Connect with us

JAKARTA

Polda Metro Masih Memburu Dalang Pengajak Anak-anak Demo

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya menyebut pihaknya menyelidiki sekaligus mencari pihak yang memprovokasi pelajar untuk bertindak anarkis dengan mendompleng aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui para pelajar itu mendapat undangan melalui media sosial.

Polisi bahkan menemukan beberapa pelajar yang ikut dalam unjuk rasa menolak UU Ciptaker yang berujung ricuh pada 8 Oktober 2020 lalu, dan kembali diamankan petugas gabungan pada ricuh 13 Oktober 2020.



Hampir seluruhnya, menurut Yusri, bila setiap pelajar ditanya pasti mengatakan undangan melalui media sosial dan diajak.

“Bukti-bukti yang ditemukan dari handphone pun ada. Bahkan di grup mereka pun ada. Mereka ada yang tanggal 8 Oktober 2020 sudah ikut, sekarang berangkat lagi,” kata Yusri, di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Polisi menyebutkan ada beberapa pelajar yang harus diproses secara hukum karena membawa senjata tajam.

“Kami sudah razia pun kami temukan di dalam tasnya ada yang membawa ketapel, ada yang membawa batu, macam-macam, bahkan yang diamankan oleh Polres Jakarta Pusat ada yang membawa golok,” beber Yusri.

Polda Metro bersama dengan jajaran Polres di wilayah hukumnya mengamankan sebanyak 1.377 pemuda dan pelajar terkait unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020).

“Ada 1.377 yang kita amankan, baik itu sebelum unjuk rasa dan pasca unjuk rasa,” ungkaYusri.

Ketika petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para pemuda tersebut, diketahui sekitar 80 persen dari 1.377 orang diamankan pihak kepolisian masih berstatus pelajar.

Sebanyak lima orang yang diamankan tersebut bahkan diketahui sebagai pelajar SD.

“Dari 1.377 ini, dievaluasi 75-80 persen yaitu anak-anak sekolah. Kurang lebih 900, 800 sekian, bahkan ada lima orang anak SD yang umurnya sekitar 10 tahun,” pungkasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

25 Polisi Datangi Rumah Ahmad Yani, Menyelidiki Terkait Anarkis pada 8 Oktober

Published

on

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto : humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan bahwa penyidik telah menyambangi rumah Ketua Komite Eksklusif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

“Benar bahwa ada anggota dari Reserse Bareskrim Polri datang ke rumah Pak Yani. Kami menyelidiki terkait dengan adanya anarkis pada 8 Oktober,” kata dia di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Namun, setelah penyidik bercakap-cakap dengan Ahmad Yani, pentolan KAMI itu sepakat akan datang ke Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan keterangan pada hari ini, 20 Oktober 2020.
Argo pun menepis jika Ahmad Yani sempat menolak saat akan ditangkap. “Enggak ada, kami baru datang, komunikasi, dan ngobrol-ngobrol saja. Yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hadir ke Bareskrim,” kata dia.

Sebelumnya beredar informasi tentang adanya upaya penangkapan Ahmad Yani. Sebanyak 25 penyidik Bareskrim Polri mendatangi rumah Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020.
Dalam kronologi kejadian yang beredar, penyidik telah menyerahkan surat penangkapan, tetapi ditolak oleh Ahmad Yani. Ia menyatakan, sesuai prosedur hukum yang berlaku, ia harus dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan hal tersebut. (ber)




Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Polisi Nyatakan Siap Mediasi Pengunjuk Rasa dengan Pemerintah

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @ganenxx.theja)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kapolda Metro Jaya (Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, A.S, M.M) menyatakan siap memediasi perwakilan massa pendemo yang akan menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker, Untuk bertemu dengan pihak pemerintah agar dapat menyampaikan aspirasi mereka.

Ia mengimbau massa aksi yang berdemo tidak terlalu banyak, karena selain rentan terpapar covid – 19 juga rentan disusupi pihak tak bertanggung jawab yang ingin memicu kerusuhan.

“Kami siap memediasi perwakilan kelompok massa yang akan berdemo, untuk bertemu dengan pihak terkait. Karenanya kami harapkan jumlah massa yang berdemo tidak terlalu banyak,” ungkapnya.



Pihaknya tetap siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi unjuk rasa agar berjalan tertib dan tidak terjadi anarkisme.

“Kami sudah siap mengamankan dan mengawal jalannya aksi. Kami harapkan demonstrasi berjalan tertib, dan kelompok massa yang berdemo mampu memproteksi kelompoknya agar tak disusupi perusuh,” tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan langkah tegas kepada siapapun yang melakukan kerusuhan dan anarkisme saat berunjuk rasa. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

20.587 Personel Amankan Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

Published

on

Polisi saat amankan aksi Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @ganenxx.theja)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus) mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 20.587 personel gabungan dalam mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law.

“Sekitar 10.587 personel gabungan TNI – Polri dan Pemda. Kemudian untuk personel cadangan kita siapkan 10.000 personel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Kita juga sudah memetakan personel di lapangan mulai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, gedung DPR RI,” sambungnya.



Selain itu, Pihak kepolisian juga akan mengamankan beberapa pusat perbelanjaan dan sentra perekonomian.

“Kemudian ada sentra – sentra perbelanjaan mal yang kita nilai rawan kita siapkan pengamanan di situ,” pungkasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017