Connect with us

SEKTOR RIIL

SDM Industri Pengolahan Kakao Batang Pacu Hilirisasi

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Pusat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) industri pengolahan kakao di Batang memacu hilirisasi di sektor industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri.

“Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang perkakaoan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada peresmian Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) di Batang, Jawa Tengah, Senin.

Menperin menjelaskan, pendirian PPKIPKT menjadi wujud nyata dari implementasi amanat Presiden Joko Widodo yang menginginkan perguruan tinggi dapat mendukung dan terlibat langsung dalam aktivitas industrialisasi.

“Upaya ini sebagai pengantar agar bangsa Indonesia siap memasuki era industri 4.0,” tegasnya.

PPKIPKT merupakan pabrik pengolahan kakao pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan kebun kakao dan sekaligus menjadi pusat pengembangan SDM di bidang kakao.

Fasilitas ini mulai dibangun sejak 2017 melalui kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten Batang dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ini menjadi sarana dan prasarana yang kita harapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat baik melalui penciptaan wirausaha baru maupun menyediakan SDM yang siap bekerja di bidang industri pengolahan kakao,” paparnya.

Airlangga menambahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, Kemenperin menetapkan industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor unggulan dalam penerapan digitalisasi.

“Sektor makanan dan minuman itu termasuk di dalamnya adalah industri pengolahan kakao atau cokelat,” terangnya.

Menperin optimistis, produk kakao olahan dari dalam negeri dapat diminati pasar global. Apalagi seiring perkembangan zaman, cokelat sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat.

“Di Eropa misalnya, ketika minum kopi, lebih afdol sambil makan cokelat,” ucapnya.

Untuk itu, perlu didorong peningkatan utilitas industri pengolahan kakao.

“Kami mengapresiasi di cacao teaching industry ini, mesin-mesin pengolahannya sudah menggunakan 90 persen komponen dari dalam negeri,” ujarnya.

PPKIPKT diresmikan langsung oleh Menperin bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Bupati Batang Wihaji, serta Rektor UGM Panut Mulyono.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto, Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti, dan Direktur Utama PT Pagilaran Rahmat Gunadi.

Selanjutnya, Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekjen Kemenperin Haris Munandar, Irjen Kemenperin Setyo Wasisto, serta Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Imam Haryono.

Lokasi PPKIPKT berada di Desa Wonokerso, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang mempunyai area pabrik seluas 9.000 m2 dengan terdiri dari bangunan seluas 2.590m2.

Fasilitas ini dilengkapi mesin dan peralatan industri pengolahan kakao berkapasitas 6.000 ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp89,9 miliar.

Menurut Airlangga, PPKIPKT akan dihibahkan kepada UGM untuk pengembangan SDM, kemudian kegiatan penelitian dan pendidikan bidang kakao bakal dioperasikan oleh PT. Pagilaran sebagai unit usaha milik UGM.

“Kami berharap kepada PT Pagilaran agar lebih aktif menjalin kemitraan dengan petani kakao,” tuturnya. Seperti dikutip Antara . (spg)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

SEKTOR RIIL

Harga Bawang Merah dan Putih di Malang Naik Drastis

Published

on

Setiap menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok naik drastis, bahkan kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut berlangsung hingga Lebaran.

Indonesiaraya.co.id, Malang – Harga bumbu-bumbuan di wilayah Malang raya, khususnya bawang merah dan bawang putih menjelang Ramadhan 2019 naik drastis, rata-rata mencapai Rp10 ribu-Rp20 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang pracangan di Pasar Dinoyo Kota Malang Jumain, Rabu, mengemukakan kenaikan harga bawang merah dan bawang putih tersebut, sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

“Kenaikan harga bumbu-bumbuan ini tidak hanya untuk bawang merah dan bawang putih, tetapi sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga, seperti cabai merah dan tomat,” kata Jumain.

Harga bawang merah sebelum ada kenaikan, kata Jumain, sekitar Rp23 ribu-Rp25 ribu, sekarang mencapai Rp35ribu sampai Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih sebelumnya seharga Rp25 ribu-Rp26 ribu, sekarang seharga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Ia mengatakan meski harga bawang terus naik, kualitas komoditas tersebut cukup bagus. “Kualitas bawangnya juga bagus dan stoknya juga cukup banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bawang, baik merah maupun putih meski saat ini sudah mendekati Ramadhan dan Lebaran 2019,” ucapnya.

Berbeda dengan bawang, lanjut Jumain, ketika harga cabai naik, kualitasnya cenderung menurun karena berbagai faktor, khususnya cuaca. Saat ini harga cabai merah besar mencapai Rp32 ribu-Rp35 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya seharga Rp24 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang bombay juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni dari Rp18 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, cabai rawit masih stabil dengan harga Rp18 ribu per kilogram. “Meski ada kenaikan sejumlah komoditas bumbu-bumbuan, harganya masih relatif wajar,” tuturnya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Iswatin mengatakan setiap menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok pasti naik drastis, bahkan kenaikan harga kebutuhan pangan tersebut berlangsung hingga Lebaran. “Nanti mau Natalan dan Tahun Baru naik lagi. Setiap tahun kondisinya seperti ini,” ucapnya.

Iswatin yang berdomisili di Lowokwaru itu mengaku kelimpungan ketika menjelang Ramadhan karena hampir semua harga kebutuhan pokok naik, bahkan jauh hari sebelum Ramadhan sudah naik duluan.

“Kami ibu rmah tangga dan masyarakat kecil ini berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan harga ini. Masak setiap menjelang Ramadhan, Lebaran dan hari-hari besar lainnya, harga kebutuhan pokok pasti naik. Kasihan kami rakyat kecil ini selalu kelabakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati mengatakan naiknya harga bahan pokok bisa memicu terjadinya inflasi. “Kalau harga kebutuhan pokok terus naik, kami akan meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan harga agar angka inflasi di Kota Malang tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Pada Maret 2019, BPS mencatat inflasi di Jawa Timur mencapai 0,16 persen. Dari 38 kota dan kabupaten di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang, yakni 0,36 persen. Komoditas yang berperan terhadap inflasi, di antaranya tarif angkutan udara, bawang putih dan bawang merah. Demikian, seperti dikutip Antara. (end)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Angkasa Pura I Buka Pendaftaran Mudik Gratis

Published

on

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman.

Indonesiaraya.co.id, Boyolali – PT Angkasa Pura I (Persero) Boyolali, Jawa Tengah, memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah dengan membuka pendaftaran program Mudik Gratis 2019 secara online mulai 22 April hingga 4 Mei.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman di Boyolali, Rabu (24/4/2019), mengatakan bahwa Angkasa Pura I melalui program BUMN Mudik Gratis 2019 menyediakan sebanyak 2.520 kursi yang terbagi dalam 63 armada bus AC bagi calon pemudik asal Jakarta menuju 6 kota yaitu Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya.

Menurut dia, para pemudik juga bakal mendapatkan paket makanan ringan, obat-obatan, kaos, dan suvenir lain, termasuk asuransi jiwa untuk kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Program Mudik Gratis dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I sejak beberapa tahun ini, semoga dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat saat mudik ke kampung halaman,” kata Usman.

Menurut Usman, pendaftaran mudik gratis dengan bus dapat dilakukan secara online di website mudikgratis.ap1.co.id dan bisa secara langsung (offline) pada 6 sampai 17 Mei 2019 di Kantor Pusat Angkasa Pura I Jakarta Pusat.

Keberangkatan calon pemudik akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 30 Mei 2019 akan diberangkatkan satu armada bus rute Jakarta-Semarang , dan 62 armada bus sisanya diberangkatkan pada 31 Mei 2019 dari Jakarta menuju Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya.

Pihaknya berharap program mudik gartis ini dapat mendukung terciptanya arus mudik yang aman, lancar, dan kondusif sehingga para pemudik dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri. Demikian, seperti dikutip Antara . (bdm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Penjualan Tiket KA Lebaran Belum 50 Persen, KAI Bantah Terpengaruh Tol

Published

on

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro membantah penjualan tiket kereta api untuk Lebaran 2019 yang belum mencapai 50 persen karena terpengaruh Jalan Tol Trans Jawa.

“Sejauh ini belum ada pengaruh tol. Kami meyakini bahwa tol ini membantu kereta api karena memang kebutuhan orang untuk diangkut cukup tinggi. Sampai sejauh ini jumlahnya tidak menurun,” kata Edi saat akan menginspeksi Angkutan Lebaran 2019 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Edi menyebutkan pada 2017, secara keseluruhan penumpang yang diangkut mencapai 394 juta orang, kemudian naik pada 2018, yakni 425 juta penumpang.
“Dugaan saya tol juga akan penuh saat operasi Lebaran dan kereta api,” katanya.

Sementara itu, dia menyebutkan tiket yang terjual untuk KA lebaran masih di kisaran 43,5 persen.

Edi menjelaskan bahwa pembelian tiket akan ramai pada H-30 serta untuk tiket arus balik belum banyak dibeli.

“Bukan berarti tidak terjual bisa jadi untuk tiket-tiket balik belum dibeli dan juga biasanya penumpang membeli kira-kira 30 hari sebelumnya, baru mulai membeli tiket,” ujarnya.

Berdasarkan data PT KAI terkait ketersediaan kursi per 23 April 2019 pukul 06.00, yakni tiket terjual 1,2 juta tiket (43,7 persen) dan yang tersedia 1,6 juta tiket (56,3 persen).

Rinciannya, KA reguler jarak jauh dan sedang, tiket terjual 1,1 juta tiket 944,9 persen) dan tersedia 1,3 tiket (55,1 persen) di mana KA eonomi 48,5 persen, bisnis 78, persen dan eksekutif 67 persen.

Sementara itu untuk KA Tambahan Lebaran terjual 185.601 tiket (37,7 persen) dan tersedia 306.513 tiket (62,3 persen). Rinciannya, KA ekonomi 45,0 persen, bisnis 65,1 persen dan eksekutif 77,3 persen.

Edi menyebutkan bahwa prediksi kenaikan penumpang mencapai lima persen untuk Angkutan Lebaran 2019 di mana pihaknya telah menyiapkan 29.456 kursi KA Tambahan. Demikian, seperti dikutip Antara . (jtr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending