Connect with us

POLITIK

Perayaan Natal Nasional 2019 Partai Gerindra, Hashim : Prabowo Tak Ingin Indonesia Pecah

Published

on

Perayaan Natal Nasional 2019 Partai Gerindra di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perayaan Natal Nasional 2019 Partai Gerindra yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat (Jumat/10/01/2020) berjalan lancar dan sukses. Undangan yang hadir sekitar 500 orang itu, melebihi target panitia yang dimotori Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), dengan Ketua Panitia Natal Nasional Wihadi Wiyanto.

Acara perayaan Natal partai berlambang kepala burung garuda ini mengambil tema ‘Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang, diambil dari Kitab Injil Yohanes 15:14-15 dan Sub Tema ‘Persatuan Dalam Keberagaman.”

Selain para kader dan anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Kota seluruh Indonesia, turut hadir Sandiaga Uno, Rahmawati Soekarnoputri, serta para undangan lain.



Acara diawali dengan Ibadah Natal. Votum dan Salam pada acara Ibadah dibawakan Pdt. dr. Bambang Susanto, pemberitaan Firman Tuhan oleh RD. Dr. Rofinus Neto Wuli PR, Doa Syafaat oleh Pdt. Sastra Sembiring.

Ibadah Natal semakin khidmat berkat lagu-lagu pujian dibawakan apik oleh Paduan Suara Trinity, Koor Garudayaksa, serta persempahan pujian dari Talita Doodoh. Persembahan lagu-lagu pujian tentu semakin menggema karena diiringi band dari JPCC Worship.

Usai Ibadah Natal dilanjut penampilan tarian Papua serta lagu puji-pujian membuat para undangan tidak mau beranjak dari tempat duduk masing-masing. Benar-benar Ibadah dan perayaan Natal yang sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Hashim S. Djojohadikusumo dalam sambutannya mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih Kristiani dari dirinya. Ia menilai kakak kandungnya itu harus menjadi teladan.

“Prabowo lebih Kristiani dibandingkan saya, luar biasa dia. Saya kaget, sayakan bukan kristen KTP, saya masih setiap minggu rajin ke gereja sendiri tanpa isteri. Saya bukan Kristen KTP, tapi Prabowo lebih Kristiani dari saya,” ujarnya.

Prabowo itu, sambung Hashim, adalah sosok orang yang pemaaf.

“Saya orang Kristen masih sulit untuk memaafkan lawan-lawan politik, tapi Pak Prabowo tidak,” tukasnya.

Dia pun bercerita bila dirinya sampai pergi tujuh minggu menghilangkan rasa pahit, karena diketahui semua pada saat Pilpres 2019 lalu, yang menang itu adalah pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kita ketahui siapa yang menang Pak Sandi? Tanya Hashim sambil mengarahkan tangannya kepada Sandiaga Uno yang duduk di kursi depan.

Menurut dia, sebagai tim yang tujuh kali menyambangi KPU, oleh sebab itu dirinya hanya tahu bila Sandiaga Uno adalah seorang wakil presiden.

Apa yang dikatakan temennya Sandiaga, sambung Hashim, yang saat ini Menteri Pertahanan, kita harus melihat ke depan jangan ke belakang seperti melihat lihat kaca sepion.

“Kita hilangkan rasa kebencian itu. Saya saja masih berat menerima kenyataan itu,” tandasnya.

Intinya, lanjut Hashim, Prabowo tidak ingin Indonesia terpecah dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan. Itu sebabnya Prabowo menerima bergabung dan menjadi bagian dari pemerintahan saat ini.

Ditambahkan Hashim, sebenarnya Prabowo ditawari Menko Polhukam, namun dia lebih memilih menjadi Menteri Pertahanan.

“Bisa saja dia melawan dan menantang, tapi Pak Prabowo tidak ingin Indonesia seperti Suriah, Libia, Yaman, cepet seperti Irak dan yang akan muncul adalah ekstrem-ekstrem yang akan menghancurkan bangsa Indonesia tapi itulah pertimbangan Pak Prabowo untuk tidak melawan dan menantang,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim mengatakan, sesuai dengan tema yang diangkat, umat Kristiani diajak untuk menjadi sahabat bagi seluruh warga di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, budaya dan keyakinan.

“Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga disatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu.

Kemajemukan yang kita miliki dalam bingkai NKRI ini adalah anugerah Tuhan,” jelasnya.

Hashim menyatakan, sejarah mengajarkan bahwa tidak ada alasan bagi sesama bangsa Indonesia untuk tidak bersahabat.

Jika para pendiri bangsa terdahulu dan para pemimpin bangsa ini saja bisa bersahabat, sudah seharusnya bangsa Indonesia berkewajiban meneladani untuk membangun Republik Indonesua menuju kejayaan.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat GEKIRA Fary Djemy Francis mengatakan Natal Partai Gerindra tahun ini dilaksanakan dalam suasana yang sedikit berbeda setelah menyelesaikan perjuangan panjang dalam tahun-tahun politik.

Bahkan, kata Fary, hasil dan konsekuensi perjuangan tersebut sudah kita alami.

“Saatnya kita merajut lagi tenunan kebersamaan, memperkokoh solidaritas, memperkuat soliditas, menggiatkan konsolidasi, serta menyalakan harapan baru,” ujar Fary yang tampil memakai pakaian adat Bugis.

Fary mengajak semua kader Partai Gerindra sesuai tema natal yang diberikan KWI dan PGI hendaknya menjadi sahabat bukan hanya untuk sesama golongan kita saja tetapi menjadi sahabat bagi semua orang termasuk kepada orang-orang yang berbeda agama dan keyakinan dengan kita, berbeda budaya dan adat istiadat, bahkan harus dapat menjadi sahabat bagi yang membenci atau memusuhi kita.

Ia juga mengingatkan pesan yang selalu disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, ‘seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.’

Arti pesan itu, lanjut Fary, kita harus dapat membangun persahabatan, menjadi sahabat bagi semua orang yang jauh lebih luhur daripada menjadi musuh, menjadi duri dalam daging bagi orang lain.

Hal senada juga disampaikan Nikson Silalahi selaku Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat GEKIRA usai acara.

Ia menyampaikan setiap tahun Partai Gerindra merayakan Natal yang diorganisir sayap partai GEKIRA. Perayaan Natal ini adalah bukti komitmen Partai Gerindra secara khusus Ketua Umumnya Prabowo Subianto untuk merawat kebhinnekaan dan toleransi umat beragama.

“Setiap tahun Partai Gerindra merayakan Natal. Ini bukti bahwa komitmen Partai Gerindra untuk merawat kebhinnekaan dan toleransi umat beragama,” ujar Nikson.

Kegiatan perayaan Natal Nasional Partai Gerindra ini, sambung Nikson, juga salah satu jalan untuk merangkul kembali masyarakat Kristiani untuk bersimpati dan memberikan kepercayaan berjuang bersama Partai Gerindra untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh anak bangsa yang setia mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Di akhir acara, panitia memberikan hadiah-hadiah doorprice kepada undangan yang beruntung. Selamat Merayakan Natal 2019, dan Selamat Merayakan Tahun Baru 2020. Tuhan memberkati kita semua. (adm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

POLITIK

Said Didu : Prinsipnya Negara Wajib Sediakan Pelayanan Kesehatan untuk Rakyat, Sekarang Terbalik

Published

on

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Keputusan pemerintah untuk tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan tak henti-hentinya menuai protes dari publik.

Bahkan dalam rapat dengar pendapat Senin lalu (20/1), Komisi IX DPR RI ‘menyerang’ Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang terkesan tak bisa berbuat banyak untuk membatalkan kenaikan.

Menurut mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, pandangan soal jaminan kesehatan yang seharusnya diberikan negara kepada masyarakat kini mulai bergeser. Padahal soal jaminan kesehatan, sudah jelas tercantum dalam Undang-undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).



Dijelaskan Said Didu, pada prinsip UU tersebut, negara berkewajiban menyediakan pelayanan kesehatan kepada seluruh warga negara.

“Saat ini seakan dibalik menjadi bahwa seluruh warga negara wajib membayar biaya kesehatan kepada negara,” sindir Said Didu di akun Twitternya, Kamis (23/1/2020).

Per 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan resmi naik sebesar 100 persen bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 75/2019 tentang Perubahan atas Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. (kon)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Terkait Calon Wagub DKI, Sufmi Dasco : PKS yang Pilih Riza Patria

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, pihaknya sejatinya mengajukan empat untuk menduduki Wagub DKI.

Mereka adalah Ahmad Riza Patria, Ferry Juliantono, Saefullah dan Arnes Lukman.

Setelah usulan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menentukan hanya ada dua nama untuk menggantikan Sandiaga Uno.



Lalu kemudian, PKS sendiri yang memilih Ahmad Riza Patria untuk mengisi kursi kosong pendamping Anies Baswedan itu.

“Iya, PKS (yang memilih nama Riza),” kata Sufmi.

Selain Riza Patria, satu nama lain berasal dari PKS, yakni Nurmansyah Lubis.

“Pada waktu (surat) diberikan kepada kami, sudah lengkap ditandatangani DPP PKS dan DPW PKS,” terangnya.

Surat dari PKS itu kemudian ditindaklanjuti dengan menyerahkan kepada DPD dan DPP Partai Gerindra.

Kemudian, proses selanjutnya adalah menyerahkan surat itu kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kan tidak mungkin saya ke Gubernur DKI Jakarta. Nanti, mereka tindaklanjuti bersama-sama dengan DPW PKS (ke gubernur),” pungkas Wakil Ketua DPR RI itu.

Untuk diketahui, tarik-menarik antara Gerindra dan PKS soal kursi Wagub DKI sudah berlangsung cukup lama.

Kedua parpol juga sempat terlibat saling klaim menjadi yang berhak mendapatkan kursi tersebut.

Diiringi sejumlah nama yang muncul dari masing-masing partai.

Sampai akhirnya kedua partai sepakat masing-masing mengusulkan satu nama untuk diajukan sebagai pengganti Sandiaga Uno.

Dari Gerindra ada nama Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. Sedangkan dari PKS mengajukan Nurmansyah Lubis. (pil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

POLITIK

Menteri Yasonna Sebar Hoaks soal Buron Harun Masiku

Published

on

Menkum HAM, Yasonna Laoly.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Menkum HAM Yasonna Laoly, dan pimpinan KPK telah menyebar berita bohong alias hoaks kepada publik soal keberadaan Harun Masiku.

Sebelumnya, Yasonna mengaku tersangka penyuap eks komisioner KPU wahyu Setiawan itu masih berada di luar negeri.

“Ini membuktikan bahwa Menteri Hukum dan HAM serta Pimpinan KPK telah menebar hoax kepada publik,” ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana pada Rabu (22/1/2020).



Ia mengingatkan bahwa perkara ini sudah masuk di ranah penyidikan. Maka itu, ketika ada pihak-pihak yang berupaya menyembunyikan Harun Masiku dengan menebarkan hoaks seperti itu, seharusnya KPK tidak lagi ragu untuk menerbitkan surat perintah penyelidikan dengan dugaan obstruction of justice sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi.

“Karena Menteri Hukum dan HAM yang berkata tidak sesuai dengan fakta atau hoaks, maka yang bersangkutan diduga telah melakukan obstruction of justice sebagaimana disebutkan dalam Pasal 21 UU Tipikor,” ujar Kurnia. (alu)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending