Connect with us

HEALTH

Pasien Kanker Juga Butuh Olahraga

Published

on

Pasien kanker memilih olahraga yang bisa menggerakkan semua anggota tubuh seperti renang atau setidaknya jogging.

Indonesiaraya.co.id, Bogor – Pasien kanker perlu memperhatikan kebugaran tubuhnya dengan berolahraga, kata ahli nutrisi dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi.

“Olahraga ringan teratur juga membantu meningkatkan selera makan dan supaya pasien bersosialisasi agar terhindar dari depresi,” ujar dia di Bogor, Selasa (8/10/2019).

Dedy menyarankan pasien kanker memilih olahraga yang bisa menggerakkan semua anggota tubuh seperti renang atau setidaknya jogging, tiga hingga lima kali dalam seminggu dengan durasi 30-60 menit.



“Kalau awalnya hanya kuat 15 menit enggak apa-apa, nanti pelan-pelan ditambahkan durasinya, tetapi maksimal satu jam,” kata dia.

Selain berolahraga, untuk menambah nafsu makan pasien juga bisa mengonsumsi vitamin B6, namun harus atas persetujuan dokter. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HEALTH

Manfaat Jahe Merah Bantu Hadapi Virus Corona

Published

on

Kandungan gingerol dalam jahe merah memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari sebagai antimual, antibakteri, dan antiinflamasi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Jahe merah merupakan tanaman asli yang ditanam oleh petani Indonesia, dan juga sudah digunakan turun temurun untuk berbagai penyakit. Tahukah kamu? Kandungan jahe merah ternyata dapat menguatkan sistem imun tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi oleh bakteri dan atau virus.

Menurut penelitian Dugasani pada 2010, dalam comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of gingerol dan shogaol, disebutkan kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe merah terbukti bermanfaat bagi tubuh manusia.

Gingerol dan shogaol yang memiliki efek antioksidan bermanfaat melawan stres oksidasi. Zat tersebut diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membunuh bakteri atau virus berbahaya dalam tubuh sehingga bantu menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit.



Kandungan gingerol dalam jahe merah memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari sebagai antimual, antibakteri, dan antiinflamasi. Gingerol juga berkontribusi pada rasa pedas khas jahe yang sudah kita ketahui.

Kadar gingerol pada jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah yang ternyata paling sering digunakan masyarakat saat ini. Kadar gingerol yang lebih tinggi, berat per rimpang yang lebih berat, dan kandungan minyak atsiri yang lebih banyak membuat jahe merah lebih efektif buat kesehatan masyarakat dibanding jahe gajah dan juga jahe emprit.

Menjaga daya tubuh menjadi penting, apalagi baru-baru ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan siaga penyebaran Virus Corona dan mengimbau masyarakat dunia untuk waspada. Meski belum terkonfirmasi masuk ke Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengimbau langkah-langkah pencegahan terinfeksi virus ini.

Mulai dari sering cuci tangan, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan dan orang yang terinfeksi, jangan mengonsumsi daging yang tidak matang, dan olahraga serta istirahat yang cukup agar tubuh tetap fit.

Jahe merah menjadi salah satu rekomendasi bahan herbal asli Indonesia yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuhmu, apalagi dalam kondisi waspada Novel Coronavirus seperti sekarang ini. Salah satu cara membuat jahe merah lebih berkhasiat adalah dengan diminum dan dicampur dengan madu. Bila dikonsumsi dengan rutin, jahe merah bisa bantu mencegah berbagai penyakit masuk ke dalam tubuh. (era)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Dokter : Bawang Putih Belum Terbukti Obati Virus Corona

Published

on

Bawang putih mengandung komponen bernama alliin. Ketika dihancurkan atau dikunyah, komponen ini berubah menjadi allicin.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Penyebaran virus corona hingga pengobatannya kini masih menjadi pembahasan pelbagai pihak. Betapa tidak, sementara ini sedikitnya 14 negara telah mengonfirmasi menemukan kasus virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

Hingga Rabu (29/1/2020), wabah yang hampir sama seperti penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tersebut telah menelan 132 nyawa di China.

Pihak berwenang China melaporkan sampai saat ini tercatat 6.000 kasus virus corona. Sedangkan vaksin corona belum juga ditemukan, berbagai uji coba tengah dilakukan. Tak ayal, publik pun berlomba mencari informasi mengenai pengobatan alternatif.



Sempat beredar kabar bahwa bawang putih bisa menyembuhkan virus corona. Informasi ini bermula dari perputaran pesan di aplikasi Whatsapp. Meski begitu, netizen begitu saja mengunggah hasil tangkapan layar itu di media sosial Twitter.

Isi pesan tersebut kurang lebih soal resep racikan obat tradisional untuk mengatasi virus corona.

Resep itu menganjurkan Anda untuk menyiapkan 8 siung bawang putih yang dikupas dan diletakkan di mangkuk. Kemudian, sebanyak 7 gelas air mendidih dituang pada mangkuk bawang putih dan dibiarkan selama tiga menit. Pasien virus corona pun disarankan untuk minum air rendaman bawang putih.

Dalam versi berbeda, ada pula informasi yang menyebut bawang putih mesti dihancurkan dan dimasak bersama air. Kemudian air rebusan itu, diminum. Informasi yang beredar menyebut seorang tabib tua dari Wuhan, China sekaligus pasien virus corona bisa sembuh berkat ramuan tersebut.

Akan tetapi pada kenyataannya, ini belum tentu benar. Menurut dokter ahli imunologi, Iris Rengganis bawang putih belum terbukti secara ilmiah mampu melawan virus corona.

“Belum ada evidence base (basis bukti),” kata Iris melalui pesan singkat pada CNNIndonesia.com, Rabu (29/1/2020).

Hal senada diungkapkan Profesor Faisal Yunus, pengajar Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI. Dia berkata, belum ada bukti ilmiah bahwa bawang putih bisa jadi obat virus corona.

“Secara umum, infeksi virus itu bisa sembuh sendiri. Contohnya, flu. Kalau sakit flu bisa sembuh sendiri,” tutur dia.

Faisal lantas menjelaskan, diperlukan uji coba ilmiah beserta tahapan penelitian guna meyakinkan bahwa bawang putih mampu jadi penawar virus corona. Pengujian harus dilakukan mulai dari percobaan ke sejumlah sampel hingga penghitungan persentase keberhasilan.

Perkuat Daya Tahan Tubuh

Kendati begitu, berdasar informasi dari berbagai sumber, bawang putih memang menyimpan khasiat yang bisa diandalkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bawang putih mengandung komponen bernama alliin. Ketika dihancurkan atau dikunyah, komponen ini berubah menjadi allicin.

Bahan aktif itu pun terbukti meningkatkan respons perlawanan terhadap penyakit oleh sel darah putih. Bawang putih bisa pula digunakan untuk mencegah dan mengatasi selesma atau demam.

Bawang putih juga bisa dikonsumsi secara langsung. Sebaiknya, bawang putih dihancurkan atau diiris tipis untuk meningkatkan kadar allicin. Saat memasak dengan bawang putih yang sudah dihancurkan, diamkan dulu selama 10 menit untuk menjaga agar komponen bermanfaatnya tidak hilang.

Hingga kini, korban akibat virus yang menginfeksi saluran penapasan ini terus bertambah. Selain di China, kasus infeksi virus corona juga terdeteksi di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Sejumlah negara berencana mengevakuasi warganya dari Wuhan. Indonesia sendiri tengah menyiapkan evakuasi WNI di Provinsi Hubei, China.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan juga menyerukan agar masyarakat Indonesia tidak panik. Namun diharapkan tetap waspada dengan menerapkan PHBS (praktik hidup bersih dan sehat), menggunakan masker jika batuk atau flu, serta menjaga daya tahan tubuh. (cnn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Menkes : Jangan Dikit-dikit Semua Batuk-Sesak Napas Dikatakan Corona

Published

on

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan, mengimbau masyarakat Indonesia bijak dan tidak panik dalam menanggapi penyebaran virus corona. Terawan pun menjabarkan beberapa kriteria orang yang terjangkit virus asal Wuhan, China tersebut.

“Yang paling penting kita kan sudah ada imbauan-imbauan, baik dari profesi, kemudian dari kementerian, dan sebagainya sudah ada imbauan-imbauan, itu kan terlihat apa sih gejala-gejalanya, mulai batuk,” kata Terawan usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Terawan menyebut batuk memang menjadi salah satu kriteria orang terjangkit virus corona. Namun, dia mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru mengklaim seseorang terkena virus tersebut hanya karena melihat dia batuk.



“Lha kalau tadi saya batuk terus kamu anggap anu (terkena virus corona) terus gimana? Bukan hanya batuk saja, harus demam, ya. Bukan hanya batuk dan demam saja, harus sesak napas,” ujarnya.

Selain ketiga kriteria tersebut, Terawan menyebut seseorang yang mungkin terjangkit virus corona adalah mereka yang melakukan perjalanan ke kota-kota yang terjangkit virus tersebut. Kontak dengan orang yang sudah terjangkit virus corona juga bisa menjadi salah satu sebab seseorang mungkin terjangkit virus.

“Ada lagi tambahan, habis perjalanan atau kontak dengan orang yang berpenyakit seperti itu. Jadi kalau tiga hal saja ada tapi hal kontak di daerahnya tidak ada, ya, jangan kamu dikit-dikit semua dikatakan sebagai virus Wuhan atau virus Corona dari Wuhan,” ucap Terawan.

Menurutnya, kontak tersebutlah yang menjadi perhatian utama dalam menilai berbagai kriteria yang dia sebutkan tadi. Dia juga menyebut upaya mengukur suhu tubuh dan beberapa hal dapat dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona ini.

“Karena itu yang paling penting adalah memang kejujuran. Declare itu juga kejujuran. Ya ndak jujur ya kita bisa lewat juga. Tapi ingat meskipun nggak jujur kan kita masih ada yang bisa kita ini kan, thermal scan masih ada, habis thermal scan masih juga kontak fisik kita untuk melihat, abis itu tetap lolos, ya berdoa mudah-mudahan orang itu tidak kena,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan, menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan soal penyebaran virus corona. Dia berharap, masyarakat tidak panik menanggapi penyebaran virus ini agar pencegahan penyebarannya dapat dilakukan dengan efektif.

“Dari 1,4 milyar penduduk sana ya paling 2 ribuan (yang terkena virus corona). (Sebanyak) 2 ribu dari 1,4 milyar itu kan kayak apa. Karena itu pencegahannya jangan panik, jangan resah. Enjoy saja, makan yang cukup,” kata Terawan di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). (rep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending