Connect with us

INTERNASIONAL

Pakar China : Pasien Corona yang Sudah Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

Published

on

Para pasien yang sembuh direkomendasikan untuk melakukan karantina sendiri (self-quarantine) selama 14 hari dan secara saksama memantau kondisi mereka.

Indonesiaraya.co.id, China – Otoritas China mengklaim sudah 5.646 orang yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona dan dipulangkan dari rumah sakit. Namun pakar kesehatan China memperingatkan bahwa pasien virus corona yang dinyatakan sembuh, masih berisiko terinfeksi kembali dan dimungkinkan untuk menyebarkan virus tersebut.

Seperti dilansir media nasional China Global Television Network (CGTN), Kamis (13/2/2020), He Mengzhang yang merupakan pakar medis dari Panyu Campus of Second Affiliated Hospital of Guangzhou Medical University menyatakan infeksi berulang pada pasien yang telah dinyatakan sembuh tergantung pada antibodi masing-masing pasien.

“Setelah infeksi, antibodi tertentu diproduksi untuk melindungi tubuh. Namun, sejumlah antibodi tidak efektif untuk seumur hidup, tapi hanya untuk jangka waktu yang singkat yang setelah itu, jika tidak memperhatikan, pasien yang telah sembuh juga mungkin terinfeksi lagi dengan virus itu dan menyebarkannya,” ucap He yang merupakan ketua tim perawatan klinis untuk pneumonia yang disebabkan novel coronavirus.



Setelah pulang ke rumah sakit, para pasien yang sembuh direkomendasikan untuk melakukan karantina sendiri (self-quarantine) selama 14 hari dan secara saksama memantau kondisi mereka. He juga menekankan agar para pasien yang dipulangkan dari rumah sakit, seharusnya mengisolasi diri mereka dari anggota keluarga serta melindungi diri mereka dan orang lain dari potensi terinfeksi virus ini.

Dia merekomendasikan mereka untuk memakai masker, melakukan olahraga level sedang dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. Untuk menjaga kondisi tubuh, para pasien bisa melakukan olahraga level sedang sebelum nantinya menyesuaikan levelnya dengan aktivitas yang dilakukan.

“Juga perhatikan konseling dan rehabilitasi psikologis. Beberapa pasien mungkin mengalami depresi usai terinfeksi penyakit itu. Jika diperlukan, direkomendasikan untuk mendatangi klinik psikologis,” ucap He.

Dia menekankan bahwa stress, gangguan kecemasan dan perubahan psikologis lainnya akan mempengaruhi kekebalan tubuh, yang akan mengurangi kemampuan sistem imunitas dalam melawan patogen, yang menjadikan orang-orang rentan terinfeksi virus.

Para pasien yang dinyatakan sembuh diimbau untuk menghindari cuaca dingin dan beristirahat dengan baik. Makanan yang dikonsumsi juga harus bernutrisi. “Ingat untuk mencuci tangan secara rutin, dan menjaga agar tangan tetap bersih, bukannya meraba-raba sekitar dalam perjalanan pulang,” tegasnya.

Data terbaru Komisi Kesehatan Nasional China pada Kamis (13/2/2020) waktu setempat menyebut total 59.651 kasus virus corona terkonfirmasi di wilayahnya dan 445 kasus lainnya di luar China. Jumlah korban tewas di wilayah China daratan mencapai 1.361 orang. Dua orang lainnya meninggal di Hong Kong dan Filipina. Total secara global ada 1.363 orang meninggal akibat virus corona. (ktn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

INTERNASIONAL

WNI di Singapura yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

Published

on

WNI tersebut merupakan kasus ke-21 positif virus corona di Singapura dari klaster Yong Thai Hang. Dia dirawat dirumah sakit sejak 4 Februari.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Perlindungan WNI Kementerian Judha Nugraha mengumumkan bahwa seorang WNI di Singapura yang menderita infeksi virus corona di Singapura dinyatakan telah sembuh dan diijinkan keluar dari rumah sakit.

“Untuk di Singapura, kami sudah dapat info bahwa yang bersangkutan sudah sehat dan sudah keluar dari rumah sakit,” kata Judha, Rabu (19/2/2020).

Judha juga menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan tentang rencana WNI tersebut selanjutnya, apakah akan pulang ke Indonesia. Sebab, WNI tersebut tidak bersedia memberikan data-datanya kepada KBRI Singapura. Judha juga memahami hal itu masuk ranah privasi WNI tersebut.



“Yang bersangkutan memang tidak bersedia untuk memberikan datanya kepada KBRI, tentunya kami memahami dan menghargai itu. Itu menjadi privasi dari yang bersangkutan,” kata Judha.

WNI tersebut merupakan kasus ke-21 positif virus corona di Singapura dari klaster Yong Thai Hang. Dia dirawat dirumah sakit sejak 4 Februari.

Hingga hari Selasa (18/2/2020), seluruh penderita virus corona tercacat 81 kasus dimana 29 orang dinyatakan sembuh. Adapun 48 pasian dalam kondidi stabil sedangkan empat orang masih dalam perawatan ICU.

Dari 29 orang yang dinyatakan sembuh adalah WNI di Singapura yang kini dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.

KBRI Singapura hingga kini terus memantau perkembangan kondisi yang bersangkutan. (jer)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Corona Tekankan Pertumbuhan Ekonomi China Jadi 3,5%

Published

on

Aktivitas manufaktur di China belum sepenuhnya normal meskipun sudah mulai beroperasi kembali beberapa pekan ini.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2020 dapat turun ke level 3,5%. Itu mungkin terjadi jika penyebaran virus corona baru yang mematikan tidak segera ditangani, sehingga menghambat pemulihan produksi manufaktur ke tingkat normal.

Demikian menurut analis Morgan Stanley dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (19/2/2020).

Sebagaimana diketahui, akibat wabah virus mirip SARS ini, pemerintah China telah mengkarantina sebagian besar kotanya demi mencegah penyebaran lebih lanjut virus. Namun, dampak buruk malah muncul di sektor manufaktur negara.



Akibat penutupan kota-kota itu, aktivitas manufaktur di negeri Tirai Bambu belum sepenuhnya normal meskipun sudah mulai beroperasi kembali beberapa pekan ini. Berdasarkan pengecekan oleh analis Morgan Stanley, produksi baru mencapai 30% hingga 50% dari level normal pada pekan lalu.

Analis memperkirakan, produksi manufaktur di China akan mencapai 60% hingga 80% dari tingkat biasanya pada akhir bulan ini, dan akan kembali normal pada pertengahan hingga akhir Maret.

“Berdasarkan bukti bahwa kegiatan produksi saat ini kembali pada kecepatan yang sangat bertahap, kami berpikir bahwa situasi saat ini akan lebih sesuai dengan skenario ‘normalisasi bertahap’,” tulis para analis dalam laporan tersebut, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Namun tetap, semua itu tergantung pada perkembangan wabah virus corona ke depannya, tambahnya.

“Mengingat ketidakpastian seputar penyebaran virus, kami mengamati risiko transisi ke skenario ‘gangguan yang berkepanjangan’,” tambah mereka.

Analis juga memperkirakan akan ada dampak wabah itu pada pertumbuhan global. Namun, para analis mengatakan dampaknya pada pertumbuhan global hanya untuk jangka pendek.

“Kami memproyeksikan bahwa, setelah efek gangguan memudar, ekonomi global akan menerima lonjakan (bouncing) ketika perusahaan bergerak untuk melanjutkan produksi dan bahwa itu akan menerima dorongan karena tingkat persediaan kembali ke tingkat normal setelah terhenti selama ada gangguan,” tulis mereka dalam laporan tersebut.

Sebagaimana diketahui, wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di dunia, telah menghancurkan ekonomi China. Negara itu tidak hanya harus mengalami gangguan produksi, tapi juga harus mengeluarkan banyak dana untuk menanggulangi wabah yang berpusat di kota Wuhan provinsi Hubei itu.

Terlebih lagi, sektor wisata negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut juga ikut terdampak oleh cepatnya penyebaran virus. Per hari ini, virus corona telah menyebar ke 27 negara dan menjangkiti hampir 75.000 orang di seluruh dunia.

Untuk meminimalisir dampak wabah pada ekonomi, Morgan Stanley mengatakan pemerintah China bisa memangkas suku bunga lebih lanjut dan memberikan pembebasan pajak untuk sektor-sektor yang terkena dampak.

Sementara untuk negara-negara Asia lainnya yang juga terdampak, lembaga tersebut mengatakan mereka juga bisa menggunakan langkah-langkah kebijakan tersebut.

“Itu akan membantu ekonomi mereka pulih setelah wabah virus reda,” kata para analis. (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

China Umumkan 6 Petugas Medis Tewas Akibat Virus Corona, 1.716 Terinfeksi

Published

on

Komisi Kesehatan Nasional China, NHC melaporkan bahwa saat ini 1.380 orang meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan.

Indonesiaraya.co.id, China – Wabah virus corona masih merajalela. Bahkan enam petugas medis di China telah meninggal akibat virus memastikan ini.

Lebih dari 1.700 petugas medis juga telah terinfeksi virus corona ini, yang menunjukkan risiko yang dihadapi para dokter dan perawat dikarenakan kurangnya alat pelindung dalam menangani pasien corona.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional, Zeng Yixin, menyatakan dalam konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/2/2020), sebanyak 1.716 pekerja medis telah terinfeksi virus corona hingga Selasa (11/2/2020) lalu. Dari jumlah itu, enam petugas medis telah meninggal akibat virus yang belum ada vaksin dan obatnya ini.



Zeng mengatakan bahwa sebagian besar dari pekerja medis tersebut, yakni sebanyak 1.102 orang telah dinyatakan positif virus corona atau COVID-19 di Wuhan, kota di China yang menjadi pusat wabah virus corona. Sebanyak 400 petugas medis lainnya terinfeksi virus itu di daerah-daerah lain di provinsi Hubei.

Otoritas China saat ini terus berupaya untuk mengirimkan alat-alat pelindung ke berbagai rumah sakit di Wuhan, di mana para dokter dan perawat kewalahan menghadapi jumlah pasien virus corona yang terus bertambah dari hari ke hari.

Banyak dokter di Wuhan terpaksa mendatangi pasien mereka dengan mengenakan pakaian pelindung atau masker yang tidak sebagaimana mestinya. Dikarenakan kurangnya ketersediaan, mereka terpaksa menggunakan alat pelindung yang sama berulang-ulang, padahal mestinya diganti secara berkala.

Komisi Kesehatan Nasional China, NHC melaporkan bahwa saat ini 1.380 orang meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan. Jumlah itu termasuk 121 kematian baru pada Kamis (13/2/2020), yang terdiri dari 116 orang meninggal di Provinsi Hubei dan lima orang lainnya meninggal di beberapa provinsi lainnya di China.

Dilaporkan NHC, total jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di wilayah China daratan hingga Jumat (14/2/2020) waktu setempat mencapai 63.851 kasus. (dtk)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending