Connect with us

BEKASI

Polisi Gagalkan Aksi Perampasan HP Penumpang Angkot di Bekasi

Published

on

Dua orang yang berboncengan motor nekat menjambret ponsel penumpang angkutan kota. (Foto : Pixabay.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dua orang yang berboncengan motor nekat menjambret ponsel penumpang angkutan kota. Tindak kejahatan ini terjadi di Jalan Raya Cut Mutia Atas, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (12/10/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan pelaku berinisial GRS dan H. Sementara korban seorang wanita bernama Dina Mardiana (29).

“Awalnya, pelaku memepet kendaraan angkot yang ditumpangi korban. Saat itu korban memang mengakui sedang asik memainkan HP, tiba-tiba pelaku yang berboncengan motor itu merampas ponselnya,” ungkap Kompol Erna saat dikomfirmasi, Selasa (13/10/2020).



Erna menjelaskan, kedua pelaku mempunyai peran masing masing. GRS sebagai pengendara sepeda motor, sedangkan H berperan menjadi pemetik atau eksekutor.

“Sempat terjadi saling tarik menarik HP antara korban dan pelaku, ponsel kemudian jatuh ke aspal dan spontan korban berteriak minta pertolongan. Kondisi ini memaksa kedua pelaku untuk melarikan diri,” tuturnya.

Namun saat akan kabur, lanjut Erna, ada anggota reskrim Polsek Bekasi Timur sedang melintas di tempat kejadian (TKP) langsung mengejar para pelaku. Alhasil, keduanya pun ditangkap dan digiring ke Mapolsek.

“Kedua pelaku akhirnya ditangkap. Polisi mengamankan barang bukti satu buah HP merk Oppo dan satu unit sepeda motor Mio warna hitam milik mereka,” tukasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku penjambretan ini akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana atas tindakan pencurian dengan pemberatan. Adapun ancaman hukumannya berupa kurungan penjara paling lama 7 tahun. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BEKASI

Ini Mayat Siapa? Tanpa Identitas di Emperan Toko Bantargebang

Published

on

Penemuan jasad pria di emperan toko bangunan di Bantargebang. (Foto: Halodoc.com)

Indonesiaraya.co.id, Bekasi – Sesosok jasad pria ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang belum diketahui identitasnya ini tewas di emperan toko bangunan di Bantargebang, Kota Bekasi.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menyebut jasad korban pertama kali ditemukan oleh pegawai toko bangunan, pada Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 11 WIB.

“Polisi yang tiba di TKP tidak menemukan identitas korban. Dari penampilannya, anggotamenduga korban seorang tuna wisma,” ujar Kompol Erna dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).



Erna menjelaskan, polisi bersama petugas medis dengan pakaian APD mengevakuasi mayat tidak dikenal tersebut. Selanjutnya korban dibawa ke kamar mayat RSUD Bekasi.

“Anggota Polsek Bantargebang kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada di TKP,” tukasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEKASI

Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Cinta Segiempat, Hasilnya?

Published

on

Polres Metro Bekasi, menggelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan cinta segiempat. (Foto : pmjnews.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polsek Cikarang Selatan bersama Polres Metro Bekasi, menggelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan cinta segiempat yang menewaskan satu orang bernama, Sain Bakdu (SB) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi yang mewakili Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, mengatakan dalam rekonstruksi itu diperagakan langsung oleh para tersangka. Antara lain, Dariyah Yuningsih (DY), Natim Suhendar (NS), dan Dede Wijaya (DW).

“Semua tersangka juga kita hadirkan ya. Total untuk adegan sebanyak 16 terkait kasus tersebut,” ungkap Kompol Sukadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).



Dari hasil rekonstruksi yang digelar itu, polisi tidak menemukan adanya kejadian yang berbeda dalam BAP (berita acara pemeriksaan). Semua adegan sama dengan apa yang para tersangka tuang dalam BAP.

“Jadi yang merencanakan (pembunuhan) itu tetap si Natim (NS) sama si Dariyah (DY) yang ceweknya,” terang Sukadi.

Masih dari keterangan Sukadi, untuk pelaku Endang (E), yang masih jadi buron itu, memang menerima uang Rp 3,5 juta dari tersangka Dariyah untuk membantu membunuh korban. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BEKASI

38 Pelajar SMK Bina Karya Mandiri Melakukan Pembajakan Bus

Published

on

Pelajar SMK Bina Karya Mandiri malah melakukan pembajakan bus untuk tawura. (Foto : hot.grid.id)

Indonesiaraya.co.id, Bekasi – Sungguh miris bukannya serius menuntut ilmu, sebanyak 38 pelajar SMK Bina Karya Mandiri malah melakukan pembajakan bus untuk tawuran hingga diamankan aparat Polres Metro Bekasi Kota.

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijanarko, pembajakan bus dilakukan untuk tawuran dengan pelajar
SMK 1 Patriot, Medan Satria.

“Kami mengamankan senjata tajam berbagai jenis,” kata Wijanarko, Selasa (29/8/2020).



Dia menerangkan, peristiiwa bermula ketika para pelajar tersebut berkumpul didepan Unisma, mereka berkomunikasi melalui Instagram untuk janjian tawuran.

Setelah kumpul selanjutnya rombongan berjalan menuju fly over Kranji, dan menghentikan bus yang melintas.

“Tim Patriot 2 mengejar dan memberhentikan bus tepat di lampu merah depan Grand Mall,” jelasnya.

Dia mengatakan, ke 38 pelajar tersebut langsung digelandang ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Kami telah menetapkan 28 pelajar yang membawa senjata tajam sebagai tersangka. Mereka akan dikenakan UU darurat nomor 12 Tahun 51 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya. (ist)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017