Connect with us

BISNIS

Pekan Sagu Nusantara 2020, BULOG Luncurkan Mie Sagu 

Published

on

Launching Sago Mee pada acara Pekan Sagu Nusantara 2020. (Foto : Instagram @bppt_ri)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perum BULOG meluncurkan produk barunya berupa Mie Sagu (Sago Mee Bulog) pada Pekan Sagu Nusantara 2020 yang dilaksanakan di Graha Sawala – Kemenko Perekonomian sebagai upaya mempromotori dan memfasilitasi pemasaran produk dan hasil olahan sagu rakyat.

Acara launching tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso, Gurbenur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dan stakeholder terkait lainnya.

Dalam sambutannya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan potensi Indonesia yang kaya akan produksi sagu harus dimanfaatkan sebagai upaya pemerintah untuk mensukseskan program diversifikasi pangan dimana selama ini Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap beras dan dapat memicu permasalahan ketahanan pangan nasional



“Produksi lahan sagu Indonesia adalah yang terbesar di dunia dan sangat melimpah di tanah Papua sehingga membutuhkan suatu gagasan untuk menciptakan alternatif pangan diluar beras. Maka kami melalui kerjasama dengan berbagai pihak telah memulai pengembangan sagu,’’ kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (20/10/2020).

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso menjelaskan Indonesia memiliki potensi sagu yang sangat besar sekitar 85 persen dari luas sagu dunia yang tersebar di Sumatera, Maluku, Sulawesi, Papua termasuk Papua Barat dan dengan tingkat produktivitas yang sangat tinggi. Untuk itu Perum BULOG memposisikan diri sebagai promotor dan fasilitator produk dan hasil olahan sagu untuk mendukung program diversifikasi pangan agar terwujudnya ketahanan pangan.

“Kami yakin sagu dapat menjadi alternatif pangan yang menjanjikan dan dapat menjadi kunci ketahanan pangan kedepannya. Banyak keunggulan dari pangan sagu dan produk turunan nya yang dapat menjadi faktor penguat agar pangan sagu dapat diminati oleh masyarakat Indonesia,” kata Budi Waseso.

Dalam mendukung industri sagu di Indonesia, Perum BULOG memiliki rencana melakukan pengembangan pabrik pengolahan sagu dan singkong di 20 titik (dengan 9 titik yang menjadi prioritas). Konsep Smart Village pun rencananya akan dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan UMKM. Dengan membangun komunitas sejahtera dan mandiri berbasis pabrik sagu.

“Kekuatan pada jaringan hilir yang dikuasai BULOG melalui Jaringan Penjualan Penugasan (PSO) dan Jaringan Komersial akan mempermudah kita dalam melakukan penyebaran produk Mie Sagu (Sago Mee) ke seluruh Indonesia, kami akan pasarkan melalui metode penjualan daring lewat ipanganandotcom dan melalu jaringan Rumah Pangan Kita,” tambah Budi Waseso.

Dalam rangka komitmen penguatan pangan sagu pada acara Pekan Sagu Nasional ini juga dilakukan Penandatanganan MOU antara BULOG dengan BPPT mengenai komitmen pengembangan dan penerapan teknologi untuk pengelolaan pangan lokal.

Selain itu juka dilakukan Penandatanganan MOU antara BULOG dengan PT Bangka Asindo Agri mengenai pengembangan pangan mandiri berbasis singkong dan sagu.

MOU ditandatangani oleh Direktur Utama Perum BULOG, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wakil Direktur Utama Perum BULOG dan Direktur Utama PT Bangka Asiando Agri yang disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BISNIS

Pemerintah Harus Dukung Penuh Peran Refinery Unit VI Balongan

Published

on

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin. /Dpr.go.id.

INDONESIA RAYA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin menilai Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat memiliki peran penting dalam menyuplai kebutuhan BBM di DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya sebesar 82 persen.

Politisi Partai Golkar tersebut meminta kepada pemerintah agar peran RU VI Balongan harus didukung penuh agar ketersediaan BBM maupun project-project ke depannya berjalan dengan lancar.

“Refinery Unit VI Balongan ini dampaknya sangat besar bagi Ibu Kota dan beberapa wilayah lainnya, lebih dari 82 persen (RU VI Balongan) menyuplai BBM ke beberapa daerah.”



“Ke depan, pemerintah harus mendukung penuh kilang RU VI Balongan ini. Kilang ini pun merupakan yang sudah modern di Indonesia di antara kilang- kilang lainnya,” ucap Alex usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dengan General Manager RU VI Balongan dan jajarannya di Indramayu, Jawa Barat, Kamis 26 November 2020.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, dengan standardisasi kilang yang modern, RU VI Balongan merupakan kilang yang sangat vital bagi pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri.

“(RU VI Balongan) Ini merupakan kilang yang termodern di Indonesia yang menghasilkan produk-produk andalan yang kualitasnya tinggi dan dalam project-nya akan menghasilkan produk BBM dengan kualifikasi Euro 5,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini pun berharap ke depannya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kilang Balongan.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BISNIS

BUMN Berperan Vital Hadapi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Saat Pandemi

Published

on

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung. /Instagram.com/@martinmanurung.

INDONESIA RAYA – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga berdampak sangat signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

Melihat situasi dan kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mengungkapkan bahwa peran perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai agent of development beserta seluruh anak perusahaannya menjadi sangat vital.

Hal ini ia ungkapkan usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan jajaran direksi PT Pertamina (Persero), PT ASABRI (Persero), Perum Perumnas, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Cirebon, Jawa Barat, Jumat, 27 November 2020.



“Kunjungan Kerja Spesifik yang dilakukan Komisi VI DPR RI ke Cirebon ini bertujuan untuk mendengar secara langsung bagaimana kinerja maupun langkah terobosan yang sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan BUMN yang beroperasi di Jawa Barat, khususnya di Cirebon,” jelas politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Menurutnya, berbagai langkah perlu dilakukan BUMN guna meningkatkan kinerja serta kontribusi perusahaan kepada pemerintah di masa pandemi. 

Sebab diketahui, ada penurunan sales dan product demand yang tidak seperti biasanya. Namun demikian, Martin juga menerangkan bahwa hal ini bukan saja disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19.

“Memang ada dampak Covid, tapi bukan Covid-19 (saja) sebagai penyebabnya. Seperti contoh, terdapat perusahaan BUMN yang struktur permodalannya sejak sebelum Covid-19 itu memang sudah bermasalah.”

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BISNIS

Dominasi Asing di Industri Nikel dalam Negeri Disayangkan DPR-RI

Published

on

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. /Dok. Dpr.go.id.

INDONESIA RAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyayangkan dominasi asing di industri nikel dalam negeri. 

Politisi Fraksi Partai Keadilan (PKS) itu memperkirakan, permintaan (demand) nikel ke depan akan semakin tinggi, seiring adanya kebutuhan dari bahan nikel, seperti untuk baterai listrik.

“Saya melihat dominasi asing masih sangat tinggi di Industri nikel dalam negeri. Padahal sumber daya alam berupa nikel ke depan bisa menjadi primadona dalam industri mineral.,”ujar Mulyanto saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan LIPI, BPPT, dan BIG yang diikutinya secara virtual, Senin 30 November 2020.



Dengan demand yang semakin tinggi, lanjutnya, dan cadangan nikel dalam negeri pun cukup besar, maka sejatinya industri ini akan menjadi penyumbang devisa terbesar. 

Mulyanto menilai hal tersebut dapat terwujud jika dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir. Itulah salah satu alasan didorongnya pembuatan smelter nikel.

Oleh karenanya ia berharap agar pemangku kebijakan dapat merefleksikan realita tersebut. 

“Bagaimana kita berpikir ke sana, agar kemampuan domestik kita bisa dari hulu sampai hilir. Sehingga pertumbuhan ekonomi kita betul-betul berbasis sumber daya alam dan mineral.”

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017