Connect with us

JAWA TENGAH

Rekomendasi 3 Tempat Makan Enak di Semarang

Published

on

Super penyet, salah satu kuliner enak di Semarang, Jawa Tengah.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Ketika anda mencari tempat untuk berwisata kuliner, tempat seperti apa yang Anda cari? Pastinya tempat yang nyaman dan makanan yang lezat tidak cukup untuk jadi bahan pertimbangan Anda dalam menentukan tempat untuk nongkrong dan berwisata kuliner. Contohnya bagi kalangan anak muda, mereka saat ini mencari keunikan dari tempat kuliner tujuan di samping kenyamanan dan rasa hidangan yang lezat. Selain itu harga yang pas dikantong dan terjangkau bagi anak mudah tentu menjadi bonus tersendiri.

Berbincang mengenai kota Semarang, kota ini tidak hanya kaya dengan tempat wisata namun juga sangat cocok untuk melakukan wisata kuliner. Ada banyak tempat makan yang patut Anda coba di Kota Semarang. Salah satunya  yakni Super Penyet Semarang. Dimana Anda dapat mencari informasi mengenai Super Penyet Semarang di Traveloka Eats.

Nah, untuk lebih jelasnya kami akan bagikan 3 tempat makan yang patut Anda coba saat berada di Semarang. Yuk simak informasi selengkapnya.



Mangut Welut Warung Bu Nasima

Mangut Welut dalam bahasa Indonesia sama dengan Mangut Belut, dimana Mangut Belut merupakan menu andalan yang ada di tempat makan ini. Tahukah anda, tempat makan ini bahkan pernah diliput oleh salah satu Host kuliner terkenal yakni Pak Bondan Winarno? Menu Mangut Belut yang ada disini memiliki rasa yang super pedas, sehingga memang berbeda dengan yang ada di tempat lainnya dan menjadikan tempat ini terkenal dikalangan masyarakat Semarang.

Harga untuk satu porsi Mangut Belut juga sangat murah yakni sekitar Rp. 10.000 saja. Ada juga menu lainnya yang patut anda coba juga yakni seperti kepala Manyung (jenis ikan laut), bandeng, mujair, lele, cumi-cumi, dan ikan pindang. Nah, bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba mencicipi bisa langsung datang ke Jalan Menoreh Raya No. 10 Sampangan, Semarang.

Tahu Gimbal

Makanan yang satu ini merupakan salah satu makanan asli Semarang. Makanan khas yang satu ini juga banyak dijual di kota Semarang sehingga sangat mudah ditemukan, salah satunya Anda bisa beli di Jalan Menteri Supeno, Semarang. Tahu Gimbal ini terdiri dari bahan seperti tahu goreng, rajangan kol mentah, toge, lontong, telur dan gimbal yang dicampur dengan bumbu kacang dari olahan petis udang.

Pasti Anda bertanya-tanya lalu Gimbal itu apa? Gimbal sendiri merupakan udang yang telah digoreng dengan tepung dan mempunyai cita rasa gurih, manis, dan juga pedas. Harganya tidak mahal anda cukup mengeluarkan uang sekitar Rp. 6.000 hingga Rp. 15.000 saja.

Super Penyet

Anda ingin menikmati santap makanan yang enak dan murah? Maka pilihan yang cocok ialah ke super penyet. Jika Anda berada di luar Semarang namun ingin melihat ulasan lengkapnya, Anda bisa lihat ulasan Super Penyet Semarang di Traveloka Eats. Tempat makan yang berlokasi di Jl. Setia Budi No.207, Semarang, Indonesia ini menyediakan berbagai macam menu yang lezat antara lain ada udang goreng, ayam goreng, lele penyet, dan tahu tempe penyet. Ada juga berbagai menu sayuran sebagai pelengkap sajian tadi yakni seperti cah kangkung, cah gingseng, cah tauge ikan asin, dan lain-lainnya.

Menariknya, disini Anda akan melihat beberapa kendil yang berisi berbagai macam sambal. Super Penyet ini menyediakan 8 sambal yang bebas untuk dikonsumsi oleh pelanggan. Delapan sambal tersebut antara lain sambal dondong, sambal terasi, sambal kalasan, sambal dabu-dabu, sambal super pedas, sambal kecap, sambal ijo, dan sambal korek. (adv)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWA TENGAH

Percepatan Pembangunan Desa, Skripsi Mahasiswa Diganti Pengabdian di Desa

Published

on

Acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran Dana Desa di Holy Stadium, Grand Marina Bay Semarang, Selasa (18/2/2020).

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memunculkan ide baru untuk mempercepat pembangunan desa. Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Abdul Halim menginginkan agar skripsi tidak hanya menjadi satu-satunya syarat kelulusan, namun bisa diganti dengan pengabdian di desa-desa tertinggal.

Ide tersebut disampaikan Abdul Halim saat menghadiri acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran Dana Desa di Holy Stadium, Grand Marina Bay Semarang, Selasa (18/2/2020). Menurut dia, usulan itu sudah disampaikan kepada Kemendikbud dan disambut baik karena sejalan dengan program Kampus Merdeka yang dicanangkan Kemendikbud.

“Saya mengusulkan agar mahasiswa tidak hanya membuat skripsi sebagai persyaratan meraih predikat sarjana, gantinya skripsi, mahasiswa bisa mengabdi di desa untuk aplikasi ilmunya dan membantu desa semakin cepat berkembang,” katanya.



Usulan itu lanjut dia sudah ditindaklanjuti oleh Kemendikbud. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan para rektor perguruan tinggi untuk merealisasikan program ini.

“Jadi nanti para kepala desa, bisa memanfaatkan program ini. Mahasiswa yang datang, bisa diajak berdiskusi untuk menyelesaikan masalah desa dan menyusun program-program pembangunan di desa,” tegasnya.

Ide tersebut disambut antusias oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut dia, ide tersebut usulan yang sangat bagus, agar pembangunan di desa semakin cepat.

“Ini ide yang sangat bagus. Saya mendukung penuh ide ini karena desa memang butuh kaum-kaum cendekiawan untuk maju,” kata Ganjar.

Berbagai persoalan desa lanjut Ganjar bisa dikoordinasikan dengan sumber daya perguruan tinggi. Apabila seluruh desa dapat didampingi rutin dan berkelanjutan, maka semua pasti akan lebih mudah.

“Karena pasti berbasis risset, persoalan terumuskan dengan baik, perencanaan pembangunan baik dan berkelanjutan. Ini ide bagus, mahasiswa tidak hanya wajib membuat skripsi, namun pengabdian di desa itu bisa menjadi tugas akhir yang kongkret,” terangnya.

Di Jawa Tengah lanjut dia, potensi sumber daya pendidikan tinggi sangat besar. Beberapa perguruan tinggi sudah banyak berkecimpung dalam pembangunan di desa.

“Ada yang menggarap desa wisata, desa tangguh bencana dan lainnya. Dengan program ini, maka pendampingan masyarakat desa akan semakin sempurna,” tutupnya.

Dalam acara Rakor Percepatan Penyaluran Dana Desa tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto, Direktur Pertamina, Nicke Widyawati dan jajaran tamu penting lainnya. Seluruh kepala desa, camat, bupati/wali kota juga hadir dalam acara tersebut. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Ganjar Usul Kontingen PON Jateng Diisi Official dari Warga Asal Papua

Published

on

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tali asih kepada 32 atlet dan enam pelatih dari Jawa Tengah yang sukses menyumbang medali pada gelaran Sea Games 2019 Filipina lalu.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Warga asal Papua yang tinggal di Jawa Tengah dan warga Jawa Tengah yang tinggal di Papua mendapat kesempatan untuk menjadi official tim PON Jawa Tengah selama gelaran PON XX di Papua. Ide tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Ketua KONI Jawa Tengah, Senin (17/2/2020), untuk menunjukkan ke-Indonesia-an dan persatuan bangsa melalui olahraga.

“Saya punya usul dan keinginan bahwa masyarakat Papua yang tinggal di Jawa Tengah, banyak menikah dengan orang Jawa Tengah, itu bisa membantu menjadi official atlet Jawa Tengah yang akan mengikuti PON di Papua nanti. Menarik itu. Kita tunjukkan ke-Indonesia-an kita, persatuan kita dari olahraga,” kata Ganjar usai bertemu Ketua KONI Jawa Tengah Brigjen TNI (purn) Subroto dan para atlet di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Usulan Ganjar itu karena banyak orang Papua di Jawa Tengah bahkan tinggal dalam waktu lama di Jawa Tengah. Begitu juga banyak warga asal Jawa Tengah yang tinggal di Papua serta hidup dan berhubungan dengan sangat baik di sana.



“Kalau kemudian kontingen ini bisa saling mengisi, mengajak saudara-saudara kita dari Papua yang tinggal di Jawa Tengah dan juga menjadi warga Jawa Tengah mungkin dia bisa merepresentasikan sebagai orang yang tinggal di Jawa Tengah untuk membantu tim sehingga nanti berangkat ke sana kita akan betul-betul merayakan dan merasakan ke-Indonesia-an. Artinya bahwa kita bisa tinggal di mana pun dan kita saling menghormati,” jelas Ganjar.

Gayung bersambut. Usulan Ganjar tersebut mendapat respons baik dari Ketua KONI Jawa Tengah Brigjen TNI (purn) Subroto. Menurut Subroto, saran dari Ganjar akan diakomodasi. Ia menyebut saat ini di tim PON Jawa Tengah sudah ada pelatih yang kebetulan asli Papua.

“Kebetulan ada pelatih dari Papua yang sudah melatih salah satu cabor, yaitu di sepatu roda. Tapi nanti kita cari tokoh-tokoh dari Papua yang sudah jadi warga di Jawa Tengah kita masukkan ke panitia atau official PON Kontingen Jawa Tengah,” katanya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

32 Atlet Jateng Peraih Medali Sea Games 2019 Terima Tali Asih

Published

on

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tali asih kepada 32 atlet dan enam pelatih dari Jawa Tengah yang sukses menyumbang medali pada gelaran Sea Games 2019 Filipina lalu.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tali asih kepada 32 atlet dan enam pelatih dari Jawa Tengah yang sukses menyumbang medali pada gelaran Sea Games 2019 Filipina lalu. Tali asih tersebut diberikan secara simbolis oleh Ganjar Pranowo kepada perwakilan atlet dan pelatih di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (17/2/2020).

“Ini saya bersama anak-anak hebat. Mereka ini juara-juara. Ada wushu, sepak takraw, softball, menembak, dayung, dan ada pelatih sepak takraw. Atlet Dayung ini dapat tiga emasMenembak emas, Wushu perak, menembak emas, dan ini dayung dapat tiga emas. Atlet-atlet kita ini sedang disiapkan paling dekat untuk PON Papua. Kita siapkan agar mereka menjadi anak-anak hebat. Semangat,” kata Ganjar usai meyerahkan tali asih.

Pemberian tali asih tersebut merupakan penghargaan dan penghormatan atas prestasi yang diraih. Hal itu juga untuk memacu para atlet untuk terus meningkatkan prestasi. Tali asih yang diberikan bervariasi sesuai dengan medali yang diraih. Atlet peraih medali emas mendapatkan tali asih sebesar Rp 75 juta, peraih medali perak Rp 50 juta, dan peraih perunggu Rp 25 juta.



Selain itu Ganjar juga menyinggung wacana event tingkat eks karisidenan untuk mencari bibit-bibit unggul atlet dan sebagai acuan event Pra Porprov. Menurutnya pencarian bibit atlet dapat dilakukan sejak usia dini.

Selanjutnya data atlet tersebut disimpan dalam sistem informasi olahraga sehingga atlet-atlet itu dapat diproyeksikan ke depan bagaimana. Sistem tersebut juga berisikan jumlah event yang ada, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, maupun dunia.

“Kira-kira 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun lagi mereka akan ke mana sehingga mereka betul-betul menjadi aset Indonesia dan Jateng agar mereka kemudian bisa mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.

“Kalau data bagus, penghormatan bagus, kekeluargaan dan pembinaan bagus, maka mereka akan menjadi atlet yang berkarakter dan penuh optimisme, lalu bisa naik ke level yang lebih tinggi. Targetnya harus bermimpi tingkat dunia,” lanjut Ganjar.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah Brigjen TNI (Purn) Subroto menjelaskan untuk atlet yang meraih medali lebih dari satu maka tali asih diberikan utuh untuk satu medali dan seterusnya diberikan sebanyak 50 persennya. Misal atlet dayung yang meraih tiga medali emas mendapat tali asih senilai total Rp 100 juta.

“Tadi sudah kita lihatkan, Bapak Gubernur memberikan fasilitas atau memberikan tali asih secara simbolis kepada atlet dan pelatih. Mudah-mudahan nanti segera bisa dicairkan, besok akan kita perjuangkan agar bisa segera diterima,” katanya. (ini)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending