Connect with us

DESTINASI

Pulau Rinca jadi Pusat Bisnis

Published

on

Pulau Rinca, adalah sebuah pulau kecil dekat Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah pusat akan menjadikan Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Flores sebagai pusat bisnis penjualan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Taman Nasional Pulau Komodo.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Nusa Tenggara Timur, Marius Jelamu ketika dihubungi Antara di Kupang, Minggu (6/10/2019) mengatakan usaha bisnis yang berlangsung di Pulau Komodo akan ditertibkan sehingga Pulau Komodo menjadi lokasi wisata yang alami dan bebas dari aktivitas bisnis yang dilakukan para pedagang.

Jelamu menambahkan pulau Komodo akan ditata sebagai kawasan konservasi.



Ia mengatakan, berbagai bangunan yang dianggap tidak dibutuhkan di Pulau Komodo akan dikosongkan pemerintah, sehingga Pulau Komodo menjadi kawasan wisata yang menyenangkan bagi wisatawan.

“Bangunan yang ada di Pulau Komodo hanya museum Komodo. Selain itu akan dikosongkan. Pemerintah juga akan melakukan pengendalian terhadap jumlah penduduk yang bermukim di Pulau Komodo,” tegasnya.

Menurut dia, penataan di Pulau Komodo dilakukan pemerintah agar binatang Komodo yang sesunguhnya kembali menjadi liar dan tidak sejinak seperti saat ini.

Ia berharap penataan Pulau Komodo sebagai kawasan konservasi mulai dilakukan pada tahun 2020 atau 2021 sehingga pembangunan wisata Labuan Bajo sebagai pariwisata premium yang diinginkan Presiden Jokowi bisa terwujud dengan baik. Demikian,seperti dikutip Antara. (bsj)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Tiga Rekomendasi Restoran Ramen Halal dan Ramah Muslim di Tokyo

Published

on

Ramen, adalah masakan mie kuah Jepang yang berasal dari China.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Di Jepang terdapat sejumlah restoran halal yang menyajikan makanan otentik Negeri Sakura sehingga para wisatawan muslim bisa menikmati kuliner setempat tanpa rasa khawatir.

Biasanya restoran halal di Jepang identik dengan restoran India, Turki atau Asia Tenggara. Namun kini ada sejumlah restoran makanan khas Jepang yang ramah muslim atau sudah memiliki sertifikasi halal.

Merangkum daftar kedai ramen ramah muslim atau yang punya sertifikasi halal di Jepang, tepatnya di kota Tokyo, sebagai pilihan untuk mengisi perut keroncongan saat melancong di Negeri Sakura.



Ayam-YA Okachimachi

Lokasi kedai ramen ini tak jauh dari jalan raya Ueno. Plang Ayam-YA menghiasi bagian depan dari restoran berhias sekat-sekat kayu. Kedai ramen Ayam-Ya sudah mendapatkan sertifikasi halal, jadi semua masakan yang disajikan sudah terjamin halal. Logo sertifikasi halal ditempel di pintu depan, sehingga pengunjung bisa melihatnya saat masuk.

Cara memesan makanan di Ayam-YA berbeda dari prosedur di Indonesia. Pengunjung hanya bisa memilih menu dan membayar melalui mesin voucher yang terlihat seperti mesin penjual minuman yang ada di tempat-tempat umum.

Di mesin itu tertera foto, nama menu dan ukuran porsi beserta harga. Anda hanya perlu memasukkan uang kertas di tempat yang sudah disediakan, kemudian memencet tombol di bawah menu yang diinginkan. Mesin akan mengeluarkan tiket menu serta uang kembalian, bila ada.

Memilih salah satu menu rekomendasi di restoran ini, yakni Spicy Tori Ramen Soyu seharga 890 yen (Rp114.500). Serahkan tiket itu kepada pramusaji yang akan menyajikan menu pilihan Anda.

Lantai satu dipakai sebagian besar untuk dapur, sementara kursi dan meja pengunjung berada di lantai dua. Meski sudah mulai larut, masih ada banyak pengunjung, termasuk turis Indonesia.

Suasana Jepang di restoran berpadu dengan kehangatan kampung halaman, pramusaji yang menyambut ANTARA pada November lalu adalah orang Indonesia sehingga komunikasi terasa lebih mudah. Sambil menyesap air mineral dingin yang tersedia secara cuma-cuma di tiap meja, terdengar obrolan dalam bahasa Indonesia dari meja lain.

Tak berapa lama, Spicy Tori Ramen Soyu akhirnya disajikan dalam mangkuk besar. Kuahnya berwarna kemerahan sebagai bukti dari jejak-jejak cabai. Irisan daging ayam yang lembut diletakkan sebagai topping, juga potongan tipis daun bawang yang jadi pelengkap.

Untuk lidah Indonesia, tingkat kepedasan Spicy Tori Ramen Soyu terbilang cukup. Tak terlalu pedas, tapi tidak hambar. Cocok untuk melepas rindu pada rasa makanan Indonesia setelah diserbu rasa manis yang dominan pada kuliner-kuliner Jepang.

Kuahnya lezat, selain itu teksur ramennya halus namun kenyal saat digigit. Ukuran ramennya serupa mi instan, hanya saja bentuk minya lurus, tak terlalu tipis atau tebal. Ada sensasi renyah berkat kehadiran potongan bawang bombay dan daun bawang.

Ramen Ichiran No Pork Shinjuku

Salah satu restoran ternama di Jepang ini tidak punya sertifikasi halal, tapi mereka punya cabang restoran yang ramah muslim karena tak menyediakan babi dan alkohol.

Cabang “no pork” ini berlokasi di 7 Chome-10-18 Nishishinjuku Shinjuku-ku Tokyo-to.

Penanda utama adalah plang serba hijau dengan tulisan “No Pork Ramen”. Perhatikan baik-baik papan nama restoran untuk memastikan Anda berada di tempat yang benar, sebab ada restoran Ichiran lain di dekat kawasan tersebut.

Ramen Ichiran sendiri sebenarnya terkenal karena memiliki kuah kaldu yang terbuat dari babi. Khusus untuk cabang “No Pork Ramen” di Shinjuku, kuahnya dibuat dari ayam dan bahan-bahan lain agar rasanya serupa dengan ramen tonkotsu (kuah babi).

Menu yang diinginkan bisa dipesan lewat mesin tiket di bagian depan restoran. Harga untuk ramen Ichiran “no pork” sedikit lebih mahal dibandingkan cabang lainnya. Menu standard di ramen Ichiran biasa bisa didapatkan dengan harga 980 yen, sementara harga ramen Ichiran “no pork” berada sedikit di atas 1000 yen.

Dibandingkan kedai Ramen Ichiran biasa yang antreannya mengular hingga harus menunggu belasan hingga puluhan menit pada jam-jam tertentu, kedai No Pork tergolong lebih sepi.

Sama seperti kedai lainnya, Ramen Ichiran bisa dinikmati pengunjung yang datang sendirian karena setiap kursi dihalangi sekat, serupa dengan bilik di kantor namun ukurannya lebih kecil.

Setelah mendapatkan tempat duduk, pengunjung akan diminta mengisi lembar pemesanan agar mi yang datang sesuai dengan selera.

Anda dapat memilih apakah ingin mendapat topping berupa rebusan daging sapi yang lembut dan gurih, tekstur mi yang diinginkan dan seberapa pekat kaldu, seberapa banyak bawang putih, daun bawang serta saus merah pedas yang ingin dimasukkan ke dalam mangkuk.

Tingkat kepedasan yang ditawarkan berkisar dari tanpa cabai, mild, medium, spicy level dua hingga sepuluh.

Lembar itu akan diambil oleh pelayan di balik tirai yang berhadapan dengan pengunjung. Tirai tersebut hanya dibuka ketika pramusaji mengambil lembar pesanan dan menyajikan mi. Sama sekali tidak ada kontak mata, sebab tirai itu menutupi wajah pramusaji dan tamu.

Di Jepang, makan sendirian bukan hal aneh. Itu sebabnya ada banyak restoran yang menyediakan tempat nyaman untuk tamu individu. Pengunjung bisa sepenuhnya berkonsentrasi pada ramen dengan konsep tempat makan seperti ini.

Mi disajikan dalam kotak makan segi empat, mirip dengan tempat bento. Saat tutupnya dibuka, asap langsung mengepul, memperlihatkan kuah kaldu dengan mi tipis, potongan daun bawang di satu sisi dan daging sapi di sisi lain. Saus pedas khas Ichiran diletakkan di bagian atas mi.

Kombinasi itu terdiri dari mi yang lezat, daging yang lembut serta kuah gurih namun pas di lidah yang dengan mudah bisa dihabiskan hingga ke tetes terakhir.

Saus merah level medium, setingkat lebih tinggi dari level mild yang direkomendasikan, namun ternyata rasanya tak seberapa pedas.

Bila masih lapar, Anda bisa memesan menu tambahan yang daftarnya tersedia di setiap bilik. Tak perlu repot-repot membayar di mesin tiket, menu tambahan bisa dibeli dengan uang tunai.

​​​​​​​Lanzhou Ramen Mazulu, Tokyo

Letaknya hanya tiga menit berjalan kaki dari stasiun Tokyo, ramen dengan citarasa China ini berada di antara gedung-gedung bertingkat menjulang di Tokyo, tepatnya di Grand Tokyo South Tower B1, 1-9-2 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-6690.

Restoran ini terlihat mencolok, bagian depannya berwarna toska dan putih, tulisan “Mazulu Halal Beef Noodle” terpampang besar. Logo sertifikasi halal dari Nippon Asia Halal Certification juga tertera di situ.

Pemesanan langsung lewat pramusaji yang berjaga di bagian depan, tidak melalui mesin tiket. Ketika ANTARA berkunjung ke sana, hanya ada satu menu seharga 950 yen (Rp122.500).

Namun jenis mi bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari mi serupa bihun hingga mirip kwetiau, juga tekstur lurus hingga keriting. Anda bisa memilih gambar yang sudah disediakan, meski tidak ada keterangan bahasa Inggris, pramusaji siap menjelaskan bila ada hal yang tidak dimengerti.

Dari sembilan pilihan mi, pramusaji merekomendasikan pilihan nomor dua, yakni mi keriting dengan ketebalan sedang.

Mi pilihan pengunjung langsung dibuat di dapur dengan kaca transparan, sehingga proses pembuatan bisa dilihat langsung. Para koki yang menggunakan peci dengan cekatan mengolah setiap adonan mi menjadi bentuk yang diinginkan pembeli. Proses pembuatan mi jadi hiburan tersendiri sembari menanti makanan disajikan.

​​​​​​​Ramen ala Mazulu punya cita rasa yang berbeda dari ramen-ramen di Jepang. Kuahnya tidak terlalu berkaldu, bumbunya ringan, menciptakan cita rasa sederhana namun segar dengan tambahan potongan daun seledri. Ramen ini dilengkapi topping irisan daging sapi yang lembut serta potongan daging berbentuk dadu dan lobak dalam setiap mangkuk.

Meski sudah secara khusus meminta ramen yang pedas, namun tambahan sambal yang diberikan sama sekali tidak terasa membakar mulut. Namun rasa yang tersaji dalam ramen sederhana itu sangat pas di lidah. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Jelang Liburan Akhir Tahun, Simak 6 Tips Naik Kereta Api

Published

on

Liburan menggunakan kereta api relatif cepat karena anti-macet dibandingkan kendaraan pribadi.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tahun 2019 tidak lama lagi berakhir. Liburan akhir tahun merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Selain kesempatan untuk rehat, liburan akhir tahun juga waktu yang tepat mendekatkan diri bersama keluarga.

Banyak alat transportasi yang bisa digunakan untuk liburan akhir tahun. Banyak orang menggunakan pesawat atau kendaraan pribadi. Nah, tidak ada salahnya kali ini menggunakan kereta api untuk mendapatkan pengalaman berbeda saat liburan akhir tahun bersama keluarga.

Berlibur dengan kereta api memiliki kelebihan tersendiri. Selain harga lebih terjangkau dibandingkan pesawat, menggunakan kereta api relatif cepat karena anti-macet dibandingkan kendaraan pribadi. Fasilitas kereta api pun kini semakin lengkap dan nyaman.



Agar momen liburan akhir tahun bersama keluarga semakin menyenangkan, berikut enam tips yang bisa dilakukan.

1. Sudah punya jadwal liburan? Segera pesan tiket

Liburan akhir tahun ditunggu banyak orang, tiket kereta api pada akhir tahun pun banyak diminati. Bila sudah memiliki tanggal liburan, pesan tiket sesegera mungkin agar tidak kehabisan. Jangan sampai momen liburan rusak karena kehabisan tiket.

Jadwal kereta api sudah bisa dilihat 30 hari sebelum tanggal keberangkatan. Memesan tiket jauh-jauh hari juga bisa membuat Anda leluasa memilih jenis kelas kereta dan posisi tempat duduk.

2. Pesan tiket secara online

Memesan tiket kereta api kini tentu sangat mudah dengan cara online. Namun, Anda perlu berhati-hati karena banyak tiket palsu berseliweran di dunia maya.

Jangan mudah tertarik dengan harga tiket sangat murah, bahkan tidak realistis. Pintar-pintar memesan tiket dengan memilih agen tiket kereta api terpercaya.

Sebagai online travel company favorit di Indonesia, Traveloka merupakan mitra resmi PT KAI dalam layanan pemesanan tiket. Coba pesan tiket kereta di sini, memesan tiket kereta api untuk liburan akhir tahun bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan aman dan tanpa ribet.

3. Manfaatkan fitur penyedia tiket online

Selain harga terbaik, terdapat fitur-fitur untuk memudahkan pembelian tiket dengan menggunakan Traveloka. Salah satu fitur yang pas digunakan untuk liburan akhir tahun adalah Train Seat Alert.

Jika tanggal liburan sudah ada tapi jadwal tiket belum keluar, Train Seat Alert dari Traveloka memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi ketika tiket yang diinginkan mulai dijual. Jadi bisa selangkah lebih depan berburu tiket kereta api untuk liburan akhir tahun.

4. Pilih kelas kereta api dan tempat duduk yang nyaman

Liburan akhir tahun menggunakan kereta akan memakan waktu perjalanan yang panjang. Apalagi jika destinasi wisatanya sangat jauh. Sudah seharusnya Anda memilih tempat duduk yang nyaman dan sesuai kebutuhan.

Jika destinasi liburan akhir tahun tidak terlalu jauh, kelas ekonomi bisa jadi pilihan untuk menghemat budget. Jika ingin lebih nyaman dengan fasilitas yang lengkap untuk keluarga Anda, sangat disarankan kelas eksekutif atau bisnis.

Pilih tempat duduk jauh dari sambungan antar gerbong agar tidak berisik. Posisi di tengah gerbong merupakan tempat paling nyaman.

5. Membawa bekal dan alat-alat tidur

Sepanjang perjalanan, perut lapar sangat wajar terjadi. Agar perut tidak lapar saat dalam perjalanan naik kereta, sangat penting membawa camilan atau bekal. Bawalah makanan-makanan yang simpel dan mudah dimakan di dalam kereta seperti biskuit atau keripik.

Anda bisa juga mengunjungi gerbong restorasi di dalam kereta. Di sana, terdapat makanan-makanan asupan karbohidrat seperti mie instan dalam cup dan bermacam-macam nasi.

Oh ya, perjalanan naik kereta akan menguras energi selama perjalanan. Anda dapat memanfaatkan waktu perjalanan untuk istirahat dengan membawa bantal leher dan selimut.

6. Kegiatan simpel selama perjalanan

Saat liburan akhir tahun naik kereta, bisa saja Anda atau anggota keluarga yang lain merasa bosan saat perjalanan. Anda bisa melakukan kegiatan sederhana bersama anggota keluarga. Bermain tebak-tebakan, menceritakan kisah lucu, atau bermain kartu bisa juga.

Ambil smartphone atau kamera Anda untuk mengabadikan momen bersama keluarga sekaligus menjadi kegiatan seru saat dalam perjalanan. Regangkan otot dengan mengajak si kecil berkeliling gerbong kereta atau menikmati minuman ringan di gerbong restorasi.

Liburan akhir tahun naik kereta api bersama keluarga bisa menjadi momen menyenangkan yang tak terlupakan. Saat dalam perjalanan seru, sesampainya di destinasi semakin seru. Kesempatan liburan pun jadi tidak sia-sia. Yuk, rencanakan naik kereta api sejak sekarang!. Demikian, seperti dikutip Antara. (ida)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Menpar Dukung Lambongo jadi Destinasi Wisata Unggulan Gorontalo

Published

on

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan siap mendukung pengembangan kawasan wisata pemandian air panas Lambongo sebagai wisata unggulan di Provinsi Gorontalo.

Menpar Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Gorontalo, Minggu (6/10/2019) menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan Lombongo sebagai destinasi wisata unggulan Gorontalo.

“Pengembangan wisata di Gorontalo akan dilakukan pada tiga bidang yaitu pemasaran, destinasi, dan industri kelembagaan,” katanya.



Pada bidang pemasaran, pihaknya akan menjadikan Manado sebagai tourism hub.

“Sedangkan untuk bidang destinasi adalah membuat kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk mempercepat deregulasi dan percepatan pengembangan Lombongo,” katanya.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan pada bidang industri dan kelembagaan yakni membangun komunitas masyarakat sekitar destinasi wisata.

“Hal ini justru yang harus diutamakan paling awal dalam pembangunan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” sambung Menpar.

Hari kedua kunjungan kerjanya yakni Minggu (6/10/2019) Menpar beserta rombongan didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Idris Rahim dan Bupati Bone Bolango, Hamim Puo, mengunjungi Lombongo.

Lombongo merupakan lokasi wisata pemandian mata air panas terletak sekitar 19 km ke sebelah timur dari pusat kota Gorontalo atau bisa ditempuh sekitar 30 menit.

Kolam pemandian air panas alami ini bisa dinikmati kerena adanya aktivitas geothermal di sekitar kawasan Lombongo. Lokasinya yang berbatasan dengan hutan konservasi juga merupakan daya tarik tersendiri.

Pada kesempatan itu, Menpar beserta para pejabat Kemenpar lainnya, melakukan penanaman pohon yang disebut sebagai pohon asuh. Setelah itu, Menpar melakukan pelepasliaran burung maleo.

Burung maleo merupakan endemik khas Sulawesi yang memiliki sifat loyal dan setia, mandiri serta memiliki produktivitas yang tinggi. Burung maleo berkembang biak dengan cara bertelur, ukurannya 6 kali lebih besar dibanding telur ayam. Istimewanya, sejak ditetaskan hingga menetas dari telur, anak burung maleo sudah hidup mandiri.

Penggiat wisata di Lombongo melakukan penyelamatan terhadap telur burung Maleo. Biasanya telur dapat ditemukan di kedalaman tanah sekitar 200 meter, lalu masyarakat sekitar melakukan tindak penyelamatan berupa konservasi sehingga telur terhindar dari serangan predator. Biasanya, masyarakat pelaku konservasi juga melakukan pelepasliaran hewan ini.

“Atraksi di Gorontalo sangat menarik. Sejak kemarin, saya telah menyaksikan tarian dan nyanyian yang sangat apik. Selain itu, wisata alamnya juga unik, Lombongo merupakan salah satunya,” ujar Menpar usai melakukan pelepasliaran burung maleo.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Puo, mengatakan bahwa pihaknya berharap agar kedatangan Menpar dapat menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan pariwisata di Gorontalo.

“Menpar telah melihat sendiri salah satu hewan endemik Sulawesi yakni burung maleo. Sebenarnya masih banyak lagi hewan endemik yang bisa disaksikan disini antara lain hiu paus, monyet Gorontalo, kuskus beruang Sulawesi, babi rusa, dan lain-lain. Kekayaan floranya juga luar biasa. Maka kami bisa mengatakan dengan bangga bahwa Gorontalo sudah siap dikunjungi wisatawan,” ujarnya lebih lanjut. Seperti dikutip Antara. (hsa)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending