Connect with us

ACEH

Polresta Banda Aceh Musnahkan 1,1 Ton Ganja

Published

on

Pemusnahan berlangsung di halaman Mapolresta Banda Aceh di Banda Aceh, Kamis.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memusnahkan barang bukti narkoba jenis ganja dengan berat 1,1 ton lebih serta lebih dari setengah kilogram sabu-sabu hasil penindakan sejak tiga bulan terakhir.

Pemusnahan berlangsung di halaman Mapolresta Banda Aceh di Banda Aceh, Kamis. Pemusnahan ganja dilakukan dengan cara dibakar dan sabu-sabu dimusnahkan dengan blender dicampur cairan alkohol.

“Narkoba yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan personel sejak tiga bulan terakhir di wilayah hukum jajaran Polresta Banda Aceh,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto.

Perwira menengah Polri tersebut mengatakan, ganja yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil tangkapan personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh di kawasan Peukan Bada, Aceh Besar.

Dari penangkapan tersebut, polisi menangkap tiga tersangka, pemilik, pekerja dan seorang sopir. Selain ganja, polisi juga mengamankan truk yang memuat barang terlarang tersebut. Ganja tersebut hendak dikirim ke luar Aceh.

Sedangkan barang bukti sabu-sabu, sebut Kapolresta, dengan tiga tersangka. Seorang tersangka ditangkap di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

“Sedangkan dua tersangka lainnya ditangkap hasil pengembangan perkara. Dua tersangka tersebut ditangkap di Lhokseumawe beberapa waktu lalu,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati dan di atas 20 tahun penjara.

Selain penindakan, Polresta Banda Aceh juga melakukan penyuluhan guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat. Penyuluhan tersebut bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kepolisian juga bekerja sama dengan jasa pengiriman, seperti kantor pos dan lainnya untuk mencegah barang terlarang tersebut dikirim ke luar Aceh,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto, seperti dikutip Antara. (hsa)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

ACEH

Dua Napi Rutan Kelas II B Takengon Aceh Dapat Remisi Bebas

Published

on

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyerahkan SK remisi kepada Napi Rutan Kelas II Jantho dalam rangka peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, di Takengon, Sabtu (17/8/2019).

Indonesiaraya.co.id, Aceh Besar – Dua narapidana Rutan Kelas II B Takengon di Aceh Tengah, Provinsi Aceh mendapatkan remisi bebas pada HUT Ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019).

Penyerahan surat remisi untuk dua napi yang dinyatakan bebas pada HUT Kemerdekaan RI itu masing-masing Daud dan Tumirin, diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, di Takengon.

“Kami berharap dengan pemberian remisi ini, seluruh warga di Rutan agar selalu patuh dan taat kepada hukum, sebagai bentuk tanggung jawab diri baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada sesama manusia,” kata Shabela Abubakar.

Shabela berpesan kepada para napi yang menerima remisi, agar meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah kembali ke tengah-tengah keluarga.

“Jadilah insan yang taat hukum, berakhlak dan berbudi luhur dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” katanya pula.

Menkumham dalam pidato tertulis yang dibacakan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan kondisi rutan saat ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Kepala Rutan Kelas II B Takengon Sugiyanto dalam laporannya mengatakan saat ini jumlah tahanan 401 orang.

“Jumlah penghuni rutan saat ini diisi 401 orang, sedangkan jumlah petugas 46 orang, dan ini tidak sebanding,” katanya lagi.

Ia mengatakan dengan segala kendala yang ada, para napi di lapas ini terus dibekali dengan kerajinan tangan mandiri dan kerajinan kepribadian.

“Kerajinan tangan mandiri itu sejenis menempa atau membuat kerajinan tangan, sedangkan kerajinan kepribadian itu berbentuk keagamaan seperti mengaji dan pengajian,” katanya pula.

Acara tersebut turut dihadiri forkopimda setempat dan Ketua PKK Aceh Tengah Puan Ratna.

Sebelumnya, Bupati Shabela menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di Lapangan Setdakab Aceh Tengah. Demikian, seperti dikutip Antara. (bds)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

Wali Nanggroe Harapkan Perdamaian Aceh Terus Berlanjut

Published

on

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud.

Indonesiaraya.co.id, Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud mengharapkan perdamaian Aceh yang ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki 14 tahun silam akan terus berlanjut.

“Dengan perdamaian ini, Aceh bisa membangun. Tentunya, pembangunan tersebut dilakukan menyeluruh untuk kemakmuran masyarakat Aceh,” kata Malik Mahmud di Banda Aceh, Kamis (15/8/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) usai menghadiri peringatan 14 tahun nota kesepahaman RI-GAM yang dikenal MoU Helsinki.

MoU Helsinki ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Malik Mahmud termasuk tokoh yang menandatangani nota kesepakan damai tersebut bersama Hamid Awaluddin yang saat itu mewakili Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan perdamaian, kata dia, Pemerintah Aceh bersama masyarakat bisa melaksanakan pembangunan. Dengan pembangunan, Aceh bisa mengejar ketertinggalan akibat konflik sekitar 30 tahun lamanya.

Menyangkut butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasi, Malik Mahmud menyebutkan akan dibicarakan dengan pemerintah pusat, sehingga nantinya tidak ada lagi persoalan terhadap perdamaian Aceh.

“Butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasi akan kami bicarakan dengan pusat. Dan pemerintah pusat sudah setuju,” ungkap Malik Mahmud.

Senada juga diungkapkan mantan Wakil Panglima GAM Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak. Ia juga mengharapkan butir-butir MoU Helsinki direalisasikan seluruhnya.

“Kami harapkan kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh dapat merealisasikan butir-butir MoU Helsinki,” ungkap Abu Razak yang kini juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Aceh.

Di antara butir-butir MoU Helsinki, kata dia, tanah untuk mantan kombatan GAM seluar dua hektare. Tanah tersebut bari dibagikan sekarang setelah 14 tahun perdamaian Aceh berlangsung.

“Memang belum semua mantan GAM yang menerima tanah tersebut. Bagi yang belum menerimanya, kami harapan untuk bersabar,” kata Kamaruddin Abubakar, seperti dikutip Antara. (har)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

ACEH

H. Tun Azhari Salah Satu Tokoh Dibalik Lahirnya Pemerintahan Kota Lhokseumawe

Published

on

Kota Lhokseumawe, adalah sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini berada persis di tengah-tengah jalur timur Sumatera.

Indonesiaraya.co.id, Lhokseumawe – Kota Petro dolar julukannya semenjak masih aktif memproduksi Gas Alam oleh PT. Arun NGL.Co telah disahkan menjadi salah satu Daerah Otonom Baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 Tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe. Dalam perjalanannya sudah terjadi pergantian Walikota sebanyak 3 kali pemilihan langsung dan dua orang Plt.Walikota semenjak tahun 2001 sampai saat ini tahun 2019.

Periode pemilihan walikota langsung yang ke tiga ini baru berjalan lebih kurang 22 bulan, denyut pilkadanya sudah mulai terasa di berbagai kalangan. Tepatnya periode sekarang baru dimulai pada tanggal 15 Februari 2017 yang lalu, masih tersisa 38 bulang lagi masa kepemerintahan periode 2017 s/d 2022, tetapi disetiap pojok Kota Lhokseumawe telah menjadi pembincangan yang hangat dikalangan masyarakat apa lagi para politisi dan aktifis serta mahasiswa. Ada fenomena apa gerangan terhadap pilkada di Kota Lhokseumawe yang telah menjadi perbincangan tentang siapa saja kandidat pengganti walikota sekarang yang tidak dapat mencalonkan diri lagi disebabkan telah menjabat dua periode.

H. Tun Azhari tercatat sebagai alumni Universitas Syiah Kula dan juga telah menyelesaikan program megisternya di Jakarta. Semenjak Lahirnya Kota Lhokseumawe telah menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Lhokseumawe pada Periode 2002 – 2004 dan pada periode selanjutnya 2004 – 2009 beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe untuk kedua kalinya. Sebagai politisi senior di Kota Lhokseumawe, banyak tokoh-tokoh politik dan masyarakat menginginkan H.Tun Azhari maju sebagai salah satu kandidat Calon Walikota Lhokseumawe periode 2022 – 2027 yang akan datang. Hasil pengamatan kami dilapangan H.Tun Azhari banyak di dukung oleh kaum ibu/Mmak-mmak dan kaula muda juga tidak ketinggalan dimana beliau mudah bergaul dengan segala lapisan masyarakat.

Ada beberapa tokoh politi yang telah dibicarakan oleh masyarakat untuk maju sebagai Calon Walikota Lhokseumawe periode ini diantaranya: Dicky Saputra dari PKS, Ismuha Ismail dari Gerindra, Mukhtar Hanafiah dari KPA, M.Yasir Umar dari Partai Aceh, Suryadi dari PAN, T.Sofyanus dari Demokrat, Yusuf Muhammad yang diusung oleh PA pada periode sekarang, sedangkan H. Tun Azhari menurut berita yang kami peroleh akan mempergunakan kenderaan politik lewat jalur Independen sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2006 Pemerintah Aceh.

Politis senior ini telah harang melintang di jagat perpolitikan daerah maupun Nasional, pada tahun 2009 – 2014 beliau di percayakan sebagai Tenaga Ahli Fraksi DPR RI di Senanyan Jakarta. Berhubung di Fraksi PAN DPR Aceh periode 2014 – 2019 ini tidak ada Tenaga Ahlinya, maka H.Tun Azhari diminta untuk membantu Fraksi PAN DPR Aceh sampai saat ini masih menjabat amanah tersebut.

Diantara calon-calon Walikota tersebut diatas H.Tun Azhari yang paling senior diantara mereka yang pernah menoreh pemikirannya untuk pembangunan, kemakmuran masyarakat dan Pemerintahan Kota Lhokseumawe.

Sementara ini menrut saya yang perlu diketahui bahwa H.Tun Azhari Balon Walikota Lhokseumawe 2019 ini tercatat sebagai politisi senior PAN sebagai putra daerah asli Kota Lhokseumawe banyak pendukungnya di Kota Lhokseumawe yang terdiri dari 68 Gampong yang terbagi dalam 4 Kecamatan, selai itu sifat pribadi H.Tun Azhari sangat santun, mudah berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat serta dikenal kiprahnya selama ini banyak memberi pemikiran-pemikiran yang membangun Kota Lhokseumawe dimasa konflik dan damai sekarang ini.

Inilah hasil pengamatan maupun survei saya yang membuat Bakal Calon Walikota Lhokseumawe dari Independen dan juga tidak menutup kemungkinan H.Tun Azhari akan dipingang oleh Partai-Partai Politik Kota Lhokseumawe karena masa periode ini yang masih lama untuk menuju pilkada 2022 yang akan datang, sehingga banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam kurun waktu tersebut, disebabkan politik di Kota Lhokseumawe sangat dinamis. (tun)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending