Connect with us

JAKARTA

Sanksi Denda Mendorong Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Published

on

Koordinator Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Widodo Muktiyo. (Foto : Instagram @widodomuktiyo)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Rencana pemerintah menerbitkan aturan untuk memberikan sanksi denda dengan nominal tertentu kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, merupakan upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Masyarakat harus pahami maksud dari pemberian sanksi denda, agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan yang produktif,” ujar Koordinator Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Widodo Muktiyo, melalui Webinar Perlindungan Perempuan dan Anak Disabilitas di Era Adaptasi Kebiasaan Baru pada Senin (20/7/2020).

Menurut Widodo, pemerintah telah melakukan serangkaian kajian mendalam ketika merumuskan kebijakan pemberian sanksi denda tersebut. Berdasarkan kajian tersebut, pemerintah menilai keputusan terkait dengan pemberian denda dalam waktu dekat sudah tepat dilakukan.



Pertimbangannya, masih banyak masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi secara disiplin. Khususnya, dalam penggunaan masker dalam melakukan setiap kegiatan di luar rumah. Perilaku itu dapat memicu pertumbuhan kasus positif Covid-19 semakin meningkat.

“Ternyata ada yang masih bandel tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah mewabahnya Covid-19,” katanya.

Widodo Muktiyo yang juga selaku Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak, masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru saat. Sehingga, ketika masyarakat sedang melakukan kegiatan produktif dapat terhindar dari penyebaran Covid-19.

Antar tingkat masyarakat, dapat saling mengingat betapa pentingnya mematuhi protkol kesehatan di tengah pandemi. Dengan begitu, akan mempermudah pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di berbagai wilayah. (inf)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

JAKARTA

42 Motor Milik Pedemo yang Ditinggal Saat Ricuh Masih di Polda

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @fiq0510)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Sebanyak 42 dari 69 unit sepeda motor milik pedemo yang dibawa polisi karena ditinggal saat kericuhan dalam demo UU Cipta Kerja masih berada di Polda Metro Jaya.

Sejumlah sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya itu dibawa dari sekitar lapangan Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) Monas.

“Belum semua. Sebagian masih ada di Polda Metro Jaya. Dari 69, sudah diambil 27, Sisa 42 motor,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Sambodo Purnomo Yogo, S.I.K., M.T.C.P).



Ia menjelaskan, sebanyak 27 unit motor sudah diambil pemiliknya setelah dilakukan pemeriksaan terkait keterlibatannya pada kericuhan dalam aksi unjuk rasa.

Dirlantas Polda Metro Jaya mengimbau kepada pemilik motor yang tersisa untuk segera mengambil di Polda Metro Jaya.

“Untuk mengambil persyaratan hanya membawa STNK dan KTP,” tutupnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Berkas Lengkap, Polisi Serahkan John Kei ke Kejaksaan Tinggi

Published

on

Polda Metro Jaya Menyerahkan John Kei bersama tersangka lainnya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). (Foto: Pmjnews.com)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya telah merampungkan berkas pemeriksaan John Refra Kei alias John Kei untuk kasus penyerangan terhadap Nus Kei. Selanjutnya, John Kei bersama tersangka lainnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjutak mengatakan penyerahan John Kei beserta tersangka lainnya terkait di TKP pertama Kosambi, Jakarta Barat.

“Kami jelaskan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait 7 tersangka adalah domain fokusnya di tempat kejadian perkara pertama yaitu di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, yang mana saat itu satu korban inisial EW meninggal dunia,” kata AKBP Jean Calvijn di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).



“Sebanyak 7 tersangka ini yang diserahkan ke kejaksaan beserta barang bukti hari ini itu meliputi 5 eksekutor pembunuhan yang dilaksanakan di Kosambi dan 2 di diantaranya adalah mastermind yang merupakan pertama JK itu sendiri dan kedua tersangka DF,” sambungnya.

Jean Calvijn juga menyampaikan sebelum 7 tersangka yang diserahkan, pihaknya telah menyerahkan terlebih dahulu 29 orang tersangka dari kasus yang sama.

“Dari rangkaian ini Polda Metro Jaya awalnya telah menyerahkan tersangka dan barang bukti di awal secara keseluruhan ada 29 tersangka dan hari ini dilakukan tahap 2 sebanyak 7 tersangka dari total keseluruhan tersangka sebanyak 37. Masih ada satu tersangka FR yang dalam proses peneilitian jaksa,” pungkasnya. (pol)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

JAKARTA

Kapolda Metro Jaya Tegaskan Tak Keluarkan Izin Ada Aksi Demonstrasi

Published

on

Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto : Instagram @rfhd_14)

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan surat terkait adanya rencana aksi demo pada Selasa (20/10/2020) besok. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Surat izin tak dikeluarkan mengingat situasi di tengah pandemi Covid-19 di Jakarta masih tinggi.

“Sampai saat ini situasi bahaya (Pandemi Covid-19). Makanya kita tidak menganjurkan adanya demo esok hari,” tegas Irjen Pol Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020).

Meski tidak mengeluarkan surat untuk demo besok, pihak kepolisian juga akan siap mengawal adanya aksi unjuk rasa.



“Kami siapkan anggota untuk lakukan pengamanan dan juga pengawalan,” singkat Nana Sudjana.

“Penyampaian aspirasi tidak harus turun ke jalan, kalau harus (menyampaikan aspirasi) bisa bertemu dengan siapa, kita mediasi, cukup perwakilan saja. Ini situasi masih pandemi, kita jaga kesehatan bersama,” sambung Nana Sudjana.

Untuk diketahui, besok elemen buruh dan mahasiswa dikabarkan akan kembali melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Aksi ini bertepatan dengan momen satu tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (dpr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Indonesiaraya.co.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, Iklan dan Sponsorship, serta kerjasama bisnis lainnya.

Penerbit :
PT Media Indonesia Raya

Manajemen Media :
Indonesia Raya Media Center (IRMC)

Email Center :
redindonesiaraya@gmail.com
redaksi@indonesiaraya.co id

WA Center :
0878-15557788, 0819-15557788

Terbit Sejak 8 Desember 2017