Connect with us

KULINER

Resep Membuat Es Kopi Susu Ala Kafe di Rumah

Published

on

Es kopi pertama kali dibuat di Prancis dan disebut sebagai mazagran. Mazagran tersebut dibuat dari kopi dingin dan air soda.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Apakah es kopi susu yang kini menjamur di mana-mana jadi bagian yang tak terlepaskan dari keseharian Anda ?

Coba praktikkan sendiri resepnya di rumah bila ingin menghemat uang atau sekadar malas menjejakkan kaki ke luar rumah.

Berikut ini adalah resep membuat es kopi susu gula aren ala kafe dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah.

Bahan :

Kopi espresso 50 – 55 ml
Krimer 10-15 ml
Gula aren 15-25 ml
Susu segar 120 ml
Es batu secukupnya

Komposisinya bisa disesuaikan dengan selera. Jika Anda suka yang lebih pahit, perbanyak espresso, sebaliknya perbanyak komposisi gula dan susu bila ingin rasanya tidak terlalu pahit.

Tiara Malinda dari kedai Kovi Kopi, Jakarta, mengatakan ada beberapa bahan alternatif bila sulit mencari bahan harusnya tersedia.

Tak masalah bila tidak punya mesin penggiling biji kopi. Espresso bisa didapatkan dari kopi kemasan yang harganya lebih terjangkau.

Jika tidak punya susu segar murni, susu UHT (Ultra High Temperature) rendah lemak yang harganya relatif lebih murah bisa jadi pilihan.

Gula aren yang memberi sensasi kelapa segar juga bisa diganti dengan kental manis bila Anda tidak memilikinya di rumah. Sementara itu, krimer juga bisa diganti dengan santan kental yang akan memberikan citarasa serupa dengan es kopi susu ala kafe. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

Kemajuan Teknologi Mudahkan Industri Kuliner Lakukan Pemasaran

Published

on

Untuk memenangkan persaingan, pelaku usaha harus memahami tiga kata kunci dalam mengembangkan suatu merek atau "brand", yakni digital, sosial, dan mobile.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pengamat pemasaran Hermawan Kertajaya menilai bahwa kemajuan teknologi memudahkan industri kuliner melakukan pemasaran sehingga dapat berkembang lebih cepat dibandingkan industri lain.

“Industri kuliner cukup endorsement lewat ‘smartphone’ (gawai pintar). Kita tahu perputaran marketing melalui gawai sangat cepat sehingga industri itu dapat berkembang lebih cepat,” ujar Hermawan Kertajaya yang juga Founder & Chairman MarkPlus, Inc usai seminar “ASEAN Marketing Summit” di Jakarta, Kamis.

Baginya, lanjut dia, kemajuan teknologi tak terhindarkan lagi mengingat budaya masyarakat sudah berubah seiring dengan tingginya adaptasi teknologi di masyarakat. Efektivitas pemasaran melalui gawai pintar juga sangat cepat dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional, termasuk dalam industri kuliner.

Kendati demikian, ia mengatakan, untuk memenangkan persaingan, pelaku usaha harus memahami tiga kata kunci dalam mengembangkan suatu merek atau “brand”, yakni digital, sosial, dan mobile.

“Perkembangan teknologi sangat cepat, bahkan terkadang sulit untuk dikejar. Untuk itu sebuah brand harus pahami tiga kata kunci, yakni digital, social, dan mobile,” katanya.

Ia menambahkan ketiga kata kunci itu harus dipahami mengingat kegiatan sosial saat ini tidak hanya terjadi secara offline, tapi juga online melalui media sosial.

“Dan itu terjadi secara mobile, hanya lewat perangkat ‘smartphone’. Jadi sekarang banyak sekali aktivitas seseorang didorong dan dilakukan secara digital,” katanya.

Perkembangan teknologi, lanjut Hermawan Kartajaya, juga akan berdampak positif pada industri perjalanan pariwisata yang akhirnya menambah aktivitas perdagangan dan investasi menjadi lebih baik.

“Pariwisata merupakan ‘gate opener’, bagi sektor perdagangan dan investasi,” ujar Hermawan Kertajaya.

Menurut dia, suatu daerah akan berkembang ekonominya jika sektor pariwisatanya maju. Dampak selanjutnya dari kemajuan pariwisata akan terasa pada produk -produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akhirnya mengundang investor untuk berinvestasi.

“Kalau suatu daerah tidak bisa menarik atau mengembangkan pariwisata maka produk lokal susah dijual dan susah menarik investasi. Rugi kalau pariwisata tidak dijadikan ‘gate opener’,” ucapnya, seperti dikutip Antara. (zbf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Begini Cara Terbaik Makan Kiwi Menurut “Chef”

Published

on

Cara terbaik makan kiwi adalah memakannya langsung setelah dikupas atau dipotong.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Salah satu cara praktis menyantap buah adalah memotong-motong lalu menyimpannya di lemari pendingin sehingga siap dimakan kapan pun, namun itu tidak berlaku untuk buah kiwi.

Buah asal China, namun populer sesuai nama burung kiwi dari Selandia Baru itu dagingnya ada yang berwarna hijau muda dan kuning keemasan. Buah tersebut, menurut juru masak andal (chef), lebih baik dimakan sesegera mungkin setelah kulitnya dikupas agar terasa lebih segar dan lezat.

Chef I Made Kona dari The Dharmawangsa Jakarta mengatakan cara terbaik makan kiwi adalah memakannya langsung setelah dikupas atau dipotong.

“Cara makan yang alami biasanya dibuka, lalu disendok,” kata Chef I Made Kona usai acara pembukaan “Taste New Zealand”, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Dia tidak menyarankan untuk memotong-motong kiwi lalu mendiamkannya dalam waktu lama sebelum dimakan.

Buah dengan cita rasa segar dan asam ini juga bisa dinikmati dengan madu agar terasa lebih manis. Jika ingin berkreasi, dikemukakannya, kiwi juga bisa disajikan menjadi es krim, gelato, bahkan selai.

“Bisa dibuat jadi selai asal jangan gosong, nutrisi takkan hilang asal temperatur memasak tidak tinggi,” ujar dia.

Chef Made pun memberikan kiat memilih buah kiwi dengan tingkat kematangan yang tepat. Kuncinya adalah merasakan tekstur buah.

Bila terlalu keras, ia menilai, artinya kiwi masih terlalu muda dan rasanya biasanya sangat asam.

“Cari yang ketika dipegang agak sedikit lembek, tapi tidak terlalu lembek, pakai feeling,” kata dia, seperti dikutip Antara. (nat)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Rekomendasi 3 Tempat Makan Enak di Semarang

Published

on

Super penyet, salah satu kuliner enak di Semarang, Jawa Tengah.

Indonesiaraya.co.id, Semarang – Ketika anda mencari tempat untuk berwisata kuliner, tempat seperti apa yang Anda cari? Pastinya tempat yang nyaman dan makanan yang lezat tidak cukup untuk jadi bahan pertimbangan Anda dalam menentukan tempat untuk nongkrong dan berwisata kuliner. Contohnya bagi kalangan anak muda, mereka saat ini mencari keunikan dari tempat kuliner tujuan di samping kenyamanan dan rasa hidangan yang lezat. Selain itu harga yang pas dikantong dan terjangkau bagi anak mudah tentu menjadi bonus tersendiri.

Berbincang mengenai kota Semarang, kota ini tidak hanya kaya dengan tempat wisata namun juga sangat cocok untuk melakukan wisata kuliner. Ada banyak tempat makan yang patut Anda coba di Kota Semarang. Salah satunya  yakni Super Penyet Semarang. Dimana Anda dapat mencari informasi mengenai Super Penyet Semarang di Traveloka Eats.

Nah, untuk lebih jelasnya kami akan bagikan 3 tempat makan yang patut Anda coba saat berada di Semarang. Yuk simak informasi selengkapnya.

Mangut Welut Warung Bu Nasima

Mangut Welut dalam bahasa Indonesia sama dengan Mangut Belut, dimana Mangut Belut merupakan menu andalan yang ada di tempat makan ini. Tahukah anda, tempat makan ini bahkan pernah diliput oleh salah satu Host kuliner terkenal yakni Pak Bondan Winarno? Menu Mangut Belut yang ada disini memiliki rasa yang super pedas, sehingga memang berbeda dengan yang ada di tempat lainnya dan menjadikan tempat ini terkenal dikalangan masyarakat Semarang.

Harga untuk satu porsi Mangut Belut juga sangat murah yakni sekitar Rp. 10.000 saja. Ada juga menu lainnya yang patut anda coba juga yakni seperti kepala Manyung (jenis ikan laut), bandeng, mujair, lele, cumi-cumi, dan ikan pindang. Nah, bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba mencicipi bisa langsung datang ke Jalan Menoreh Raya No. 10 Sampangan, Semarang.

Tahu Gimbal

Makanan yang satu ini merupakan salah satu makanan asli Semarang. Makanan khas yang satu ini juga banyak dijual di kota Semarang sehingga sangat mudah ditemukan, salah satunya Anda bisa beli di Jalan Menteri Supeno, Semarang. Tahu Gimbal ini terdiri dari bahan seperti tahu goreng, rajangan kol mentah, toge, lontong, telur dan gimbal yang dicampur dengan bumbu kacang dari olahan petis udang.

Pasti Anda bertanya-tanya lalu Gimbal itu apa? Gimbal sendiri merupakan udang yang telah digoreng dengan tepung dan mempunyai cita rasa gurih, manis, dan juga pedas. Harganya tidak mahal anda cukup mengeluarkan uang sekitar Rp. 6.000 hingga Rp. 15.000 saja.

Super Penyet

Anda ingin menikmati santap makanan yang enak dan murah? Maka pilihan yang cocok ialah ke super penyet. Jika Anda berada di luar Semarang namun ingin melihat ulasan lengkapnya, Anda bisa lihat ulasan Super Penyet Semarang di Traveloka Eats. Tempat makan yang berlokasi di Jl. Setia Budi No.207, Semarang, Indonesia ini menyediakan berbagai macam menu yang lezat antara lain ada udang goreng, ayam goreng, lele penyet, dan tahu tempe penyet. Ada juga berbagai menu sayuran sebagai pelengkap sajian tadi yakni seperti cah kangkung, cah gingseng, cah tauge ikan asin, dan lain-lainnya.

Menariknya, disini Anda akan melihat beberapa kendil yang berisi berbagai macam sambal. Super Penyet ini menyediakan 8 sambal yang bebas untuk dikonsumsi oleh pelanggan. Delapan sambal tersebut antara lain sambal dondong, sambal terasi, sambal kalasan, sambal dabu-dabu, sambal super pedas, sambal kecap, sambal ijo, dan sambal korek. (adv)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending