Connect with us

BREAKING NEWS

Protes BPN Prabowo-Sandi Berbuah Penundaan Tarif Tol oleh Pemerintah

Published

on

Jalan tol menjadi perhatian pemerintah, harapannya pada ruas-ruas jalan tol yang telah habis masa konsesi, dapat dihapuskan tarifnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Setelah dilakukan protes keras dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan berbagai pihak lainnya atas rencana kenaikan tarif Tol Bandara Soekarno-Hatta (ruas tol Profesor Ir. Sedyatmo), pemerintah akhirnya menunda kenaikan tarif tol tersebut.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, sebagaimana diketahui menurut ketentuan, ruas tol ini direncanakan akan efektif kenaikan tarifnya pada tanggal 14 Februari 2019.

“Hal ini tentu merupakan kabar gembira bagi kita semua, bagi masyarakat pengguna jalan tol yang sering gunakan ruas tol Prof. Ir. Sedyatmo ini. Karena akhirnya pemerintah menunda kenaikan tarif. Walaupun ini sifatnya sementara, ya kita patut syukuri. Mudah-mudahan secara permanen tidak jadi naik tarifnya,” kata Suhendra melalui keterangannya, Kamis (14/2/2019).

Staf Khusus Menteri PU periode 2005-2009 dan Staf Khusus Menteri PUPR periode 2014-2018 menjelaskan, kenaikan tarif tol pada dasarnya bersandar pada Pasal 48 UU No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, yang menyebutkan dan memberikan dasar hukum dan perundangan untuk dilakukannya penyesuaian tarif tol oleh regulator, dalam hal ini Menteri yang diberi kewenangan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan jalan tol di Indonesia.

“Jalan tol adalah jalan komersil (bisnis). Karena untuk menggunakan jalan tol harus membayar jumlah tertentu. Namun tentunya jalan tol juga harus berperan sebagai prasana publik, yang mempunyai fungsi sosial kepada masyarakat.

Jadi menrut Suhendra, di samping komersil, pemerintah juga harus memikirkan fungsi sosial jalan tol kepada masyarakat, dengan cara tidak memberikan tarif yang mahal, yang membebani masyarakat sebagai pengguna jalan tol.

Dia mengugkapkan, jika memang fungsi sosial jalan tol menjadi perhatian pemerintah, harapannya pada ruas-ruas jalan tol yang telah habis masa konsesi, dapat dihapuskan tarifnya.

Seperti ruas jalan tol Jagorawi yang sebenarnya telah berakhir masa konsesinya pada tahun 2008 lalu, juga ruas tol Jakarta-Cikampek yang berakhir konsesinya tahun 2018. Penghapusan tarif tol yang telah habis masa konsesi sebenarnya dapat dilakukan jika pemerintah memiliki good will. Sudah ada contohnya kok, akhir tahun lalu pemerintah menghapus tarif tol Jembatan Suramadu,” ugkapnya.

Sedangkan untuk tol Jagorawi dan tol Jakarta-Cikampek, ia berharap pemerintah juga memiliki keberanian menggratiskan saat ini. Karena secara bisnis, dua ruas tol tersebut sudah balik modal (BEP) dan untung , sekarang saatnya ruas tol Jagorawi dan tol Cikampek memberikan fungsi pelayanan sosialnya.

“Salah satu prioritas dari Prabowo-Sandi jika terpilih dalam Pilpres 2019 adalah mengkaji penghapusan tarif tol yang telah berakhir masa konsesinya, dengan merujuk pada ketentuan/peraturan yang berlaku,” tegas Suhendra. (fik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

BREAKING NEWS

BPN : Dana Desa dari APBN, Bukan dari Kantong Jokowi

Published

on

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade meminta menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) jangan melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan anggaran negara.

Andre mengatakan, baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengumpulkan para kepala desa dan meminta mereka mengingat jika dana desa ada berkat Jokowi. Andre menilai, apa yang dilakukan Tjahjo adalah pelanggaran pemilu.

“Apa yang dilakukan Mendagri merupakan pelanggaran terang-terangan. Dia memanfaatkan jabatan sebagai pejabat negara melakukan mobilisasi kepala desa dan mempromosikan Jokowi yang notabene juga berstatus peserta pemilu,” kata Andre dalam keteragannya, Jumat (22/2/2019).

Tak hanya melanggar aturan pemilu, Mendagri juga telah berbohong. Andre mengatakan, pernyataan Tjahjo di hadapan para kepala desa adalah kabar bohong seolah dana desa berasal dari Jokowi dan bukan berasal dari negara.

“Kita tahu dana desa ini kan perintah UU. Ada UU sejak tahun 2014 bahwa siapa pun presiden harus melaksanakan dana desa ini, menyiapkan dana desa,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Andre menekankan dana desa bukan diambil dari kantong presiden. Besaran dana desa, sambung dia, merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan DPR.

“Dana desa adalah dana APBN, dana rakyat, bukan dana pribadi Jokowi dan ini juga hasil kesepakatan antara DPR dengan pemerintah. Pak Tjahjo, sebaiknya berhenti melakukan kebohongan,” sindir Andre.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para kepala desa untuk mengingat jika dana desa ada berkat Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal ini ia sampaikan usai Jokowi memberi pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

Saat itu Tjahjo meminta seluruh kepala desa yang hadir untuk berdiri dan mengajarkan sebuah yel-yel.

“Kalau saya bilang Dana Desa, jawab Pak Jokowi,” kata Tjahjo.

“Dana Desa,” teriak politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

“Pak Jokowi,” jawab para kepala desa.

“Ingat, anggaran dana desa karena ada pak Jokowi,” kata Tjahjo. (dam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Curhat Susianto pada Sandiaga Uno, Dua Kwintal Buah Naganya Hanya Bisa Beli Sarung

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan petani buah naga di Desa Wringinpitu, Banyuwangi Jatim, Kamis (21/2/2019).

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi – Susianto Petani Buah Naga curhat, betapa sulitnya sekarang menjadi petani buah berwarna merah itu. Menurutnya harga jualnya sudah tidak masuk akal. Padahal di tahun 2012, harga jualnya masih dikisaran dua belas belas hingga enam belas ribu rupiah.

“Sekarang di tahun 2019, harganya cuma lima ratus rupiah perkilogram. Harganya turun banget. Terakhir saya jual buah naga dua kwintal (200 kg) hanya dapat uang seratus ribu rupiah. Hasilnya saya belikan sarung. Tidak saya pake tapi saya gantung. Tiap malam.berdoa dan melihat sarung itu berharap harga buah naga naik kembali,” ucap Susianto kepada Sandiaga Uno saat berdialog dengan petani buah naga di Desa Wringinpitu, Banyuwangi Jatim, Kamis (21/2/2019).

BACA JUGA : Sandiaga Uno Berpesan kepada Milenials Banyuwangi untuk Glokal

Usai curhat, Susianto memberikan sarung yang dibelinya dari hasil penjualan dua kwintal buah Naganya kepada Sandi. “Saya titipkan sarung ini kepada bapak. Agar jika nanti, In Shaa Allah menjadi wapres, ingat kepada petani buah naga, dan mencari solusinya,” harap Susianto.

Turunnya harga buah naga juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dulu, lanjut Susianto, di tahun 2012 sulit mencari tenaga kerja, bahkan sampai menggaji orang luar daerah. Tapi sekarang justru sebaliknya, banyak pengangguran akibat jatuhnya harga buah tersebut.

“Semoga Pak Sandi bisa mencari solusi ini. Menstabilkan harga buah naga. Belum.lagi pupuk yang mahal dan jarang. Kalau bisa jangan pupuk yang di subsidi, tapi harga buah naganya,” katanya.

Calon wakil presiden nomor urut 02 ini trenyuh mendengar curhat Susianto dan petani buah naga lainnya. “Saya belum bisa membuat kebijakan sekarang ini. Untuk sementara, saya kasih dulu antangin. Biar hilang semua pusingnya,” kata Sandi sambil memberikan satu sachet Antangin.

Sandi berjanji akan menstabilkan harga buah naga. “Jadi kita juga akan buat produk olahan dari buah naga. Jus-nya atau dodol yang sudah di produksi di sekitar sini. “In Shaa Allah saya bersama Pak Prabowo Subianto akan membuat industri olahan buah naga. Kami juga akan menetapkan harga bawah buah naga,” papar Sandi.

Sandi memberikan sarung dari BHS yang Di desain khusus untuknya kepada Susianto. “Ini saya kasih sarung saya, biar ingat saya berjanji memperbaiki nasib petani juga para pekerja buah naga,” kata Sandi sambil memberikan sarung yang bertuliskan namanya.

Sandi juga melihat langsung perkebunan buah naga dan memetik langsung dari pohonnya. Dan sempat mengaduk dodol atau jenang yang di masak secara tradisional bersama emak-emak. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BREAKING NEWS

Sandiaga Uno Berpesan kepada Milenials Banyuwangi untuk Glokal

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berdialog dengan Milenials Banyuwangi, Jawa Timur.

Indonesiaraya.co.id, Banyuwangi – Desi, mahasiswa pariwisata, Mengeluhkan soal mahalnya tiket pesawat yang bisa membuat pariwisata Indonesia lesu.

“Bahwasanya pariwisata di Indonesia sedang gencar-gencarnya, berkembang. Tapi yang saya tanyakan soal harga tiket transportasi udara. Bandingkan Banyuwangi Surabaya satu juta sekian. Coba bandingkan Banywangi Thailand, Banyuwangi Malaysia hanya 750 ribu lagi tiket promo,” terang Desi saat berdialog dengan calon wakil presiden nomor urut 02 ini di acara Sukses di Usia Muda bersama Bang Sandi” di Pondok Wina,  Jalan Basuki Rahmat No. 92, Lateng, Banyuwangi, Jawa Timur.

BACA JUGA : Sandiaga Uno Bicara Industri dan Pariwisata Halal di Ponpes Banyuwangi

Inilah yang menurut Desi, banyak orang Indonesia yang memilih plesiran ke luar negeri ketimbang ke luar negeri. Padahal pasar wisatawan lokal juga cukup besar.

Menurut Sandi, kepedulian Desi terhadap pariwisata nasional patut di apresiasi. Kepedulian milenials pada kondisi bangsa ini yang memprihatinkan dan ada upaya untuk memperbaikinya bisa membuat negeri ini lebih baik.

Menurut Sandi milenials Banyuwangi harus Glokal. Berfikir global dengan mempertahankan kearifan lokal. “Harus Glokal, berfikir global dengan kearifan lokal. Seharusnya Banyuwamgi ini menjadi destinasi wisata, bukan lagi Kabupaten atau tempat persinggahan, tapi tujuan utama. Banyak pariwisata Banyuwangi yang bisa di eksplorasi,” jelas Sandi.

Menurut Sandi, pariwisata bisa menyerap lapangan kerja dan bisa dijadikan peluang peluang usaha yang menjanjikan. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending