Connect with us

Uncategorized

Samsung Layar Lipat Seharga Kurang dari Rp14 Juta Hadir 2020

Published

on

Samsung resmi merilis Galaxy Fold yang dilengkapi dengan layar lipat untuk pasar global pada 5 September 2019. Perangkat ini tersedia perdana di Korea Selatan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Samsung dilaporkan akan memperluas penjualan smartphone layar lipat Galaxy Fold ke 60 negara, termasuk kemungkinan merilis dua model baru dengan harga jauh di bawah yang sekarang pada 2020.

Salah satu ponsel lipat Samsung baru akan menjadi perangkat tipe clamshell yang terlipat secara vertikal, sedangkan yang lainnya kemungkinan merupakan versi pembaruan dari Galaxy Fold saat ini.

Harga eceran ponsel clamshell diperkirakan sekitar 1 juta won, di bawah 1.000 dolar, yakni 845 dolar, strategi harga untuk meningkatkan penjualan dan menjadikannya model pasar massal.



Dengan harga sekitar Rp11,9 juta jika dikurskan nilai sekarang, maka ponsel lipat Samsung mendatang akan jauh lebih murah dari model pertama yang sudah dipasarkan dengan harga sekitar Rp28 juta.

Model clamshell diproyeksikan akan diluncurkan sekitar Februari bersama dengan edisi ke-11 dari seri Galaxy S, menurut sumber industri sebagaimana dilaporkan Korea Herald, Senin (9/12/2019).

Galaxy Fold edisi kedua kemungkinan akan diumumkan sekitar Agustus.

“Rencana Samsung untuk memperluas jajaran produk yang dapat dilipat tergantung pada respon pasar terhadap model clamshell yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2020, tetapi jelas perusahaan akan meningkatkan jajaran (ponsel lipat),” kata Choi Bo-young, seorang analis di Kyobo Securities.

Mengingat sifat mahal dari teknologi lipat, kemungkinan ponsel lipat Samsung versi lebih murah mendatang akan mengusung spesifikasi kelas menengah.

Smartphone lipat termurah saat ini, Motorola Razr, menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 710, RAM 6GB, dan kapasitas baterai kecil, hanya 2510mAh.

Samsung di jalur untuk memperluas penjualan Galaxy Fold ke 60 negara, termasuk Vietnam, Selandia Baru, Brasil, Chili, Italia, Belanda, dan Yunani, sementara LG dikabarkan akan meluncurkan ponsel lipat pertama.

Sekitar 500.000 smartphone Galaxy Fold telah terjual sejak peluncuran pada bulan September lalu setelah penundaan yang berlangsung sekitar lima bulan karena cacat layar.

Samsung berencana untuk menjual total 6 juta perangkat yang dapat dilipat tahun depan dan 20 juta pada tahun 2021, kata analis.

LG Electronics juga diharapkan untuk bergabung dengan pasar ponsel lipat tahun depan dengan mengumumkan model pertamanya. Demikian, seperti dikutip Antara. (sur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Mendag Lepas Kontainer Ekspor Mayora Group di Tengah Pandemi

Published

on

Menteri Perdagangan Lepas Kontainer Ekspor Mayora Group. (Foto : Instagram @kemendag)

Indonesiaraya.co.id, Tangerang – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto optimistis ekspor produk makanan dan minuman (mamin) dapat bertahan dan berkembang di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Optimisme ini salah satunya ditunjukkan oleh keberhasilan Mayora Group yang terus meningkatkan capaian ekspornya.



Hal ini disampaikan Mendag saat melepas kontainer ekspor ke-4.000 Mayora Group periode Juni 2020 dengan total nilai Rp1,07 triliun. Pelepasan kontainer ekspor ini berlangsung pada Selasa (30/6/2020), di lokasi pabrik Mayora Group, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Dengan pelepasan kontainer ke-4.000 Mayora Group periode Juni 2020 dengan nilai Rp 1,07 triliun, diharapkan produk mamin Indonesia semakin eksis dan dikenal, tidak hanya di kancah domestik namun juga di seluruh dunia dan dapat diikuti pelaku usaha lainnya di Indonesia,” ujar Mendag.

Mendag juga menyampaikan apresiasi kepada Mayora Group. “Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat kepada Mayora Group yang mencatatkan prestasi luar biasa dengan keberhasilannya mengirimkan kontainer ke-4.000 pada periode Juni 2020 di masa sulit dan penuh tantangan seperti ini. Keberhasilan ini tentunya memberikan kontribusi yang berarti bagi kinerja ekspor nasional,” ungkap Mendag.

Dengan pelepasan kontainer ekspor ke-4.000 periode Juni 2020 ini, maka sepanjang Januari-Juni 2020, Mayora Group telah mengekspor sebanyak 17.000 kontainer. “Prestasi tersebut merupakan hal positif yang perlu kita pertahankan ke depannya,” imbuh Mendag. Selain itu, Mendag juga menyampaikan rasa bangganya karena beberapa produk Mayora, seperti Torabika dan Kopiko telah meraih pencapaian yang luar biasa di negara-negara lain. Bahkan permen kopiko merupakan produk permen kopi nomor satu di Filipina, Vietnam, Malaysia, India, kawasan Afrika dan Timur Tengah, hingga Amerika Serikat. Produk kopi kemasan dari Mayora juga menjadi pemimpin pasar di Filipina dengan menguasai pangsa pasar sebesar 46 persen.

Secara umum pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor perdagangan di seluruh dunia. Namun, lanjut Mendag, beberapa sektor produk ekspor seperti pertanian, kesehatan, dan mamin olahan masih memiliki peluang yang besar untuk terus tumbuh.

Saat ini kesadaran konsumen akan produk mamin yang higienis dan baik bagi imun tubuh terus meningkat. “Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk yang inovatif dan berkualitas, bermutu, serta memiliki produktivitas yang efisien dalam rantai nilai produksi.

Hal ini akhirnya dapat menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional,” kata Mendag. Mendag menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan beberapa strategi untuk peningkatan ekspor.

Sejumlah strategi di antaranya dengan mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp; menerapkan otentikasi otomatis dalam proses perizinan ekspor bagi eksportir yang memiliki reputasi; serta meningkatkan kecepatan layanan ekspor-impor dan pengawasan melalui National Logistic Ecosystem (NLE).

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga melakukan peningkatan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; peningkatan pelatihan calon eksportir secara virtual; serta mengusulkan insentif berupa asuransi, kredit ekspor, dan pembiayaan lainnya melalui lembaga pembiayaan ekspor bagi eksportir terdampak Covid-19.

Sementara itu, Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja menyampaikan, Mayora Group berkomitmen turut membangun perekonomian Indonesia, baik melalui bisnis dalam negeri, maupun berkontribusi dengan melakukan ekspor menggunakan merek Indonesia. (dag)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Uncategorized

Skenario Termurah Lebih dari Rp 2 T, Rasionalisasi Anggaran Pilkada 2020

Published

on

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (Foto: Instagram @ahmaddolikurniatandjung)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Keputusan DPR RI dan Pemerintah yang menyepakati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, dihadapkan pada sejumlah konsekuensi. Selain harus menerapkan standar operasional yang sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19, kesiapan dari segi anggaran juga perlu dilakukan. Untuk itu, Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja dengan Pemerintah terkait guna membahas guna membahas rasionalisasi anggaran pelaksanaan Pilkada 2020.



Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menekankan, pelaksanaan Pilkada 2020 harus memenuhi dua prinsip, yakni menerapkan protokol Covid-19 dan menjaga kualitas pemilu itu sendiri. Sebagai konsekuensinya, pihaknya meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), untuk segera menyusun rincian tambahan anggaran.

“KPU memberikan beberapa kategori dan opsi. Kategori pertama, tetap sesuai dengan Pemilu 2019 kemarin di satu TPS maksimal dihadiri oleh 800 pemilih. Kemudian ini dijadikan dua opsi, yakni opsi pertama dari anggaran yang termurah, yaitu Rp 2 sekian triliun dan opsi kedua Rp 3 sekian triliun. Kategori kedua, satu TPS maksimal 500 pemilih, juga dibuat dua opsi, yakni anggaran paling minimal satu, sekian triliun dan opsi paling maksimal Rp 5,3-5,4 triliun untuk semua daerah,” kata Doli kepada Parlementaria usai memimpin Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Dalam rapat tersebut, Komisi II DPR RI juga mendengarkan kebutuhan detail yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. Doli mengatakan, sebagian besar kebutuhan tambahan yang diperlukan di antaranya penyediaan alat pelindung diri (APD), masker dan sarung tangan, hand sanitizer, hingga alat pengukur suhu tubuh yang harus disediakan pada tiap-tiap TPS. Selain itu, guna memenuhi protokol kesehatan dan social distancing, maka waktu kedatangan pemilih akan diatur dan terjadwal.

“Karena kebutuhan barang dan anggaran yang cukup besar, sempat ada pandangan dari salah satu Anggota Komisi II yang menanyakan soal kemungkinan penambahan dilakukan dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk anggaran. Karena kami dapat informasi, di gudangnya Gugus Tugas itu sebetulnya masih banyak APD yang masih belum terdistribusi, makanya nanti kita akan melakukan rapat sekali lagi, yaitu rapat gabungan dengan Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19) juga untuk bicara lebih teknis mengenai hal tersebut,” imbuh Doli.

Berkenaan dengan pihak mana yang akan diberikan kewenangan belanja, politisi Fraksi Partai Golkar itu masih menjawabnya dengan nada yang sama. “Itu nanti kita bahas dalam rapat berikutnya. Semua mengharapkan karena penyelenggaraan sudah terlalu berat dan juga waktu, pengadaan diharapkan bukan oleh KPU dan Bawaslu, mereka juga sangat gembira mau ditunjuk pengadaan barang barang yang berkaitan dengan protokol kesehatan dari gugus tugas, Nanti akan dibicarakan dalam rapat gabungan mana yang membentuk dalam bentuk anggaran atau dalam bentuk barang,” papar Doli.

Sebelumnya, Pilkada 2020 terjadwal akan diselenggarakan pada 23 September mendatang. Namun berdasarkan Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP, yang digelar secara virtual pada Rabu (27/5/2020) lalu, disepakati pelaksanannya diundur pada 9 Desember 2020. Langkah ini pada akhirnya ditempuh setelah mendapatkan saran, usulan, dukungan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Tidak ada yang tahu kapan pandemi virus akan berakhir, sementara segala agenda nasional harus kembali dilanjutkan,” pungkas Doli saat rapat itu. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Uncategorized

Mendagri : BPSDM Harus Manfaatkan Internet dan Dunia Cyber

Published

on

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D mengingatkan tentang pentingnya internet, karena itu dunia cyber harus dimanfaatkan sebaik mungkin termasuk oleh BPSDM Kemendagri.

Demikian diungkapkan Mendagri saat membuka acara Rakornas Kepala BPSDM Provinsi dan Kepala BKPSDM Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia di gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dia mengatakan manfaatkan dunia cyber, teknologi dan informasi untuk memperbaharui pengetahuan. Untuk memudahkan cara memberi pelatihan dan pendidikan.



Mendagri mengingatkan agar rapat koordinasi tidak bersifat top down. Namun harus bersifat bottom up, dimana rapat tak hanya menyampaikan, tapi juga menangkap aspirasi dari bawah. BPSDM juga mesti mengupdate ilmu pengetahuan.

“Ilmu tentang manajerial, kurikulum yang sudah tidak lagi update cari yang updating. Ilmu itu selalu berkembang. Kemudian penggunaan teknologi digital, e-learning itu juga bagus. Lewat dunia cyber sekarang ini, orang itu tak harus datang, bisa pendidikan jarak jauh dengan media conference. Dengan tele conference yang ada,” kata Tito, di Gedung BPSDM Kemendagri di Jakarta, Senin (24/02).

Menurut Tito, jangan abaikan kualitas para pengajar. Pelatih atau pengajar di BPSDM tak hanya menguasai teori, tetapi juga paham hal-hal yang praktis. Dia juga mengingatkan pentingnya ilmu tentang administrasi. Jadi yang diajarkan tidak hanya ilmu tentang leadership.

“Yang diajarkan jangan hanya ilmu tentang leadership saja, ada ilmu administrator, ada pendidikan administrator, pelatihan administrator,” ujarnya.

Ilmu-ilmu teknis seperti itu kata dia, sangat penting untuk pegawai atau pejabat eselon III ke bawah. Bahkan sangat penting juga untuk pejabat eeselon I dan II. Intinya, ilmu yang terkait dengan manajemen sangat penting untuk menunjang kerja organisasi birokasi. Namun hendaknya dalam pelatihan manajemen tak semata tentang leadership saja yang diajarkan. Tapi, juga diajarkan bagaimana jadi bawahan yang baik.

“Nah inti dari manajemen itu adalah leadership kepemimpinan. Inti dari leadership adalah pengambilan keputusan, itu teori. Belum ada yang belajar menjadi bawahan, jadi pemimpin terus”, pungkasnya. (new)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017