Connect with us

BALI

Ratusan Jurnalis Bali Tolak Pemerintah Beri Remisi Pembunuh Wartawan

Published

on

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, Agustiar Ismail (kanan), ketua advokasi AJI, Khaidir (kiri) menujukkan seruan "Cabut Remisi Pelaku Pembunuh Jurnalis" di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (24/1/2019).

Indonesiaraya.co.id, Denpasar – Ratusan jurnalis, mahasiswa dan tokoh masyarakat melakukan aksi demonstrasi menolak keputusan remisi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama, karena melakukan pembunuhan terhadap wartawan Radar Bali, Anak Agung Ngurah Bagus Narendra Prabangsa, 11 Februari 2009.

Koordinator Solidaritas Jurnalis Bali, Nandhang R. Astika, dalam orasinya di Denpasar, Jumat siang (25/1/2019), mengatakan hari ini seluruh solidaritas jurnalis Bali melakukan aksi demonstrasi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar dan Kantor Kakanwil Kemenkumham Bali guna menentang remisi pembunuhan terhadap jurnalis yang sangat keji ini.

“Aksi ini tidak hanya berlangsung di Bali, namun dilajukan jurnalis nasional. Karena remisi ini dinilai langkah mundur dalam kebebasan pers,” kata Ketua AJI Denpasar itu.

Ia menegaskan bahwa kasus pembunuhan wartawan ini salah satu dari sekian kasus pembunuhan wartawan yang terungkap di Indonesia. “Ini salah satu kasus yang kemunduran hukum. Khususnya mencederai kebebasan pers,” katanya.

Setelah dari Monumen Bajra Sandi, Denpasar, peserta solidaritas jurnalis Bali pun berjalan kaki sambil meneriakan yel-yel dan orasi agar remisi tersebut dicabut, massa aksi berjalan kali menuju Kantor Wilayah Hukum HAM Bali.

Para Jurnalis Bali menilai pemberian remisi yang merupakan perubahan dari hukuman penjara seumur hidup menjadi pidana sementara penjara 20 tahun itu mencederai hukum dan kebebasan pers.
Pembunuhan wartawan Radar Bali , Anak Agung Ngurah Narendra Prabangsa terjadi pada 11 Februari 2009 di Kabupaten Bangli,

Para pengunjukrasa mendesak Kepala Kanwilkumham Bali, Sutrisno, menandatangani surat pernyataan memastikan menyampaikan petisi kepada Menetri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Setelah satu jam melakukan demonstrasi, para pengunjuk rasa menutup aksi dengan berdoa bersama. Sebelumnya, Prabangsa tewas dianiaya oleh sejumlah orang atas perintah Nyoman Susrama.

Jasad korban ditemukan di perairan Padang Bai, Karangasem, setelah beberapa hari dinyatakan hilang. Penyidik Polda Bali menemukan motif pembunuhan korban terkait pemberitaan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah yang dilakukan Susrama yang juga mantan Bupati Bangli.

Kuasa Hukum Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), I Made Suardana mengatakan telah terjadi kecacatan hukum dalam pemberian remisi terhadap Susrama tersebut. “Saya ingin kasus ini dibuka dulu pada publik, karena tidak adanya dengar pendapat, kita menganggap remisi ini terselubung yang nyaris kita tidak dapat ketahui,” katanya.

Selain itu, tindak pidana yang dilakukan Susrama dinilai berbeda dengan kasus hukum lainnya. Hal itu karena, menyangkut korban yang dibunuh merupakan jurnalis sehingga telah meruntuhkan pilar demokrasi.

Kedua, kasus ini begitu mendapatkan atensi publik. Pemerintah dinilai tidak melakukan kecermatan dalam memberikan catatan khusus terhadap Susrama sehingga remisi bisa dia dapatkan. Demikian, seperti dikutip Antara . (mad/nfy)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BALI

Timezone Play ‘N’ Learn Hadir dengan Konsep yang Belum Pernah ada di Bali agar Anak Lebih Aktif dan Sehat!

Published

on

Timezone Play ‘N’ Learn secara resmi dibuka pada Jumat, 12 April 2019, di Mall Galeria Bali, Jl. By Pass Ngurah Rai, Kuta.

Indonesiaraya.co.id, Bali – Orang tua di Bali patut berbahagia karena Timezone Play ‘N’ Learn dengan konsep baru telah hadir di Pulau Dewata sebagai arena bermain dalam ruangan untuk si buah hati kesayangan mereka yang akan membuat anak lebih aktif dan sehat yang belum pernah ada di Bali. Melalui sebuah acara yang penuh kegembiraan dan kemeriahan, Timezone Play ‘N’ Learn secara resmi dibuka pada Jumat, 12 April 2019, di Mall Galeria Bali, Jl. By Pass Ngurah Rai, Kuta.

“Kami sangat bersemangat untuk membawa konsep baru tempat bermain anak aktif ini ke pasar Indonesia,” kata Naveen H., CEO dan Presiden DIrektur Timezone Indonesia. “Saya tahu banyak orang tua yang berusaha keras untuk membuat anak-anak mereka melakukan lebih banyak kegiatan dan menjadi lebih aktif. Di Timezone Play ‘N’ Learn, anak-anak akan mendapatkan kegiatan yang mereka butuhkan, dan melakukannya dengan senang!”

Timezone Play ‘N’ Learn adalah sebuah konsep serta brand baru dari The Entertainment and Education Group (TEEG), penyedia Tempat Hiburan Keluarga terkemuka yang berasal dari Australia dengan lebih dari 280 gerai di seluruh Asia Pasifik.

Timezone Play ‘N’ Learn di Mall Bali Galeria mencakup lebih dari 450 meter persegi area bermain yang menarik. Di tempat ini anak-anak dapat menjelajahi sebuah labirin dua tingkat (two-level maze), melompat di trampolin yang berkualitas, meluncur di papan seluncur yang panjang, panjat dinding, melintasi jaring pelangi yang unik, serta bermain sepuasnya di kolam bola yang sangat luas. Untuk anak balita, juga tersedia Toddler Zone sehingga mereka dapat bebas berjalan atau merangkak dan mencari teman baru. Selain itu, di Timezone Play ‘N’ Learn ini juga terdapat area yang dapat digunakan untuk pesta dan acara.

Bagaimana faktor keselamatan dan keamanan Timezone Play ‘N’ Learn ini? “Kami memandang keselamatan dan keamanan adalah hal yang utama dan sangat penting. Semua fasilitas yang tersedia di Timezone Play ‘N’ Learn sudah dilengkapi dengan sertifikat keselamatan Internasional serta diawasi dalam proses pemeliharaan yang ketat,” ujar Naveen. Di lokasi arena bermain Timezone Play ‘N’ Learn, semua anak-anak, orang tua atau pengasuh akan tercatat melalui teknologi gelang check-in dan tidak ada anak-anak yang diperbolehkan meninggalkan area bermain tanpa didampingi orang dewasa. Lebih jauh lagi, di semua area juga dilengkapi oleh CCTV atau kamera keamanan.

Prosesi pembukaan Timezone Play ‘N’ Learn ini meriah dan penuh kegembiraan dengan penampilan dan pertunjukkan sulap, kompetisi menari anak-anak dan free goodie bags untuk pengunjung. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Kampanye Sandiaga di Bali, Hujan Lebat, Massa Kibarkan Bendera Merah Putih

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat dihadapan para pendukungnya di Lapangan Buana Patra Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (9/4/2019).

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno kembali berkampanye di Bali. Massa yang memadati lokasi kampanye di Buleleng, Bali mengibarkan bendera merah putih. 

Sejak pukul 08.00 Wita massa sudah memadati Lapangan Buana Patra Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (9/4/2019). Tidak terlihat bendera partai yang berkibar, mayoritas massa membawa bendera merah putih. 

Hanya terlihat satu bendera dengan wajah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan logo parpol pengusung kecil di bawahnya. Sejumlah massa terlihat asyik berfoto ria mengabadikan momen kampanye yang mengusung tema Kampanye Nasional Parade Budaya dan Festival UMKM ini. 

Meski cuaca hujan deras massa tetap antusias mendengarkan orasi Sandiaga. Mereka terus meneriakkan yel-yel dan menyahut pertanyaan Sandiaga. 

“Alhamdulilah hujan berkah,” kata Sandiaga di Lapangan Buana Patra Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (9/4/2019).

Sandiaga melanjutkan orasinya dan mengajak masyarakat tak lupa mencoblos ke TPS tanggal 17 April mendatang. Sandiaga punya singkatan sendiri untuk TPS yaitu Tusuk Prabowo-Sandi.

“Yang penting persaudaraan kita nomor satu, presiden kita nomor? 2. TPS, Tusuk Prabowo Sandi insyaallah NKRI, Pancasila harga mati,” tegasnya. 

Ada delapan stan yang mengelilingi lapangan. Salah satu stan ini menyediakan kudapan khas Bali yakni Kaliadrem yang juga disediakan bagi peserta kampanye. 

Mayoritas massa memakai kaos biru dengan gambar wajah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ada juga slogan kerja mudah, harga murah, hidup makmur yang terpampang di kaos bagian belakang. 

“Alhamdulilah hujan berkah,” kata Sandiaga di Lapangan Buana Patra Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (9/4/2019).

Sandiaga melanjutkan orasinya dan mengajak masyarakat tak lupa mencoblos ke TPS tanggal 17 April mendatang. Sandiaga punya singkatan sendiri untuk TPS yaitu Tusuk Prabowo-Sandi.

“Yang penting persaudaraan kita nomor satu, presiden kita nomor? 2. TPS, Tusuk Prabowo Sandi insyaallah NKRI, Pancasila harga mati,” tegasnya. 

Tak lama usai berorasi, microphone Sandiaga mati. Kegiatan kampanye pun dihentikan. Sandiaga pun turun dari panggung dan sempat menyalami beberapa pendukungnya sebelum masuk ke mobil.

Juru bicara Badan Pemenangan Daerah Provinsi Bali Ray Misno mengakui agenda kampanye pun dipercepat. Dia juga mengakui peralatan sound system juga eror dan mengalami kendala teknis. 

“Ya, pasti karena alam, karena alam seperti ini, kendala teknis, yang nggak jalan itu sambutan dan tarian tapi substansi materi yang ingin disampaikan bang sandi  tersampaikan, mulai masalah ekonomi, kemudian pelestarian alam, kebhinnekaan Bali, bahwa Bali ini miniatur, kebhinnekaan kan, toleransi itu sudah tersampaikan. Cuma setelah itu ada karena hujan terlalu deras, ada beberapa acara hiburan yang tidak bisa dikabulkan,” ujar Ray.

Ray pun mengaku tidak kecewa meski cuaca tidak bersahabat. Apalagi massa tetap bertahan mendengarkan Sandiaga berorasi. 

“Nggak ini alam, alam sudah berkehendak, tapi walau hujan massa tidak beranjak, ini yang hujan yang luar biasa, hujan tambah semangat, itu yang buat bang Sandi bertahan di panggung,” tuturnya. (yug)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

BALI

Lari Pagi di Singaradja Sandiaga Uno Salami Para Penyambutnya dari Kubu Sebelah dan Berenang di Lovina

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berlari di Singaradja Bali, Selasa (9/4/2019) dan swafoto bersama para pendukung Joko Widodo.

Indonesiaraya.co.id, Singaradja — Saat memulai aktifitas paginya dengan berlari di Singaradja Bali, Selasa (9/4/2019), Sandiaga Salahuddin Uno disambut teriakan belasan para pendukung Joko Widodo yang memegang poster calon presiden nomor urut 01.

Calon wakil ptesiden nomor urut 02 ini, menghentikan langkah dan memberikan senyum terbaiknya lalu menjabat erat satu persatu para dari pendukung dari kubu sebelah.

“Selalu saya katakan, kami tidak ingin politik yang memecah belah, tapi mempersatukan. Demokrasi ini seharusnya menggembiraoan, menyenangkan. Jadi buat apa memecah belah. Dari awal kami sudah komitmen untuk menciptakan politik sejuk, politik yang mempersatukan. Dari Bali kita sampaikan salam damai,” ucap Sandi.

Usai melakukan peregangan di bawah patung Lumba-lumba, Sandi pun naik perahu mengarungi laut dan berenang ditengah laut. “Enak airmya hangat, bali memamg memesona,” ucap Sandi.

Ada peristiea menarik begitu Sandi kembali ke pantai, sekelompok orang tang mengenakan atribut partai PDI-P mengajak Sandi Ngopi dan berfoto bersama. “Sini pak ngopi, boleh foto kan pak,” tanya salah satu orang di kelompok itu. Sandi menyambutnya dengan ramah, “ayo -ayo foto, terima kasih,” ucap Sandi. (dam)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending