Connect with us

DIGITAL

Perkembangan Penggunaan Uang Elektronik di MRT Jakarta

Published

on

Pembayaran tiket MRT Jakarta dilayani secara nontunai menggunakan uang elektronik.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pembayaran tiket MRT Jakarta dilayani secara nontunai menggunakan uang elektronik, sejalan dengan program gerakan nasional nontunai yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin dalam keterangan pers, Minggu (7/4/2019), mengatakan masyarakat dapat menggunakan Kartu Single Trip MRT Jakarta dan Uang Elektronik (UE) berizin yang diterbitkan oleh perbankan yakni Bank Mandiri (e-money), BNI (Tap Cash, Jak Lingko), BRI (Brizzi), BCA (Flazz), Bank DKI (Jakcard).

MRT Jakarta juga akan menerbitkan uang elektronik MRT (Kartu Multi Trip) yang saat ini sedang dalam proses perizinan sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

MRT Jakarta terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran untuk memastikan kelancaran penggunaan uang elektronik dalam pembayaran tiket MRT Jakarta.

Muhamad Kamaludin menambahkan, MRT Jakarta berkomitmen meningkatkan layanan pembayaran kepada masyarakat dengan penyempurnaan aspek teknis seperti fungsi card reader (pembaca kartu) pada passenger gate, ticket vending machine (mesin tiket otomatis), layanan top up dan penyediaan uang elektronik.

Selain itu, dilakukan juga sosialisasi dan edukasi pembayaran nontunai yang berkonsultasi dengan Perbankan dan Bank Indonesia sebagai otoritas Sistem Pembayaran.

Kelak, akan dikembangkan pula pembayaran elektronik yang terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya di wilayah DKI Jakarta. Demikian, seperti dikutip Antara . (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Google Duo Tambah Fitur Penghemat Data

Published

on

Fitur penghemat data Google Duo itu diklaim dapat menghemat konsumsi data untuk video sekitar 40 persen.

Indonesiaraya.id, Jakarta – Google Duo, aplikasi panggilan video buatan Google, menambah serangkaian fitur baru untuk memperkaya layanan di aplikasi tersebut, salah satunya berupa penghemat data atau saving mode.

“Fitur ini dirancang untuk penggunaan di negara seperti Indonesia dan India,” kata Manajer Produk Duo, Humberto Castaneda, melalui sambungan video kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Google Duo merupakan aplikasi komunikasi yang dibuat hanya untuk panggilan video. Layanan itu berbeda dengan aplikasi lain seperti WhatsApp dan Line yang memiliki opsi pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video.

Google mengutamakan kualitas koneksi dan gambar dalam aplikasi Duo.

Fitur penghemat data di Google Duo dapat diaktifkan dan dimatikan secara manual. Jika aktif, Google secara otomatis akan menurunkan resolusi video, tapi mereka mengklaim tidak mengurangi kualitas video.

Fitur penghemat data Google Duo itu diklaim dapat menghemat konsumsi data untuk video sekitar 40 persen.

Google Duo kini juga memiliki panggilan kelompok (group calling) maksimal berjumlah empat orang dalam satu kali panggilan. Tidak seperti aplikasi lain yang menawarkan lebih banyak anggota saat panggilan kelompok, Google berpendapat para pengguna seringkali melakukan panggilan video hanya dengan orang-orang terdekat.

Pengguna Google Duo di Indonesia, berdasarkan data Google Indonesia, mengaku melakukan video call karena rindu. Mereka menghubungi pasangan (48 persen) dan keluarga (40 persen) melalui panggilan video.

Google berencana menambah anggota group calling menjadi delapan orang pada beberapa bulan mendatang.

Google Duo juga menyediakan opsi untuk mengirim pesan video jika pengguna tidak memiliki banyak waktu untuk mengobrol melalui video call. Pengguna bisa langsung merekam video melalui aplikasi Google Duo, memberi teks atau coretan dalam video tersebut dan mengirim ke kontak yang diinginkan.

Google Duo juga merambah ke panggilan video melalui situs duo.google.com sehingga pengguna memiliki opsi untuk melakukan panggilan video melalui ponsel atau komputer.

Google tidak menyebutkan jumlah pengguna aplikasi panggilan video tersebut di Indonesia. Tapi, menurut data mereka, pengguna Google Duo di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Aktivitas di Twitter Naik Selama Ramadan, Ini Topik Terpopulernya

Published

on

Berdasarkan data Twitter, terdapat peningkatan lebih dari 50 persen dalam durasi penggunaan platform tersebut selama Ramadan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Twitter Indonesia, berdasarkan data mereka tahun lalu, melihat pertambahan aktivitas mencuit di platform mikroblog tersebut selama bulan Ramadan.

“Terdapat 133 juta cuitan tentang Ramadan di Indonesia pada 2018,” kata Country Industry Head Twitter Indonesia and Malaysia, Dwi Ardiansah, kepada media di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Jumlah cuitan saat bulan Ramadan naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Umumnya warganet mencuit saat waktu sahur dan frekuensinya terus meningkat hingga waktu berbuka puasa.

Berdasarkan data Twitter, terdapat peningkatan lebih dari 50 persen dalam durasi penggunaan platform tersebut selama Ramadan.

Warganet biasanya mulai ramai membicarakan Ramadan dua minggu sebelum puasa.

“Momen emas di Twitter saat hari pertama Ramadan dan hari pertama Lebaran,” kata dia.

Twitter mencatat terdapat tiga topik terpopuler yang dibicarakan sepanjang bulan Ramadan.

1. Mudik

Perjalanan pulang ke kampung halaman mendapatkan sekitar 3 juta cuitan dari warganet. Mereka menceritakan pengalaman mudik mereka seperti terjebak macet.

Warganet mulai membicarakan mudik mulai dua minggu sebelum Ramadan dan puncaknya sekitar seminggu sebelum Lebaran.

2. Makanan

Menurut analisis Twitter Indonesia, warganet gemar membagikan pengalaman mereka mengenai makanan, misalnya momen berbuka puasa dan reuni dengan teman-teman.

3. Belanja

Ramadan umumnya merupakan masa-masa terbesar konsumen mengeluarkan uang untuk berbelanja. Selama Ramadan, pengguna Twitter antara lain membeli pakaian, tiket pesawat, benda elektronik, ponsel, furnitur dan perhiasan. Demikian seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Pengguna Twitter Indonesia Tumbuh Pesat pada 2018

Published

on

Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang 2018 lalu, dengan jumlah pengguna harian platform mikroblog tersebut naik di atas angka rata-rata global.

“Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia,” kata Country Industry Head Twitter Indonesia and Malaysia, Dwi Ardiansah, saat memberikan pemaparannya di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurut data internal Twitter pada kuartal pertama 2018, pengguna Twitter Indonesia tumbuh 11 persen, sementara angka global hanya 10 persen.

Pada kuartal kedua, pengguna Indonesia tumbuh 31 persen, sedangkan pertumbuhan global hanya 11 persen.

Kemudian pada kuartal ketiga, Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna aktif harian sebanyak 33 persen, naik tajam dibandingkan dengan pertumbuhan global yang hanya 9 persen.

Puncaknya pada kuartal keempat 2018, rata-rata pertumbuhan pengguna Indonesia sebesar 41 persen, sedangkan pertumbuhan global tetap 9 persen.

Konten

Meski demikian, Twitter mendapatkan keluhan dari para pengguna bahwa platform tersebut kurang nyaman digunakan karena banyak perdebatan dan pembicaraan yang tidak relevan. Temuan tersebut, menurut Dwi, bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan secara global.

Twitter pun berstrategi memprioritaskan kesehatan dalam platform mereka dengan menyajikan konten yang relevan dengan pengguna.

“Perhatian kami ke kualitas konten pada 2018. Kami bekerja sama dengan penerbit berita terpercaya dan memastikan mereka bisa mendistribusikan konten secara tepat ke pengguna,” kata Dwi.

Tidak hanya memperbaiki kualitas konten, Twitter juga berusaha menjangkau pengguna di luar kota-kota besar dengan menghadirkan aplikasi ringan Twitter Lite, yang ditujukan untuk para pengguna ponsel kelas menengah ke bawah dan koneksi Internet yang lambat.

“Kami fokus ke produk,” kata Dwi menambahkan.

Twitter juga mencatat pertumbuhan konsumsi video di Indonesia mencapai lebih dari 150 persen. Demikian, seperti dikutip Antara . (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending