Connect with us

DIGITAL

Ratusan Juta Data Pengguna Facebook Terekspos

Published

on

Pada 3 April lalu, setelah Facebook dikontak Bloomberg, data di bucket AWS S3 akhirnya diamankan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Tim keamanan siber dari Upguard Cyber Risk menemukan data dari dua pertiga aplikasi ketiga yang dikembangkan Facebook terekspos ke publik.

Menurut laman upguard.com, salah satu kebocoran berasal dari perusahaan asal Meksiko, Cultura Colectiva, berukuran 146GB berisi lebih dari 540 juta data berisi komen, like, reaksi, nama akun hingga akun Facebook.

Sebuah berkas backup dari aplikasi bernama “At The Pool” juga ditemukan terekspos ke Internet melalui Amazon S3. Database itu berisi backup kolom antara lain untuk kata kunci (password), pertemanan (friends) dan identitas pengguna (user id). Password yang dimaksud diperkirakan untuk aplikasi “At The Pool”, bukan akun Facebook, namun pengguna memiliki risiko jika kata kunci yang digunakan sama.

Data yang ditemukan di At The Pool tidak sebesar set data di Cultura Colectiva, namun, berisi kata kunci dalam format plaintext dari 22.000 pengguna. Temuan Upguard, At The Pool berhenti beroperasi sejak 2014 dan situs perusahaan induk mereka sudah tidak aktif.

Set data tersebut disimpan dalam bucket Amazon S3 yang dikonfigurasi agar dapat diunduh oleh publik. Menurut Upguard, data tersebut berubah-ubah karena pembaruan. Persamaannya, data-data tersebut memuat informasi tentang pengguna Facebook, kesukaan, hubungan dan interaksi dan terbuka untuk pengembang pihak ketiga.

Tim Upguard sudah mengirimkan email pemberitahuan ke Cultura Colectiva pada 10 Januari dan 14 Januari, namun tidak ada tanggapan. Mereka juga mengirimkan surat untuk Amazon Web Service karena data itu disimpan di Amazon S3.

Awal Februari lalu, Amazon Web Services membalas surat itu, menyatakan sudah memberi tahu pemilik bucket tersebut.

Upguard kembali mengirimkan pemberitahuan ke Amazon Web Services pada 21 Februari karena melihat data itu belum diamankan, dan AWS membalas pada hari itu juga dengan mengatakan mereka akan mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada 3 April lalu, setelah Facebook dikontak Bloomberg, data di bucket AWS S3 akhirnya diamankan.

Sementara itu, data dari At The Pool sudah offline ketika Upguard berusaha menelusuri kembali data yang dimaksud. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL

Google Duo Tambah Fitur Penghemat Data

Published

on

Fitur penghemat data Google Duo itu diklaim dapat menghemat konsumsi data untuk video sekitar 40 persen.

Indonesiaraya.id, Jakarta – Google Duo, aplikasi panggilan video buatan Google, menambah serangkaian fitur baru untuk memperkaya layanan di aplikasi tersebut, salah satunya berupa penghemat data atau saving mode.

“Fitur ini dirancang untuk penggunaan di negara seperti Indonesia dan India,” kata Manajer Produk Duo, Humberto Castaneda, melalui sambungan video kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Google Duo merupakan aplikasi komunikasi yang dibuat hanya untuk panggilan video. Layanan itu berbeda dengan aplikasi lain seperti WhatsApp dan Line yang memiliki opsi pesan teks, panggilan suara, dan panggilan video.

Google mengutamakan kualitas koneksi dan gambar dalam aplikasi Duo.

Fitur penghemat data di Google Duo dapat diaktifkan dan dimatikan secara manual. Jika aktif, Google secara otomatis akan menurunkan resolusi video, tapi mereka mengklaim tidak mengurangi kualitas video.

Fitur penghemat data Google Duo itu diklaim dapat menghemat konsumsi data untuk video sekitar 40 persen.

Google Duo kini juga memiliki panggilan kelompok (group calling) maksimal berjumlah empat orang dalam satu kali panggilan. Tidak seperti aplikasi lain yang menawarkan lebih banyak anggota saat panggilan kelompok, Google berpendapat para pengguna seringkali melakukan panggilan video hanya dengan orang-orang terdekat.

Pengguna Google Duo di Indonesia, berdasarkan data Google Indonesia, mengaku melakukan video call karena rindu. Mereka menghubungi pasangan (48 persen) dan keluarga (40 persen) melalui panggilan video.

Google berencana menambah anggota group calling menjadi delapan orang pada beberapa bulan mendatang.

Google Duo juga menyediakan opsi untuk mengirim pesan video jika pengguna tidak memiliki banyak waktu untuk mengobrol melalui video call. Pengguna bisa langsung merekam video melalui aplikasi Google Duo, memberi teks atau coretan dalam video tersebut dan mengirim ke kontak yang diinginkan.

Google Duo juga merambah ke panggilan video melalui situs duo.google.com sehingga pengguna memiliki opsi untuk melakukan panggilan video melalui ponsel atau komputer.

Google tidak menyebutkan jumlah pengguna aplikasi panggilan video tersebut di Indonesia. Tapi, menurut data mereka, pengguna Google Duo di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India. Demikian, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Aktivitas di Twitter Naik Selama Ramadan, Ini Topik Terpopulernya

Published

on

Berdasarkan data Twitter, terdapat peningkatan lebih dari 50 persen dalam durasi penggunaan platform tersebut selama Ramadan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Twitter Indonesia, berdasarkan data mereka tahun lalu, melihat pertambahan aktivitas mencuit di platform mikroblog tersebut selama bulan Ramadan.

“Terdapat 133 juta cuitan tentang Ramadan di Indonesia pada 2018,” kata Country Industry Head Twitter Indonesia and Malaysia, Dwi Ardiansah, kepada media di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Jumlah cuitan saat bulan Ramadan naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Umumnya warganet mencuit saat waktu sahur dan frekuensinya terus meningkat hingga waktu berbuka puasa.

Berdasarkan data Twitter, terdapat peningkatan lebih dari 50 persen dalam durasi penggunaan platform tersebut selama Ramadan.

Warganet biasanya mulai ramai membicarakan Ramadan dua minggu sebelum puasa.

“Momen emas di Twitter saat hari pertama Ramadan dan hari pertama Lebaran,” kata dia.

Twitter mencatat terdapat tiga topik terpopuler yang dibicarakan sepanjang bulan Ramadan.

1. Mudik

Perjalanan pulang ke kampung halaman mendapatkan sekitar 3 juta cuitan dari warganet. Mereka menceritakan pengalaman mudik mereka seperti terjebak macet.

Warganet mulai membicarakan mudik mulai dua minggu sebelum Ramadan dan puncaknya sekitar seminggu sebelum Lebaran.

2. Makanan

Menurut analisis Twitter Indonesia, warganet gemar membagikan pengalaman mereka mengenai makanan, misalnya momen berbuka puasa dan reuni dengan teman-teman.

3. Belanja

Ramadan umumnya merupakan masa-masa terbesar konsumen mengeluarkan uang untuk berbelanja. Selama Ramadan, pengguna Twitter antara lain membeli pakaian, tiket pesawat, benda elektronik, ponsel, furnitur dan perhiasan. Demikian seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DIGITAL

Pengguna Twitter Indonesia Tumbuh Pesat pada 2018

Published

on

Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang 2018 lalu, dengan jumlah pengguna harian platform mikroblog tersebut naik di atas angka rata-rata global.

“Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia,” kata Country Industry Head Twitter Indonesia and Malaysia, Dwi Ardiansah, saat memberikan pemaparannya di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurut data internal Twitter pada kuartal pertama 2018, pengguna Twitter Indonesia tumbuh 11 persen, sementara angka global hanya 10 persen.

Pada kuartal kedua, pengguna Indonesia tumbuh 31 persen, sedangkan pertumbuhan global hanya 11 persen.

Kemudian pada kuartal ketiga, Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna aktif harian sebanyak 33 persen, naik tajam dibandingkan dengan pertumbuhan global yang hanya 9 persen.

Puncaknya pada kuartal keempat 2018, rata-rata pertumbuhan pengguna Indonesia sebesar 41 persen, sedangkan pertumbuhan global tetap 9 persen.

Konten

Meski demikian, Twitter mendapatkan keluhan dari para pengguna bahwa platform tersebut kurang nyaman digunakan karena banyak perdebatan dan pembicaraan yang tidak relevan. Temuan tersebut, menurut Dwi, bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan secara global.

Twitter pun berstrategi memprioritaskan kesehatan dalam platform mereka dengan menyajikan konten yang relevan dengan pengguna.

“Perhatian kami ke kualitas konten pada 2018. Kami bekerja sama dengan penerbit berita terpercaya dan memastikan mereka bisa mendistribusikan konten secara tepat ke pengguna,” kata Dwi.

Tidak hanya memperbaiki kualitas konten, Twitter juga berusaha menjangkau pengguna di luar kota-kota besar dengan menghadirkan aplikasi ringan Twitter Lite, yang ditujukan untuk para pengguna ponsel kelas menengah ke bawah dan koneksi Internet yang lambat.

“Kami fokus ke produk,” kata Dwi menambahkan.

Twitter juga mencatat pertumbuhan konsumsi video di Indonesia mencapai lebih dari 150 persen. Demikian, seperti dikutip Antara . (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending