Connect with us

BEAUTY

Polisi akan Periksa Artis “Endorse” Kosmetik Ilegal

Published

on

Endorse produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur akan memeriksa sejumlah artis yang diduga menjadi endorse produk kosmetik ilegal bermerek DSC (Derma Skin Care) Beauty pada minggu depan.

“Minggu depan kami memanggil artis yang menjadi endorse dari mulai NK, VV dan sebagainya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Surabaya, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA : Sejumlah Artis Diduga Jadi “Endorse” Kosmetik Ilegal

Barung mengatakan, sejumlah artis itu akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus kosmetik ilegal yang dinyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbahaya dan mengandung merkuri.

“Mereka tidak tahu kok itu legal atau tidak. Tapi kami akan periksa yang bersangkutan apakah tahu produk itu ilegal atau tidak. Kalau mereka tahu berarti sengaja menyebarkan produk ilegal,” ujar Barung.

Sebelumnya Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, setidaknya ada enam artis, yakni VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang menjadi endorse produk kosmetik ilegal dengan merek DSC Beauty dari Kediri yang tidak terdaftar di BPOM.

Polisi mengamankan satu tersangka berinisial KIL. Selama dua tahun KIL memproduksi kosmetik menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Tersangka KIL juga menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Demikian, seperti dikutip Antara. (dra/wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BEAUTY

Tips Memilih Warna Foundation yang Tepat

Published

on

Jika mau memakai sedikit foundation, Anda bisa memakai jari tangan. Sebaliknya, pilih kuas atau spons.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menentukan warna foundation sebenarnya gampang-gampang susah. Namun yang harus diperhatikan adalah jangan mencoba mencocokan warnanya pada telapak tangan.

Ketika membeli foundation, kebanyakan orang mencobanya pada punggung telapak tangan. Dari situ, biasanya mereka akan melihat warnanya sama atau tidak dengan kulit.

BACA JUGA : Foundation Ringan Layaknya BB Cream

Padahal, cara tersebut tidaklah benar. Sebab, kulit telapak tangan berbeda warna dengan kulit wajah. Biasa saja saat diaplikasikan pada telapak tangan cocok, ketika digunakan pada wajah malah terlalu terang.

“Nyari warna foundation yang benar adalah dengan mencobanya dari pipi ke rahang. Kalau nyobainnya di tangan takutnya enggak sesuai. Karena warna tangan kita kan beda dengan warna kulit wajah,” jelas Faiza Miranti, Marketing Manager Revlon Indonesia dalam peluncuran Revlon Colorstay Full Cover Foundation, di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Sebelum menggunakan foundation, baiknya terlebih dulu memakai skincare seperti toner, pelembab ataupun primer. Sebab, penggunaan skincare ini akan menentukan hasil akhir dari riasan.

“Untuk mengaplikasikan foundation bisa pakai sponge, brush atau tangan. Setelah itu pakai loose powder atau setting spray supaya makeupnya enggak lari,” ujar Faiza, seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEAUTY

Sejumlah Artis Diduga Jadi “Endorse” Kosmetik Ilegal

Published

on

Produk-Produk ilegal tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Sejumlah artis diduga menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal beromzet Rp300 juta per bulan.

Kasus ini diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (4/12/2018) mengatakan, setidaknya ada enam artis, yakni VV, NR, MP, NK, DJB dan DK yang menjadi “endorse” produk kosmetik ilegal itu.

“Sebagian dari artis yang menjadi ‘endorse’ ini adalah artis dangdut. Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka ‘endorse’ itu ilegal,” ungkap Yusep.

Dalam kasus ini, Polda Jatim mengamankan seorang tersangka berinisial KIL. Tersangka KIL memproduksi kosmetik dengan merek “DSC” (Derma Skin Care) Beauty. Kosmetik tersebut diproduksi di rumahnya di Kediri dengan merek yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tersangka menggunakan bahan untuk campuran dari sejumlah merek terkenal pada produk kosmetik ilegal yang sudah dijalankan selama dua tahun itu. Merek terkenal itu, antara lain, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Sementara untuk memasarkan produk tersebut, tersangka mempromosikan melalui media sosial.

“Artis-artis yang menjadi ‘endorse’, meunggah produk ini (DSC Beauty) di instagram,” tutur Yusep.

Tersangka KIL menjual produknya dengan banderol mulai dari Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual sebanyak 750 paket dengan wilayah penjualan mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Demikian, sepperti dikutip Antara. (dra/wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEAUTY

“Shadow diamond” akan Jadi Tren Sulam Alis di 2019

Published

on

Shadow diamond juga menggunakan tinta yang berbeda dengan sulam alis lainnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perawatan sulam alis masih akan menjadi tren di 2019 karena terdapat teknik terbaru yang akan digandrungi yakni shadow diamond.

Ali, pemilik Ali Tattoo Sulam mengatakan minat perempuan untuk melakukan sulam alis masih tinggi tahun ini. Ia menciptakan teknik baru bernama shadow diamond, mengklaim jika teknik tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan dunia.

Tidak seperti sulam alis kebanyakan, shadow diamond dilakukan dengan menggunakan mesin. Menurut Ali, penggunaan mesin bertujuan untuk menjaga konsistensi warna agar tidak berubah. Sedangkan dengan pengerjaan manual, rata-rata warnanya tidak sama.

“Jadi kalau kita pakai manual itu, warnanya kebanyakan untuk customer gagal. Kenapa gagal? Bisa masuk warnanya, bisa nge-block, karena jenis kulitnya tidak seimbang dengan lapisan kulit yang memakai krim-krim pemutih kulit. Kalau pakai alat manual, memudar tinta itu bisa sampai 50 persen,” ujar Ali melalui keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Shadow diamond juga menggunakan tinta yang berbeda dengan sulam alis lainnya. Teknik ini juga memiliki warna yang lebih terang dan memiliki bayangan sehingga seperti alis sungguhan.

“Metode ini akan booming di 2019, karena semua jenis kulit bisa masuk. Kalau manual, satu bulan aja orang udah bilang warnanya hilang, komplen warnanya berubah jadi biru. Karena teknik pengerjaan dan tekanannya itu beda dengan mesin,” jelas Ali.

Ali mengatakan menciptakan shadow diamond karena sering melihat banyak perempuan yang ingin terlihat cantik, tapi memiliki alis yang terlalu tebal lantaran kesalahan pemilihan sulam alis.
 
“Saya hanya ingin memberikan ilmu untuk pesulam, untuk customer tidak salah memilih. Kalau alis yang medok gitu gimana, kan kasihan mau cantik malah enggak bagus. Saya satu bulan itu bisa laser (menghilangkan sulam alis yang gagal) sampai 300 orang banyak yang gagal,” terang Ali.

Sementara itu, menurut Ali tahun 2018 banyak perempuan yang mencoba teknik nano circling dan nano shading. Demikianm seperti dikutip Antara. (mar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending