Connect with us

DESTINASI

Situ Bagendit Jadi Tujuan Wisata Garut Lautan Sepeda

Published

on

Situ Bagendit terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia.

Indonesiaraya.co.id, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, siap menyuguhkan keindahan alam objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi sebagai tujuan wisata bagi pesepeda yang akan datang dari berbagai daerah saat kegiatan Garut Lautan Sepeda dalam rangka Hari Jadi ke-206 Garut dan Milennial Road Safety Festival pada 16 sampai 17 Maret 2019.

“Banyak destinasi wisata di Garut, namun untuk momentum ini peserta Garut Lautan Sepeda akan singgah di Situ Bagendit,” kata Kepala Seksie Promosi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Agus Koswara saat jumpa pers persiapan Garut Lautan Sepeda di Markas Polres Garut, Selasa (12/3/2019).

Ia menuturkan Disparbud Garut akan mempersiapkan lokasi wisata Situ Bagendit agar nyaman, aman dan mengenang bagi para pesepeda yang telah melakukan perjalanan dari Bandung menuju Garut.

Disparbud Garut akan menampilkan beberapa kesenian dan kebudayaan khas Garut yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

“Nanti di Bagendit kita akan siapkan beberapa atraksi wisata, kita ajak sama-sama dalam setiap atraksi kesenian,” katanya.

Menurut dia, kegiatan besar itu akan memberikan dampak positif bagi pariwisata di Garut, termasuk akan memberikan keuntungan bagi pengusaha hotel maupun penjual produk khas Garut.

“Tentunya kalau banyak wisatawan datang ke Garut akan banyak yang menginap di hotel Cipanas Garut, kemudian tempat-tempat makan akan dikunjungi,” katanya.

Ketua Pelaksana Garut Lautan Sepeda, Edi Setiawan mengatakan kegiatan itu mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat Garut, terutama pecinta olahraga sepeda sehingga ditargetkan peserta yang hadir mencapai 1.500 pesepeda dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kegiatan itu akan berlangsung selama dua hari 16 dan 17 Maret 2019 yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat yang senang berolahraga sepeda.

“Bagi masyarakat yang berminat menjadi peserta bisa melakukan pendaftaran dengan biaya sebesar Rp20 ribu, dan berkesempatan mendapatkan hadiah,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna mendukung acara sepeda bersama itu dalam rangkaian memperingati hari jadi Garut sekaligus sosialisasi keselamatan dalam berkendara kepada seluruh elemen masyarakat.

“Ini merupakan salah satu kegiatan positif untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dari polusi udara,” katanya, seperti dikutip Antara. (fer)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

DESTINASI

Patung Raksasa “Suro” dan “Boyo” Jadi Ikon Surabaya

Published

on

Patung raksasa "Suro" dan "Boyo" ini nantinya akan menjadi ikon terbesar dibanding dua patung lainnya yang ada di Kebun Bintang Surabaya (KBS) dan Skate Park Jalan Gubeng Surabaya.

Indonesiaraya.co.id, Surabaya – Patung raksasa “Suro” (hiu) dan “Boyo” (buaya) setinggi 42 meter di kawasan pesisir utara yang kini pembangunannya memasuki tahap akhir nantinya akan menjadi ikon Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Ini adalah bagian dari mimpi saya. Saya juga membayangkan ketika ada di tengah laut, maka Surabaya dapat terlihat dari ikon patung ini,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi pembangunan Patung “Suro” dan “Boyo” di Bulak.

Menurut Risma, patung raksasa “Suro” dan “Boyo” ini nantinya akan menjadi ikon terbesar dibanding dua patung lainnya yang ada di Kebun Bintang Surabaya (KBS) dan Skate Park Jalan Gubeng Surabaya. Selain itu juga jadi spot baru penarik wisatawan datang ke Bulak dan Kenjeran.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memastikan bahwa Taman Suroboyo beserta patung “Suro” dan “Boyo” ditargetkan rampung Mei 2019.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menargetkan patung raksasa itu akan selesai pembangunannya pada Mei 2019 atau bertepatan pada Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 726. “Itu akan menjadi hadiah manis bagi Hari Jadi Kota Surabaya,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, untuk pembangunan patungnya sendiri selesai pada Maret atau awal April tahun ini. “Tapi di bawahnya kan ada tambahannya dan tamannya, sehingga pengerjaan maksimal kami targetkan Mei,” kata Eri saat mendampingi Wali Kota Risma meninjau Patung “Suro” dan “Boyo”.

Selain itu, Eri menambahkan bahwa di kawasan itu nanti akan dibangun semacam jembatan yang menghubungkan antara sentra kuliner Sentra Ikan Bulak (SIB) lantai dua dengan patung “Suro” dan “Boyo” tersebut. Jembatan itu nanti akan dibangun seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), tapi bentuk dan desainnya berbeda.

“Secara konsep sudah jadi dan langsung di kerjakan tahun ini. Secara anggaran ikut tahun ini. Jadi mudah-mudahan selesai pada akhir tahun, dilihat aja nanti,” ujarnya.

Eri juga menambahkan, selain melakukan pembangunan infrastruktur, Pemkot Surabaya juga akan merenovasi beberapa bagian bangunan Sentra Ikan Bulak (SIB), termasuk toilet dan beberapa bagian lainnya. Bahkan, pemkot juga berencana menggalakkan berbagai pelatihan untuk para pedagang yang menempati SIB.

“Nanti SIB akan di perbaiki dari kamar mandi, tempat jualan, kemudian kita adakan pelatihan terkait management jual beli, dandanan yang jualan, cita rasa, sehingga SIB itu memiliki daya tarik bagi pengunjung,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Ini Dia Kota Termahal di Dunia

Published

on

Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei.

Indonesiaraya.co.id, London – Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei mengenai biaya hidup di seluruh dunia baru-baru ini, menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga riset Inggris.

Dengan menggunakan New York City sebagai acuannya, laporan Biaya Hidup Seluruh Dunia (Worldwide Cost of Living) 2019, yang diterbitkan Senin (18/3/2091) oleh Economist Intelligence Unit, menemukan bahwa biaya hidup di ketiga kota itu tujuh persen lebih tinggi daripada di kota patokan, pertama kali tiga kota sekaligus menempati tempat pertama dalam survei.

Sebesar 10 kota teratas dengan biaya hidup tertinggi sebagian besar dibagi antara Asia dan Eropa. Singapura adalah satu-satunya kota yang mempertahankan peringkatnya dari tahun sebelumnya, menandai tahun keenamnya berturut-turut di peringkat teratas, dengan Hong Kong naik tiga tingkat dan Paris naik satu tingkat mencapai posisi puncak.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa biaya hidup global telah turun menjadi 69 persen dari biaya di New York, turun dari 73 persen tahun lalu, tetap jauh lebih rendah daripada lima tahun lalu, ketika biaya hidup rata-rata di kota-kota yang disurvei adalah 82 persen dari biaya di kota dasar.

Sementara inflasi dan devaluasi merupakan faktor utama dalam menentukan biaya hidup, banyak kota yang disurvei menurun peringkatnya karena gejolak ekonomi, pelemahan mata uang atau penurunan harga lokal, kata laporan itu.

Untuk membantu manajer sumber daya manusia dan keuangan menghitung biaya hidup dan membangun paket kompensasi untuk ekspatriat dan pelancong bisnis, Unit Intelejen yang berkantor pusat di London itu telah melakukan survei dua tahunan selama lebih dari 30 tahun dengan membandingkan lebih dari 400 harga individual di 160 produk dan jasa-jasa. Demikian, seperti dikutip Antara . (pep)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

DESTINASI

Desa Setanggor, Desa Wisata Lombok Tengah

Published

on

Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Indonesiaraya.co.id, Mataram – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI meresmikan Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laman Pemkab Lombok Tengah, Selasa (19/3/2019), menyebutkan peresmian itu dilakukan oleh Sekjen Kemendes PDDT Anwar Sanusi.

Kegiatan peresmian tersebut berupa bantuan galeri tenun, homestay dan penerangan jalan umum di desa wisata Setanggor.

Sekjen Kemendes PDTT RI, Anwar sanusi mengatakan apa yang dilakukan saat ini tidak lain dengan tujuan untuk mendorong perekonomian di NTB, khususnya Lombok Tengah agar bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Meski beberapa waktu lalu telah diuji dengan bencana gempa yang cukup mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Ujian yang diberikan ini akan membawa hikmah bagi kita semua. Apa yang kami lakukan ini untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, menyebutkan pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang dimiliki Lombok Tengah, baik itu dari ujung Utara hingga Selatan.

Dari objek wisata yang dimiliki itulah, maka pemerintah pusat menetapkan Lombok Tengah sebagai salah satu dari 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Indonesia.

“Dengan adanya KEK ini, kita memiliki mimpi baru dalam menwujudkan kesejahteraan yang ditopang melalui pariwisata,” katanya.

Karena itu, mimpi ini harus dijemput dengan mempersiapkan sumber daya dan potensi-potensi yang ada. Terutama potensi yang ada di desa harus digali dan dikembangkan untuk menopang arus besar sebagai efek dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang dikerjakan saat ini.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di wilayah sendiri. Tapi harus menjadi pemain utama dalam arus perubahan kedepan,” lanjutnya, seperti dikutip Antara. (riz)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending