Sampai dengan kuartal III 2018, Waskita telah menyelesaikan beberapa proyek infrastrusktur seperti LRT Sumatera Selatan, Jalan Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4, Jalan Tol Kartasura-Sragen, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Runway Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda.

Dalam beberapa bulan ke depan diharapkan Waskita menyelesaikan sejumlah proyek jalan yakni Tol Pemalang-Batang, Tol Batang-Semarang, dan Tol Salatiga-Kartasura.

Sebagai bentuk komitmen mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik dan profesional, maka Waskita selalu mengedepankan aspek quality, health, safety, dan environment dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan standar operasional bermutu tinggi berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG). Demikian, seperti dikutip Antara. (mdg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

Menhub Optimistis Anggaran Terserap 90 Persen

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis anggaran kementeriannya akan terserap hingga 90 persen sampai akhir 2018.

“Kalau proyeksi kita paling sedikit 90 persen,” kata Budi di sela-sela rapat koordinasi di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (13/11/2018)

Dia menyebutkan hingga saat ini anggaran terserap baru 70 persen.

“Sekarang ini, kira-kira mendekati 70 persen,” katanya.

Namun, Ia mengaku optimistis akan mencapai target karena di sejumlah daerah sudah terserap.

“Kita tinggal mengumpulkan saja dari daerah-daerah. Penyerapan masih relatif baik dari tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Kemenhub menargetkan penyerapan anggaran tahun ini adalah 92 persen.

Budi menyebutkan selama empat tahun, Kemenhub telah membangun sarana dan prasarana infrastruktur di sektor darat termasuk perkeretaapian, laut, dan udara.

Untuk di sektor perhubungan darat, di antaranya pelabuhan penyeberangan 21 lokasi dan kapal penyeberangan roro 14 unit, pembangunan bus rapid transit (BRT) sebanyak 1.918 unit serta merehabilitasi terminal di 65 lokasi.

Untuk perkeretaapian, pembangunan jalur kereta api termasuk jalur ganda dan reaktivasi rel sepanjang 735,19 kilometer serta melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 394,6 kilometer.

Sementara itu, untuk sektor laut, jumlah trayek tol laut terus mengalami peningkatan dan pada tahun 2018 menjadi 15 trayek tol laut. Kemudian, pelabuhan nonkomersial di 104 lokasi.

Untuk sektor udara, Kemenhub membangun bandar udara di daerah terpencil hingga perbatasan untuk membuka akses transportasi dan konektivitas dan 10 bandara yang dibangun sejak 2014. Demikian, seperti dikutip Antara. (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI Prediksikan Inflasi 0,16 Persen pada November

Published

on

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksikan pada November 2018 akan mengalami inflasi daam kisaran rendah yakni 0,16 persen secara bulanan (month to month/mtm), yang disebabkan salah satunya karena komoditas pangan seperti daging ayam ras dan sayuran yang masih deflasi.

Perkiraan itu diungkapkan Perry di Jakarta, Jumat (0/11/2018), berdasarkan survei pemantauan harga Bank Sentral pada pekan pertama November 2018,.

Jika proyeksi BI itu benar, maka inflasi tahunan pada bulan ke-11 ini adalah 3,12 persen (year on year/yoy), sedangkan sepanjang Januari-November 2018 (year to date/ytd), inflasi 2,39 persen. Angka itu lebih rendah dari inflasi Oktober 2018 yang sebesar 0,28 persen (mtm) dan 3,16 persen (yoy).

“Berdasarkan survei pemantauan harga minggu pertama, November ini inflasinya cukup rendah, 0,16 persen (mtm) dan 3,12 persen (yoy),” ujar Perry.

Menurut penilaian BI, masih terdapat beberapa komoditas yang menunjukkan tren kenaikan harga.

Komoditas itu pula yang menyumbang inflasi yakni bawang merah, beras, bahan bakar minyak, dan emas perhiasan. Hal itu berkebalikan dengan daging ayam ras dan sayuran, yang deflasi.

Hingga akhir tahun, Bank Sentral memperkirakan inflasi akan sebesar 3,2 persen (yoy) atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yakni 3,4 persen (yoy). Namun, angka ini pun sesuai target sasaran tahunan di 3,5 persen plus minus 1 persen.

Inflasi yang rendah selama tahun ini akan mendorong pengendalian harga yang lebih baik di tahun mendatang.

Perry memproyeksi inflasi di 2019 sebesar 3,5 persen (yoy), atau lebih rendah daripada proyeksi sebelumnya di 3,6 persen.

“Sehingga ini juga akan mendorong tekanan inflasi 2019 juga lebih rendah dari perkiraan kami sebelumnya. Pada 2019, sebelumnya diperkirakan 3,6 persen, menjadi 3,5 persen,” kata Perry. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Rupiah Menguat, BI Catat Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk ke Indonesia

Published

on

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup deras yakni Rp19,9 triliun, yang salah satunya karena nilai tukar rupiah yang berbalik menguat signifikan dalam dua pekan terakhir.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (9/11/2018), mengungkapkan modal asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) pada 1-9 November 2018 sebesar Rp14,4 triliun, sedangkan ke saham mencapai Rp5,5 triliun. Dengan demikian, portofolio asing masuk terakumulasi sebesar Rp19,9 triliun.

Sementara, jika dihitung sejak awal tahun hingga saat ini (year to date/ytd), aliran dana masuk ke SBN mencapai Rp42,4 triliun. Sedangkan untuk aliran modal ke saham sejak awal tahun hingga saat ini masih tercatat negatif.

“Kami hitung bulan ini ke SBN Rp14,4 triliun, sehingga kalau SBN secara tahun berjalan, aliran modal asing Rp42,6 triliun. Yang juga cukup baik adalah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, bulan ini aliran modal asing ke saham itu Rp5,5 triliun,” katanya.

Di instrumen saham, lanjut Perry, memang masih negatif karena banyak investor yang memindahkan dananya dari saham seiring dinamika suku bunga dan kebijakan ekonomi di pasar keuangan global.

Dengan sudah kembali masuknya aliran modal asing ke saham, Perry mengklaim investor global sudah semakin percaya untuk berinvestasi di pasar keuangan domestik.

“Aliran modal asing ke SBN yang semakin besar dan juga yang masuk itu juga memberikan rasa percaya dari investor global terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Setidaknya terdapat tiga penyebab nilai tukar rupiah menguat dalam waktu relatif cepat yakni selama dua pekan terakhir dari level Rp15.200 ke kisaran saat ini Rp14.600 per dolar AS.

Pertama karena kepercayaan investor global meningkat karena indikator ekonomi domestik yang membaik seperti laju inflasi hingga Oktober 2018 dan realisasi pertumbuhan ekonomi domestik kuartal III 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III sebesar 5,17 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang utamanya didorong konsumsi rumah tangga.

Sementara, inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) atau 3,16 persen (yoy) yang berarti berada di batas bawah sasaran inflasi.

Penyebab kedua penguatan rupiah dalam beberapa waktu terakhir adalah pemberlakukan pasar valas berjangka untuk domestik atau domestic non-deliverable forward (DNDF). Operasional DNDF mulai efektif pada 1 November 2018. Perry mengklaim pasokan dan permintaan di pasar DNDF sudah berjalan baik dengan total transaksi selama sembilan hari berjalan mencapai 115 juta dolar AS.

Penyebab ketiga adalah meredanya perang dagang antara AS dan China menyusul rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada perhelatan G-20 akhir November 2018.

Pertemuan itu diklaim untuk membahas solusi perang dagang antara dua negara yang telah terjadi sejak awal tahun. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending