Connect with us

JAWA TENGAH

Polda Jateng Amankan 3 Orang Diduga Timbun Masker

Published

on

Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga sebagai penimbun masker dan hand sanitizer/anti Septik di Kota Semarang. (Foto : Tribratanews)

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Tim Subdit Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga sebagai penimbun masker dan hand sanitizer/anti Septik di Kota Semarang. Tiga pelaku tersebut berinisial A (45) tahun, N (24) tahun dan AU (45) tahun.

“Dari terduga pelaku, sementara polda Jawa Tengah menyita 4000 lembar masker dan 208 botol Anti septik dan saat ini masih dalam pengembangan oleh penyidik,“ ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Iskandar F Sutisna saat Gelar di lobi Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020).

Menurut Kabidhumas Polda Jateng, barang bukti tersebut sebenarnya banyak yang di sita dari para pelaku ada sekitar 40 kardus besar, satu kardusnya berisi 40 kotak. Sementara ini barang bukti yang masih tersisa yang di amankan ada 10 dus kurang lebih 4000 lembar masker.



“Menurut keterangan para pelaku yang sudah kami konfirmasi terkait penjualanya, mereka membeli dari orang kemudian memperdagangkan melalui online dan harga yang sudah di perjual belikan berkisar Rp. 270 ribu sampai Rp. 275 Ribu per kotaknya. Kalau harga pasaran kan kurang lebih 30 sampai 40 ribu harga normal per kontaknya, ” jelas Kabid Humas.

Untuk itu, Polda Jawa Tengah melakukan upaya tindakan tegas mengamankan 3 terduga pelaku yang saat ini masih diperiksa dan jika terbukti akan dikenakan dua pasal, Undang-Undang perdagangan dan Undang-Undang perlindungan Konsumen ancamanya 5 tahun penjara.

Direkturat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto menambahkan, dalam pemasarannya yang dilakukan para pelaku itu melalui online yaitu memuat produknya di laman Facebook. Dalam Facebook itu juga dicantumkan nomor telepon. Dari situ masyarakat yang merasa panik akhirnya mencari barang yang memang langka di pasaran. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA TENGAH

Pompa Listrik, Solusi Kabupaten Kebumen Antisipasi Kekeringan

Published

on

Lahan sawah yang kering akibat musim kemarau membuat petani gagal panen. (Foto : Instagram @petani.indonesia)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Indonesia memiliki sawah tadah hujan yang cukup luas, sistem pengairannya ada yang masih mengandalkan curah hujan sehingga hanya bisa panen sekali setahun dan sudah banyak juga lahan pertanian yang sistem pengairanya tertata dengan bagus.

Seperti halnya di Desa Singoyudan Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, lahan sawah tadah hujan ini kini sudah bisa panen 3 kali dalam setahun dengan inovasi pompa listrik dengan sumur sebagai solusi ditengah kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Tri Haryono mengatakan bahwa luas sawah di Desa Singoyudan mencapai 119 hektar (ha) yang merupakan sawah tadah hujan. Desa tersebut dulunya hanya panen sekali setahun saja namun saat ini sudah para petani sudah beralih menggunakan pompa air listrik.



“Dulu para petani juga menggunakan pompa air yang menggunakan bahan bakar namun untuk menghemat bahan bakar sekarang petani beralih ke pompa air listrik,” ujarnya di kantornya, Kebumen, Rabu (1/7/2020).

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada 15 pompa listrik yang ditempatkan pada rumah rumah pompa yang bisa mengairi sawah para petani. Inovasi ini dinilai mampu menghemat biaya hingga 65 persen sehingga pelan pelan semua petani mulai beralih.

Lebih lanjut Tri mengatakan pada musim kemarau seperti yang sudah diinformasikan Kementerian pertanian (Kementan), petani tetap dapat berproduksi karena sudah menggunakan sumur dan pompa air. Selain sawah, komoditas hortikultura juga berkembang karena air sekarang sudah cukup.

“Ada 6 kecamatan yang tabah hujan mulai dari Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesanyren, Klirong, Petanahan dan Puring. Di sana komoditas Hortikulturanya juga berkembang,” ungkapnya.

Dikesempatan berbeda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengungkapkan Kementan terus mengupayakan ketersediaan pangan khususnya beras sebagai pangan pokok dalam keadaan atau tantangan apapun.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, penyediaan pangan adalah tugas negara sehingga dalam keadaan apapun produksi pangan harus tangguh.

“Kementerian Pertanian memberikan dukungan penuh. Bantuan dan program nyata seperti benih varietas unggul yang tahan kekeringan, alat mesin pertanian berupa pompa, asuransi pertanian untuk ganti rugi jika gagal panen atau penggantian benih dan dana kredit usaha rakyat,” ucapnya.

Suwandi menjelaskan Kementan memiliki program pengembangan petani produsen benih padi berbasis korporasi petani, guna memproduksi benih yang tahan kekeringan sehingga ketersediaan benih terjamin. Produksi tingggi maka harus gunakan benih padi yang berkualitas karena benih adalah penciri produktivitas.

“Oleh karena itu, kami dukung peningkatan akses bagi petani agar mudah memperoleh benih unggul. Dengan memberdayakan petani menjadi penangkar yang mandiri maka akan memperluas penyediaan benih berkualitas,” terangnya.

Lebih lanjut Suwandi menilai terobosan berupa inovasi pompa air listrik sebagai solusi antisipasi kekeringan ini dapat membantu guna mencapai target produksi di tahun 2020 ini. Perlu diketahui, pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektar, sehingga di Juli sampai Desember 2020 akan ada stok 12,5 sampai 15 juta ton beras.

Sedangkan realisasi luas panen Januari-Juni 5,83 juta hektar dengan produksi 29,31 juta ton gabah kering giling.

“Penggunaan pompa air tentunya membantu dalam percepatan tanam dan mengoptimalkan lahan dari yang tidur menjadi ditanami padi karena adanya air irigasi. Maka kita dorong daerah lain juga untuk gunakan pompa air dan petaninya pun bisa menghemat biaya. Kami di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan selalu turun ke lapang membina dan memantau kondisi laoangan,” tutur Suwandi. (pub)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Kunker di Kendal, Mentan Panen Jagung dan Serahkan Bantuan

Published

on

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Instagram @syasinlimpo)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2020). Dalam kesempatan ini, Mentan turut melakukan panen jagung sekaligus menyerahkan secara simbolis penyaluran KUR, asuransi, juga bantuan alsintan, dengan total nilai mencapai Rp 8.727.258.600.



Kegiatan panen jagung, penyerahan KUR, asuransi dan bantuan alsintan dilakukan Menteri Pertanian di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah agar Indonesia besok tidak boleh kekurangan pangan menghadapi tantangan apapun . Kendal memberikan contoh kepada kita, memberikan motivasi, bahwa sebenarnya Indonesia memang hebat, Indonesia kuat, Indonesia memiliki segalanya, tinggal tergantung bagaimana kita mampu me-managenya,” tuturnya.

Mentan SYL mengatakan, potensi yang dimiliki di Indonesia membuat rakyat bisa survive, rakyat tetap bisa makan, rakyat tetap bisa menghasilkan dalam situasi dan tantangan apapun. Tantangannya sulit juga dihadapi karena alamnya baik.

Mentan yakin pertanian Kendal berjalan baik dan harus terus dijaga di masa yang akan datang. Untuk itu, Kementan memberikan bantuan berupa alsintan, asuransi pertanian, dan KUR yang realisasinya cukup bagus. Menteri Syahrul mengatakan, paradigma besok adalah jangan pakai uang pemerintah, gunakan uang yang ada di bank, uang untuk berinvestasi. Jika perputaran ini berjalan dengan baik bisa berakselerasi, mengangkat produktivitas pertanian kita.

“Jika perputaran ini berjalan baik, dengan perhitungan yang baik, tidak akan ada pertanian yang merugi. Pertanian tidak pernah rugi, kecuali salah manage. Seperti harusnya ditanam di sawah tapi ditanam di aspal, itu namanya salah manage. Tapi sepanjang bibitnya bener, ditanam dengan baik dan sesuai anjuran, dan syarat-syarat pertanian yang benar, tidak ada ceritanya pertanian merugi,” tuturnya.

Menghadapi Covid-19, menghadapi pelemahan ekonomi, yang berhasil, yang dijamin mampu menghidupkan rakyat, mensejahterakan rakyat, dan ekonomi yang berputar salah satunya adalah pertanian.

“Pertanian adalah pilihan yang paling tepat menghadapi pelemahan ekonomi akibat dampak corona. Karena banyak PHK, tapi yang pasti, yang tidak pernah berkurang adalah makan. Untuk itu, kita harus melakukan pendekatan-pendekatan pertanian yang modern, yang lebih maju, dengan memperkuat kemandirian pangan disetiap daerah,” ujarnya.

Mentan menambahkan, satu pangan yang kuat di desa akan memperkuat pangan di kecamatan, satu pangan yang kuat di kecamatan akan memperkuat pangan di kabupaten, pangan yang kuat di kabupaten akan memperkuat pangan di satu provinsi. (tan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Bupati Banjarnegara Ajak Diversifikasi Ubi Kayu Lewat Korporasi

Published

on

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. (Foto : Wowkeren.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Banjarnegara – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Kabupaten Banjarnegara fokus mendorong pengembangan diversifikasi komoditas ubi kayu melalui sistem korporasi. Karena itu, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono hadir bersama Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Kementan, Amirudin Pohan dalam acara Pengembangan Ubi Kayu dan Peluang Pengembangan dalam bentuk Korporasi yang dilaksanakan di Pandopo Kabupaten Banjarnegara, Selasa (23/6/2020).

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dihadapan para petani singkong mengajak pengembangan dan perluasan ubi kayu melalui program korporasi yang dijalankan Kementan. Dengan luas wilayah 106.970 hektar sebagian besar merupakan lahan yang sangat berpotensi untuk pengembangan ubi kayu.

“Dengan adanya program dari Kementerian Pertanian, memberikan harapan baru bagi petani singkong di Banjarnegara. Saya percaya dengan harga yang menguntungkan petani akan kembali menanam singkong,” tutur Budhi



Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara Totok Setya Winarna menambahkan tahun 2015 tanaman ubi kayu sedang jaya-jayanya karena harga singkong mencapai Rp. 2.000 perkilo. Sementara tahun 2017- 2018 menurun hingga Rp. 300 perkilo.

“Alhamdulillah tahun 2019 – 2020 meningkat menjadi Rp. 1.200 perkilo,” ujar Totok.

Sementara itu, total luas baku lahan singkong Banjarnegara 13 ribu hektar, sedangkan untuk luas tanam singkong tahun ini mencapai 6.000 hektar. Adapun varietas Lokal lanting adalah varietas unggulan atau primadona yang produktivitasnya mecapai 40 ton perhektar di Banjarnegara.

“Puncak panen diperkirakan pada bulan Juni – Juli 2021,” ungkap Totok.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Amirudin Pohan menjelaskan terkait pengembangan ubi kayu dalam bentuk Korporasi, menjadi salah satu program yang sedang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya diversifikasi pangan di tengah Pandemi Covid 19. Beberapa jenis komoditas pangan lokal menjadi andalan untuk dikembangkan saat ini seperti ubi kayu, ubijalar, dan lainnya.

“Singkong atau ubi kayu ini patut diberikan perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Ubi kayu ini gampang budidayanya, tidak memerlukan lahan yang spesifik dan bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah. Mari kita mulai manfaatkan lahan yang ada salah satunya ya dengan nanam ubi kayu ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pohan mendorong petani lokal untuk bisa meningkatkan produktivitas ubikayu, salah satunya dengan pemilihan varietas tersebut dan pemupukan. Jika rata-rata provitas ubikayu di Banjarnegara 20-30 ton per hektar maka bisa ditingkatkan lagi.

“Sesuai arahan Bapak Mentan SYL bahwa pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Manfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga,” kata Pohan.

“Rencana tahun 2021 dialokasikan pengembangan ubi kayu seluas 35.000 hektar. Harapannya Kabupaten Banjarnegara untuk mengusulkan kegiatan ubi kayunya,” lanjut Pohan.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menuturkan pengembangan ubikayu memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa tantangan seperti bibit unggul bersertifikat, kondisi harga, umur panen panjang, provitas perlu ditingkatkan dan penanganan pasca panen. Namun demikian Suwandi optimis ubi kayu akan bisa menjadi komoditas primadona asalkan dikelola dengan baik.

“Masa depan pangan Indonesia akan sangat tergantung dari kinerja sektor pertanian. Untuk itu, Kementan telah mencanangkan sasaran umum kebijakan,” ujarnya.

Suwandi menambahkan Kementan pun saat ini tengah fokus pada empat aspek untuk bisa mencapai sasaran itu. Fokus pertama adalah peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian, serta peningkatan SDM. Fokus kedua, menurunkan biaya pertanian melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi. Fokus ketiga ialah pengembangan dan penerapan mekanisasi, serta percepatan pemanfaatan inovasi teknologi.

“Fokus keempat yaitu ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan, termasuk rawa dan sub-optimal lainnya, serta penyediaan air (irigasi dan embung,- red),” terangnya. (tan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017