Connect with us

FINANSIAL

Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,08 Persen Tahun Ini

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2019 atau lebih rendah dari asumsi pemerintah sebelumnya sebesar 5,2 persen.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis, Bendahara Negara itu mengatakan empat komponen pertumbuhan ekonomi berpotensi tidak tumbuh maksimal pada semester II 2019.

Dia hanya melihat perbaikan kinerja dari kontribusi investasi dan konsumsi pemerintah, sementara andil ekspor masih negatif dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh lebih lambat.



“Total untuk 2019, pertumbuhan kami proyeksikan jadi 5,08 persen (yoy) atau mendekati 5,1 persen. Outlook atau proyeksi masih di 5,2 persen. Tapi, secara internal kami lihat di 5,08 persen,” ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun ini juga tidak lepas dari imbas perlambatan ekonomi global sepanjang tahun.

Keyakinan perlambatan perekonomian dunia juga diperkuat dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

Di domestik, konsumsi rumah tangga yang berandil hingga 55 persen terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan Sri Mulyani akan tumbuh melambat di kisaran 4,9-5,0 persen pada semester II 2019.

Perkiraan itu jauh lebih rendah dari realisasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga di semester I 2019 yang sebesar 5,3 persen.

Sri Mulyani menyebut perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu karena berakhirnya momentum pemilu dan Lebaran yang menjadi pendorong konsumsi rumah tangga.

“Sementara untuk konsumsi pemerintah, kita harap ada akselerasi belanja modal meskipun pada semester I 2019, penyaluran belanja modal masih belum optimal,” ujar dia.

Namun, harapan timbul dari investasi. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga 0,5 persen pada kurun Juli-Agustus 2019 diharapkan mendorong aliran investasi langsung masuk. Pasalnya, timbul ekspektasi investor bahwa pembiayaan akan lebih murah.

“Investasi memang agak tricky (sulit) untk diprediksi. Kami harap ada arus modal masuk yang besar karena pada semester I 2019 itu investasi masih di bawah ekspektasi, jauh lebih rendah di bawah realisasi semester I 2018,” ujar dia.

Menkeu berharap investasi dapat tumbuh mencapai 5,2 persen pada semetser II 2019, untuk meningkatkan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi.

“Ekspor kami perkirakan di semester II 2019 masih di zona negatif,” ujar dia.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2019 yang sebesar 5,08 persen, maka Sri Mulyani melihat pertumbuhan ekonomi pada semester II 2019 akan sebesar 5,11 persen. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

FINANSIAL

Harga Emas Kembali Turun, Tertekan Penguatan Dolar

Published

on

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 8,5 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1.504,4 dolar AS per ounce.

Indonesiaraya.co.id, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun pada akhir perdagangan Senin (7/10/2019) (Selasa, (8/10/2019) pagi WIB), setelah pada akhir pekan lalu menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari, karena logam mulia tertekan oleh greenback atau dolar yang lebih kuat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 8,5 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1.504,4 dolar AS per ounce.

Dolar AS menguat di tengah melemahnya pound Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian.



Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan blok Uni Eropa, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 98,99 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada 17,54 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,4 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi 888,3 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. Demikian, seperti dikutip Antara. (ash)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

OJK Nyatakan Perbankan di Wamena Beroperasi Terbatas

Published

on

Otoritas Jasa Keuangan, adalah lembaga yang independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan di Wamena, Papua, masih beroperasi terbatas menyusul kericuhan yang terjadi sejak Senin (23/9/2019).

Kericuhan yang bermula dari aksi unjuk rasa itu terjadi dalam sepekan terakhir dan membuat ribuan warga di Wamena memilih mengungsi ke Jayapura dan beberapa kota di luar Papua.

“Kondisi yang kami terima bahwa keterbatasan buka operasional perbankan umumnya karena keterbatasan pegawai yang sebagian masih mengungsi ke Jayapura,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (1/10/2019).



Pengawas dan pengatur seluruh industri jasa keuangan itu mengaku telah mengimbau setiap pelaku industri jasa keuangan di Wamena untuk membuka layanan secara terbatas demi mengutamakan keselamatan pegawai. Pelaku industri juga diminta untuk memperhatikan dinamika keamanan di Wamena untuk membuka layanan perbankan.

Namun hingga Senin (30/9) malam, kata Sekar, beberapa jaringan sistem transaksi bank seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah dapat beroperasi normal. Begitu juga dengan layanan daring (online) perbankan di Wamena seperti “mobile banking” dan “internert banking” yang berjalan normal.

“Sampai dengan saat ini bank yang ada di Wamena telah melaporkan buka secara operasional terbatas sehingga aktivitas ekonomi dapat segera pulih kembali utamanya di Wamena,” ujar Sekar.

Adapun kerusuhan yang terjadi di Wamena awal pekan lalu menyebabkan ribuan warga mengungsi ke Jayapura. Kerusuhan itu telah meyebabkan 31 orang meninggal dunia, menurut Kementerian Kesehatan.

Akibat kerusuhan itu dalam sepekan terakhir, ratusan bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta jadi sasaran amuk massa. Kegiatan ekonomi pun tersendat. Warga di Wamena mengalami kesulitan memperoleh makanan dan beberapa kebutuhan lainnya karena tutupnya sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas publik. Demikian, seperti dikutip Antara. (iap)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

FINANSIAL

Menkeu Imbau Demonstrasi Tidak Diwarnai Sikap Anarkis

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang akan melakukan demonstrasi agar aksi unjuk rasa tersebut tidak diwarnai dengan kericuhan dan sikap anarkis.

Ia menuturkan unjuk rasa merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat yang apabila dilakukan dengan tertib dan tidak ada unsur anarkis maka akan semakin baik untuk perubahan Indonesia ke depannya.

“Selama tidak anarkis dan tidak menciptakan suasana kerusuhan yang kemudian menimbulkan ketakutan, saya anggap bahwa dinamika ini tetap sehat dan memang baik untuk Indonesia ke depan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (1/10/2019).



Ia berharap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat bisa berjalan sesuai dengan koridor tata hukum nasional yaitu aman dan tertib sehingga juga tidak akan memberikan dampak yang negatif terutama terkait perekonomian Indonesia.

“Dari sisi tata kelola dan hukum melandasinya juga sudah kita atur bersama. Jadi kita berharap selama aspirasi itu disampaikan di dalam koridor-koridor tersebut ini adalah dinamika demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Selain itu, ia menuturkan bahwa penyampaian aspirasi yang kondusif akan menjadi cerminan yang baik dalam penilaian demokrasi terhadap suatu bangsa sebab memberikan efek positif ke berbagai sektor seperti ekonomi nasional yang akan terus membaik.

“Namun kalau sudah anarkis tentu itu akan disayangkan, semua masyarakat tentu tidak mengharapkan hal itu. Masyarakat secara umum tidak akan mengharapkan itu,” tegasnya. Seperti dikutip Antara. (afh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788 / 0821-96677788.

Continue Reading

Trending