Connect with us

BOGOR

Polsek Telusuri Dugaan Penganiayaan Ustad yang Meninggal Dunia

Published

on

Hasil kroscek Kapolsek Babakan Madang Polres Bogor Polda Jabar Kompol Silfia Sukma Rosa SH S.I.K yang dilakukan bersama dengan Kasat Intel dengan disaksikan keluarga, istri, RT, RW dan warga setempat, bahwa kematian K.H Abdul Kohar bukan dikarenakan tindak pidana penganiayaan (pengeroyokan).(Foto: Humas Polres Bogor)

Indonesiaraya.co.id, Babakan Madang – Tersiar berita pada media sosial terkait meninggalnya seorang tokoh pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan penganiayaan.

Kapolsek Babakan Madang Polres Bogor Polda Jabar Kompol Silfia Sukma Rosa SH S.I.K melakukan penelusuran Rabu (16/09/2020).

Seorang Tokoh Pimpinan Pondok Pesantren Rodotul Barokah di Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang dikabarkan meninggal dunia karena dugaan penganiayaan yang dialaminya.



Enggan berlama-lama mendengar kabar tersebut, Kapolsek babakan madang lakukan penelusuran sebab meninggalnya tokoh Pimpinan Pondok Pesantren tersebut.

“Ada kabar meninggal dunia seorang Pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan tindak pidana penganiayaan, kami langsung bergegas mengecek kebenaran informasi tersebut,” kata Silfia Sukma.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement

BOGOR

Positif Narkoba, 12 Alumni Pelajar SMK yang Terjaring Operasi Yustisi

Published

on

Polres Bogor masih mengembangkan penyelidikan kasus ini terkait bandar atau pengedar yang memasok para remaja tersebut. (Foto: pixabay.com)

Indonesiaraya.co.id, Cibinong – Kegiatan Operasi Yustisi yang dilakukan bersama Polsek Ciampea dan Satgas Covid-19 membuahkan hasil.

Pasalnya 12 alumni pelajar SMK yang terjaring dalam Operasi Yustisi yang dilaksanakan pada Jumat malam (02/10/2020) dinyatakan Positif Narkoba.

“Hasil pemeriksaan yang telah kami lalukan bahwa dari 33 alumni remaja SMK yang diamankan dalam Operasi Yustisi di Ciampea, 12 diantaranya positif Narkoba. Dan 21 remaja dengan hasil yang Negatif,” kata Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Eka Candra Mulyana S.H. S.I.K.



BACA : PESTA MIRAS DAN NARKOBA, 33 ALUMNI SMK BOGOR DIGEREBEK POLISI

“Kami masih mengembangkan penyelidikan kasus ini terkait bandar atau pengedar yang memasok para remaja tersebut,” tambahnya.

Sedangkan untuk yang 12 remaja tersebut diakukan rehabilitasi di BNN Lido, dan yang 21 Remaja dikembalikan kepada orangtuanya untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan. (bud)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Buruh Bogor Raya Tegaskan Tolak Omnibus Law di Kawasan Industri

Published

on

Aksi dilakukan mulai dari setiap perusahaan dan bergerak ke kawasan kawasan industri, aksi juga akan dilakukan esok hari dan seterursnya hingga DPR RI membatalkan dan mencabut UU Cipta Kerja Omnibus Law. (Foto: Istimewa).

Indonesiaraya.co.id, Cibinong – Berbagai elemen buruh di Bogor Raya pada Selasa (6/10/2020) turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa memperotes Undang -undang Cipta Kerja Omnibus Law yang sudah disahkan DPR Senin (5/10/2020)

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bogor Raya, Komarudin menyampaikan bahwa aksi hari ini diikuti 10 ribuan buruh dari berbagai perusahaan yang berada di Bogor Raya.

“Para buruh melakukan aksi di setiap kawasan industri mulai dari kawasan Cileungsi, Kelapa Nunggal, Wanaherang Gunung Putri, Citereup, Cibinong dan Ciawi,” katanya.



“Kami melakukan aksi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta agar DPR RI membatalkan UU tersebut, aksi hari ini dilakukan dengan tertib dan damai, sesuai Instruksi Organisasi.” terang Komarudin.

Komarudin menjelaskan, aksi dilakukan mulai dari setiap perusahaan dan bergerak ke kawasan kawasan industri, aksi juga akan dilakukan esok hari dan seterursnya hingga DPR RI membatalkan dan mencabut UU Cipta Kerja Omnibus Law.

Hingga berita ini diturunkan para buruh masih terlihat melakukan aksi diarea Perusahaan dan melakukan konvoi iring iringan masa aksi, sambil membawa spanduk Penolakan UU Omnibus Law Citpa Kerja dan diiringi orasi orasi dari mobil komando. Demikian, seperti dikutip Hallobogor.com (*/her)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BOGOR

Polisi Fokus Buru Napi Narkoba Asal China ke Hutan Tenjo Bogor

Published

on

Narapidana kasus narkoba Cai Changpan (53) dari Lapas kelas 1 Tangerang. (Foto : Pixabay.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pihak kepolisian dan Tim khusus dari lapas masih melakukan pengejaran terhadap narapidana Cai Chang Pan yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas 1 Tangerang, pada 14 September 2020 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut Cai Chang Pan sempat bertemu dengan anak dan istrinya di kediamannya kawasan Tenjo Bogor, Jawa Barat. Menurut informasi, setelah itu narapidana kasus narkoba itu kabur ke dalam hutan.

“Info dari beberapa warga yang kita dalami yang bersangkutan masuk ke hutan sana. Sementara kita ada beberapa tim fokus ke sana,” ujar Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/10/2020).



Terkait informasi itu, pihak kepolisian tetap melakukan pengembangan ke lokasi lain untuk menangkap napi tersebut. Dia juga menyebut sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada Cai Chang Pan.

“Semoga dengan DPO dan sebarkan foto tersangka agar masyarakat bisa bantu untuk memberi informasi kepada petugas kita. Itu harapan kita,” ujar Yusri.

Diketahui, Cai Changpan melarikan diri pada Senin (14/9/2020) sekitar pukul 02.30 WIB. Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang, Jumadi mengatakan pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sebagai informasi, Cai Changpan divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 19 Juli 2017 karena kasus narkoba. Terpidana mati ini lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten pada 28 September 2017, tapi ditolak.

Cai Changpan divonis bersalah atas kasus narkoba jenis sabu dengan barang bukti 1.135 bungkus plastik. Dalam putusan pengadilan, total berat sabu tersebut mencapai 135 kilogram. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017