Connect with us

JAKARTA

Polisi Masih Dalami Kasus Penemuan Uang Asing Senilai Rp90 Miliar

Published

on

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Pol Argo Yuwono.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penemuan uang asing dalam koper senilai Rp90 miliar yang dibawa oleh enam orang melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4) lalu.

“Kami terus dalami ya, kami tanyakan pada yang bawa uangnya dari mana, kalau menukar di luar negeri buktinya apa. Saksi-saksi juga sedang kami cari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Enam pembawa uang asing tersebut adalah Yunanto, Edy Gunawan, Gofur, Giono, Kevin dan Yudi yang masing-masing pelaku membawa uang asing.

Disebutkan, pelaku Yunanto dan Edi Gunawan membawa uang asing senilai Rp42,050 miliar, Gofur (Singapura) Rp17,4 miliar, Giono (Hongkong) Rp12 miliar, Kemudian, Kevin dan Yudi (Bangkok) Rp18 miliar. Total nilai mata uang asing yang dibawa yaitu sekitar Rp90 miliar.

Dikabarkan, uang puluhan miliar itu dicurigai merupakan aliran dana asing yang masuk ke Indonesia. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki terkait peruntukan uang asing yang tersimpan di dalam koper yang disita di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut Argo, dari hasil pemeriksaan sementara para tersangka, mereka mengaku bekerja sebagai penukar uang. Uang senilai Rp 90 miliar itu terperinci dalam pecahan mata uang asing tertentu, yaitu, 10 juta Yen, 90 juta Won, 45 ribu Real, 100 ribu dolar Selandia Baru, dan 3.677.000 dolar Singapura.

“Hasil Interogasi sementara terhadap yang membawa uang tersebut, sampai saat ini belum ada membuktikan bahwa uang itu dari mana,” ujarnya.

Awal mula penangkapan para tersangka itu dari adanya informasi dari bea cukai bahwa ada koper yang dibawa oleh enam orang dari Singapura.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penggeledahan, barang bukti enam koper itu ternyata isinya uang asing dalam jumlah besar. Jika dihitung dalam nilai kurs rupiah, jumlahnya mencapai sekitar Rp90 miliar.

Saat ditanyakan apakah penggunaan uang asing oleh para tersangka yang kini ditahan di Rutan Polda Metro tersebut, nantinya digunakan sebagai dana kampanye terkait dengan Pemilu atau Pilpres 2019, Argo masih meragukannya.

“Belum ada ditemukan itu, baik terkait Pilpres atau proses pemilu lainnya,” ucap Argo menambahkan. Seperti dikutip Antara . (ric)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

Jadi Kepercayaan Sejak Era Jokowi, Masa Jabatan Sekda DKI Diperpanjang

Published

on

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah diperpanjang masa jabatannya. Sejak menjabat pada masa Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), lalu jasanya juga dipakai pada masa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Masa jabatan Saefullah seharusnya sudah habis pada 17 Juli 2019 kemarin.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir surat perpanjangan masa jabatan Saefullah sudah diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Saefullah diperpanjang masa jabatnya hingga lima tahun ke depan.

“Masa jabatan pak Sekda itu sudah lima tahun, namun diperpanjang kembali. Dalam surat perpanjangan sudah turun dari Kemendagri,” ujar Chaidir saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Perpanjangan tersebut diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Nantinya Saefullah memiliki kesempatan untuk kembali menjabat pada masa gubernur periode selanjutnya.

“Pak gubernur ajukan. Paling lama lima tahun. Enggak bunyi paling lama. Tapi masih bisa digunakan kembali dalam periode ke depan,” katanya.

Namun selama masa perpanjangan, Saefullah bisa saja diganti oleh Anies jika memiliki pertimbangan lain. Chaidir mengatakan, alasan Anies mengajukan karena kinerjanya yang dinilai baik.

“Kinerja. Pak Sekda kan masih bagus kinerjanya. Kompetensi masih bagus,” ucap Chaidir. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Rampimgab Batal untuk Ketiga Kalinya, Pemilihan Wagub DKI Terancam Molor

Published

on

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Rapat Pimpinan Gabungan DPRD DKI terkait pemilihan Wakil Gubernur DKI sudah tiga kali gagal dilaksanakan.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohammad Taufik menilai tak kunjung dilaksanakannya Rapimgab tersebut akan berimbas pada jadwal pemilihan suara atau sidang paripurna Wagub DKI.

Pasalnya, DPRD DKI telah menjadwalkan sidang paripurna penetapan tata tertib pemilihan Wagub DKI pada 22 Juli mendatang.

“[Sidang paripurna Wagub DKI] Kemungkinan besar mundur,” kata Taufik ketika dikonfirmasi, Rabu (17/7/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, Panitia Khusus (Pansus) saat ini sudah menyusun tata-tertib pemilihan Wagub DKI. Namun, aturan tersebut harus disahkan dan mendapat persetujuan pimpinan fraksi dan dewan melalui proses Rapimgab.

Namun, hal tersebut nampaknya masih jauh dari target. Pansus sudah menjadwalkan Rapimgab sebanyak tiga kali. Pertama, rapat seharusnya dilaksanakan pada Rabu (10/7/2019). Karena tak ada pimpinan yang hadir, pansus menjadwalkan ulang pada Senin (15/7/2019). Terakhir, rapat kembali batal dilaksanakan pada Selasa (16/7/2019).

Taufik menyalahkan Sekretaris Dewan DKI Jakarta Yuliadi karena tak mampu mengatur jadwal yang sinkron antara pimpinan dewan dan ketua fraksi.

“Memang tergantung kepada kesiapan Sekwan untuk melaksanakan Rapimgab. Sekwan yang menentukan ini jadi atau enggak. Seluruh kegiataan kita yang melaksanakan, kalau rapat siapa yang mengabarkan?” imbuhnya.

Saat ini, DPRD DKI masih menyelesaikan tata tertib untuk rapat paripurna pemilihan Wagub 22 Juli 2019 mendatang. Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu merupakan dua kader PKS yang diusulkan untuk dipilih anggota dewan untuk menjadi cawagub DKI. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Ini Respons Netizen soal Pertemuan Jokowi-Prabowo

Published

on

Presiden Terpilih Joko Widodo saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan rivalnya dalam Pilres 2019 Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Senayan, pada Sabtu (13/7/2019), memunculkan keterkejutan bagi netizen.

Indonesia Indicator (I2) melalui kajian analisis media sosial mencatat, sejak pukul 11.30 hingga 17.35 WIB, terdapat sebanyak 56 ribu percakapan yang ditujukan pada Jokowi. Sementara, percakapan yang menyebut nama Prabowo mencapai 101.027.

“Sebanyak 79 persen netizen yang merespons pertemuan bersejarah kedua tokoh itu adalah kaum milenial,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang, di Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Menurut Rustika, pada percakapan di Twitter yang menyebut nama Prabowo, netizen terlihat ada kesan kecewa, kaget, dan sedih saat pertemuan tersebut terjadi. Secara garis besar, emosi yang ditujukan kepada Prabowo lebih bervariasi.

“Hal itu diakibatkan karena percakapan soal rekonsiliasi masih menjadi isu di kalangan pendukung Prabowo di linimasa,” tuturnya.

Rustika mengungkapkan, saat pertemuan itu terjadi perbedaan pendapat antara netizen yang sepakat rekonsiliasi dan tidak setuju terlihat begitu kontras.

Percakapan tentang Jokowi dan Prabowo pascapilpres hampir tiap hari bergaung di linimasa Twitter. Setiap hari, selalu saja ada “trending topic” yang senantiasa dimunculkan oleh para netizen tentang harapan mereka terhadap capres dan cawapresnya.

“Salah satu isu besar yang dimunculkan dan menjadi perdebatan adalah isu rekonsiliasi. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju,” ucap Rustika.

Menurut dia, sepanjang Sabtu (13/7/2019), Prabowo menjadi sentral percakapan netizen.

Sementara itu, pada percakapan yang dominan menyebut nama Jokowi, pada awalnya terlihat bahwa emosi “trust”, dukungan, kesepakatan pada keputusan Jokowi merupakan emosi terbesar.

Selain itu, emosi “joy” yang mengutarakan kesenangan dan emosi “anticipation” yang berisi harapan terhadap pertemuan itu juga diungkapkan oleh netizen melalui cuitannya.

“Pernyataan Jokowi soal ‘cebong’ dan ‘kampret’ paling banyak dikutip oleh netizen, dan lagi, direspons dengan berbagai emosi,” ujar Rustika, seperti dikutip Antara. (sya)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending