Connect with us

NASIONAL

Sambangi Ponpes Minhajurrosyidin, Prabowo Puji Produk Ekonomi Umat

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kehadirannya tersebut dalam rangka menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018. 

Saat tiba di komplek Ponpes Minhajurrosyidin, Prabowo yang mengenakan kemeja putih berpeci hitam itu langsung disambut hangat oleh Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam. Prabowo pun langsung diajak untuk melihat pameran atau Expo produk UMKM Umat dari para anggota LDII Se-Indonesia diarea Ponpes tersebut. 

BACA JUGA : Prabowo Hormati Putusan Rakyat di Pilpres 2019

Tak hanya sekedar melihat, tetapi Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu langsung langsung disuguhkan mencicipi hasil olahan kopi, teh, jahe, dan singkong dari produk olahan produk UMKM LDII Se-Indonesia. Prabowo juga didampingi oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo serta mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali. 

“Kopinya enak sekali ini kopi apa?,” ungkap Prabowo sambil memegang secangkir kopi dari produk UMKM LDII di area kompleks Ponpes Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). 

“Kopi Kendari pak, ini olahan dari biji kopi asli Indonesia,” ucap salah seorang pengelola produk UMKM LDII menjawab pertanyaan Prabowo. 

Seusai melihat dan mencicipi produk UMKM LDII, Prabowo langsung diminta untuk memasuki area Rakernas LDII. Didalam area rakernas, Prabowo juga langsung disambut oleh para pasukan pencak silat yang merupakan para santri Ponpes Minhajurrosyidin. 

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan program yang dimiliki oleh salah satu organisasi islam di Indonesia yakni LDII dalam mengembangkan produk-produk UMKM untuk menjawab permasalahan bangsa dari kondisi ekonomi yang dihadapi oleh negara Indonesia saat ini. 

“Saya sangat terkesan dan berbesar hati, karena ada organisasi besar keagamaan tetapi punya program-program punya temuan temuan dan kegiatan yang sebenarnya menjawab masalah dan tantangan bangsa kita,” ungkap Prabowo. 

Lebih jauh, Capres yang berpasangan dengan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno itu juga menjelaskan bahwa sudah seharusnya bangsa Indonesia bangga atas kekayaan alam yang dimiliki. Sebab, seluruh hasil kekayaan alam dan pertanian dapat diolah menjadi sebuah produk yang dapat meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. 

Oleh Karena itu, mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia menjaga dan merawat serta mengelola dengan baik kekayaan alam yang dimiliki untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. 

“Kita harus bangga atas apa yang kita miliki, tanah kita kita kaya raya kita memiliki kopi, teh yang enak. Kita juga memiliki tanaman untuk obat-obat herbal. Kita harus bangga. Tanah air yang kita miliki harus kita kelola dengan baik demi kemakmuran rakyat Indonesia,” imbuhnya. 

Dalam acara rakernas LDII 2018 tersebut, Prabowo juga diberikan kenang-kenangan berupa cendramata dan buku pedoman ibadah LDII jilid I dan II. Buku tersebut langsung diberikan oleh Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

NASIONAL

Ini Pesan Prabowo untuk Massa Pendukungnya yang akan Mengikuti Aksi 22 Mei

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan nomer urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019. KPU menegakkan perolehan suara Pilpres 2019 dari 34 provinsi dan 130 PPLN, pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sementara pasangan 02 Prabowo-Sandiaga memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Dilansir dari liputan6.com, kubu dari pasangan Prabowo-Sandiaga menolak untuk menandatangi hasil tersebut. Salah satu saksi dari BPN menyatakan dengan menolak. “Mohon maaf, pimpinan kami dari pasangan 02 menolak hasil pilpres yang telah diumumkan,” ucap saksi BPN, Aziz Subekti, di ruang sidang, Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat pada Selasa (21/5/2019).

Menjelang pengumuman resmi KPU, ramai terdengar akan ada aksi 22 Mei dari kubu yang menolak hasil pemilu 2019. Mengenai isu yang tengah tersebar luas, akhirnya Prabowo angkat bicara. Dilansir brilio.net dari akun Instagram @indonesiaadilmakmur, Selasa (21/5). Prabowo secara langsung memberikan pesan kepada massa yang akan ikut aksi 22 Mei. “Saudara-saudara sekalian, masalah ini bukan masalah menang atau kalah, bukan masalah pribadi perorangan,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan kalau aksi yang akan dilakukan bukanlah semata-mata kepentingan pribadi, melainkan demi seluruh rakyat Indonesia. “Tapi adalah masalah yang sangat prinsip, yaitu kedaulatan rakyat, hak rakyat yang benar-benar dirasakan sedang dirampas, hak rakyat yang sedang diperkosa. Karena itu adalah sangat wajar dan dijamin oleh undang-undang dasar dan undang-undang yang berlaku di negara kita. Bahwa rakyat berhak menyatakan pendapat dimuka umum. Bahwa rakyat dapat berkumpul dan rakyat dapat berserikat dan menyampaikan aspirasinya tentunya semua dalam kentuan hukum yang berlaku,” jelas Prabowo.

Capres nomer urut 02 itu menghimbau kepada seluruh pendukungnya apabila benar ingin melakukan aksi pada 22 Mei besok, semuanya harus berjalan dengan baik dan damai. “Karena itu saudara-saudara sekalian, sahabat-sahabatku apapun tindakan dan aksi dan kegiatan yang suadara-saudara ingin dilakukan besok. Kalau mereka kalau saudara-saudara sungguh-sungguh mau mendengarkan saya, saya terus menghimbau agar semua aksi, semua kegiatan, berjalan dengan semangat perdamaian,” imbau Prabowo.

Loading…

Sekali lagi ia meminta dengan sangat kepada seluruh anggota aksi agar mau menjaga kedamaian sesuai konstitusional dan demokrasi. Prabowo juga meminta agar pihak penegak hukum mau menjaga seluruh masyarakat yang ikut aksi 22 Mei 2019. “Kami mendapatkan laporan ada banyak isu-isu katanya ada yang mau bikin aksi-aksi kekerasan, itu bukan pendukung kami dan itu bukan sahabat-sahabat saya, sahabat-sahabat kami. Sekali lagi apapun tindakan lakukan dengan damai dengan bersahabat, dengan suasana kekeluargaan. Kita mohon bahwa aparat penegak hukum benar-benar mengayomi seluruh rakyat,” lanjut Prabowo.

Prabowo juga menyatakan kalau aksi yang akan dilaksanakan pada 22 Mei besok bukanlah sebuah makar. Hal itu semata karena upaya menyampaikan pendapat. “Tidak ada niat kami untuk makar. Tidak ada niat kami untuk melanggar hukum. Jusrtu kami ingin mengamankan hukum. Kami ingin menegakkan kebenaran dan keadilan,” tutur Prabowo. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Sebut Pemilu Curang, Begini Pesan Prabowo Jelang Aksi 22 Mei

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menjelang pengumuman final hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019, beredar sebuah video pidato Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Video itu diduga berisi pesan terkait rencana aksi 22 Mei besok.

Dalam video berdurasi 3 menit 59 detik itu, tampak Prabowo Subianto mengenakan peci hitam lengkap dengan kemeja putuh lengan pendek. Tampak sejumlah pendukung Prabowo-Sandiaga ikut mendampingi.

Video tersebut diterima Suara.com pada Selasa (21/5/2019) pagi melalui WhatsApp. Video yang sama sudah diunggah sejumlah akun di channel Youtube.

Video tersebut diunggah oleh salah satu petinggi BPN Prabowo – Sandiaga, Priyo Budi Santoso melalui akun Twitternya @PriyoBudiS.

“Pesan Pak Prabowo bahwa kita berkumpul menggunakan hak menyatakan pendapat justru untuk menegakkan hukum dan keadilan serta menyelamatkan konstitusi. Kita tempuh jalan ksatria sejati,” cuit Priyo.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah hal. Ia menyebut rakyat tengah risau, dan dirinya prihatin dengan kecurangan-kecurangan dalam Pemilu 2019.

“Masalah ini bukan masalah menang atau kalah, bukan masalah pribadi atau perseorangan, tetapi masalah yang prinsip, yaitu kedaulatan rakyat. Hak rakyat yang benar-benar dirasakan sedang dirampas, hak rakyat yang sedang diperkosa,” ujar Prabowo dalam video tersebut.

Ia pun mengingatkan kepada para pendukungnya, bahwa langkah yang akan ditempuh nanti merupakan langkah yang konstitusional.

“…Apapun tindakan dan aksi dari kegiatan yang ingin saudara lakukan besok, kalau mereka, kalau saudara-saudara bersungguh-sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi, semua kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian, langkah kita adalah langkah konstitusional, langkah demokratis, tetapi damai, tanpa kekerasan apapun,” ujar Prabowo lagi.

Berikut potongan pidato Prabowo Subianto dalam video yang beredar itu:

“…Terutama yang berada di Jakarta, sayang ingin menyampaikan beberapa hal dalam suasana bulan Ramadan ini. Kita memahami bersama bahwa rakyat kita sedang risau, bahwa kita prihatin, dengan kecurangan-kecurangan yang begitu besar dilaksanakan dalam pemilihan umum yang baru kita laksanakan.

Masalah ini bukan masalah menang atau kalah, bukan masalah pribadi atau perseorangan, tetapi masalah yang prinsip, yaitu kedaulatan rakyat. Hak rakyat yang benar-benar dirasakan sedang dirampas, hak rakyat yang sedang diperkosa. Karena itu, adalah sangat wajar dijamin oleh undang-undang dasar dan undang-undang yang berlaku di negara kita, bahwa rakyat berhak menyatakan pendapat di depan umum, bahwa rakyat dapat berkumpul, dan bahwa rakyat berserikat, dan rakyat dapat menyampaikan aspirasi. Tentunya semua dalam ketentuan hukum yang berlaku.

Karena itu, saudara-saudara sekalian, sahabat, sahabatku, apapun tindakan dan aksi dari kegiatan yang ingin saudara lakukan besok, kalau mereka, kalau saudara-saudara bersungguh-sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi, semua kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian, langkah kita adalah langkah konstitusional, langkah demokratis, tetapi damai, tanpa kekerasan apapun.

Jadi, mereka-mereka yang masih percaya dengan saya dan kawan-kawan semua yang ada di sini, pendukung saya, tokoh-tokoh bangsa, tokoh nasional, kami berjuang bukan untuk pribadi kami, tapi sungguh-sungguh untuk kedaulatan rakyat, untuk demokrasi, untuk Indonesia merdeka, bebas dari penjajahan dalam bentuk apapun, penjajahan terselubung, penjajahan yang direkayasa dengan manis…”. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

NASIONAL

Beredar Surat Prabowo Dilaporkan Jadi Tersangka Makar

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya dikabarkan telah menetapkan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebagai tersangka makar. Hal itu diketahui dari sebuah surat dari Polda Metro Jaya tertanggal 17 Mei 2019 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Di kop surat tersebut bernomor B/9159/V/RES.1.24/2019/Datro, perihal surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP.

Dalam surat itu, Prabowo diketahui dilaporkan dengan nomor laporan: LP/B/0391/IV/2019//Bareskrim tanggal 19 April 2019 atas nama pelapor yakni Suriyanto SH, MH, M Kn.

Menurut isi salinan SPDP itu, pasal yang dituduhkan kepada Prabowo adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946.

“Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas , dengan ini diberitahukan bahwa pada tanggal 17 Mei 2019 telah dimulai penyidikan yang diduga perkara tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap, sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 KUHP Jo. pasal 87 tentang Peraturan Hukum Pidana, diketahui terjadi pada tanggal 17 April 2019 di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan atau tempat lainnya dengan tersangka DR. H Eggi Sudjana, SH, M.Si, yang dilakukan bersama-sama dengan terlapor lainnya dalam rangkaian peristiwa tersebut di atas, diantara atas nama terlapor: Prabowo Subianto,” demikian bunyi isi salinan dalam SPDP tersebut.

Hingga berita ini ditulis Suara.com masih berusaha mengkonfirmasi terkait beredarnya salinan SPDP ini kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada Polda Metro Jaya. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending