Connect with us

JAKARTA

Polisi Gerebek Panti Pijat Plus-plus di Jakarta Utara, Apa yang Didapat?

Published

on

Polres Metro Jakarta Utara gerebek Panti pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. (Foto : Humas.polri.go.id)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Panti pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara digerebek jajaran Polres Metro Jakarta Utara karena beroperasi di masa pandemi Covid-19 dan PSBB di Jakarta. Dalam kasus ini terdapat tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam keterangan persnya di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (23/9/2020) Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Aries Andhi, SIK, M.Si mengatakan kasus ini bermula dari adanya indikasi sebuah panti pijat membuka layanannya bahkan menyediakan jasa pijat plus-plus. Sat Reskrim Polres Metro Jakut pun turun melakukan penyelidikan hingga pemantauan langsung ke lapangan.

“Dari pantauan anggota di lapangan, terlihat seolah-olah ruko dalam keadaan tertutup namun, adanya aktivitas keluar masuk ke ruko menjadi bukti awal kecurigaan anggota yang di lapangan,” kata AKBP Aries Andhi.



Petugas melakukan undercover dan memasuki ruko itu. Petugas menemukan bukti jika banyak pengunjung toko yang menikmati fasilitas di tempat pijat tersebut.

Polisi pun kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankan 21 orang mulai dari pihak ruko, terapis hingga para pengunjung pada Senin, (21/9/2020) kemarin. Namun, hanya ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan ditetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi Covid-19 ini.

Ketiga tersangka itu memiliki peran sebagai supervisor hingga kasir. Modus mereka mencari pelanggan dengan cara menghubungi langsung para pelanggannya menggunakan telepon genggam.

Modus operandi supervisor ini memiliki beberapa nomor telepon pelanggannya dan dengan cara menghubungi pelanggan ini mereka menyampaikan bahwa tempat itu masih beroperasi. Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu.

Tarif dari jasa di tempat pijat ini mulai dari Rp160 ribu per jam. Harga itu hanya sebatas untuk pijat saja.

“Apabila melakukan kegiatan lainnya sampai terjadi perbuatan cabul itu harus pelanggan membayar Rp300 ribu,” tutup Wakapolres Jakut.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP junto Pasal 506. Para tersangka terancam hukuman di atas satu tahun penjara. (pmj)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

42 Motor Milik Pedemo yang Ditinggal Saat Ricuh Masih di Polda

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @fiq0510)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebanyak 42 dari 69 unit sepeda motor milik pedemo yang dibawa polisi karena ditinggal saat kericuhan dalam demo UU Cipta Kerja masih berada di Polda Metro Jaya.

Sejumlah sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya itu dibawa dari sekitar lapangan Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) Monas.

“Belum semua. Sebagian masih ada di Polda Metro Jaya. Dari 69, sudah diambil 27, Sisa 42 motor,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P).



Ia menjelaskan, sebanyak 27 unit motor sudah diambil pemiliknya setelah dilakukan pemeriksaan terkait keterlibatannya pada kericuhan dalam aksi unjuk rasa.

Dirlantas Polda Metro Jaya mengimbau kepada pemilik motor yang tersisa untuk segera mengambil di Polda Metro Jaya.

“Untuk mengambil persyaratan hanya membawa STNK dan KTP,” tutupnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Berkas Lengkap, Polisi Serahkan John Kei ke Kejaksaan Tinggi

Published

on

Polda Metro Jaya Menyerahkan John Kei bersama tersangka lainnya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). (Foto: Pmjnews.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya telah merampungkan berkas pemeriksaan John Refra Kei alias John Kei untuk kasus penyerangan terhadap Nus Kei. Selanjutnya, John Kei bersama tersangka lainnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjutak mengatakan penyerahan John Kei beserta tersangka lainnya terkait di TKP pertama Kosambi, Jakarta Barat.

“Kami jelaskan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait 7 tersangka adalah domain fokusnya di tempat kejadian perkara pertama yaitu di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, yang mana saat itu satu korban inisial EW meninggal dunia,” kata AKBP Jean Calvijn di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).



“Sebanyak 7 tersangka ini yang diserahkan ke kejaksaan beserta barang bukti hari ini itu meliputi 5 eksekutor pembunuhan yang dilaksanakan di Kosambi dan 2 di diantaranya adalah mastermind yang merupakan pertama JK itu sendiri dan kedua tersangka DF,” sambungnya.

Jean Calvijn juga menyampaikan sebelum 7 tersangka yang diserahkan, pihaknya telah menyerahkan terlebih dahulu 29 orang tersangka dari kasus yang sama.

“Dari rangkaian ini Polda Metro Jaya awalnya telah menyerahkan tersangka dan barang bukti di awal secara keseluruhan ada 29 tersangka dan hari ini dilakukan tahap 2 sebanyak 7 tersangka dari total keseluruhan tersangka sebanyak 37. Masih ada satu tersangka FR yang dalam proses peneilitian jaksa,” pungkasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Kapolda Metro Jaya Tegaskan Tak Keluarkan Izin Ada Aksi Demonstrasi

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan surat terkait adanya rencana aksi demo pada Selasa (20/10/2020) besok. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Surat izin tak dikeluarkan mengingat situasi di tengah pandemi Covid-19 di Jakarta masih tinggi.

“Sampai saat ini situasi bahaya (Pandemi Covid-19). Makanya kita tidak menganjurkan adanya demo esok hari,” tegas Irjen Pol Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).

Meski tidak mengeluarkan surat untuk demo besok, pihak kepolisian juga akan siap mengawal adanya aksi unjuk rasa.



“Kami siapkan anggota untuk lakukan pengamanan dan juga pengawalan,” singkat Nana Sudjana.

“Penyampaian aspirasi tidak harus turun ke jalan, kalau harus (menyampaikan aspirasi) bisa bertemu dengan siapa, kita mediasi, cukup perwakilan saja. Ini situasi masih pandemi, kita jaga kesehatan bersama,” sambung Nana Sudjana.

Untuk diketahui, besok elemen buruh dan mahasiswa dikabarkan akan kembali melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi ini bertepatan dengan momen satu tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017