Connect with us

JAKARTA

Polisi Tembak Lima Anggota Geng Motor Jakarta

Published

on

Anggota geng motor diamankan Polres Metro Jakarta Barat lantaran terlibat dalam kasus penganiayaan yang menewaskan korbannya di Jakarta Barat.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Para petugas Polres Metro Jakarta Barat mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki lima anggota geng motor lantaran melawab petugas saat hendak diamankan.

Kelima orang ini adalah bagian dari total 14 orang yang dibekuk tim pimpinan Kanit Krimum Iptu Dimitri Mahendra karena terlibat kasus penusukan hingga tewas Muhammad Anjay (23) dan penyerangan dengan senjata tajam terhadap dua rekan Anjay.

“Lima orang terpaksa dilakukan tindakan tegas karena pada saat ditangkap yang bersangkutan membawa sajam (senjata tajam) dan berusaha melawan petugas saat ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu di Jakarta, Rabu (28/8/2019).



Enam dari 14 pelaku masih di bawah umur, sedangkan tujuh pelaku lainnya masih diburu polisi.

Keempat belas pelaku yang ditangkap adalah MM (18), RS (21), FH (20), RH (22), SAA (19), APP (15), MIK (16), BDO (18), RR (16), AG (15), DM (15), RZZ (18), SP (20), TA (16).

Edi menjelaskan korban juga anggota geng motor dan saat itu korban bersama rekannya sedang berputar-putar mengendarai sepeda motor.

Korban kemudian berpapasan dengan kelompok pelaku terdiri dari 21 orang yang berboncengan sepeda motor dan membawa senjata tajam. Para pelaku kemudian turun dan langsung menyerang korban mengeluarkan ancaman yang menyebut nama geng motor mereka.

Baca juga: Polisi tangkap 14 anggota geng motor, enam masih di bawah umur

“Korban (Anjay) bersama dua rekannya langsung ditikam oleh para pelaku. Korban sempat dilarikan ke Klinik 24 jam hingga kemudian dirujuk ke RS Pelni, setelah ditangani medis korban meninggal dunia. Sedangkan dua rekan korban lainnya yang terluka dirujuk ke RS Tarakan,” kata AKBP Edi.

Menurut Edi, berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengakui bahwa kelompoknya memang berniat tawuran dan mencari lawan lewat sosial media dan live streaming sosial media.

Para pelaku adalah gabungan lima geng motor yang tergabung dalam kelompok geng motor Jakarta Tangerang All Star.

Dari para tersangka, polisi juga menyita barang bukti dua buah golok gergaji, satu buah celurit gagang kayu, satu bilah celurit tanpa gagang, samurai gagang besi, stik golf, satu unit handphone, sepasang pakaian korban, dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih tanpa nomor polisi.

Petugas masih menyelidiki motif anggota geng motor ini, selain terus memburu tujuh pelaku lainnya.

“Kita tekankan sekali lagi tidak ada ruang gerak terhadap pelaku kejahatan di Jakarta Barat. Kepada pelaku yang melarikan diri agar segera menyerahkan diri, apabila tidak diindahkan kita akan beri tindakan tegas dan terukur,” tegas Edi.

Para pelaku kini diharus mendekam di balik jeruji besi dan dijerat dengan Pasal 170 Ayat (2) dan atau Pasal 358 ayat (2) KUHP. Demikian, seperti dikutip Antara. (fsr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

Ombudsman RI Berikan Penghargaan Kepada Bripka Sigit Sebagai Pelayan Publik Teladan

Published

on

Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Prof. Amzulian Rifai.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Ombudsman RepublikIndonesia, Prof. Amzulian Rifai menyampaikan penghargaan kepada Anggota Polisi Lalu Lintas Polres Jakarta Barat, Bripka Sigit Prabowo sebagai Pelayan Publik Teladan, dalam acara Apel Rutin Kesiapan, Senin (17/2/2020) di Halaman Kantor Ombudsman RI, Jalan HR Rasuna Said Jakarta.

Ombudsman RI mengapresiasi aksi heroik, Bripka Sigit Prabowo yang menolong seorang penumpang TransJakarta yang terkena serangan jantung, pada Jumat (14/2/2020) pagi. Bripka Sigit Prabowo menggendong penumpang tersebut dari Halte Harapan Kita ke Rumah Sakit Harapan Kita, sehingga pasien dapat segera mendapatkan pertolongan dan ditangani oleh tim medis.

Ketua Ombudsman RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas apa yang dilakukan Bripka Sigit. “Saya yakin Pak Sigit melakukannya tanpa pamrih, beliau menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Tindakan tersebut diapresiasi oleh Ombudsman dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pelayan publik yang lain,” ujarnya.



Amzulian berpesan kepada seluruh aparat pelayan publik untuk meningkatkan mutu pelayanan dan tidak mempersulit pengguna layanan. “Kalau publik mengurus KTP dan SIM misalnya, berikan itu sesuai haknya. Jangan dipersulit, jangan dibikinmacem-macem. Memang terkesan sederhana namun itulah yang diharapkan masyarakat,” tegasnya.

Amzulian juga berharap ketulusan yang dilakukan Bripka Sigit dapat menjadi inspirasi bagi siapapun dalam menjalankan tugasnya dan tetap bersemangat apapun tantangannya.

Sementara itu, Bripka Sigit Prabowo menyatakan dirinya hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya. “Saya tidak pernah mengharapkan penghargaan, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai pengayom masyarakat,” ujarnya.

Bripka Sigit menjelaskan kronologis saat dirinya menolong seorang penumpang TransJakarta yang mengalami serangan jantung. “Jumat (14/2/2020) pagi saat saya sedang bertugas, masyarakat meminta pertolongan karena ada seorang penumpang TransJakarta yang terkena serangan jantung. Saya reflek saja meminta agar penumpang tersebut dinaikkan ke punggung saya lalu saya gendong sampai Rumah Sakit Harapan Kita,” terangnya.

Bripka Sigit menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Ombudsman RI. “Terima kasih kepada Pimpinan Ombudsman, semoga ke depan saya bisa lebih baik lagi dalam melindungi dan mengayomi masyarakat,” tutupnya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Tak Kunjung Diangkat dengan Perjanjian Kerja, Guru Honorer Ancam Gelar Demo

Published

on

Semua kebijakan pemerintah berdasarkan aturan. Pada intinya kebijakan soal absensi guru tersebut bukanlah sebuah ancaman.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Federasi Guru dan Tenaga Honorer Swasta Indonesia (FGTHSI) mengancam akan menggelar aksi demo di Jakarta bila pemerintah tak kunjung menerbitkan surat keputusan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal itu disampaikan Pembina FGTHSI Didi Suprijadi, bahwa karena alasan pemerintah tak memiliki dana yang cukup untuk mengangkat para guru honorer ini, maka banyak kawan-kawannya, guru honorer yang belum mendapat status SK pengangkatan P3K padahal mereka sudah lama bekerja.

“Ini urusan P3K. Di daerah mengatakan kenapa tidak di SK-SK-kan, sudah 1 tahun. Menurut berita, nggak ada dananya, kan berarti di Kemenkeu,”



“Teman-teman honorer ancam, kalau tidak diselesaikan P3K, tunggu 20 Februari. Kami akan aksi. Kalau selesai ya tidak jadi,” kata Didi, dalam diskusi Polemik ‘Skema Dana BOS, Kenapa Diubah?’ di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (15/2/2020).

Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana, menanggapi ancaman Didi dengan mengingatkan bahwa untuk menyelesaikan masalah dalam dunia Pendidikan, tidak perlu melakukan pengancaman.

“Pendidikan pakai ancam-ancam tidak akan selesai,” kata Erlangga.

Erlangga mengingatkan bahwa semua kebijakan pemerintah berdasarkan aturan. Pada intinya kebijakan soal absensi guru tersebut bukanlah sebuah ancaman.

“Bukan ancaman. Tapi regulasi karena kami kan harus diatur. Pada dasarnya, kalau kedisiplinan harus ada aturan. Diberikan pada guru dengan berbagai macam dalam rangka bisa perhatian mengelola pendidikan secara lebih baik,” kata Erlangga.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan episode ketiga dari kebijakan ‘Merdeka Belajar’. Dimana Nadiem mengijinkan 50 persen anggaran dari dana BOS dapat digunakan untuk membiayai guru honorer dengan memenuhi syarat, yakni guru yang dapat menerima honor dari BOS tidak boleh guru yang baru direkrut dan guru yang memiliki Nomor Unit Pendidikan Terakhir Kependidikan (NUPTK).

Menurut Didi, saat ini guru yang memiliki NUPTK hanya di beberapa daeraah yakni hanya Sidoarjo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Subang karena kabupatennya care. Jadi yang lain tidak. Jadi kemungkinan tenaga honorer yang sudah bertahun-tahun yang tidak punya NUPTK gigit jari. (jer)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Dinkes Ungkap 52 Orang di Jakarta Diobservasi Terkait Corona

Published

on

DKI telah membentuk 50 tim penyuluhan lintas dinas dan isntansi. Mereka memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di pemukiman, perkantoran, dan lain-lain.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan sempat melakukan observasi kepada 52 orang di Jakarta karena suspek corona atau Covid-19 beberapa hari lalu.

Setelah observasi, 52 orang suspek ini dinyatakan negatif corona. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia setelah observasi selesai.

“Sejak tanggal 12 Februari 2020 kami melakukan pengamatan pada 52 orang yang berisiko (suspek) di DKI Jakarta dan sejauh ini tidak ada yang terkonfirmasi positif menderita COVID-19,” kata Dwi, Sabtu (15/2/2020).



Namun dia menjelaskan observasi itu berupa pemeriksaan setiap hari terhadap warga dengan tatap muka.

Dwi menjelaskan puluhan orang ini terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI). Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut asal negara dan jumlah WNA yang sempat diperiksa tersebut.

“Ada dari dalam dan luar negeri. Keduanya kan dari negara mana pun tetap kita layani pemeriksaan,” jelas dia.

Selain 52 orang tersebut, selama dua minggu. Dwi memastikan DKI akan mendampingi warganya terkhusus menginformasikan soal kebutuhan kesehatan.

“One by one itu ya kita tetap dampingi mereka misalnya mereka butuh informasi kesehatan apa nanti kita yang arahkan demikian,” jelas dia.

Sebagai bentuk kewaspadaan dini, Dwi mengungkapkan DKI telah membentuk 50 tim penyuluhan lintas dinas dan isntansi. Mereka memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di pemukiman, perkantoran, dan lain-lain.

“Tercatat telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kewaspadaan COVID-19 pada 11.063 peserta di 303 lokasi, terdiri atas 165 pemukiman (apartemen, rusun, perumahan, hotel), 69 fasilitas kesehatan, 33 fasilitas Pendidikan, 24 tempat hiburan, dan 12 perkantoran di DKI Jakarta,” tegas dia.

Terakhir, Dwi menuturkan DKI membuka layanan kontak bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan ataupun informasi di nomor 0813-8837-6955. Ia mengingatkan bagi setiap masyarakat untuk menerapkan hidup Perilaku HIdup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Bagi masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit agar segera berobat ke Puskesmas atau RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan,” tutup dia. (cnn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending