Connect with us

BREAKING NEWS

“Pesan Persatuan” Anies di Reuni 212

Published

on

Gara-gara memberi ijin tempat untuk Reuni 212, Anies didemo.

GARA-GARA memberi ijin tempat untuk Reuni 212, Anies didemo. Cuma puluhan orang. Tapi, pagar Pemprov DKI mau rubuh. Caci maki kepada Gubernur DKI berhamburan. Gak pantas didengar, apalagi ditulis. Itu baru puluhan orang. Bagaimana kalau yang demo ribuan atau jutaan orang ya? Ini soal akhlak dan kematangan berdemokrasi.

Dicaci maki, Anies nuntut? Tidak! Kenapa? Pertama, buang-buang waktu. Gubernur tak punya cukup waktu untuk mengurus hal remeh temeh seperti itu. Pekerjaan untuk rakyat masih banyak. Itu prioritas. Termasuk bagaimana mengelola tiga pulau reklamasi dan memanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Jakarta.

Ada yang bilang diserahkan ke Taipan lagi? Hus! Ngawur kamu! Sudah nyebar di medsos. Itu hoax! Siapa yang buat? Tentu, pihak yang tak suka dan ingin menyerang Anies. Cari data yang bener, biar kelihatan agak sedikit cerdas.

Tapi, Tanggal 4 Juni Anies menerbitkan Pergub No 58 Tahun 2018 tentang organisasi dan Tata Kelola Kerja Badan Kordinasi dan Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara (BKP Pantura Jakarta)?

Itu amanah kepres! Bagaimana mau kelola tiga pulau reklamasi, kalau gak ada badan pengelola. Badan Pengelola Reklamasi itu dibuat untuk mengelola pulau reklamasi. Bukan Badan untuk menyerahkan kembali pulau reklamasi. Ah, kurang gaul loh.

Di jaman Ahok gak ada Badan Pengelola. Karena itu, melanggar aturan. Banyaknya pelanggaran reklamasi, ini jadi celah buat Anies untuk menyelamatkan Indonesia. Bukan hanya nelayan. Kok Indonesia? Iya, karena pulau reklamasi bisa jadi “dermaga ilegal”.

Kedua, tipe Gubernur DKI ini lebih suka merangkul dari pada memukul. Lihat raut wajah Anies, itu wajah damai. Santun dalam tutur bahasanya. Maklum, besar di Jogja. Tapi, jangan coba-coba langgar aturan. Gubernur yang satu ini paling tidak bisa berkompromi. Reklamasi, Alexis dan tiga spa di Pondok Indah bukti korbannya.

Anies memberi ijin tempat untuk Reuni 212 karena Monas memang untuk kegiatan rakyat. Itu milik rakyat dan bebas digunakan untuk kegiatan rakyat. Pengajian, dzikir bersama, dan perayaan hari besar agama. Siapapun dan dari agama apapun. Tidak ada diskriminasi, selama memenuhi syarat. “Tempat ini dirancang untuk tempat berkumpulnya rakyat”, kata Anies.

Berarti mengijinkan untuk makar? Wah…wah… Itu sama saja mengkerdilkan peran aparat. Ketika polisi tidak melarang (dengan memberi tanda terima pemberitahuan), berarti tak ada makar. Paham? Suka su’udhan sih… Jadi, susah “move on”.

Tidak hanya memberi ijin, Anies juga hadir dan memberikan sambutan. Kenapa Anies ikut-ikutan? Balas jasa ya? Begitulah jika otak gak “move on”. Anies hadir karena Reuni 212 damai. Dari mana tahu?

Pertama, dua kali aksi 212 yaitu tahun 2016 dan 2017, aman dan damai. Ini cukup jadi data. Kedua, Pemprov pasti punya orang lapangan untuk cek apakah Reuni 212 kali ini sama dengan sebelumnya. Aman. Ketiga, gak ada agenda kampanye. Tapi kan ada efek politiknya? Makanya, jangan ditekan-tekan. Semakin ditekan, semakin besar efek politiknya. Situ sih… suka nekan-nekan.

Sebagai tuan rumah, sudah sepatutnya Anies hadir untuk memenuhi undangan panitia. Bayangkan, 10 juta manusia datang dari berbagai wilayah, bahkan sebagian dari beberapa negara, tuan rumahnya gak hadir. Apa kata dunia? Itulah alasan kenapa Anies hadir.

Sebagai tuan rumah, Anies diberikan kesempatan untuk sambutan. Kebetulan saja Anies yang jadi gubernur. Kalau saja yang jadi gubernur Ahok, kemungkinan panitia pun akan kasih kesempatan untuk Ahok sambutan. Ah, bisa aja.

Ini momentum bagi Anies. Untuk apa? Pertama, melaporkan apa saja amanah rakyat yang sudah dikerjakan. Apa saja janji yang sudah ditunaikan. Sebab, berhasil tidaknya seorang pemimpin salah satu ukurannya bisa dilihat apakah ia menunaikan janjinya atau tidak. Gak ada hubungannya dengan Pak Jokowi loh ya… Ups, keceplosan.

Anies menyinggung DP 0%, penutupan tempat maksiat dan reklamasi. Itu bagian dari janji yang sudah ditunaikannya. Sesuatu yang semula dianggap tak mungkin, dan ditanggapi secara pesimis, Anies telah mampu membuktikannya. “Itu semua dilakukan tanpa kekerasan. Cukup selembar kertas dan sebuah tanda tangan,” kata Anies yang mendapatkan aplus cukup meriah dari para peserta Reuni 212.

Kedua, Anies merasa perlu untuk menyampaikan topografi Indonesia. “Yang unik dari Indonesia bukan hanya karena keragamannya, yang unik dari Indonesia bukan sekedar kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi yang unik dari Indonesia adalah bahwa di tempat ini hadir persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” Kata Anies.

Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Jika mereka toleran, Indonesia damai. Jika tidak, Indonesia akan selalu konflik. Damai atau tidaknya Indonesia, Umat Islam punya investasi besar. Sejarah membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang damai.

Indonesia yang mayoritas beragama Islam, meski dengan keragaman etnis, bahasa dan agama, adalah bangsa yang bersatu. Inilah keunikan, kelebihan dan keunggulan bangsa Indonesia. Anies seolah ingin memberi pesan: jangan khawatir dengan Reuni 212, karena Aksi ini dihadirkan untuk menebar dan memperkuat persatuan. Bukan sebaliknya. Dan buktinya, 10 juta manusia hadir dengan semangat persatuan.

[Oleh : Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa. Tulisan ini juga dipublikasikan di media Opiniindonesia.com]


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BREAKING NEWS

Salah Kelola BUMN saat Ini karena Dijadikan Kepentingan Politik Penguasa

Published

on

Ekonom Partai Gerindra, Harryadin Mahardika.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ekonom Partai Gerindra, Harryadin Mahardika menyoroti tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak profesional hingga menyebabkan berutang ribuan triliun. Hal tersebut, seharusnya tidak terjadi jika BUMN tidak menjadi kepentingan politik.

“Prabowo-Sandi sudah menyiapkan strategi BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional, bukan lagi untuk kepentingan politik penguasa,” kata Harryadin dalam keterangannya, Kamis (13/12/2018).

BACA JUGA : Prabowo-Sandi Ingin BUMN untuk Rakyat

Adapun data Kementerian BUMN dengan komisi VI DPR pada 3 Desember lalu, hingga akhir September 2018, total utang BUMN di Indonesia mencapai Rp 5.271 triliun. 

Menurut dia, dalam situasi ekonomi yang melemah saat ini seharusnya BUMN menjadi benteng ekonomi nasional. Namun akibat salah kelola karena ada kepentingan penguasa, akhirnya BUMN terkena dampak buruknya.

“Maka dari itu ini sudah salah kelola, tidak bisa dibiarkan terus seperti ini jika perekonomian Indonesia ingin bangkit,” tegas dia.

Harryadin mengatakan, salah satu fokus Prabowo-Sandi adalah ingin kembali merebut kekayaan Indonesia yang dimiliki oleh segelintir golongan saja.

Meski bukan pekerjaan mudah karena harus kembali menata pengelolaan BUMN yang sudah salah kaprah karena dijadikan kepentingan politik, namun menjadikan BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional bukan hal mustahil jika pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 itu terpilih di 2019.

“Karena memang harus dengan tekad yang kuat untuk kembali menjadikan BUMN ini sebagai badan usaha milik negara, dan Prabowo-Sandi siap melakukan itu. Pak Prabowo sudah berulang kali menyatakan keprihatinannya jika kekayaan Indonesia ini harus bisa dinikmati seluruh rakyt Indonesia, bukan hanya penguasa atau segelintir orang saja,” papar dia. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Sandiaga Uno Borong Pare, Gula Jawa,Tahu dan Bolu Kukus

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Ambal Kebumen Jawa Tengah, Kamis (13/12/2018).

Indonesiaraya.co.id, Kebumen – Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pasar Ambal Kebumen Jawa Tengah, Kamis (13/12/2018). Begitu masuk pasar, para pedagang kaget dan tidak menyangka kedatangan  calon wakil presiden nomor urut 02 ini. Sandi menyapa satu persatu pedagang sayur  mayur, kue, baju  dan alat keperluan rumah tangga 

Sandi berhenti di lapak Bu Badriyah  yang menjual bolu kukus dan tahu goreng. Dalam dialognya Bu Badriyah mengaku harga-harga naik turun.

BACA JUGA : Di Kebumen Sandi Bakar Sate Ayam Ambal, Kuliner Penggerak Ekonomi

“Harga naik turun pak. Tapi yang naik sekarang gandum, buat bahan bikin kue pak. Semoga saja cepat turun pak,” kata Badriyah. 

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini meminta Bu Badriyah bersabar.  Karena kebijakan ekonomi pemerintah  sekarang tidak berpihak kepada rakyat kecil. 

Mantan wakil gubernur DKI ini menyatakan, In Shaa Allah,  jika terpilih menjadi pelayan masyarakat Indonesia akan fokus pemberdayaan ekonomi rakyat. 

“Saya dan Pak Prabowo berkomitmen untuk tidak tergantung dengan bahan baku impor. Kami akan mencoba menfaatkan sumber daya alam untuk mensejahterakan masyarakat. Jika Allah mengujinkan amanat menjadi pelayan masyarakat Indonesia jatuh kepada Prabowo Sandi di tahun 2019, akan kami ubah kebijakan  ekonomi untuk gerakan ekonomi rakyat,” papar Sandi. 

Di Pasar Ambal, para pedagang berlomba-lomba menjajakan dagangannya kepada Sandi. “Pak beli pare pak sama gula jawa pak,” kata bu Siti. Sandi pun memborong pare dan gula jawa. Para pedagang kian histeris ketika Sandi menampik uang kembalian. “Duh bapak nguanteng baik lagi,” ucap Siti. 

Ada yang menarik ketika Sandi melakukan dialog di depan pasar Ambal, seorang pria paruh  baya bernama  Istiqlal memberikan kopiah. “Pak saya mau kasih bapak kopiah. Kata orang-orang sini, kok keihatan kayak anak kecil pak, jadi pake kopiah. Kebumen juga kota santri,” kata Istiqlal. 

Sandi pun mendudukkan  kepalanya dan membiarkan Istiqlal meletakkan kopiah berwarna hitam di kepalanya. 

“Pas nggak?” Tanya Sandi. “Pas,” teriak masyarakat yang berjubel di depan pasar. Jelas ini Pas, Prabowo Sandi,” candanya. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Di Kebumen Sandi Bakar Sate Ayam Ambal, Kuliner Penggerak Ekonomi

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat mencicipi kuliner khas kebumen, Sate Ayam Tino, Kamis (13/12/2018).

Indonesiaraya.co.id, Kebumen – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno tiba di Kecamatan Ambal Kebumen Jawa Tengah dan langsung menuju tempat kuliner khas daerah tersebut, Sate Ayam Tino, Kamis (13/12/2018).

Sandi pun mencoba membakar sate dari daging dan kulit ayam ini. Tidak butuh waktu lama Sate dengan rasa manis dan bumbu dari kedelai ini matang di atas bara batol kelapa.

BACA JUGA : Sandiaga Ingin Gerakkan Ponpes di Madura untuk Swasembada

“Saya jarang sekali melihat sate ambal khas Kebumen ini ada di Jakarta. Ini merupakan tugas kita untuk memperkenalkan kekayaan kuliner ini ke Indonesia, bahkan internasional. Kuliner punya daya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, khususnya untuk warga Kebumen, terang Sandi.

Sayang, Sandi tidak mencicipi hasil sate yang dibakarnya. Kamis memang jadwal puasanya. Mantan wakil gubermur DKI ini memberikan dan menyuruh Darori, anggota DPR RI Gerindra untuk menjajal sate ambal hasil racikannya.

“Berkah pak, ayo diciicipi. Ini tugas Pak Dorori untuk memperkenalkan Sate Ambal. Buka satu lah di Jakarta,” kata Sandi. “Baik pak segera,” jawab Darori.

Sandi menyatakan Kebumen adalah daerah penting bagi dirinya dan pasangannya Calon Presiden Prabowo Subianto. Di sinilah Begawan Ekonomi Indonesoa Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto dilahirkan.

“Ini menjadi prioritas bagi kami. Terutama untuk penyediaan dan penciptaan lapangan kerja juga harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau,” kata Sandi.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seuruh Indonesia (APPSI) ini, juga mendatangi masyarakat yang berkerumun untuk melihat lebih dekat dirinya. Sandi mendatangi satu persatu masyarakat Ambal. Bebetapa orang histeris dan loncat-loncat begitu didatangi mantan wakil ketua dewan pembina Gerindra itu. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending