Connect with us

HUKUM

Pencuri Sarang Burung Walet Bersenjata Api Ditangkap Setelah 10 Jam Dikepung

Published

on

Pencuri sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tidak bersenjata tajam saja, tetapi ada juga yang bersenjata api.

Indonesiaraya.co.id, Sampit – Komplotan pencuri sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tidak bersenjata tajam saja, tetapi ada juga yang bersenjata api.

Kepolisian Resor Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap pencuri sarang burung walet yang memiliki senjata api. Pencuri bisa ditangkap setelah dilakukan pengepungan selama 10 jam.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP MOhammad Rommel melalui Kasat Reskrim AKP Wiwin Junianto di Sampit, Rabu (26/9/2018) mengatakan, pencuri tersebut ditangkap polisi saat berada dalam gedung sarang walet milik Hasan warga Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Pencuri bersenjata api itu terperangkap di dalam gedung sarang walet karena kepergok pemilik,” katanya.

Pencuri sarang walet berhasil diringkus setelah dikepung puluhan polisi dan ratusan warga Desa Patai, Kecamatan Cempaga.

“Pencuri itu kita kepung kurang lebih selama 10 jam dan akhirnya satu pelaku pencuri sarang walet berhasil dibekuk polisi,” katanya.

Pelaku pencurian sarang burung walet diduga ada dua orang dan baru satu pelaku yang berhasil diringkus.

“Satu pelaku sudah kami amankan. Sekarang pelaku tersebut masih kita periksa,” katanya.

Gedung sarang walet masih dijaga ketat oleh aparat Kepolisian bersenjata lengkap karena diduga pelaku pencurian ada dua orang.

Masih belum diketahui secara pasti nama pelaku yang telah berhasil ditangkap tersebut karena masih dalam pemeriksaan pihak Kepolisian.

Sementara itu, pemilik gedung sarang walet, Hasan mengetahui adanya pencuri masuk gedung sarang walet miliknya pada Rabu sekitar pukul 02.15 dini hari.

Saat itu dia terbangun dari tidur dan langsung memeriksa sekitar rumah. Ia melihat ada kejanggalan di salah satu gedung sarang waletnya.

“Gedung sarang walet saya ada tiga,” katanya.

Gedung yang berada di tengah lampunya dalam keadaan mati, sementara kanan-kirinya masih hidup. “Saat itu saya mendengar adanya suara orang berjalan,” katanya.

Hasan curiga gedungnya itu disatroni kawanan maling. Iapun langsung memanggil warga sekitar untuk mengepung gedung walet itu dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Cempaga.

Warga beserta aparat masuk ke dalam gedung itu.

“Kami masuk sekitar 10 orang. Delapan orang warga dan dua orang anggota polisi. Sampai di dalam, saya ketemu dengan salah seorang pelaku yang membawa senjata api jenis pistol,” katanya.

Dia sempat ditodong, namun mencoba berbicara dengan pelaku sambil jalan mundur dan langsung lari naik ke lantai 5 untuk menyelamatkan diri.

Pelaku sempat melepaskan tembakan dan beruntung tidak mengenai satu orangpun yang ada di dalam gedung itu. Warga beserta aparat pun mundur teratur keluar gedung.

Setibanya di luar, anggota Polsek Cempaga meminta pertolongan kepada tim Resmob Polres Kotawaringin Timur.

Beberapa jam berselang sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan tim Resmob Polres Kotawaringin Timur bersenjata lengkap tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas langsung masuk ke gedung untuk menangkap pelaku. Satu pelaku berbadan kurus pendek berkulit putih berhasil ditangkap sekitar pukul 12.00 WIB. Demikian, seperti dikutip Antara. (unt)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

KPK Ambil Contoh Suara Romahurmuziy

Published

on

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi) saat jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil contoh suara Romahurmuziy alias Rommy, tersangka suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

KPK pada Jumat (22/3/2019) memeriksa Rommy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

“Tadi dilakukan pengambilan contoh suara. Jadi, kami melakukan pengambilan contoh suara tersangka RMY (Romahurmuziy) untuk kepentingan penyidikan dan proses pembuktian,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Sebelumnya, KPK pada Kamis (21/3/2019) juga telah mengambil contoh suara dua tersangka lainnya dalam kasus itu, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

“Kemarin juga pengambilan contoh suara untuk dua tersangka yang lain. Itu artinya apa, nanti pengambilan contoh suara akan menjadi salah satu poin pembuktian di proses persidangan lebih lanjut,” ungkap Febri.

Ia pun menegaskan bahwa lembaganya sudah memiliki bukti yang kuat sebelumnya tentang adanya komunikasi-komunikasi atau pertemuan yang membicarakan soal pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

“Atau terkait dengan dugaan aliran dana atau hal-hal lain yang relevan. Jadi, itu yang dilakukan tadi,” kata Febri.

Pemeriksaan mantan Ketua Umum PPP itu merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Kamis (21/3/2019). Saat itu, Rommy mengeluh sakit.

“Setelah kemarin kami belum bisa menghadirkan tersangka RMY karena yang bersangkutan mengaku sakit. Jadi, tadi pagi sudah dilakukan pemanggilan dan dibawa ke ruang pemeriksaan. Kondisi RMY baik, dari sisi medis karena hasil pemeriksaan juga semuanya indikator yang diperiksa itu relatif baik kemarin,” kata dia.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS). Demikian, seperti dikutip Antara. (bfd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Rommy Permasalahkan Ventilasi Rutan KPK Pengap

Published

on

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi) saat jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy mempermasalahkan ventilasi di Rumah Tahanan (Rutan) KPK yang dianggapnya sangat pengap.

“Saya cuma mau pesan saja karena KPK masih banyak anggaran, kan KPK serapan anggarannya rendah, ya paling tidak ventilasi itu ditambah supaya ruangan itu tidak sangat pengap,” kata Rommy, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

KPK pada Jumat memeriksa Rommy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Saat ini, Rommy ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, setelah diumumkan sebagai tersangka pada Sabtu (16/3/2019).

Pemeriksaan mantan Ketua Umum PPP itu merupakan penjadwalan ulang, setelah sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Kamis (21/3/2019). Saat itu, Rommy mengeluh sakit.

Ia pun menyatakan siap untuk diperiksa pertama kalinya setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Siap (diperiksa),” ujar Rommy pula.

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS). Demikian, seperti dikutip Antara. (bfd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

MA Perberat Vonis Fredrich Yunadi Menjadi 7,5 Tahun Penjara

Published

on

Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi saat menjalani sidang pembacaan putusan hakim.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis advokat Fredrich menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 8 bulan kurungan.

“Vonis diperberat 6 bulan penjara karena adanya kesengajaan dengan tujuan (menghalangi penyidikan KPK) atau opzet als oogmerk. Itu sesuai permintaan jaksa penuntut umum,” kata salah satu anggota majelis kasasi Krisna Harahap di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Pengadilan Tinggi Jakarta pada 9 Oktober 2018 menjatuhkan vonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan karena terbukti merintangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP-Elektronik

Putusan banding itu masih lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Putusan kasasi ini sudah sesuai rasa keadilan, dan pidana kurungan tambahannya kan dari 5 bulan jadi 8 bulan,” tambah hakim agung Krisna.

Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Salman Luthan, Krisna Harahap dan Syamsul Rakan Chaniago berkeyakinan bahwa Fredrich dengan sengaja berusaha mencegah, merintangi, menggagalkan penyidikan yang sedang dilaksanakan oleh KPK terhadap Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP).

JPU KPK mengajukan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama pada 28 Juni 2018 yang juga memvonis Fredrich selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.

Putusan PT Jakarta terhadap Fredrich Yunadi diambil dengan perbedaan pendapat (dissenting opinion) oleh hakim Jeldi Ramadhan yang menilai bahwa Fredrich seharusnya divonis 10 tahun penjara.

Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto dinilai terbukti memberikan saran agar Setya Novanto tidak perlu datang memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari Presiden, selain itu melakukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi.

Pada 15 November 2017 Setnov tidak datang memenuhi panggilan Penyidik KPK dan penyidik pun datang ke rumah Setnov pada malam harinya dan menemukan Fredrich di rumah itu.

Saat ditanya keberadaan Setnov, Fredrich mengaku tidak mengetahui padahal sebelumnya ia menemui Setnov di gedung DPR.

Pada 16 November 2017 Fredrich menghubungi dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo untuk meminta bantuan agar Setnov dapat dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dengan diagnosa menderita beberapa penyakit, salah satunya adalah hipertensi.

Bimanesh Sutarjo pun menyanggupi meski tahu Setnov sedang berkasus di KPK lalu menghubungi Plt. Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dokter Alia agar disiapkan ruang VIP rawat inap atas nama Setnov.

Setelah Setnov dilakukan rawat inap, Fredrich memberikan keterangan di RS Medika Permata Hijau kepada wartawan bahwa Setnov mengalami luka parah dengan beberapa bagian tubuh berdarah-darah serta terdapat benjolan pada dahi sebesar ‘bakpao’, padahal Setnov hanya mengalami beberapa luka ringan pada bagian dahi, pelipis kiri dan leher sebelah kiri serta lengan kiri.

Pada 17 November 2017, penyidik KPK hendak melakukan penahanan kepada Setnov namun Fredrich menolak penahanan tersebut dengan alasan tidak sah karena Setnov sedang dalam kondisi dirawat inap, padahal setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim dokter dari ikatan Dokter indonesia (IDI) di RSCM kesimpulannya menyatakan bahwa Setnov dalam kondisi mampu untuk disidangkan (fit to be questioned).

Saat ini Fredrich ditahan di rumah tahanan Cipinang. Demikian, seperti dikutip Antara. (dln)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending