Connect with us

DIGITAL

Perlukah Data Disimpan di Area Lokal

Published

on

Keamanan siber tidak berhubungan dengan lokasi fisik data karena setiap server yang tersambung ke internet punya kemungkinan terkena serangan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Di era internet seperti sekarang ini, keamanan data bagi seluruh perusahaan merupakan prioritas utama sehingga banyak yang rela menggelontorkan banyak dana untuk memproteksi data-data tersebut.

Pertanyaan yang muncul belakangan ini soal keamanan data adalah di mana sebaiknya data tersebut di simpan, apakah harus berada di negara yang bersangkutan atau dapat berada di mana saja?

Amazon Web Services ASEAN Technology Evangelist, Donnie Prakoso menilai jika berhubungan dengan keamanan data, lokasi sebetulnya tidak selalu berhubungan dengan keamanan siber.

“Keamanan siber tidak berhubungan dengan lokasi fisik data karena setiap server yang tersambung ke internet punya kemungkinan kena serangan,” kata Donnie kepada media saat acara di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Meski pun berargumen demikian, dalam hal Indonesia, tidak berarti data tidak boleh berada di dalam negeri. Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan mengenai keamanan data adalah bagaimana keamanan infrastruktur data tersebut berada.

“Dalam konsep keamanan siber, keamanan infrastruktur fisik lebih penting, bukan cuma tempat data,” kata dia.

Selain keamanan infrastruktur, siapa yang memiliki data dan memiliki kontrol terhadap data juga akan berpengaruh terhadap keamanna data tersebut.

Untuk memproteksi data, perusahaan perlu membuat keamanan berlapis dengan memanfaatkan berbagai teknologi, mulai dari virtual private cloud hingga firewall. AWS juga menggunakan machine learning untuk mendeteksi serangan siber.

Secara global, AWS beroperasi di 20 wilayah geografis dan memiliki 60 Zona Ketersediaan, mereka berencana untuk menambah 12 zona ini dan empat wilayah di Bahrain, Hong Kong, Swedia dan AWS GovCloud Region kedua di Amerika Serikat. Demikian seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Zuckerberg Disebut Sebar Data Pengguna Facebook

Published

on

Mark Elliot Zuckerberg, adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – CEO Facebook Mark Zuckerberg dikabarkan membagi-bagikan akses data sensitif pengguna Facebook kepada teman-temannya para pengembang aplikasi, demikian laporan dokumen yang bocor ke sejumlah media.

NBC News, Computer Weeklu, dan koran Jerman Suddeutsche Zeitung mendapatkan sekitar 4.000 halaman berisi pembagian data tersebut.

Mengutip laman NBC News, data yang mereka dapatkan merupakan data 2011-2015 berupa surat elektronik (email), presentasi, percakapan website, dan notulensi rapat tentang bagaimana Zuckerberg beserta tim manajemen Facebook menggunakan data tersebut dengan mitra mereka.

Zuckerberg, seperti diberitakan laman The Economic Times, menggunakan data tersebut sebagai “hadiah” untuk mitra perusahaan dan pengembang yang memiliki hubungan baik dengan pejabat Facebook atau membelanjakan sejumlah uang untuk iklan di platform tersebut.

Mitra perusahaan itu juga diberi insentif untuk membagikan data mereka dengan Facebook. Sedangkan perusahaan lain yang tidak tergolong dalam kelompok mitra itu, tidak memiliki akses.

Menurut laporan ke media, pembagian data pengguna itu membantu Facebook berada di posisi tertinggi dalam industri media sosial periode 2011-2015.

Facebook, kepada NBC News, menyatakan dokumen tersebut asli. Tapi, konteks tujuan pembagian data tidak seperti yang diberitakan.

“Kumpulan dokumen tersebut, dengan maksud tertentu, hanya memuat satu sisi cerita dan menghilangkan konteks yang penting,” kata Wakil Direktur dan Wakil Penasihat Umum di Facebook, Paul Grewal.

Facebook, menurut Grewal, mengalami perubahan pada 2014-2015 agar pengguna tidak bisa membagikan informasi tentang teman mereka ke pengembang.

“Faktanya jelas: kami tidak pernah menjual data orang-orang,” katanya, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Google Doodle Ingatkan Warga ke TPS

Published

on

Google rutin membuat Doodle untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dan bentuknya bisa berbeda di setiap negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Google turut memeriahkan pesta demokrasi Pemilihan Umum 2019 di Indonesia melalui gambar di mesin pencari mereka, Doodle.

Google Doodle, seperti dipantau di Jakarta, Rabu (17/4/2019), memuat gambar orang mengantre di Tempat Pemunugtan Suara (TPS) untuk memasukkan surat suara ke kotak suara. Masing-masing karakter di Google Doodle memegang lima surat suara.

Google Doodle menggambarkan keberagaman fisik orang-orang yang datang ke TPS untuk memberikan suara mereka, mulai dari orang tua, laki-laki, perempuan, penyandang disabilitas hingga anak-anak muda generasi milenial.

Begitu di-klik, gambar tersebut akan mengarahkan pengguna ke laman pencarian Google Search dengan kata kunci “Indonesia Elections 2019” alias Pemilu Indonesia 2019.

Pengguna akan melihat artikel berita, baik berbahasa Inggris maupun yang berbahasa Indonesia, dari berbagai situs berita tentang Pemilu 2019 di Tanah Air.

Doodle merupakan kreasi temporer untuk laman pencarian Google yang memperingati sebuah peristiwa, misalnya tokoh tertentu atau hari libur keagamaan.

Google Doodle biasanya dirancang dalam bentuk interaktif, ada kalanya berupa gambar bergerak atau pengguna bisa mengklik ikon-ikon tertentu dalam gambar untuk mendapatkan informasi.

Google Doodle pertama dibuat pada 1998 untuk menandai festival Burning Man untuk memberi tahu ke pengguna jika sewaktu-waktu server mereka bermasalah.

Sejak saat itu, Google rutin membuat Doodle untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dan bentuknya bisa berbeda di setiap negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Di Indonesia, Google membuat Doodle antara lain saat hari raya Lebaran, Natal atau ulang tahun tokoh-tokoh besar. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Telkomsel Jaminan Layanan Telekomunikasi Lancar Selama Pemilu 2019

Published

on

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin .

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Operator jaringan seluler Indonesia yakni Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan layanan komunikasi selama Hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar.

“Untuk pesta demokrasi Pemilu yang hampir berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, hari pemilihan hingga pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar, tanpa gangguan ataupun kendala yang berarti,” ujar GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi, terutama di titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan nasional, dalam hal penyediaan layanan komunikasi.

“Sebagai operator flagship Indonesia. Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, di antaranya Asian Games, Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hingga APEC,” tuturnya.

Tinggal 24 jam lagi masyarakat Indonesia akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Pemilu pada 17 April 2019 juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan pada tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional yang spesifik ditujukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

KPU RI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghalangi warga negara yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 17 April 2019. Demikian, seperti dikutip Antara . (aji)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending