Connect with us

KULINER

Pancake Adalah Salah Satu Makanan Tertua di Dunia

Published

on

Pancake, adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Di dunia ini ada berbagai jenis makanan, bahkan jumlahnya lebih dari ribuan. Namun dari semua itu, ada yang sudah ditemukan sejak zaman kuno.

Berikut ini adalah beberapa daftar makanan yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, demikian dilansir Boldsky, Rabu (17/10/2018).

1. Wine

Wine dikenal sebagai bagian penting dalam gaya hidup romawi kuno. Berbagai bukti arkeologis membuktikan bahwa wine merupakan minuman fermentasi anggur yang sangat populer sebelum munculnya Roma.

2. Pancake

Pancake atau panekuk dikenal sebagai makanan sarapan yang disantap dengan buah-buahan, cokelat, sirup dan berbagai topping lainnya. Sejarah pancake berkaitan dengan ditemukannya mumi Otzi Si Manusia Es yang menurut laporan hidup pada tahun 3.300 sebelum masehi.

Mayatnya yang dimumikan secara alami ditemukan pada tahun 1991 di pegunungan Alpen, Italia. Para peneliti mengungkapkan bahwa makanan terakhir Otzi kemungkinan besar terdiri dari Alpine ibex atau kambing liar ibex dan daging rusa merah bersama dengan pancake gandum yang dimasak di atas api terbuka. 

3. Cokelat

Para arkeolog menemukan bukti produksi cokelat di antara orang-orang Olmec kuno di Meksiko. Ketika para ilmuwan menguji bagian dalam pot dengan theobromine kimia, mereka menemukan indikator cokelat yang sangat otentik.

4. Madu

Madu memiliki sifat antiseptik dan rasa manis yang kuat. Menurut para ilmuwan, keberadaan madu sudah ada sejak 5.500 tahun yang lalu. Para peneliti menemukan guci di sebuah makam lama yang terlupakan di Georgia dan dianggap sebagai madu tertua di dunia. Demikian, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Arborea Cafe Sensasi “Ngopi” di Hutan Megalopolitan

Published

on

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menikmati kopi di sebuah kafe di pusat perbelanjaan Jakarta adalah hal biasa. Tapi, bagaimana jika menyuruput kopi sembari merasakan udara hutan kota ala Megalopolitan Jakarta?

Sensasi “ngopi” di hutan yang berlokasi persis di jantung Ibukota itu yang menjadi penawaran khas Arborea Cafe, pada Kamis (14/3/2019).

Arborea berlokasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Penempatan kafe yang berada di sela-sela pepohonan rindang seakan menjadi tantangan bagi pengunjung untuk menemukannya di halaman KLHK. Tantangan itu semakin meningkat karena desain bangunan kafe yang didominasi bahan kayu.

“Desainnya lucu, minimalis, dan ‘instagramable’ banget. Bagus buat nongkrong dan foto-foto bareng temen-temen,” ujar salah satu pengunjung Arborea Cafe, Stefani Kristin (25).

Kafe yang diresmikan pada Agustus 2018 oleh Menteri LHK Siti Nurbaya itu memiliki tiga lantai. Pelataran luas untuk menampung pertunjunkan musik secara langsung setiap Jumat sore berada pada lantai pertama.

Di Lantai kedua, tempat makan yang dilengkapi pendingin ruangan serta jendela merupakan ruang utama Arborea. Pada lantai atas, Arborea menyediakan ruang terbuka yang cocok menjadi titk pengambilan foto sambil menikmati kopi dengan latar gedung-gedung Jakarta di balik pepohonan.

Pengunjung lain Alif Ramadan (26) mengaku menikmati pemandangan yang dilihatnya sambil sesekali mengabadikan pemandangan itu lewat ponsel pintarnya.

“Saya paling suka ‘rooftop’ di lantai tiga. Menikmati pemandangan sambil minum kopi atau mengambil foto. Saya juga terkadang menyelesaikan pekerjaan di sini,” ujar Alif.

Namun, Arborea bukan hanya menawarkan keunikan lokasi dan desain bangunan. Kafe yang buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB itu pun menyuguhkan aneka jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemilik kafe juga menggunakan peralatan yang ramah lingkungan lho, seperti sedotan kertas.

Kamu tertarik mencobanya? Harga minuman yang ditawarkan sekira Rp15 ribu hingga Rp35 ribu. Sedangkan untuk kudapan, Arborea mematok harga Rp25 ribu hingga Rp47 ribu. Demikian, seperti dikutip Antara. (arn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Cungkring, Sajian Khas Bogor yang Diburu Penggemar Kuliner

Published

on

Cungkring yang dipadukan lumuran bumbu kacang ini membuat cita rasanya nikmat, manis, asin, dan pedas jadi satu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Cungkring, sajian khas yang dijual di kawasan Pecinan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi buruan penggemar kuliner, baik warga lokal maupun dari luar kota.

“Saya datang ke sini memang sengaja untuk menikmati cungkring,” kata Budi Prasetyo (41), warga Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten di Bogor, Kamis (28/2/2019).

Menurut Budi, rasa makanan seharga Rp18.000 per porsi tersebut unik dan membuatnya selalu menyantapnya setiap berkunjung ke Bogor.

“Bibir, otot kaki sapi, dan lontong yang dipadukan lumuran bumbu kacang ini membuat cita rasanya nikmat, manis, asin, dan pedas jadi satu,” kata Budi yang mengaku ketagihan cungkring selama dua tahun terakhir.

Senada dengan Budi, menurut warga asal Tangerang, Damayanti (39), dari sekian banyak kuliner di Suryakencana Bogor, cungkring merupakan hidangan paling unik dan tidak dapat dia temukan di daerah lain.

“Karena langka, Suryakencana ya menjadi satu-satunya pilihan kalau saya kangen cungkring,” kata wanita yang mengaku kerap berburu kuliner khas daerah di Indonesia itu.

Sementara itu, warga setempat, Dwi Noviani (20) mengatakan, ada empat pedagang cungkring yang mangkal di kawasan Suryakencana.

“Dari empat yang ada, yang paling legendaris adalah cungkring Pak Jumat,” kata dia.

Meski keempatnya juga termasuk enak, lanjut Dwi, cungkring Pak Jumat bercita rasa paling nikmat dan paduan rasa pedas, manis, serta asinnya pas.

Bertempat di depan kedai kopi, lapak kecil dan sederhana cungkring Pak Jumat menjadi salah satu tempat yang tak pernah sepi pembeli.

“Kami buka pukul 06.30 dan tutup pukul 10.00, terkadang sudah habis lebih cepat dari jadwal tutup biasanya,” kata putra Pak Jumat, Muhammad Deden yang menjadi penerus usaha makanan cungkring ayahnya.

Dia mengatakan, saat jam buka, biasanya pelanggannya sudah banyak yang mengantre untuk sarapan.

“Tak hanya warga lokal yang ingin sarapan, banyak pelanggan dari kota-kota lain sekitar Bogor yang sengaja datang ke sini,” kata Deden.

Arti cungkring

Cungkring diambil dari nama bahan-bahan yang digunakan untuk sajian tradisional itu. “Cungur (bibir) dan kaki garingan, itu kepanjangannya,” tambah Deden.

Ia menceritakan, awalnya kakek Deden berkeliling untuk menjual cungkring. Namun, sejak 1975, penerusnya Pak Jumat memutuskan untuk mangkal di Jalan Suryakencana.

“Karena semakin ramai, beberapa orang mengikuti jejak ayah saya berjualan di Suryakencana ini… Saat ini juga mulai banyak bermunculan pedagang cungkring baru di tempat lain,” kata dia.

Meski ada pesaing, Deden mengklaim cungkring Pak Jumat lebih sedap. Salah satu rahasianya ada di racikan bumbu kacangnya.

Di sela meladeni pembeli yang mampir di lapaknya, Deden pun mewanti-wanti para pecinta kuliner untuk jeli karena ada pedagang yang mengganti bahan bibir dan otot kaki dengan kikil atau kulit sapi. Demikian, seperti dikutip Antara. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Nikmati BBQ dari Singapura di Jakarta

Published

on

Hidangan dari restoran Collin's asal Singapura di Pondok Indah Mal, Jakarta.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Variasi daging sapi, ayam hingga bebek yang dipanggang dengan arang adalah sebagian pilihan menu yang disajikan di Collin’s, Street Gallery, mal Pondok Indah Jakarta.

Ini adalah kali pertama restoran asal Singapura itu melebarkan sayap ke Indonesia, setelah memiliki enam gerai di negara asalnya.

Di restoran ini, semua dagingnya dibakar dengan arang sehingga memiliki aroma yang berbeda ketimbang dipanggang dengan oven gas atau listrik.

“Semua brand Collin’s pakai equipment yang sama,” kata pemilik Collin’s Jakarta Soerijadi Kaharudin di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Pria yang akrab disapa Apin itu mengatakan makanan-makanan di restoran Collin’s dijamin punya rasa yang sama dengan gerai mereka di Singapura.

“Bahan-bahannya banyak dari Indonesia karena kami mengusahakan lebih banyak bahan lokal,” kata Apin.

Khusus untuk restoran di Indonesia, ada beberapa menu yang disesuaikan dengan selera lidah pencinta kuliner Tanah Air.

Pengunjung dapat memesan sop buntut, atau mengganti pasta dalam menu set dengan nasi goreng.

Jika ingin mencicipi berbagai daging sekaligus, cobalah menu platter yang menyajikan beberapa variasi daging.

Duck confit-nya terasa renyah di luar dan lembut di dalam, sementara daging sirloin-nya tetap lembut meski tingkat kematangannya well done.

Pencinta daging wajib mencicipi 45 days dry aged beef yang ditawarkan di restoran ini.

Daging-daging itu disimpan dalam chiller khusus untuk mengatur kelembapan dan suhu tertentu.

Semakin lama didiamkan, kelembapan daging semakin berkurang sehingga yang tersisa hanyalah sensasi juicy dari daging tersebut. Semakin lama, daging akan semakin enak, harganya juga semakin mahal.

Harganya mulai dari Rp170.000 hingga Rp500.000 per 100 gram.

“Ini nomor satu untuk pencinta daging,” kata Apin. “Buat mereka, cara menikmati daging yang terbaik hanya dengan rock salt.”

Dia menambahkan Collin’s berencana membuka cabang baru di Indonesia tahun ini. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending