Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga Pengecer Togel

- 17 April 2018 | 10:32

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Direktorat Reserse Kriminal Umum Sub Bagian III Kejahatan dan Kekerasan Polda Nusa Tenggara Timur menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial LLS (33) yang bertugas sebagai pengecer judi kupon putih atau toto gelap di Atambua, Kabupaten Belu.

“Penggerebekan LLS dilakukan di rumah yang bersangkutan saat kami mendapatkan laporan dari masyarakat,” kata Kepala Sub Direktorat III Kejahatan dan Kekerasan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) AKBP Joshua Tampubolon kepada wartawan di Kupang, Senin (16/4/2018).

Joshua menjelaskan bahwa penangkapan itu dilakukan sebelum adanya kunjungan kerja Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman ke kawasan perbatasan itu pada akhir Maret lalu.

Karena sebelumnya warga dan kepala desa setempat meminta kepada Kapolda untuk memberantas judi kupon putih atau too gelap (togel) di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste itu karena memang sudah sangat meresahkan warga di daerah itu.

“Warga di Atambua, meminta agar bapak Kapolda memberantas kasus perjudian di daerah itu. Sehingga saat sebelum pak Kapolda ke wilayah perbatasan itu, kami langsung menangkap yang bersangkutan yang memang sudah dilaporkan oleh warga,” tuturnya.

Saat dilakukan pengerebekan, pihak kepolisian juga menangkap 9 pelaku judi kupon putih lainnya yang memang sedang bertransaksi di kediaman dari LLS.

“Anggota kami menyamar sebagai pembeli saat kejadian itu, sehingga proses penangkapan berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan LLS dan 9 pelaku lainnya, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai senilai Rp2.466.000, satu unit handphone yang digunakan untuk transaksi, satu lembar kertas berisi ramalan shio dan angka, serta sejumlah amgka kupon putih.

Joshua menambahkan dari hasil pemeriksaan sementara kepada LLS, diketahui bahwa hasil pembelian kupon putih itu di beli disotor kepada seorang bandar berinisial RT dan F.

Namun sayang, saat hendak ditangkap RT dan F sudah melarikan diri, bahkan nomor handphone yang sering digunakan untuk berkomunikasipun susah dihubungi.

LLS sudah ditahan, sementara 9 pelaku lainnya karena hanya sebagai pembeli sudah diperiksa dan hanya diberlakukan wajib lapor.

LLS kemudian dikenakan pasal 303 ayat (1) ke-1e dan ke-2e dan atau 303 Bis ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp25 juta dan atau hukuman 4 tahun penjara atau pidana paling banyak Rp10 juta.

Sementara itu LLS yang juga suaminya adalah seorang PNS di kabupaten Belu, mengaku bahwa dalam sehari dari hasil judi kupon putih itu mampu menghasilkan Rp250 ribu.

“Dalam sehari saya bisa dapat untung Rp250 ribu dan hal ini saya lakukan, karena masalah ekonomi,” tuturnya, seperti dikutip Antara. (kkh)

Topik

Rekomendasi

Tag Populer

Terpopuler

Kabar Prabowo