Connect with us

JAWA BARAT

Presiden Jokowi Dijadwalkan Meresmikan Terowongan Nanjung di Bandung

Published

on

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan ke Terowongan Nanjung dan proyek Floodway Cisangkuy, Senin (13/1/2020).
Indonesiaraya.co.id, Bandung – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan meresmikan Terowongan Nanjung yang pembangunannya selesai pada akhir 2019, sebagai bagian dari instrumen pengendalian banjir di Bandung Raya.

“Alhamdulillah sudah beres pembangunannya dan ini sudah dioperasikan, Pak Gubernur akan undang Pak Presiden, jadi akan diresmikan pada akhir bulan ini,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bandung, Senin (13/1/2020).

Didampingi Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil, Menteri PUPR  meninjau Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih dan proyek Floodway Cisangkuy, di Kabupaten Bandung.



Menteri Basuki mengatakan bahwa dengan curah hujan yang tinggi, saat ini warga Dayeuhkolot dan sekitarnya yang kerap mengungsi maupun bersiap menaiki perahu tidak mengalami hal itu lagi

Setelah beroperasinya Terowongan Nanjung ditambah parkir air di Kolam Retensi Cieunteung, Basuki berujar genangan air cepat surut sehingga kendaraan masih bisa melaju meski curah hujan cukup tinggi.

“Dengan curah hujan lebih tinggi, biasanya curah hujan 300 mm ini orang sudah naik perahu, 17 Desember kemarin (di Bandung Selatan) sudah 424 mm, orang masih pakai sepeda motor, masih kering,” ujar Basuki.

Berikutnya, setelah menyelesaikan masalah potensi banjir di hulu Citarum atau wilayah Bandung Raya pada 2020, Basuki mengatakan bahwa pihaknya akan fokus di wilayah hilir seperti di Karawang, salah satunya pembangunan bendungan di Cibeet.

“Kalau banjir di selatan Bandung selesai, bisa konsentrasi di Karawang,” kata Basuki.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil, mengatakan Terowongan Nanjung di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, yang sudah bisa dioperasikan telah efektif mengatasi banjir di wilayah Bandung Raya, terutama Bandung Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Provinsi (Jabar) ke Bapak Menteri (PUPR) dan jajaran, bahwa solusi terkait penanganan air yang berpotensi banjir, sudah berproses banyak,” ucap Emil.

“Jadi waktu kejadian banjir di Jabodetabek, di Bandung Raya tidak ada berita (banjir) yang luar biasa. Karena selama ini air yang selalu ngumpul di titik-titik itu berhasil dialirkan dengan cepat karena dioperasikannya dua terowongan di Curug Jompong,” tambahnya.

Adapun selain Terowongan Nanjung, pemerintah juga sedang menggarap Proyek Floodway Cisangkuy di Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang direncanakan rampung pada Oktober tahun 2020.

Tak hanya itu, Embung Gedebage juga siap menjadi instrumen pengendali banjir di wilayah timur Bandung.

Sementara untuk wilayah hilir antara lain Karawang dan Bekasi, Pemerintah Provinsi Jabar bersama Kementerian PUPR berencana meneruskan program bendungan di wilayah Sungai Cibeet, Karawang, yang saat ini masih pada tahap pembebasan lahan.

Untuk wilayah Kabupaten/Kota Bekasi, rencananya dibuat bendungan penahan pengatur aliran sungai di zona pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Bekasi Raya.

Sementara pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi kini mencapai progres hampir 50 persen dan terus dikebut pembangunannya di tahun ini.

“Kalau semua ini lancar, semua isu banjir yang mengemuka diawal tahun 2020 ini bisa kita kendalikan,” ucap Emil.

“Oleh karena itu, kita hadir memonitor agar kami pemimpin memahami logika engineering-nya sehingga bisa disampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujarnya. seperti dikutip Antara. (jat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAWA BARAT

BMKG Ingatkan Cirebon Potensi Alami Cuaca Ekstrem dan Waspadai Bencana

Published

on

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati Sepekan ke depan wilayah Cirebon, Jawa Barat, mengalami potensi cuaca ekstrem untuk itu diimbau masyarakat diharapkan waspada akan kemungkinan bencana.
Indonesiaraya.co.id, Cirebon – Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati Ahmad Faa Iziyn mengatakan selama sepekan ke depan wilayah Cirebon, Jawa Barat, mengalami potensi cuaca ekstrem untuk itu diimbau masyarakat diharapkan waspada akan kemungkinan bencana.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” kata Faiz di Majalengka, Ahad.

Pada periode 5 sampai 12 Januari 2020, berpotensi terjadi cuaca ekstrem di wilayah Cirebon.



Hal ini dikarenakan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia.

Kondisi ini dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

“Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi.

“Intensitas hujan tinggi di atas 300 mm per bulan dan ini tentu perlu diwaspadai,” katanya. seperti dikutip Antara. (kha)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Warga Korban Keracunan di Sukabumi Bertambah

Published

on

Kasus keracunan makanan yang mulai terjadi pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB tersebut hingga hari minggu masih ditangani petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Indonesiaraya.co.id, Sukabumi – Jumlah warga yang menjadi korban keracunan di dua desa di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat usai menyantap makanan pada acara Maulidan pada Sabtu, (14/12/2019) bertambah.

“Hingga saat ini jumlah sementara korban keracunan yang merupakan warga Kampung Barujagong RT 04/10, Desa Cisarua dan Kampung Sinagarkolot RT 01/08, Desa Nagrak Utara mencapai 83 orang,” kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, warga yang keracunan tersebut sebanyak 58 orang ditangani di Puskesmas Nagrak, 23 orang ditangani di posko kesehatan yang dibangun di sekitar lokasi kejadian dan dua orang lainnya harus dirujuk RS Sekarwangi Cibadak karena kondisi kesehatannya terus menurun.



Selain itu, 37 orang dari jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sudah pulang dan menjalani perawatan jalan. ‘Tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang menjadi korban keracunan bertambah,” ujar dia.

Kasus keracunan makanan yang mulai terjadi pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB tersebut hingga hari Ahad masih ditangani petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Pihaknya juga masih bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi korban baik dari rumah ke puskesmas atau posko kesehatan maupun ke rumah sakit.

Warga yang mengalami gejala keracunan terus bertambah sejak Minggu (15/12/2019) pukul 10.30 WIB. Mereka mayoritas mengeluh pusing, mual, muntah, diare hingga bolak balik buang air besar (BAB).

“Petugas dari kepolisian dan Dinkes pun sudah mengambil contoh makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini seperti telur, gudeg nangka, mie, dan sambal,” tambahnya.

Daeng mengatakan dalam penanganan kasus keracunan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dan menyiagakan relawan serta petugas penanggulangan bencana di lokasi. Demikian, seperti dikutip Antara. (aar)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA BARAT

Operasional Pelabuhan Patimban Berpotensi Mundur

Published

on

Presiden Joko Widodo menggunakan teropong pada saat meninjau proyek pengembangan Pelatihan Sandar Patimban di Subang, Jawa Barat.
Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Target operasional Pelabuhan Patimban, di Kabupaten Subang, yang awalnya diproyeksikan sudah mulai beroperasi pada Juni 2020 berpotensi mundur sekitar tiga bulan, atau sekitar September 2020.

Kemungkinan itu terungkap dalam rapat yang digelar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit serta perwakilan dari Japan International Coorporation (JICA) di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menhub Budi menyebut pemerintah Indonesia merencanakan agar Juni 2020 penyelesaian proyek tahap pertama pelabuhan tersebut bisa rampung.



“Tapi Jepang minta lebih konservatif. Kalau pun mundur paling tiga bulan,” katanya.

Menurut Budi, mundurnya target penyelesaian tahap pertama lantaran pihak Jepang amat berhati-hati soal kesiapan operasional pelabuhan, termasuk soal fasilitas dan infrastruktur pendukung.

Kendati demikian, Budi mengatakan pemerintah akan tetap mengupayakan agar proyek tersebut bisa rampung sesuai target Presiden Jokowi yakni pada Juni 2020.

Pemerintah akan melakukan evaluasi pada Januari 2020 untuk memastikan perlunya perpanjangan waktu penyelesaian proyek.

“Pada dasarnya ada kesepakatan untuk memperhatikan itu akan diteruskan apa tidak. Jadi nanti kita evaluasi, Januari akan rapat lagi, kita evaluasi,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai progres pembangunan Pelabuhan Patimban, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk tahapan pertama dengan investasi Rp29 triliun tergolong bagus dan sesuai harapan.

“Ya progresnya bagus dan kita harapkan yang tahapan pertama nih nanti akan kita selesaikan di bulan Juni tahun depan,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan Pelabuhan Patimban, Jumat (29/11) siang.

Presiden berharap Pelabuhan Patimban akan menjadi sebuah pelabuhan besar, nantinya di tahun 2027.

Pelabuhan tersebut diproyeksikan bisa menjadi hub pelabuhan untuk produksi otomotif di kawasan ASEAN untuk ekspor ke Australia, Selandia Baru atau negara-negara ASEAN lainnya. Demikian, seperti dikutip Antara. (aij)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending