Connect with us

DIGITAL

Pasang OS Harmony Huawei Berencana Tinggalkan Gmail

Published

on

ProtonMail telah memiliki 17 juta pengguna di seluruh dunia untuk layanan surel terenkripsi end-to-end.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Huawei baru saja mengumumkan sistem operasi Harmony yang akan dipakai di sejumlah perangkat pintar mereka setelah tidak lagi bermitra dengan Google Android, termasuk upaya alternatif untuk aplikasi surel Gmail.

Huawei mulai berdiskusi dengan penyedia layanan surat elektronik dari Swiss, ProtonMail, untuk menjadi aplikasi bawaan (preloaded) seperti Gmail untuk perangkat berbasis Android, dikutip dari laman Bloomberg, Senin (9/9/2019)

Jika bukan menjadi aplikasi preloaded, ProtonMail bisa saja masuk pasar aplikasi buatan Huawei, AppGallery, seperti dikatakan CEO ProtonMail Andy Yen.



“Yang mereka cari dari kami adalah alternatif dari Google jika mereka tidak bisa menawarkan apa-apa lagi ke Google,” kata Yen.

Namun, perwakilan Google dan Huawei belum memberikan komentar.

ProtonMail telah memiliki 17 juta pengguna di seluruh dunia untuk layanan surel terenkripsi end-to-end.

Yen menyatakan akan mempertahankan netralitas mereka terhadap isu politik yang melekat pada Huawei. Tujuan mereka memberikan layanan ke Huawei adalah garansi keamanan dan privasi pengguna.

Swiss selama ini dikenal sebagai tempat yang netral terhadap permasalahan politik.

Meskipun bisnis dengan Huawei akan membuka kesempatan untuk mendapat audiens yang lebih besar, ProtonMail tetap mempertimbangkan risiko berbisnis.

Yen melihat rencana dengan Huawei itu sebagai kesempatan bisnis bagi Eropa untuk menyediakan teknologi alternatif selain dari Amerika Serikat serta masuk ke kompetisi. Demikian, Seperti dikutip Antara. (nas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DIGITAL

Facebook Luncurkan Layanan Pembayaran Terpadu Facebook Pay

Published

on

Facebook akan mengenkripsi percakapan pada lebih banyak layanan perpesanannya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Facebook meluncurkan Facebook Pay, layanan pembayaran terpadu yang memungkinkan pengguna di seluruh platform Facebook, termasuk WhatsApp dan Instagram, dapat melakukan pembayaran tanpa keluar dari aplikasi.

Facebook, dilansir Reuters, Rabu (13/11/2019), mengatakan layanan tersebut akan memungkinkan pengguna mengirim uang atau melakukan pembayaran dengan dilengkapi opsi keamanan, seperti PIN atau biometrik pada ponsel pintar mereka.

Pada awal 2019, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Facebook berencana untuk menyatukan infrastruktur pengiriman pesan di seluruh platform-nya. Dia juga mengatakan Facebook akan mengenkripsi percakapan pada lebih banyak layanan perpesanannya.



Facebook mengatakan layanan baru tersebut akan mengumpulkan informasi pengguna seperti metode pembayaran, tanggal, penagihan, dan detail kontak ketika transaksi dilakukan.

Layanan baru tersebut juga akan menggunakan data untuk menampilkan iklan yang ditargetkan kepada pengguna.

Iklan di Facebook telah menjadi sorotan beberapa tahun terakhir, di tengah meningkatnya ketidakpuasan atas pendekatan Facebook terhadap privasi dan data pengguna.

Facebook Pay akan tersedia di Facebook dan Messenger pada pekan ini di Amerika Serikat. Demikian, seperti dikutip Antara. (ari)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Apple Card Dituduh Berlakukan Diskriminasi Gender

Published

on

Apple Card, adalah kartu kredit yang dibuat oleh Apple, tetapi dikembangkan oleh Goldman Sachs.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Steve Wozniak,salah seorang pendiri Apple Inc, ikut serta dalam debat di dunia maya yang menuduh Apple membuat algoritme yang mendiksriminasi gender di Apple Card.

Dikutip dari Reuters, kritik pedas untuk Apple semula berasal dari seorang pebisnis David Heinemeir Hansson, bahwa pagu kredit di Apple Card miliknya 20 kali lebih besar dibandingkan kartu milik istrinya di Twitter.

Hansson tidak menginformasikan berapa kisaran pendapatannya atau istrinya, namun, mencuit bahwa mereka memiliki laporan pajak penghasilan gabungan. Istri Hansson disebut memiliki skor kredit yang lebih baik.



Wozniak pun turut berkomentar di cuitan tersebut, menyatakan dia pun mengalami peristiwa yang sama, pagu kredit-nya 10 kali lebih besar dibandingkan sang istri.

“Kami tidak punya akun bank atau kartu kredit terpisah, atau aset lainnya yang terpisah,” kata Wozniak mengomentari Hansson.

Apple sejauh ini belum berkomentar atas masalah ini. Goldman Sachs Inc Group, rekanan Apple untuk Apple Card, melalui surat elektronik menyatakan mereka mengevaluasi setiap pemohon kartu kredit ini secara terpisah.

Bank turut mempertimbangkan faktor lainnya dalam menentukan pagu kredit, misalnya skor kredit dan utang pribadi. Jika anggota keluarga yang sama mengajukan kartu kredit, selalu ada kemungkinan mereka akan mendapatkan pagu kredit yang berbeda.

“Kami tidak, dan tidak akan, membuat keputusan berdasarkan gender”.

Departemen Layanan Keuangan negara bagian New York menyatakan melarang penentuan kredit berdasarkan usia, agama, ras, warna kulit, jenis kelamin, orientasi seksual dan asal negara.

Departemen tersebut sudah memulai penyelidikan untuk kasus ini. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

KPU Usulkan SIPOL Digunakan Berkelanjutan Perbarui Data Parpol

Published

on

Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan agar Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) dapat digunakan berkelanjutan untuk memperbarui data sejumlah partai politik secara digital.

“Jadi partai politik atau peserta pemilu diberikan satu perangkat elektronik, bisa server atau yang lain, untuk menyimpan data parpol seperti data kepengurusan, data keanggotaan, data alamat kantor, dan semua data parpol di situ,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam jumpa pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (11/11/2019).

Parpol dapat menggunakan sistem tersebut sehingga data yang dimiliki bersama selalu terbaru dan efisien. Aplikasi SIPOL ini diharapkan terintegrasi dengan aplikasi di KPU.



SIPOL yang diperkuat juga dapat menghindari data ganda anggota parpol, termasuk data berkelanjutan ini akan mampu menjaga, tidak terjadi data ganda dengan data partai politik yang lain, karena SIPOL mampu mendeteksi kalau ada seseorang tercatat di lebih dari satu parpol baik kepengurusannya atau keanggotaan, ujar Arief.

Selain itu, KPU mengusulkan jika Undang-Undang Pemilu direvisi, maka revisi perlu selesai dalam tiga tahun sebelum penyelenggaraan pemilu.

“Jadi 2021 kami berharap revisi undang-undang sudah selesai, sehingga satu tahun, 2021-2022 kita gunakan untuk sosialisasi, menyusun PKPU, kemudian 2023-2024 kita tinggal memasuki tahapan penyelenggaraan,” ungkap Arief.

Saat bertemu Presiden, KPU juga menyampaikan usulan upaya untuk mencegah panitia pemilu meninggal dunia, salah satunya menggunakan sistem secara digital.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Arief juga menyerahkan buku Laporan Pelaksanaan Pemilu. Demikian, seperti dikutip Antara. (bay)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending