Connect with us

KULINER

Semangkuk Salad Sehat dengan Cita Rasa Dunia

Published

on

Salad Truffle Wonder dihiasi dengan potongan jeruk yang membuat setiap kunyahan jadi terasa segar. Ada pula kacang almond yang menambah tekstur renyah.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menyambut tahun 2019, restoran cepat saji SaladStop! menghadirkan tiga pilihan menu musiman terbaru yang terinspirasi dari masakan mancanegara: Amerika Serikat, Thailand dan Prancis.

Makanan kaya nutrisi berjudul “Flavors of the World” itu terdiri dari Truffle Wonder yang terinspirasi masakan Prancis, Sawadee dengan cita rasa khas Thailand dan Tomato Tango yang bakal mengingatkan pada kreasi kuliner urban modern Amerika Serikat.

“Kami berinovasi dari waktu ke waktu di dalam hal rasa dan kreasi makanan kami,” kata Adhi Putra Tawakal, Marketing Manager SaladStop! di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Truffe Wonder, yang terinspirasi dari makanan Prancis, terdiri dari selada Romaine, daun Rocket, keju Feta, tomat ceri, capsicum dan jagung manis.

Aroma jamur truffle tercium kuat karena salad ini disiram dengan saus dressing White Truffle Vinaigrette.

Salad Truffle Wonder dihiasi dengan potongan jeruk yang membuat setiap kunyahan jadi terasa segar. Ada pula kacang almond yang menambah tekstur renyah.

Bila menyukai makanan Thailand, coba cicipi salad Sawadee yang rasanya serupa dengan makanan negeri Gajah Putih terdiri dari kombinasi yang menyegarkan mulut seperti selada romaine, tomat ceri, capsicum, wortel, timun, bawang dan pomelo.

Sawadee juga punya sentuhan makanan Korea Selatan dengan tambahan biji wijen dan daging sapi bulgogi.

Pencinta rasa pedas dan makanan urban dapat memilih semangkuk salad Tomato Tango yang dilengkapi saus tomat pedas, tapi tidak akan membuat lidah kepedasan.

Bahan-bahannya terdiri dari selada romaine, potongan daging ayam yang mengenyangkan, beef bacon, keju feta, tomat ceri, potongan zaitun, hitam, timun, bawang dan jagung manis.

SaladStop! juga baru membuka cabang baru ke-8 di Mal Kepala Gading 3, Jakarta. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KULINER

Sabai Sabai, Kokoro, Salad Bercita Rasa Jepang dan Thailand

Published

on

Salad Warm Protein Bowls Kokoro di SaladStop!.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menjelang Ramadan, restoran siap saji SaladStop! mengeluarkan dua menu salad baru dalam rangkaian Warm Protein Bowls yang terinspirasi dari cita rasa Jepang dan Thailand.

Varian baru itu tak cuma kaya serat dan nutrisi, tapi memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

Cita rasa Negeri Gajah Putih dapat dinikmati dalam menu Sabai Sabai, sementara inspirasi Negeri Sakura hadir dalam menu Kokoro.

“Untuk siapapun yang punya gaya hidup aktif, Warm Protein Bowls adalah pilihan paling tepat karena memiliki kandungan energi dan protein yang memadai,” kata Adhi Putra Tawakal, Marketing Manager SaladStop! di cabang Setiabudi One, Jakarta, Kamis (11/4/2019).​​​​​​​

Sabai Sabai berisi quinoa dan nasi merah ditambah ayam lengkuas yang gurih serta tofu panggang sebagai sumber protein.

Sayur mayur yang ada dalam menu tersebut terdiri dari selada romaine, kubis merah dan putih, tomat ceri dan anggur yang menambah rasa segar, mentimun serta cacahan kacang yang membuat suapan terasa renyah.

Sabai Sabai yang mengandung 872,3 kalori terasa segar berkat saus dressing Thai Lemongrass Vinaigrette.

Quinoa dan nasi merah juga menjadi dasar dari menu Kokoro yang terinspirasi dari cita rasa Jepang. Protein dalam menu itu diwakili salmon panggang dan telur marinasi yang bagian dalamnya terasa lembut dan tidak amis.

Dengan bumbu dressing sesame lime, semangkuk salad ini dipenuhi potongan bayam, kubis merah dan putih, kecambah alfalfa, edamame, jagung manis dan teratai garing serupa keripik. Menu ini mengandung 623,5 kalori. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Earl Grey Macchiato, Alternatif Minuman Teh di Tempat Ngopi

Published

on

Teh Earl Grey Macchiato yang awalnya populer di Inggris ini ditambahkan dengan krim susu dan madu di bagian atasnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Teh bisa jadi pilihan untuk menikmati waktu di kedai kopi, baik bagi Anda yang tidak terlalu menyukai minuman hitam itu atau jika asupan kafein sudah terlalu banyak.

Salah satu yang ditawarkan oleh Djournal Coffee, Grand Indonesia, adalah Earl Grey Macchiato yang menyegarkan.

Teh yang awalnya populer di Inggris ini ditambahkan dengan krim susu dan madu di bagian atasnya.

Cara yang paling tepat untuk menikmatinya adalah menyeruput minuman tersebut tanpa mengaduknya terlebih dahulu.

Hasilnya, paduan manis madu dan pahit teh yang terasa nikmat.

Penyuka manis dapat memilih menu lain, seperti minuman rasa mangga Mangolicious atau Nutella Blast dengan rasa kacang hazelnut yang menonjol.

Jika perut masih keroncongan, cicipi menu andalan Egg Benedict Batavia.

Hidangan sarapan dari AS ini biasanya dipadukan dengan muffin Inggris, tapi pada menu ini, bagian bawah telur disokong oleh hash brown alias kentang cincang yang digoreng.

Renyahnya hash brown berpadu harmonis dengan telur rebus setengah matang yang bagian kuningnya langsung leleh ketika disendok.

Tambahan nama Batavia dalam menu itu merujuk pada sedikit taburan cabe hijau di Saus Hollandaise, memberikan sedikit rasa pedas seperti makanan-makanan di ibu kota.

Nuranti dari Marketing dan Promosi Djournal Coffee mengatakan per 10 April ada promosi untuk tamu yang datang membawa sendiri tumbler saat memesan minuman.

“Promo bring your own tumbler, diskon 20 persen untuk tumbler Djournal, 10 persen untuk tumbler lainnya,” ujar Ranti ditemui di Grand Indonesia, Selasa (9/4/2019).

Tak hanya itu, gerakan ramah lingkungan juga diterapkan dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk gelas-gelas plastik dari kafe tersebut. Sampah itu nantinya akan didaur ulang untuk dijadikan pipa bangunan. Demikian, seperti dikutip Antara. (nan)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

KULINER

Masih Terjadi Salah Kaprah soal Pemotongan Tumpeng

Published

on

Tumpeng, merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat juga diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Presiden dari Indonesia Gastronomy Association (IGA) Ria Musiawan mengatakan saat ini masih terjadi salah kaprah mengenai tumpeng terutama pemotongan puncak tumpeng.

“Kebiasaan memotong tumpeng harus diperbaiki, karena berpotensi merusak nilai filosofis dalam tradisi tumpengan,” ujar Iga di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Tumpeng, kata dia, merupakan simbol atau lambang permohonan makhluk hidup kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapat juga diartikan dengan simbol hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya.

Dengan memotong tumpeng dapat diartikan memotong hubungan tersebut. Jadi seharusnya, tumpeng tersebut tidak dipotong akan tetapi dikeruk, ujarnya.

Filosofi dan falsafah tumpeng adalah lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir. Tumpeng juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan, katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa tumpeng yang menjulang ke atas itu menggambarkan tangan manusia merapat dan menyatu menyembah Tuhan. Tumpeng juga menyimpan harapan agar kesejahteraan maupun kesuksesan semakin meningkat.

“Jadi kalau dipotong, maka seolah-olah itu memotong hubungan kita dengan Tuhan, karena puncak tumpeng itu melambangkan tempat bersemayam Sang Pencipta,” kata dia lagi.

Pengerukan tumpeng, urainya, hanya boleh dikeruk sisi samping dari bawah, kemudian orang yang mengeruk tersebut mengucapkan doa dalam hati.

Pada zaman dahulu, para tokoh yang memimpin doa akan menjelaskan dulu makna tumpeng sebelum disantap, ujarnya.

Bagi para gastronom, makanan yang disajikan merupakan hasil dari adaptasi manusia terhadap lingkungan, agama, adat, kebiasaan, dan tingkat pendidikan. Demikian, seperti dikutip Antara. (dri)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending