Connect with us

KEPRI

Puluhan Ribu Warga Padati Ocarina Saksikan Pidato Prabowo

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat disambut oleh ribuan masyarakat Riau yang melantunkan sholawat badar dan yel-yel, Rabu (13/2/2019).

Indonesiaraya.co.id, Batam – Puluhan ribu warga memadati kawasan wisata Ocarina di Batam, Kepulauan Riau, untuk menyaksikan pidato calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dalam kegiatan Prabowo Menyapa Kepri, Rabu (13/3/2019).

Warga sudah memadati lokasi acara sejak sekitar pukul 11.00 WIB, memadati jalan menuju panggung utama, sementara Prabowo dijadwalkan tiba di Batam sekitar pukul 13.00 WIB untuk menyapa masyarakat Kepulauan Riau.

Panitia menyiapkan sejumlah acara untuk menghibur warga, sambil menunggu sang calon presiden tiba, di antaranya parade nusantara, drumband dan penampilan band Anak Pulau.

Berdasarkan pantauan, kebanyakan pengunjung tidak menggunakan atribut partai, ataupun caleg yang didukung.

“Kami bukan orang partai. Sengaja datang memang mau melihat Prabowo,” kata pendukung, Ratna. Begitu juga dikatakan pendukung capres nomor urut 02 lainnya, Irwan yang datang sukarela dari Batuaji untuk melihat Prabowo.

“Saya suka dengan Prabowo, bukan karena ikut partai, simpatisan saja,” kata dia.

Sebagian pendukung memanfaatkan kegiatan itu, dengan duduk menggelar tikar di tepi pantai bersama anak-anak, sambil menunggu kedatangan Prabowo.

Layaknya berlibur, pembawa ucara, Umar, berulang kali mengingatkan pendukung tidak membawa anak ke sekitar panggung utama.

Sementara itu, puluhan pedagang juga diizinkan memasuki lokasi wisata yang biasa tertutup untuk pedagang kaki lima. Demikian, seperti dikutip Antara. (yun)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

KEPRI

Bakamla Luncurkan Tiga Kapal Patroli di Batam

Published

on

Bakamla Republik Indonesia meluncurkan tiga kapal patroli karya anak bangsa, di galangan PT Citra Shipyard, Tanjunguncang.

Indonesiaraya.co.id, Batam – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia meluncurkan tiga kapal patroli karya anak bangsa, di galangan PT Citra Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Operasi Laut, Laksma Bakamla Guntur Wahyudi, di Batam, Kamis (13/12/2018), mengatakan ketiga kapal patroli tersebut memiliki panjang 80 meter, lebar 7,90 meter dan tinggi 14,4 meter, dengan kecepatan hingga mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/18VP185TM.

“Nama ketiga Kapal Negara 80 Meter ini seluruhnya diambil dari nama pulau terluar Indonesia, yakni KN Pulau Nipah 8001, KN Pulau Marore 8002 dan KN. Pulau Dana 8003,” katanya.

Guntur menambahkan, pembangunan tiga unit kapal patroli Bakamla kelas 80 meter tersebut, memiliki makna yang sangat strategis bagi industri pertahanan dan keamanan nasional.

Hal itu lanjutnya, membuktikan bahwa putra-putri bangsa Indonesia mampu melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi penyelenggaraan industri pertahanan dan keamanan.

Terutama dalam hal mengembangkan teknologi industri perkapalan yang bermanfaat bagi pertahanan, keamanan dan kepentingan nasional lainnya, katanya.

“Keberhasilan pembangunan kapal ini membuktikan kemampuan putra-putri Indonesia untuk memberikan kontribusinya dalam penguasaan bidang teknologi perkapalan nasional,” katanya.

Hal itu kata dia, merupakan salah satu solusi konkrit dalam mengurangi ketergantungan dari negara lain terkait dengan pengadaan kapal patroli di masa yang akan datang.

Kata dia, pembangunan tiga unit kapal patroli Bakamla kelas 80 meter itu diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Bakamla RI.

Khususnya bagi kebutuhan unsur operasional dalam mengemban tugas dalam melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

“Kehadiran kapal ini tentunya akan menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya negara Indonesia sebagai poros maritim dunia,” paparnya.

Peluncuran tiga kapal patroli tersebut ditandai dengan pernyataan resmi pemberian nama dan pemotongan tali pengikat kendi serta penekanan sirene. Demikian, seperti dikutip Antara. (mes)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

HUKUM

FKPT Kepri : Terorisme Tidak Berhubungan dengan Agama

Published

on

Sejumlah polisi saat memperketat pengamanan di tiga gereja di Surabaya Minggu (13/5/2018).

Indonesiaraya.co.id, Tanjungpinang – Terorisme dan radikalisme tidak berhubungan dengan ajaran agama apapun, kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Riau (FKPT Kepri) Reni Yusneli.

“Aksi terorisme itu dilakukan orang sesat, bukan karena ajaran agama. Karena agama apapun melarang membunuh orang lain,” ujarnya di Tanjungpinang, Minggu (13/5/2018).

Reni mengemukakan motif di balik aksi teror harus dapat diungkap. Bukan tidak mungkin teroris tersebut dibonceng oleh kepentingan tertentu yang tidak menginginkan Indonesia dalam kondisi aman.

“Motif perlu diungkap secara jelas sehingga dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” ucapnya.

Menurut dia, aksi terorisme di tiga gereja di Surabaya Minggu pagi menunjukkan permasalahan terorisme belum tuntas di bumi nusantara. Peristiwa itu menunjukkan pula aksi terorisme dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Itu yang berbahaya, dan perlu diwaspadai. Pengawasan harus diperketat mulai dari tingkat RT dan tempat-tempat yang banyak dikunjungi warga,” katanya.

Namun kurang bijak bila dari peristiwa itu sejumlah pihak saling menyalahkan. Penanggulangan teroris bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian, Badan Intelijen Strategis, Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan lembaga lainnya, melainkan juga tanggung jawab masyarakat.

“Permasalahan ini harus diselesaikan bersama-sama, tidak bisa kita hanya bebankan kepada aparat pemerintah, meski itu tanggung jawab mereka,” katanya.

Reni berharap aksi teroris di Surabaya terakhir terjadi di Indonesia. Pencegahan terorisme dan radikalisme harus dilakukan mulai dari lingkungan terkecil seperti RT dan RW. Pengaktifan poskamling adalah cara sederhana untuk memperkuat pengamanan di lingkungan warga.

“Kami berharap peristiwa tidak manusiawi ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Terkait permasalahan itu, Reni berharap pengguna media sosial juga lebih selektif dan bijak mengirim gambar, video atau status. Gambar atau video yang tidak pantas disebar di media sosial sebaiknya tidak dilakukan.

“Teror melalui media sosial itu masih terjadi. Masih ditemukan gambar-gambar korban aksi teroris itu di media sosial. Masih ada juga komentar yang provokatif. Saya pikir ini harus segera ditertibkan Kementerian Informasi dan Komunikasi,” katanya, seperti dikutip Antara. (nik)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending