Connect with us

HUKUM

Pengacara Apresiasi Langkah Polda Metro Jaya Bekerja Cepat Layani Kasus Merek Dagang

Published

on

Kuasa Hukum perusahaan Luwia Farah Utari, Mohamad Bestari A Ganie. /Dok. Firma Hukum Imran Ganie & Partners

INDONESIA RAYA – Luwia Farah Utari melaporkan Wilmar Padi Indonesia karena diduga melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Pasal 100 (1) UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek.

Laporan polisi dengan nomor: LP/B/5594/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya oleh Luwia Farah Utari atas dugaan tindak pidana merek yang dilakukan oleh PT Wilmar Padi Indonesia memasuki tahap lanjutan.

Kuasa Hukum perusahaan Luwia Farah Utari, Mohamad Bestari A Ganie, selaku Senior Partner dari firma hukum Imran Ganie & Partners mengapresiasi apa yang dilakukan jajaran kepolisian Polda Metro Jaya yang bekerja cepat melayani pelaporan ini.



“Kami mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Polda Metro Jaya yang dalam hal ini telah melakukan pengembangan terhadap pelaporan ini.”

“Pada agenda Berita Acara Pemeriksaan dari pihak pelapor, korban beserta saksi-saksi telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh penyidik di Unit 1 Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.”

“Dan kami selalu kuasa hukum Klien kami (Luwia Farah) selalu korban, berharap keadilan dapat segera ditegakkan demi kepentingan hukum Klien kami yang selama ini berjuang sendiri mencari keadilan.”

“Kami percaya dan yakin bahwasanya pihak Kepolisian dapat segera membuka dengan terang benderang perihal perkara ini,” ujar Bestari pada keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Desember 2021.

Bestari menyampaikan ia dan timnya akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan keadilan perihal gugatan merek tersebut.

Ia sebut hal ini untuk pencerahan semua pihak agar tidak asal menggunakan merek dagang milik orang lain.

“Ini menjadi pelajaran yang berharga untuk semua, akhir-akhir ini ada kasus juga yang sama menggugat 2 triliun.”

Seperti diberitakan, penggunaan merek GoTo oleh Gojek dan Tokopedia saat aksi merger beberapa waktu lalu berujung gugatan Rp2 triliun.

Sebuah perusahaan bernama PT. Terbit Financial Technology mengaku lebih dulu memakai merek produk bernama GOTO.

“Kalau kasus Wilmar Padi Indonesia juga lebih banyak merugikan kami dengan kerugian 5,5 Triliun. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran kita semua perihal kasus merek dagang,” ujar Bestari.

Saat ini kasus tersebut sedang menunggu proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PT Wilmar Padi Indonesia.

“Dari korban dan saksi sudah rampung pemeriksaannya. Sehingga agenda lanjutan sesuai dengan ketentuan, maka akan dilaksanakan selanjutnya panggilan oleh polisi terhadap terlapor Wilmar Padi Indonesia.”

“Kami menyerahkan sepenuhnya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PT Wilmar Padi Indonesia kepada pihak yang berwenang.

Untuk menemukan dan membuktikan dugaan tindak pidana yang telah dilakukan oleh PT Wilmar Padi Indonesia yang telah secara melawan hukum dan tidak beritikad baik serta merugikan klien kami,” tutup Bestari.***


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement

HUKUM

Sempat Kabur, Tahanan Kasus Pencabulan Ditemukan Tewas di Sungai

Published

on

Ilustrasi Tahanan. (Hallo.id/M. Rifai Azhari)

INDONESIA RAYA – Seorang tahanan kasus pencabulan yang sempat melarikan diri dari penjara Polres Metro Bekasi Kota ditemukan tewas di sungai.

Pelaku kabur dengan cara menjebol plafon di selnya.

“Dia (tahanan) kasih makan kan bogrol di lepas, setelah itu ternyata dia langsung (kabur dengan) menjebol plafon,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan saat dikonfirmasi, Minggu, 2 Januari 2022.



Selanjutnya, silahkan baca berita versi lengkapnya di dalam artikel Sempat Kabur, Tahanan Kasus Pencabulan Ditemukan Tewas di Sungai


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Jika Terbukti Memperkosa, Habiburokhman: Bripda Randy Didesak Dijerat Pasal Berlapis

Published

on

Anggota Komisi III DPR fraksi Gerindra, Habiburokhman. /Dok. dpr.go.id

INDONESIA RAYA – Kasus tewasnya mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, Novia Widyasari (23) yang menenggak racun mendapat banyak sorotan.

Anggota Komisi III DPR fraksi Gerindra, Habiburokhman meminta pelaku Bripda Randy Bagus dijerat pasal berlapis.

“Jika terbukti telah memperkosa dan menyuruh aborsi, terhadap oknum tersebut tak cukup hanya dipecat secara tidak hormat tetapi juga harus dijerat pasal pidana berlapis yakni Pasal perkosaan sebagaimana diatur Pasal 285 KUHP.”



“Yang ancamannya 12 tahun dan Pasal menyuruh melakukan aborsi sebagaimana diatur Pasal 194 UU Kesehatan yang ancaman hukumannya 10 tahun,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Senin 6 Desember 2021..

Habiburokhman mengatakan anggota Polri seharusnya melindungi buka melanggar hukum. Menurutnya perbuatan pelaku yang merupakan anggota Polri adalah perbuatan keji.

“Anggota Polri adalah pengayom masyarakat, seharusnya melindungi jangan malah melanggar hukum.”

“Perbuatan perkosaan dan menyuruh melakukan aborsi adalah pidana yang amat keji, siapapun yang terbukti melakukannya harus dihukum berat, apalagi jika pelakunya oknum anggota Polri,” tuturnya.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

Kasus Wilmar dan Luwia Farah Lanjut ke Tahap Penyidikan, Babak Baru Kasus Gajah Lawan Semut

Published

on

Kuasa hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie. /Dok. Imran Ganie

INDONESIA RAYA – Luwia Farah Utari dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan atau penipuan.

Luwia dilaporkan oleh PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI), perusahaan afiliasi Wilmar dengan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/0302/V/2021/ Bareskrim tertanggal 6 Mei 2021.

Kuasa hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie mempertanyakan maksud dan tujuan adanya Laporan Polisi yang dilakukan oleh PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI) tersebut kepada kliennya.



Alasannya Luwia Farah Utari selaku kliennya menila saham sudah diambil secara tidak sah dan melawan hukum namun saat ini justru melaporkan lagi ke Bareskrim Polri.

Ia menggunakan istilah Wilmar itu adalah “gajah besar” dengan gurita bisnis yang luar biasa, sedangkan Luwia adalah seorang pengusaha wanita yang kini sedang berjuang kembali mendapatkan haknya.

“Ini menegaskan kembali bahwa status dalam pemberitaan yang ada saat ini hanya menginformasikan telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejaksaan.”

“Adapun prosedur dan/atau manajemen penyidikan tindak pidana tersebut adalah memang sebagaimana diatur dalam ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Imran di Jakarta, Jumat, 26 Novemebr 2021.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017