Connect with us

HEALTH

Ponsel Dapat Menganggu Kesehatan Mental Anak Usia Dini

Published

on

Kalangan muda menghabiskan waktu di depan layar rata-rata lima sampai tujuh jam di waktu senggang mereka.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sering menghabiskan waktu dengan ponsel dan tablet kerap dihubungkan dengan kesehatan mental memburuk, namun penelitian terbaru menyatakan kerusakan itu bisa saja di mulai dari usia dua tahun. 

Kendati cuma satu jam di depan layar, anak-anak dan dewasa mungkin kehilangan rasa ingin tahu, pengendalian diri rendah dan stabilitas emosi rendah, yang menyebabkan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi, klaim sebuah penelitian Amerika Serikat yang dipublikasikan jurnal Preventive Medicine Reports, dilansir Independent, Senin (5/11/2018).

BACA JUGA : Anak-Anak yang Sering Main Gadget Rentan Depresi

Para peneliti menemukan, mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap dampak buruk tersebut, namun ada korelasi pada anak-anak yang lebih kecil dan balita yang otaknya masih berkembang.

Penelitian menemukan anak-anak prasekolah yang sering menggunakan layar kemungkinan dua kali kurang sabar. 

Penelitian tersebut juga menyatakan, sembilan persen dari anak berusia 11 sampai 13 tahun yang menghabiskan waktu satu jam per hari di depan layar itu malas pelajari hal-hal baru, sebuah angka yang meningkat menjadi 22,6 persen bagi mereka yang menghabiskan waktu di depan layar selama tujuh jam per hari atau lebih. 

Profesor Jean Twenge dari San Diego State University dan Profesor Keith Campbell dari University of Georgia mengatakan,“Setengah dari masalah kesehatan mental terbentuk sejak usia remaja. Sehingga, ada kebutuhan mendesak untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan masalah kesehatan mental yang dapat menerima intervensi dalam populasi ini, karena sebagian besar di masa sebelumnya itu sulit atau tidak mungkin untuk terpengaruh..”

Kedua profesor tersebut mendesak orangtua dan guru mengurangi waktu anak menghabiskan waktu daring, bermain video atau menonton televisi dalam upaya memerangi hal tersebut. 

The National Institute of Health menyatakan kalangan muda menghabiskan waktu di depan layar rata-rata lima sampai tujuh jam di waktu senggang mereka.

Twenge, yang banyak menulis mengenai masalah penggunaan ponsel pintar untuk anak, menyarankan untuk menerapkan batasan dua jam. 

Penelitian ini melibatkan data lebih 40.000 anak berusia dua sampai 17 tahun di Amerika Serikat, disediakan oleh orangtua untuk survei kesehatan nasional pada tahun 2016. Demikian, seperti dikutip Antara. (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

HEALTH

Jangan Beli Obat Berulang Tanpa Resep

Published

on

Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) melarang masyarakat membeli obat berulang secara mandiri tanpa ada resep dari dokter.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) melarang masyarakat membeli obat berulang secara mandiri tanpa ada resep dari dokter.

Dokter Erni Juwita Nelwan Ph.D, Sp.PD-KPTI yang merupakan konsultan penyakit tropik infeksi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Kamis (15/11/2018), menyatakan tak sedikit masyarakat membeli obat yang sama yang pernah diresepkan dokter ke apotek secara mandiri tanpa berkonsultaso lebih dulu atau ada resep dokter.

“Mengulang resep dari dokter karena keluhan penyakit yang sama itu tidak boleh, bisa jadi pada obat tersebut ada antibiotiknya,” kata Erni.

Dia menyarankan agar pasien lebih dulu berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakan kondisinya agar kemudian diberikan obat yang seharusnya.

Terlebih apabila obat yang dibeli secara berulang tanpa resep atau sepengetahuan dokter tersebut adalah obat antibiotik.

“Mengulang resep antibiotika tidak boleh,” kata Erni.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak meminta obat antibiotik kepada dokter apabila tidak diresepkan saat kunjungan ke klinik atau rumah sakit.

Erni menerangkan obat antibiotik hanya diberikan apabila pasien mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Jika hanya influenza yang disebabkan oleh virus, demam, sakit kepala, Erni menyarankan agar istirahat yang cukup dan jaga asupan gizi yang baik tanpa perlu ke dokter.

Sedangkan bila belum membaik dalam tiga hari baru diperiksakan ke dokter untuk mengetahui diagnosis dan diberi obat yang tepat.

Erni mencontohkan seperti penyakit demam berdarah, malaria, diare yang disebabkan parasit tidak memerlukan antibiotik karena bukan berasal dari infeksi bakteri. Demikian, seperti dikutip Antara. (dit)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Teknologi Baru untuk Perawatan Gigi dan Mulut

Published

on

CBCT (Cone Beam Computed Tomography), teknik pengambilan gambar radiografi yang menggunakan sinar X.  

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Perkembangan teknologi berkontribusi penting bagi perawatan gigi dan mulut, terutama memberikan pasien keamanan dan kenyamanan, menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg. Diono Susilo.

Dokter gigi Diono menuturkan bahwa pada akhir tahun lalu, negara-negara maju menggunakan CBCT (Cone Beam Computed Tomography), teknik pengambilan gambar radiografi yang menggunakan sinar X.  

BACA JUGA : Gula Berperan Penting sebagai Penyebab Gigi Berlubang

“Hasil rontgen gigi ini dapat dilihat beberapa sudut pandang, dari samping atau depan. Kita bisa melihat dari bawah, sehingga kita dapat menganalisa lebih tepat,” ujar drg. Diono saat berbincang dalam konferensi pers peluncuran IDEC 2019 di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Ketua IDEC 2019 ini mengatakan bahwa CBCT adalah teknologi mutakhir yang dapat diterapkan untuk mendiagnosis implan gigi. 

“Dalam beberapa kasus, terdapat gigi ‘tertanam’ yang tidak kelihatan. Melalui CBCT dapat dilihat kasusnya sehingga diperoleh diagnosis yang tepat sehingga memberikan pelayanan yang safety bagi pasien,” imbuh drg Diono. 

Kemudian, sambungnya, teknik anestesi yang terbagi dalam beberapa golongan yang lebih aman kandungannya. 

“Di era digital ini alat-alat yang digunakan pada industri kedokteran gigi juga akan mengarah ke robotik dan digital. Contohnya, dahulu pemasanhan implan secara manual sekarang robotik digital. Panduannya jelas,” ungkap Ketua PB PDGI Dr. drg Hananto Seno, SpBM, MM, seperti dikutip Antara. (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HEALTH

Ahli : Talenan Plastik Lebih Higienis Dibandingkan Talenan Kayu

Published

on

Konsumen mesti memastikan bahwa talenan itu halus dan tidak memiliki goresan, dimana bakteri dapat berkumpul dan berkembang biak.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Talenan plastik lebih baik dibandingkan talenan plastik saat digunakan untuk memotong makanan mentah, terutama karena talenan tersebut dapat dibersihkan dalam mesin pencuci piring pada suhu tinggi, menurut para ahli Jerman. 

Bakteri-bakteri yang terbunuh itu berpotensi menyebabkan penyakit, ujar German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), yang memiliki cakupan tugas termasuk keamanan pangan, menurut laporan DPA yang dilansir Rabu (14/11/2018).

Konsumen mesti memastikan bahwa talenan itu halus dan tidak memiliki goresan, di mana bakteri dapat berkumpul dan berkembang biak.

Talenan yang sudah tergores, saran dari BfR, mesti diganti.  

Selain itu, makanan mentah dan sudah matang seharusnya tidak dipotong pada talenan yang sama kecuali bila talenan sudah dibersihkan secara menyeluruh di sela penggunaannya. 

Idealnya, daging dan unggas harus disiapkan di talenan yang berbeda dari talenan yang Anda gunakan untuk memotong buah dan sayuran. Demikian, seperti dikutip Antara. (ang)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending