Connect with us

BEAUTY

Perlukah Mencuci “Puff” untuk Riasan?

Published

on

Puff yang tidak dibersihkan bisa menyebabkan masalah kulit seperti jerawat,komedo dan iritasi pada wajah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Alat kecantikan semisal puff dalam produk cushion ternyata bisa terkontaminasi bakteri sehingga menyebabkan wajah berjerawat atau berkomedo. Lantas apakah mencuci puff bisa menjadi solusi?

Senior Decorative Formulator PT Paragon Technology and Innovation, Hilda Endang Damayanti, S.Farm., Apt. mengatakan Anda bisa mencucinya menggunakan air hangat.

“Kalau tidak nyaman karena tidak dicuci sama sekali, bisa rendam puff dia air hangat, bisa dengan sabun yang tidak terlalu kuat, misalnya sabun cuci muka,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).



Setelah itu keringkan puff misalnya di dalam oven jika menjemurnya terlalu lama, dan taruh kembali ke dalam wadah untuk bisa dipakai kembali.

Hilda tak begitu menyarankan Anda mencuci puff karena rentan terkontaminasi bakteri saat pencucian. Agar puff aman dari bakteri, saat ini sebenarnya sudah tersedia yang sifatnya waterproof dan anti bakteri.

“Dari bahan puff yang terbaik itu yang waterproof, otomatis produk tidak akan terserap ke puff. Kalau bahannya tidak waterproof, produk akan terserap dan jadi makanan bakteri, bakteri menempel dan berisiko terkontaminasi,” tutur dia.

Untuk mengetahui apakah puff yang Anda punya bersifat waterproof atau tidak, cobalah menggunting sedikit bagiannya. Jika ada produk riasan yang menempel di dalam lapisannya, berarti puff tidak waterproof. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BEAUTY

Pori-Pori Wajah Besar, Ini Penyebab dan Cara Mengecilkannya

Published

on

Penuaan juga menjadi penyebab membesarnya pori-pori di wajah. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen di kulit cenderung berkurang.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pori-pori wajah yang besar bisa menjadi mimpi buruk bagi banyak orang, karena dapat mengurangi rasa percaya diri.

Untungnya, ada hal-hal yang dapat dilakukan dan digunakan untuk melawan pori-pori besar dan membuatnya mengecil.

Titik-titik kecil di wajah sebenarnya adalah bukaan folikel rambut. Kelenjar sebaceous di dalamnya bertanggung jawab untuk memproduksi minyak yang melembabkan kulit dan mencegahnya dari kekeringan, seperti yang dijelaskan oleh ahli kulit dari Dermveda dikutip dari MedicalDaily pada Senin (13/1/2020).



Namun, ketika pori-pori wajah tersumbat oleh sel-sel kulit mati dan sebum, jerawat bisa terbentuk, dan lebih buruk lagi, pori-pori bisa meregang.

Hal lain yang menyebabkan pembesaran pori-pori wajah adalah ketika Anda tidak memakai perlindungan yang cukup terhadap sinar matahari. Sinar UV memiliki dampak negatif pada kolagen yang berfungsi untuk menjaga pori-pori tetap kencang.

Penuaan juga menjadi penyebab membesarnya pori-pori di wajah. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen di kulit cenderung berkurang. Berkurangnya kolagen tentu saja meningkatkan ukuran pori-pori.

Terakhir adalah adanya trauma. Ketika Anda memencet jerawat atau komedo, pori-pori Anda bisa melebar.

Para ahli menyarankan agar pori-pori wajah menjadi kecil dan sehat, Anda perlu menggunakan pelembab dan riasan non-comedogenic. Ini adalah produk yang diformulasikan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan penyumbatan pori-pori.

Ahli kecantikan kulit juga menyarankan agar Anda menghindari penggunaan minyak mineral dan produk-produk dengan bahan-bahan berat di wajah karena dapat dengan mudah mengiritasi pori-pori dan membuatnya lebih besar.

Wajah juga harus selalu dicuci bersih sebelum tidur, apalagi setelah mengenakan riasan. Selain itu, wajah yang mudah berkeringag juga jarus selalu dibersihkan, karena keringat dapat membawa mineral dan kotoran yang menyumbat pori-pori.

Terakhir, cobalah untuk melakukan eksfoliasi dengan menggunakan scrub alami untuk mengangkat sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori Anda.

Para ahli merekomendasikan pengelupasan kulit atau eksfoliasoli perlu dilakukan setiap hari pada kulit yang tidak sensitif. Sementara untuk kulit sensitif disarankan melakukan eksfoliasi dua atau tiga kali dalam seminggu. Demikian, seperti dikutip Antara. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEAUTY

Empat Mitos Tabir Surya

Published

on

Tabir surya, adalah produk yang dapat Anda gunakan untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ahli kesehatan kulit menyarankan tabir surya digunakan saat berkegiatan di luar ruangan demi menghindari penuaan dini dan risiko terkena kanker kulit.

Namun, ada sebagian orang yang merasa tak membutuhkannya karena ada klaim produk ini lebih banyak sisi negatif ketimbang positifnya.

Dari sederet klaim sisi negatif, berikut empat di antaranya yang masih berkembang dan perlu Anda catat hanya sebagai mitos. Apa saja?



1. Tabir surya bisa jadi racun

Badan Pengawas Pangan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) mengungkapkan studi yang menunjukkan, bahan-bahan yang terkandung dalam tabir surya antara lain avobenzone, oxybenzone, octocrylene and ecamsule, bisa mencapai darah. Studi itu mengarahkan para konsumen menggunakan produk tabir surya.

Namun, ada jumlah tertentu pemakaian tabir surya yang dioleskan ke kulit agar bahan-bahannya bisa masuk ke kulit dan bercampur dengan darah. Bahkan, studi ini hanya melibatkan orang-orang yang menggunakan tabir surya tebal empat kali sehari, menurut Katie Lee dan Monika Janda, profesor ilmu perilaku dari University of Queensland di Australia.

Selain itu, tidak ada bukti bahan-bahan tersebut berbahaya dan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami bagaimana tabir surya secara langsung mempengaruhi tubuh.

2. Orang dewasa bisa berhenti pakai tabir surya

Kulit terbakar pada masa kanak-kanak telah dikaitkan dengan melanoma dan karsinoma sel basal. Beberapa orang percaya terbakar sinar matahari berdampak kurang pada kulit mereka seiring bertambahnya usia.

Namun, paparan sinar matahari pada usia berapa pun meningkatkan risiko kanker kulit dan menggunakan tabir surya dapat membantu orang tua dan muda mengurangi risiko masalah kesehatan ini.

“Penggunaan tabir surya juga mengurangi keratosis aktinik baru, lesi kulit prakanker dan mengurangi jumlah keratosis yang ada di Australia lebih dari 40 tahun,” kata Lee dan Janda dalam sebuah artikel.

“Penggunaan tabir surya secara teratur juga bisa menjadi rem penuaan kulit, membantu mengurangi ketipisan kulit, mudah memar dan penyembuhan yang buruk yang membuat kulit yang lebih tua rentan terkena,” sambung mereka.

3. Efek tabir surya bisa bahayakan tulang

Ada laporan tabir surya dapat berdampak negatif pada tulang karena menghambat vitamin D. Orang percaya produk ini mencegah sinar UV mencapai kulit, yang menyebabkan kekurangan vitamin.

Namun, penelitian menunjukkan, orang yang menggunakan tabir surya dan mereka yang tidak memiliki vitamin D, berbeda.

“Anda membutuhkan jauh lebih sedikit UV daripada yang Anda pikirkan untuk membuat vitamin D yang Anda butuhkan: hanya sepertiga dari UV yang menyebabkan kulit terbakar,” kata Lee dan Janda.

4. Riwayat penyakit keluarga hambat efek tabir surya

Orang-orang juga mengabaikan tabir surya karena mereka sudah memiliki riwayat kanker kulit dalam keluarga mereka. Memang benar genetika berkontribusi terhadap melanoma.

Namun, tabir surya masih menawarkan manfaat kesehatan bagi orang-orang dengan riwayat kanker keluarga. Produk ini mengurangi paparan sinar matahari, yang pada tingkat tinggi dapat membuat orang lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit yang dikombinasikan dengan risiko genetik mereka, demikian seperti dilansir Medical Daily. Demikian, seperti dikutip Antara. (lws)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEAUTY

Kandungan “Skincare” yang Harus Diwaspadai Pemilik Kulit Sensitif

Published

on

Jika produk yang digunakan tidak tepat, maka masalah yang dihadapi oleh kulit akan semakin banyak. Sebut saja masalah peradangan, jerawat, hingga kulit mengelupas.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Memilih skincare atau produk perawatan wajah bukanlah hal yang mudah bagi pemilik kulit sensitif. Pasalnya, ada sejumlah kandungan dalam skincare yang harus diperhatikan, karena alih-alih menjadikan kulit semakin kinclong, justru dapat menyebabkan kemerahan hingga iritasi pada kulit.

Berikut ini adalah sejumlah kandungan dalam skincare yang perlu diwaspadai dosis dan pengunaannya oleh si pemilik kulit sensitif seperti dilansir dari Glamour pada Kamis (26/12/2019).

1. Retinol



Retinol merupakan kandungan yang mujarab untuk meningkatkan produksi kolagen. Namun retinol juga dapat memicu kemerahan pada kulit disertai dengan pengelupasan.

2. Asam salisilat (Salicylic acid)

Ahli bedah kecantikan dan dermatologi dari New York, Dendy Engelman, menyebutkan asam ini merupakan musuh terbesar jerawat dan komedo. Namun asam salisilat cenderung menyebabkan kulit menjadi sangat kering dan memicu iritasi.

3. Minyak kelapa

Minyak kelapa merupakan pelembab alami yang kaya akan asam lemak dan antioksidan. Namun tidak semua jenis kulit ternyata cocok dengan bahan alami ini.

Engelman mengatakan minyak kelapa memiliki tingkat pemicu komedo yang tinggi. “Dia berada di skala empat, dari nol hingga lima. Selain itu minyak kelapa juga cenderung menyumbat pori-pori,” kata Engelman.

4. Asam hialuronat (Hyaluronic acid)

Hyaluronic acid atau HA merupakan salah satu kandungan yang paling banyak dicari sepanjang tahun 2019. Hampir seluruh produk kecantikan mulai dari pelembab bibir, perawatan rambut hingga pelembab wajah mengandung asam jenis ini karena sifatnya yang mampu melembabkan dan membantu proses penyerapan skincare lainnya.

Asam ini memang tidak secara langsung menyebabkan iritasi pada kulit, namun sifatnya yang “membuka jalan” bagi skincare lain dapat meningkatkan potensi iritasi.

5. Benzoil Peroksida (Benzoyl peroxide)

Zat ini terbukti ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat dengan cepat. Kendati demikian, ahli dermatologi Kenneth Howe mengingatkan bahwa Benzoil peroksida tidak diperuntukkan bagi semua jenis kulit. Benzoil peroksida pada kukit sensitif dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi kasar, kering, dan perih.

6. Asam hidroksi alfa (Alpha hydroxy acid/AHA)

AHA merupakan kandungan dalam skincare yang populer pada 2019. Sifatnya yang mampu mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, hingga mengecilkan pori-pori banyak disukai oleh para pecinta skincare. Kendati demikian, asam ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif karena kandungannya dapat membuat kulit bereaksi pada sinar matahari. Demikian, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending