Connect with us

EKONOMI

Perlu Kolaborasi antar Pemangku Kepentingan untuk Bangkitkan Ekonomi

Published

on

Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. /Instagram.com/@ibasyudhoyono.

INDONESIA RAYA – Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penurunan ekonomi. Meski begitu sudah seharusnya para pemangku kepentingan berupaya untuk kebangkitan ekonomi bagi masyarakat.

Untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi, Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkapkan, kolaborasi antar stakeholder sangat diperlukan untuk menggairahkan kembali roda ekonomi di sektor pariwisata.

Ibas, sapaan akrab Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menambahkan, dukungan dari berbagai pihak juga sangat dibutuhkan, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, asosiasi terkait, dan seluruh masyarakat, termasuk para pelaku usaha. 



“Saya pikir, kita semua harus terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi dan melakukan penanganan seoptimal mungkin untuk membangkitkan perekonomian Indonesia, khususnya Kabupaten,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam acara Bimbingan Teknis Pengenalan dan Promosi Wisata Khusus dengan Penerapan Protokol CHSE/K4 Pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Pacitan, Jawa Timur, Kamis 10 Desember 2020

Politisi Partai Demokrat itu juga memaparkan, saat ini faktor penunjang Quality Tourism seperti Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Keberlangsungan Lingkungan (K4) atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) merupakan protokol kesehatan yang harus diterapkan di sektor kawasan pariwisata.

“Logika sederhananya, jika keamanan dan kesehatan terjamin, maka kepercayaan masyarakat akan terbangun, di mana selanjutnya akan berdampak pada pergerakan roda perekonomian yang terus berputar.”

“Perubahan fundamental inilah yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19,” terang Ibas.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

EKONOMI

Pemerintah Mengalokasikan Dana Rp61,8 Triliun untuk Tangani Covid-19,

Published

on

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. /Instagram.com/@smindrawati.

INDONIESA RAYA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp61,8 triliun untuk penanganan Covid-19 pada 2021.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan anggaran bisa berubah sesuai dengan kebutuhan.

“Penanganan Covid-19 tahun 2021 memakan anggaran Rp61,8 triliun dan ini pun masih akan bisa berubah dengan adanya ketidakpastian terhadap peningkatan jumlah kasus,” ujar Sri Mulyani, Jakarta, Kamis 21 Januari 2021.



Menurut Sri Mulyani, anggaran tersebut juga mencakup pengamanan vaksin virus Corona.

“Anggaran ini juga untuk keinginan pemerintah untuk mengamankan supply vaksin Covid-19, dimana program vaksinasi sudah dimulai,” jelas Sri Mulyani.

Dengan anggaran yang disediakan ini, Menkeu berharap program vaksinasi bisa berjalan dengan lancar.

Sehingga daerah-daerah dengan pasien terinfeksi positif paling besar dapat ditekan angka penyebarannya.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

EKONOMI

Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Strategi Pemerintah Jokowi Terkait Soal Vaksinasi

Published

on

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati. /Instagram.com/@smindrawati.

INDONESIA RAYA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kebijakan Presiden untuk vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan secara gratis untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

Vaksin gratis tanpa syarat menjadi bentuk kehadiran negara untuk rakyat, dan prioritas pemerintah adalah penyediaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pengadaan dan distribusi vaksin, serta pengawasan ekstra dalam setiap tahap.

APBN 2021 menjadi instrumen yang memberi dukungan penuh untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap kesehatan, termasuk vaksin dan vaksinasi, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan reformasi struktural.



“Strategi vaksinasi ini sudah memiliki landasan hukum dari mulai Perpres 99/2020 mengenai pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi juga aturan teknis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  tentang penugasan  PT. Biofarma untuk pelaksanaan pengadaan vaksin,” jelas Menkeu pada Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam video conference pada Selasa 19 Januari 2021.

Kementerian Keuangan memberikan dukungan Total kebutuhan anggaran penyediaan vaksin mencapai Rp74 T yang rencananya akan dipenuhi melalui alokasi APBN 2021 sebesar Rp18 triliun, realokasi anggaran PC PEN Tahun 2020 sebesar Rp36,4 triliun, serta refokus dan realokasi belanja K/L.

Tambahan pagu anggaran Kemenkes untuk pengadaan vaksin Rp637 miliar pada tahun 2020 dan untuk 2021 ada sisa anggaran yang di passthrough tahun 2021 didalam rangka untuk vaksinasi selain Kemenkes masih terus mengupdate kebutuhan anggaran program vaksinasi. 

“Estimasi saat ini mencapai Rp73-74 triliun, ini estimasi sangat awal dilakukan oleh PC PEN.”

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

EKONOMI

Menko Airlangga Optimis Perekonomian Indonesia 2021 Masuk Jalur Positif

Published

on

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. /Instagram.com/@airlanggahartarto_official.

INDONEISA RAYA – Tahun 2021 diyakini membawa perubahan ke arah yang positif, termasuk untuk perekonomian global.

Hal tersebut antara lain disebabkan adanya tren positif dari kinerja perekonomian di sebagian besar negara pada triwulan terakhir 2020.

Beberapa lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi global tumbuh di kisaran 4%-5,2% pada 2021.



Menurut OECD Economic Outlook (Desember 2020), faktor utama pendorong ekonomi global di tahun ini antara lain adalah percepatan distribusi vaksin, kebijakan kesehatan yang komprehensif sebagai langkah mitigasi sebelum vaksinasi, stimulus fiskal yang mendorong daya beli, kebijakan moneter yang akomodatif, reformasi struktural yang mendukung pemulihan ekonomi, dan kerja sama internasional dalam penanganan pandemi.

Pemulihan ekonomi global tersebut juga sejalan dengan pemulihan ekonomi Indonesia. PMI Manufaktur berada di level ekspansi (51,3) per Desember 2020.

Sebelumnya, pada November 2020, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat menjadi 92 dari 79 pada Oktober 2020.

Hal ini diperkuat oleh impor barang modal dan bahan baku yang meningkat pula.

Pages: 1 2 3 4 5


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017